Kedok ayah mertua terungkap

"Halo kak, ada bapak nelpon kalian?", tanya Moria adik ipar ku tiba tiba nelpon kepadaku

"Tidak ada dek, memangnya kenapa ?"jawabku

menjawab pertanyaan nya.

"Itulah, orang orang semua di kampung sudah pada ngomongin bapak, sering katanya perempuan datang ke rumah bapak" Adik ipar Moria menjelaskan

" Apa betul itu?, tanya ku ingin tahu

"Betul kak, Bibi, kakak sepupu yang satu kampung dengan bapak juga sudah cerita banyak sama aku, bahkan anak anak dari pacar bapak sering juga datang.

"Terus bagaimana kelanjutan hubungan mereka, apa bapak mau menikah lagi ini cerita nya" balasku menjawab mencoba menebak nebak arah hubungan ayah mertua

"Itulah, aku pun tidak tahu, tidak ada sih bapak ngomong sama aku" balas Moria

"Coba nanti kusuruh Abang mu ya, untuk nelpon bapak untuk mencari tahu" ku coba memberi solusi.

Setahun kepergian ibu mertua, Ayah mertua banyak di gosipkan di kampung, bahwa ayah mertua sering membawa perempuan masuk ke rumahnya. Bahkan anak anak dari pacarnya juga sering datang dan menginap di rumah ayah mertua.

Ayah mertua memang tinggal sendiri di rumahnya, tetapi ada saudara yang lain dari ayah mertua yang tinggal tidak jauh dari rumah nya.

Ada Bapak ke 2 dari ayah mertua tinggal disitu bersama istri anak dan menantunya.

Adik ipar Moria sering menanyakan keadaan ayah mertua kalau ada kenapa-kenapa.

Secepat itu kah ayah mertua langsung punya pacar, padahal ibu mertua baru saja meninggal setahun yang lalu.

Ibu mertua memang sering mengatakan bahwa ayah mertua itu punya selingkuhan, kami sering memarahi ibu mertua bila ia bicara ngawur seperti itu.

Ternyata feeling istri itu ada, kamipun menyadari nya saat ini. Jangan jangan ibu mertua sakit sakitan adalah di picu karena banyak memikirkan tingkah laku dari ayah mertua yang sudah selingkuh dan menduakan ibu mertua,

Waktu ibu mertua sakit di rumah sakit, ayah mertua ada membawa perempuan lain, dan itu ada di pergoki oleh adik ipar frista, frista kebetulan balik ada sesuatu yang tertinggal di kamar tempat rawat inap ibu mertua, ayah mertua berpikir kalau frista sudah pergi, lantas ayah mertua langsung menyuruh selingkuhannya datang menemuinya dikamar inap ibu mertua. Kepergok lah mereka, langsung frista menanyakan dengan nada penuh emosi,

"siapa ini pak, sambil menunjuk kepada perempuan asing itu", "teman", jawab ayah mertua dengan nada terkejut.

"Teman apa?, Teman kok perempuan. Tidak pernah aku melihatnya" tanya frista penuh tanda tanya dan emosi

"Hanya teman", Ayah mertua menjelaskan sambil permisi untuk pulang"

Pernah suami juga menanyakan perihal perempuan asing yang dibawa ayah mertua ke rumah sakit ketika ibu mertua dirawat. Ayah mertua cuma bilang teman, tidak ada hubungan apa apa.

Suami lantas diam saja, takut terpancing emosi dan jadi ribut yang berkepanjangan, suami lantas menyudahi dan mendiamkan ayah mertua.

Sekarang karena sudah tidak tahan lagi rasanya gosip yang beredar di kampung, sudah tua dan berumur tingkahnya kok kayak anak anak, seperti tidak tahu norma dan aturan kesannya.

Lantas semua anak anak dari ayah mertua pun mendesak perihal gosip yang beredar di kampung bahwa ada perempuan beserta anak anak yang sering datang menginap di rumah.

Ayah mertua pun menjelaskan, Aku sudah tua, gimana kalau aku sakit siapa nanti yang akan merawat aku. Aku sangat kesepian di kampung tidak ada kawa, "aku bermaksud untuk menikahi perempuan itu"

"Apa tidak ada lagi perempuan yang lain?, maksudnya maunya jangan yang sudah mempunyai anak kata suami memohon.

