Bab 17. Kemarahan Zain

Di dalam mansion utama, Clarisa menghampiri ibu mertuanya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga. Lalu Clarisa duduk di sebelah ibu mertuanya.

“Mom, aku menemukan amplop ini di gerbang depan,” ucapnya sembari meletakkan sebuah amplop coklat do atas mwja.

“Apa itu, Sayang?” tanya Ny. Amara, tangannya mengambil amplop tersebut.

“Aku juga tidak tahu, Mom. Coba dibuka saja.”

Ny. Amara membuka amplop tersebut dan mengeluarkan isi di dalamnya. Ny. Amara menautkan alisnya bingung.

“Apa ini? Sepertinya foto.” Ny. Amara mengambil berlembar-lembar kertas foto lalu membaliknya.

“Ah! Astaga!” pekik Ny. Amara dengan mata membola.

“Kenapa, Mom?” tanya Clarisa dengan wajah terkejut lalu mengambil alih foto-foto tersebut dari tangan ibu mertuanya.

“Astaga!” teriak Clarisa Lalu menutup mulutnya dengan sebelah tangannya dan melempar foto tersebut di atas meja.

Terlihat foto-foto vulgar Zahra dengan dua pria yang berbeda dengan pose yang terlihat dengan sebagian tubuh tertutup selimut.

“Zahra! Dasar gadis nakal!” seru Clarisa sambil melirik ke arah ibu mertuanya.

“Katakan jika foto-foto itu hanya editan, Clarisa!” pinta Ny. Amara dengan wajah memerah.

“Tidak mungkin itu editan, Mom. Foto itu terlihat nyata, mana mungkin editan,” sangkal Clarisa.

“Tapi Zahra tidak mungkin melakukan hal serendah itu.”

“Bisa saja selama ini gadis itu pura-pura dengan wajah polosnya, Mom. Mommy saja tidak tahu masa lalunya,” seloroh Clarisa mencoba mempengaruhi ibu mertuanya.

Ny. Amara terdiam, ia mulai termakan oleh perkataan Clarisa.

“Apa semua ini benar, apa mungkin selama ini jeng Tasya menyembunyikan keberadaannya karena menutupi sifat buruk putrinya ini?” tanya Ny. Amara, tepatnya bertanya kepada dirinya sendiri.

Clarisa tersenyum menyeringai, ia terus saja menghasut ibu mertuanya, bahkan Clarisa menyuruh ibu mertuanya untuk mengusir Zahra dari kehidupan Zain. Clarisa mengatakan jika Zahra bukanlah gadis baik, Zahra bisa kapan saja mencemarkan nama baik keluarga besar Malik Ibrahim, mendiang suami Ny. Amara.

Dengan mudahnya Ny. Amara terhasut oleh ucapan Clarisa, apalagi dengan adanya bukti-bukti yang sudah ada di depan matanya. Ny. Amara terlihat marah dan mengucapkan makian kepada menantu barunya itu.

“Aku tidak akan membiarkan wanita itu berada di dekat putraku!” ucap Ny. Amara.

"Iya Mom, jangan sampai jika nanti Zahra hamil, dia mengaku bahwa anak itu adalah anak Zain, padahal dia tidur dengan berbagai pria, bisa saja itu anak dari laki-laki lain!" ucap Clarisa degan menggebu-gebu.

Brak!

Zain masuk ke dalam rumah dengan menendang pintu utama, membuat semua orang terkejut akan kedatangannya.

Setelah Zahra di pindahkan dari IGD ke ruang VVIP serta memastikan keadaannya, Zain bergegas pulang ke mansion dengan amarah yang menggebu untuk memberi perhitungan kepada Clarisa.

“Apa-apaan kamu datang dengan cara seperti itu, Zain?” tanya Ny. Amara.

Zain tidak menghiraukan pertanyaan ibunya dan berjalan mendekat ke arah Clarisa dengan wajah memerah.

“Apa yang kamu lakukan?” bentak Zain tepat berdiri di depan  Clarisa.

“Zain!” tegur Ny. Amara karena putranya membentak menantunya yang sedang hamil.

“Ada apa Zain, kenapa kamu marah kepadaku?” tanya Clarisa dengan wajah polosnya.

“Jangan pura-pura tidak tahu! Aku yakin kamu tahu apa yang aku bicarakan!” ketus Zain.

“Apa maksudmu, Zain? Aku benar-benar tidak tahu,” sangkal Clarisa mencoba meraih tangan suaminya namun ditepis kasar oleh Zain.

“Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu itu!”

