Bab 18. Trauma Zahra

Zain kembali ke rumah sakit dan duduk di sebelah brankar rumah sakit tempat di mana Zahra terbaring dengan memejamkan matanya sejak pertama kali masuk ke dalam rumah sakit ini..

Ruangan mewah VVIP berwarna hijau itu seakan menjadi tempat ternyaman bagi Zahra sehingga membuatnya enggan untuk membuka matanya.

Semalaman Zain menemani Zahra di ruangan itu, bahkan ia rela tertidur dengan posisi duduk sambil menggenggam tangan mungil istrinya.

Zain ingin menjadi orang pertama yang di lihat oleh Zahra ketika ia membuka matanya.

Waktu menunjukkan pukul 09.00, sedikit pun Zain enggan meninggalkan istrinya walau sekedar untuk mengisi perutnya yang meminta jatah untuk diisi.

Tok! Tok! Tok!

“Permisi, Tuan. Saya ingin memeriksa keadaan Ny. Zahra.” Perawat itu meminta izin kepada Zain, namun tidak mendapat tanggapan dari tuan muda yang di segani itu, ia melirik ke arah Zain dan merasa kasihan. Pria yang terkenal dingin dan kejam itu kini terlihat sangat rapuh dan terpuruk di samping istrinya yang terbaring lemah.

Setelah menyelesaikan tugasnya, perawat tersebut pamit dan meninggalkan ruangan itu.

Zain menatap lekat wajah Zahra yang sedikit lebih segar setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

“Apa yang membuatmu enggan untuk membuka matamu, hmm?” tanyanya pelan.

Zain membelai pelan wajah gadis di depannya, lalu tangannya turun menyentuh tangan Zahra dan mencium setiap bekas luka di tangan istrinya.

Perlahan Zahra menggerakkan jemarinya, dan mengerjakan matanya namun masih belum terbuka.

Zain yang melihat itu terlihat antusias. "Dokter!" teriaknya dan langsung berlari keluar kamar untuk memanggil Dokter. Pria dingin itu melupakan adanya tombol darurat yang berada di dekat brankar pasien.

Zain kembali dengan berlari kecil diikuti seorang Dokter wanita di belakangnya.

Sejak semalam, Zain melarang adanya Dokter ataupun perawat laki-laki untuk memeriksa keadaan istrinya.

“Bagaimana kondisi istri saya, Dokter?” tanya Zain tidak sabar setelah Dokter itu memeriksa kondisi Zahra.

“Ny. Zahra sudah membaik, Tuan. Kita tunggu sebentar lagi, Ny. Zahra pasti akan membuka matanya,” jelas Dokter itu.

Zahra perlahan membuka matanya, namun ada yang aneh dengan Zahra, ia hanya diam dengan pandangan kosong menatap lurus ke langit-langit kamar itu.

“Zahra!” panggil Zain, namun tidak mendapat respons apa pun dari istrinya.

“Apa yang terjadi, Dokter!” tanya Zain menatap ke arah Dokter itu dengan wajah paniknya.

“Apa yang terjadi kepada istri saya, Dokter?” tanya Zain dengan nada tinggi.

“Tenang, Tuan. Izinkan saya untuk memeriksa Ny. Zahra,” ucap Dokter itu dengan tenang.

Dokter tersebut kembali memeriksa Zahra, namun Zahra hanya diam membisu mengabaikan semua pertanyaan yang dilontarkan Dokter itu kepadanya, membuat Zain kalang kabut dan menarik tubuh Dokter itu untuk memberinya ruang mendekati istrinya.

Zain memegang tangan Zahra dan mengajaknya bicara. “Hei, gadis nakal! Jangan bercanda denganku ya!” seru Zain berdiri di sebelah brankar Zahra.

Zain menunggu reaksi dari istrinya, namun tidak ada tanggapan darinya. Zain pun tetap mencoba segala cara untuk menyadarkan Zahra.