"Rasa tidak bisa di atur atau di paksa paksa, dia sudah merupakan pilihanku, kalian pun dulunya memilih pasangan hidup sesuai keinginan kalian, bukan ku jodohkan"kata ayah mertua dengan tegas.

Kami pun hanya diam saja, ya sudahlah, sepertinya ayah mertua sudah mantap dengan pilihannya sendiri. Kami pun tidak bisa lagi memaksakan.

Pernikahan pun dilangsungkan 14 hari kemudian, segala persiapan tanggal, acara, dan keuangan tidak ada melibatkan kami, semua seperti nya sudah diurus ayah mertua dan seluruh keluarga dari pihak perempuan yang bakalan calon ibu mertua ku.

Pernikahan di langsungkan seperti pernikahan pengantin baru yang belum pernah menikah. Harus ada acara pertunangan, padahal suami sudah menasehati ayah mertua, "nikahi secara adat saja dulu, nanti kalau ada maksud terselubung perempuan itu, mana tahu dia hanya mau harta bapak saja, kan bisa langsung diceraikan tanpa proses panjang".

Nasehat suami sudah tidak dihiraukan, ya sudahlah mau bilang apa, biarlah di jalankan sesuai kemauan nya saja. begitu perkataan suami kepada ku di sela percakapan kami perihal acara pernikahan ayah mertua yang terlalu mewah.

Kami pun tidak terlalu urus, kami hanya datang seperti tamu undangan di pernikahan ayah mertua dengan bakalan calon ibu mertua dan ternyata perempuan itu adalah perempuan yang dibawa ayah mertua ketika ibu mertua sakit di rawat di rumah sakit.

Kami shock dan terkejut, prediksi kami ayah mertua pasti sudah lama menjalin hubungan dengan perempuan itu, bahkan mungkin sebelum ibu mertua meninggal. Dan jangan jangan ibu mertua sakit adalah karena perempuan itu.

Kami menyesal telah marah marah ketika ibu mertua bilang kalau ayah mertua itu selingkuh dan mempunyai perempuan lain. Seharusnya kami percaya perkataan nya karena istri pasti memperoleh feeling prihal suaminya.

Kami pun berangkat dengan mencarter mobil rental beserta supir nya, supaya bisa lebih irit, dan kami disana tidak berlama lama, esoknya langsung balik lagi ke kota karena, suami ku dan suami suami adik ipar juga harus kerja.

Kuserahkan semua keputusan ditangan suami, berapa yang harus dia berikan untuk bantu bantu atas pengeluaran yang sudah dikeluarkan ayah mertua untuk membiayai biaya pesta, posisi nya sebagai anak tertua harus di maklumi. Aku selalu mentolerir keputusan dan tidak pernah ku marah atau melarang nya,

Tetapi lain halnya kalau ada kegiatan di pihak ku, suami selalu menunjukkan kalau posisiku sebagai anak perempuan tidak terlalu ambil bagian.

Terkadang memberi seadanya, dengan marah marah, aku tidak ada uanglah, mau bayar rumahlah.

Padahal saudara laki laki ku pun orang yang tidak berada, mau mengharapkan mereka yang menutupi semua pengeluaran kalau ada kegiatan di pihak ku, mana ada duit mereka.

Seandainya dia pun digituin adik ipar, membiarkan dia mengeluarkan semua pengeluaran pasti suami pun akan marah dan keberatan.

Kenapa suami sulit sekali bahkan tidak bisa membuka dirinya, atau merasakan seandainya posisi itu di balik kan kepada nya. Itu yang tidak kurasakan ada pada suami. sungguh egois menurut ku.

Bukan maksudnya suami harus memberi banyak, berapa pun yang penting ikhlas bukan karena embel-embel karena posisinya sebagai anak perempuan, seolah olah tidak wajib. Seolah olah bahwa aku tidak ada hubungan lagi dengan keluarga ku. Sikap suami yang seperti itu sungguh membuat ku sakit hati.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!