“Zain!” bentak Ny. Amara.

“Apa yang kamu lakukan kepada Zahra?” tanya Zain dan menatap dengan mata tajamnya ke arah Clarisa

“Zain! Kamu marah-marah hanya karena gadis tidak tahu malu itu?” tanya Ny. Amara dengan nada tinggi.

“Jangan mengatakan hal itu di depanku, Mom!” teriak Zain membuat ibunya terkejut.

“Zain! Kamu membentak mommy hanya karena wanita jal*ng itu?” tanya Ny. Amara sembari menunjuk foto-foto yang tergeletak di atas meja.

Zain mengikuti arah yang ditunjukkan oleh ibunya, matanya melebar ia semakin emosi melihat foto-foto vulgar istri mudanya. Zain meraih foto-foto itu lalu merobek dan melemparkannya tepat di depan wajah Clarisa.

“Siapa yang pantas disebut wanita j*lang di sini?” tanya Zain dengan amarah.

“Zain!” seru Clarisa.

“Kamu pelacur! Bahkan aku tidak tahu anak siapa yang kamu kandung itu!” Zain menunjuk perut Clarisa dengan jarinya.

“Apa maksud kamu, Zain?” tanya Ny. Amara dengan wajah terkejut.

“Apa maksud kamu, Zain! Kamu menuduhku hamil anak laki-laki lain, hah?” Clarisa tersulut emosi.

“Memang benar aku bukan ayah dari anak haram itu!”

Plak!

Clarisa berdiri dan melayangkan tamparan di pipi Zain, membuat Zain tersenyum mengejek.

“Ck! Sudah ketahuan masih mau mengelak. Jangan sok suci kamu! Jangan berpikir aku tidak mengetahui semua kelakuan busuk kamu selama ini di belakangku! Bahkan sebelum menikah denganku!”

Zain melemparkan map biru ke atas meja dengan kasar dan mengeluarkan semua isi di dalamnya.

"Dengar baik-baik! Tidak mungkin anak itu adalah anakku, karena sejak menikah denganmu aku rutin melakukan suntik hormon agar tidak memiliki anak denganmu! Jika bukan karena permintaan kakekmu, Aku tidak sudi menikahi wanita j*lang sepertimu!"

Tubuh Clarisa membeku, sedangkan Ny. Amara jatuh terduduk di sofa dengan mata yang membola.

“Mau menyangkal apa lagi, kamu? Semua bukti sudah ada di depan matamu!” ucap Zain dingin.

“Bahkan kamu rela menjajakan tubuhmu hanya demi menyokong kariermu agar bisa selalu meroket! Bahkan aku tidak yakin siapa ayah dari anak dalam perut kamu karena begitu banyak pria yang sudah menikmati tubuhmu itu!” ketus Zain dan mendorong tubuh Clarisa sehingga wanita itu terduduk di sofa.

“Tunggu Barra mengantarkan surat perceraian kita! Dan tunggu balasanku karena kamu telah menjebak Zahra!” ucap Zain lalu melangkahkan kakinya meninggalkan ibu dan istrinya, tepatnya calon mantan istrinya.

“Bi Nur! Jaga ibuku, aku harus kembali ke rumah sakit menunggu istriku yang sedang sekarat gara-gara ulah pelacur itu!” seru Zain sebelum benar-benar menghilang dari pandangan kedua wanita itu.

Dengan tangan bergetar Ny. Amara meraih berkas di depannya, bukti-bukti yang menunjukkan sifat Clarisa yang sering keluar masuk hotel dengan berbagai pria asing mulai dari yang muda bahkan sudah berumur, baik itu di dalam negeri ataupun di luar negeri.

Ny. Amara menyerahkan satu berkas ke tangan Clarisa. Dengan tangan bergetar, Clarisa mengambil berkas itu dan membacanya. Air matanya berjatuhan membasahi pipinya.

Plak!

Satu tamparan Clarisa dapatkan dari ibu mertuanya.

“Ini untukmu yang berani melayangkan tangan kotormu kepada putraku!”

Plak!

“Ini karena kepicikanmu yang telah menjebak menantuku, istri kesayangan putraku!”

Ny. Amara meninggalkan Clarisa yang mematung dengan memegang kedua pipinya yang memerah bekas tamparan tangan Ny. Amara.

Terpopuler

Comments

Diah Elmawati

Diah Elmawati

Bagus Mom tampar aja Clarissa yang tidak tahu malu. Dia sendiri pelacur tetapi mengatakan orang lain yang pelacur

2023-03-10

1

Rini Musrini

Rini Musrini

rasain kamu clarisa blm berhasil mengusir zahra kamu sdh dcusir duluan .