“Bocah kecil! Bangun! Jangan mempermainkanku!” kesal Zain. “Kamu berani mengabaikan perintahku, hah!”

Dokter itu menatap bingung ke arah tuannya karena mendengar ucapan Zain yang dilontarkan untuk istrinya, namun Dokter itu hanya diam saja tidak berani mengganggunya.

Perlahan Zain mendekatkan wajahnya ke wajah Zahra dan menempelkan kening mereka. Sebutir air mata menetes dari mata Zahra membuat Zain tersenyum lega.

“Gadis kecil, aku di sini bersamamu. Aku menunggumu, sadarlah,” ucap Zain lirih di dekat telinga Zahra.

Zain kembali ingin mengecup kening Zahra namun terhenti karena terikan Zahra.

“Berhenti! Menjauh! Jangan mendekat!” teriak Zahra histeris dan mendorong tubuh Zain.

“Zahra! Tenang!” perintah Zain dan memeluk erat tubuh Zahra.

“Pergi! Pergi dari sini! Jangan ganggu aku!” Zahra memberontak dalam pelukan Zain, membuat Zain sedikit kewalahan.

“Tenang, tenang, tenang,” lirih Zain menenangkan Zahra dan semakin mengeratkan pelukannya.

“Pergi! Aku mohon pergi! Jangan ganggu aku!” teriak Zahra dengan suara bergetar.

Zain meneteskan air matanya melihat keadaan istrinya, ia menyesal karena tidak bisa menjaga Zahra dengan baik.

“Tenang, aku di sini, aku bersamamu dan akan selalu bersamamu,” ucap Zain dalam tangisnya.

Zain tidak peduli lagi dengan reputasinya, biarkan orang-orang menilainya lemah. Hatinya hancur melihat gadisnya seperti ini.

Barra yang baru saja masuk ke dalam kamar itu dengan membawa makanan untuk tuan mudanya dibuat terkejut melihat kondisi tuan dan istrinya.

Salah seorang perawat datang dan menyuntikkan sesuatu kepada Zahra, perlahan tubuh Zahra berhenti memberontak dan terkulai lemas dalam pelukan suaminya.

Zain membaringkan tubuh Zahra di atas brankar dan menyelimutinya, ia menatap wajah sembab Zahra lalu mengecup pelan kening Zahra.

“Tuan, ada yang ingin saya sampaikan,” ucap Dokter itu.

Zain mengalihkan pandangannya kepada Dokter itu dan menganggukkan kepalanya. Zain berjalan keluar di ikuti oleh Dokter itu.

“Jaga Zahra seperti kamu menjagaku!” perintah Zain kepada Barra sebelum ia menghilang dibalik pintu.

Dokter yang menangani Zahra duduk dengan cemas di depan tuannya, ia sedikit merasa waswas untuk menyampaikan prediksinya terhadap kondisi Zahra.

“Tuan, saya harus menyampaikan sesuatu yang mungkin bisa membuat Anda sulit untuk menerimanya.”

Terpopuler

Comments

Bunda Abizzan

Bunda Abizzan

Zain, Zahra itu harus tahu kalau yang menyentuhnya adalah suaminya sendiri, yaitu Kamu Zain.

2022-06-29

4

Bunda Abizzan

Bunda Abizzan

Hati-hati Barra, Kamu harus menjaga Zahra seperti menjaga Zain. Hahaha..

2022-06-29

2

Bunda Abizzan

Bunda Abizzan

Panik Zainnya, Hahaha lucu juga 😂

2022-06-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Sebuah Kejutan Besar
2 Bab 2. Pengantin Pengganti
3 Bab 3. Mansion Utama
4 Bab 4. Perjanjian
5 Bab 5. Mengantar Makan Siang untuk Zain
6 Bab 6. Kenyataan Menyakitkan
7 Bab 7. Zahwa Sakit
8 Bab 8. Rencana Clarisa
9 Bab 9. Berita Menggemparkan
10 Bab 10. Kehamilan Clarisa
11 Bab 11. Gara-gara Ramyeon
12 Bab 12. Ancaman untuk Zahra
13 Bab 13. Kamar 305
14 Bab 14. Pertolongan
15 Bab 15. Kehancuran Zahra
16 Bab 16. Kepanikan Zain
17 Bab 17. Kemarahan Zain
18 Bab 18. Trauma Zahra
19 Bab 19. Berpisah
20 Bab 20. Masa Lalu Ny. Amara
21 Bab 21. Buket Bunga dari Zain
22 Bab 22. Anindya
23 Bab 23. Kedatangan Anindya
24 Bab 24. Rencana Zain
25 Bab 25. Perubahan Sikap Zain
26 Bab 26. Kedatangan Tuan Harun
27 Bab 27. Keterkejutan Tuan Harun
28 Bab 28. Pertemuan Zahra dengan Tuan Harun
29 Bab 29. Pengakuan Zahra
30 Bab 30. Keluarga Athaillah
31 Bab 31. Karena Takut Kehilangan
32 Bab 32. Masa Lalu Tuan Harun
33 Bab 33. Masa Lalu Tuan Harun 2
34 Bab 34. Merasa Dipermainkan
35 Bab 35. Tidur Seranjang
36 Bab 36. Sisi Lain Ny. Amara
37 Bab 37. Ziya's House
38 Bab 38. Ziya's House 2
39 Bab 39. Manis Bagai Candu
40 Bab 40. Kebiasaan Baru Zain
41 Bab 41. Rencana Ny. Amara
42 Bab 42. Keluar dari Penjara
43 Bab 43. Kejutan untuk Zahra
44 Bab 44. Harapan Ny. Amara
45 Hai, Kenalan dengan Author yuk!
46 Bab 45. Keposesifan Zain
47 Bab 46. Kepulangan Ny. Zain Malik
48 Bab 47. Mencairnya Es Kutub
49 Bab 48. Syukuran
50 Bab 49. Malam Penuh Drama
51 Bab 50. Rencana Berkunjung
52 Bab 51. Godaan
53 Bab 52. Menahan Emosi
54 Bab 53. Terungkap
55 Bab 54. Drama Keluarga
56 Bab 55. Keputusan Akhir
57 Bab 56. Gelisah
58 Bab 57. Kecemasan Semua Orang
59 Bab 58. Hukuman untuk Zahra
60 Bab 59. Tidak Sesuai dengan Rencana
61 Bab 60. Crazy Rich Man
62 Bab 61. Nama Pemberian Kakek
63 Bab 62. Masih Seputar Nama dan Wajah
64 Bab 63. Hu Yitian
65 Bab 64. Karantina
66 Bab 65. Tiga Hari Terlewati
67 Bab 66. Melepas Rindu
68 Bab 67. Pergi
69 Bab 68. Salah Paham
70 Bab 69. Dia Baik-Baik Saja
71 Bab 70. Zhang Yang Zi
72 Bab 71. Keputusan Barra
73 Bab 72. Calon Menantu
74 Bab 73. Nasihat dari Paman
75 Bab 74. Kejutan
76 Bab 75. Mengutarakan Niat Baik
77 Bab 76. Tragedi
78 Bab 77. Kisah Yang Zi
79 Bab 78. Amarah Sang Kakak
80 Bab 79. Disneyland
81 Bab 80. Mengulang Pesta
82 Bab 81. Satu-satunya Istri Zain Malik
83 Bab 82. Berkunjung ke Pesantren
84 Bab 83. Cinta Seorang Ayah
85 Bab 84. Alun-Alun Kota
86 Bab 85. Pengakuan Barra
87 Bab 86. Pesta Pernikahan
88 Bab 87. Kekacauan
89 Bab 88. Kehancuran Keluarga Bramasta
90 Bab 89. Malam Pesta
91 Bab 90. Cucu Kesayangan
92 Bab 91. Hanya Salah Paham
93 Bab 92. Retak
94 Bab 93. Tak Pernah Terencana
95 Bab 94. Luka dan Trauma
96 Bab 95. Kegelisahan Hati Zahra
97 Bab 96. Gelisah
98 Bab 97. Bumil Muda
99 Bab 98. Orang Asing
100 Bab 99. Meluluhkan Hati Mommy Amara
101 Bab 100. Singa yang Posesif
102 Bab 101. Drama di Kantin
103 Bab 102. Ketakutan Zahra
104 Bab 103. Teman Baru
105 Bab 104. Teman Lama
106 Bab 105. Kegigihan Aldebaran
107 Bab 106. Perlengkapan Bayi
108 Bab 107. Musibah
109 Bab 108. Kembali Bermimpi
110 Bab 109. Pengakuan
111 Pengumuman Giveaway dan Promosi Novel
112 Bab 110. Ali dan Tania
113 Bab 111. Penjelasan Zain
114 Bab 112. Baby Rayyanza
115 Bab 113. Kedatangan Keluarga Pesantren
116 Bab 114. Bertemu Iblis Betina
117 Bab 115. Keluarga Mahardika
118 Bab 116. Istana Tersembunyi
119 Bab 117. Apa Wajahku Terlihat Menakutkan?
120 Bab 118. Berbeda dari Lainnya
121 Bab 119. Merajuk
122 Bab 120. Datang untuk Melamar
123 Bab 121. Hadiah Pernikahan
124 Bab 122. Klub Malam
125 Bab 123. Permintaan Zahra
126 Bab 124. Sisi Lain Yitian
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1. Sebuah Kejutan Besar
2
Bab 2. Pengantin Pengganti
3
Bab 3. Mansion Utama
4
Bab 4. Perjanjian
5
Bab 5. Mengantar Makan Siang untuk Zain
6
Bab 6. Kenyataan Menyakitkan
7
Bab 7. Zahwa Sakit
8
Bab 8. Rencana Clarisa
9
Bab 9. Berita Menggemparkan
10
Bab 10. Kehamilan Clarisa
11
Bab 11. Gara-gara Ramyeon
12
Bab 12. Ancaman untuk Zahra
13
Bab 13. Kamar 305
14
Bab 14. Pertolongan
15
Bab 15. Kehancuran Zahra
16
Bab 16. Kepanikan Zain
17
Bab 17. Kemarahan Zain
18
Bab 18. Trauma Zahra
19
Bab 19. Berpisah
20
Bab 20. Masa Lalu Ny. Amara
21
Bab 21. Buket Bunga dari Zain
22
Bab 22. Anindya
23
Bab 23. Kedatangan Anindya
24
Bab 24. Rencana Zain
25
Bab 25. Perubahan Sikap Zain
26
Bab 26. Kedatangan Tuan Harun
27
Bab 27. Keterkejutan Tuan Harun
28
Bab 28. Pertemuan Zahra dengan Tuan Harun
29
Bab 29. Pengakuan Zahra
30
Bab 30. Keluarga Athaillah
31
Bab 31. Karena Takut Kehilangan
32
Bab 32. Masa Lalu Tuan Harun
33
Bab 33. Masa Lalu Tuan Harun 2
34
Bab 34. Merasa Dipermainkan
35
Bab 35. Tidur Seranjang
36
Bab 36. Sisi Lain Ny. Amara
37
Bab 37. Ziya's House
38
Bab 38. Ziya's House 2
39
Bab 39. Manis Bagai Candu
40
Bab 40. Kebiasaan Baru Zain
41
Bab 41. Rencana Ny. Amara
42
Bab 42. Keluar dari Penjara
43
Bab 43. Kejutan untuk Zahra
44
Bab 44. Harapan Ny. Amara
45
Hai, Kenalan dengan Author yuk!
46
Bab 45. Keposesifan Zain
47
Bab 46. Kepulangan Ny. Zain Malik
48
Bab 47. Mencairnya Es Kutub
49
Bab 48. Syukuran
50
Bab 49. Malam Penuh Drama
51
Bab 50. Rencana Berkunjung
52
Bab 51. Godaan
53
Bab 52. Menahan Emosi
54
Bab 53. Terungkap
55
Bab 54. Drama Keluarga
56
Bab 55. Keputusan Akhir
57
Bab 56. Gelisah
58
Bab 57. Kecemasan Semua Orang
59
Bab 58. Hukuman untuk Zahra
60
Bab 59. Tidak Sesuai dengan Rencana
61
Bab 60. Crazy Rich Man
62
Bab 61. Nama Pemberian Kakek
63
Bab 62. Masih Seputar Nama dan Wajah
64
Bab 63. Hu Yitian
65
Bab 64. Karantina
66
Bab 65. Tiga Hari Terlewati
67
Bab 66. Melepas Rindu
68
Bab 67. Pergi
69
Bab 68. Salah Paham
70
Bab 69. Dia Baik-Baik Saja
71
Bab 70. Zhang Yang Zi
72
Bab 71. Keputusan Barra
73
Bab 72. Calon Menantu
74
Bab 73. Nasihat dari Paman
75
Bab 74. Kejutan
76
Bab 75. Mengutarakan Niat Baik
77
Bab 76. Tragedi
78
Bab 77. Kisah Yang Zi
79
Bab 78. Amarah Sang Kakak
80
Bab 79. Disneyland
81
Bab 80. Mengulang Pesta
82
Bab 81. Satu-satunya Istri Zain Malik
83
Bab 82. Berkunjung ke Pesantren
84
Bab 83. Cinta Seorang Ayah
85
Bab 84. Alun-Alun Kota
86
Bab 85. Pengakuan Barra
87
Bab 86. Pesta Pernikahan
88
Bab 87. Kekacauan
89
Bab 88. Kehancuran Keluarga Bramasta
90
Bab 89. Malam Pesta
91
Bab 90. Cucu Kesayangan
92
Bab 91. Hanya Salah Paham
93
Bab 92. Retak
94
Bab 93. Tak Pernah Terencana
95
Bab 94. Luka dan Trauma
96
Bab 95. Kegelisahan Hati Zahra
97
Bab 96. Gelisah
98
Bab 97. Bumil Muda
99
Bab 98. Orang Asing
100
Bab 99. Meluluhkan Hati Mommy Amara
101
Bab 100. Singa yang Posesif
102
Bab 101. Drama di Kantin
103
Bab 102. Ketakutan Zahra
104
Bab 103. Teman Baru
105
Bab 104. Teman Lama
106
Bab 105. Kegigihan Aldebaran
107
Bab 106. Perlengkapan Bayi
108
Bab 107. Musibah
109
Bab 108. Kembali Bermimpi
110
Bab 109. Pengakuan
111
Pengumuman Giveaway dan Promosi Novel
112
Bab 110. Ali dan Tania
113
Bab 111. Penjelasan Zain
114
Bab 112. Baby Rayyanza
115
Bab 113. Kedatangan Keluarga Pesantren
116
Bab 114. Bertemu Iblis Betina
117
Bab 115. Keluarga Mahardika
118
Bab 116. Istana Tersembunyi
119
Bab 117. Apa Wajahku Terlihat Menakutkan?
120
Bab 118. Berbeda dari Lainnya
121
Bab 119. Merajuk
122
Bab 120. Datang untuk Melamar
123
Bab 121. Hadiah Pernikahan
124
Bab 122. Klub Malam
125
Bab 123. Permintaan Zahra
126
Bab 124. Sisi Lain Yitian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!