2022-09-29

3

Senajudifa

Senajudifa

hajar mom...kutukan cinta dan mr.playboy hadir

2022-07-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Sebuah Kejutan Besar
2 Bab 2. Pengantin Pengganti
3 Bab 3. Mansion Utama
4 Bab 4. Perjanjian
5 Bab 5. Mengantar Makan Siang untuk Zain
6 Bab 6. Kenyataan Menyakitkan
7 Bab 7. Zahwa Sakit
8 Bab 8. Rencana Clarisa
9 Bab 9. Berita Menggemparkan
10 Bab 10. Kehamilan Clarisa
11 Bab 11. Gara-gara Ramyeon
12 Bab 12. Ancaman untuk Zahra
13 Bab 13. Kamar 305
14 Bab 14. Pertolongan
15 Bab 15. Kehancuran Zahra
16 Bab 16. Kepanikan Zain
17 Bab 17. Kemarahan Zain
18 Bab 18. Trauma Zahra
19 Bab 19. Berpisah
20 Bab 20. Masa Lalu Ny. Amara
21 Bab 21. Buket Bunga dari Zain
22 Bab 22. Anindya
23 Bab 23. Kedatangan Anindya
24 Bab 24. Rencana Zain
25 Bab 25. Perubahan Sikap Zain
26 Bab 26. Kedatangan Tuan Harun
27 Bab 27. Keterkejutan Tuan Harun
28 Bab 28. Pertemuan Zahra dengan Tuan Harun
29 Bab 29. Pengakuan Zahra
30 Bab 30. Keluarga Athaillah
31 Bab 31. Karena Takut Kehilangan
32 Bab 32. Masa Lalu Tuan Harun
33 Bab 33. Masa Lalu Tuan Harun 2
34 Bab 34. Merasa Dipermainkan
35 Bab 35. Tidur Seranjang
36 Bab 36. Sisi Lain Ny. Amara
37 Bab 37. Ziya's House
38 Bab 38. Ziya's House 2
39 Bab 39. Manis Bagai Candu
40 Bab 40. Kebiasaan Baru Zain
41 Bab 41. Rencana Ny. Amara
42 Bab 42. Keluar dari Penjara
43 Bab 43. Kejutan untuk Zahra
44 Bab 44. Harapan Ny. Amara
45 Hai, Kenalan dengan Author yuk!
46 Bab 45. Keposesifan Zain
47 Bab 46. Kepulangan Ny. Zain Malik
48 Bab 47. Mencairnya Es Kutub
49 Bab 48. Syukuran
50 Bab 49. Malam Penuh Drama
51 Bab 50. Rencana Berkunjung
52 Bab 51. Godaan
53 Bab 52. Menahan Emosi
54 Bab 53. Terungkap
55 Bab 54. Drama Keluarga
56 Bab 55. Keputusan Akhir
57 Bab 56. Gelisah
58 Bab 57. Kecemasan Semua Orang
59 Bab 58. Hukuman untuk Zahra
60 Bab 59. Tidak Sesuai dengan Rencana
61 Bab 60. Crazy Rich Man
62 Bab 61. Nama Pemberian Kakek
63 Bab 62. Masih Seputar Nama dan Wajah
64 Bab 63. Hu Yitian
65 Bab 64. Karantina
66 Bab 65. Tiga Hari Terlewati
67 Bab 66. Melepas Rindu
68 Bab 67. Pergi
69 Bab 68. Salah Paham
70 Bab 69. Dia Baik-Baik Saja
71 Bab 70. Zhang Yang Zi
72 Bab 71. Keputusan Barra
73 Bab 72. Calon Menantu
74 Bab 73. Nasihat dari Paman
75 Bab 74. Kejutan
76 Bab 75. Mengutarakan Niat Baik
77 Bab 76. Tragedi
78 Bab 77. Kisah Yang Zi
79 Bab 78. Amarah Sang Kakak
80 Bab 79. Disneyland
81 Bab 80. Mengulang Pesta
82 Bab 81. Satu-satunya Istri Zain Malik
83 Bab 82. Berkunjung ke Pesantren
84 Bab 83. Cinta Seorang Ayah
85 Bab 84. Alun-Alun Kota
86 Bab 85. Pengakuan Barra
87 Bab 86. Pesta Pernikahan
88 Bab 87. Kekacauan
89 Bab 88. Kehancuran Keluarga Bramasta
90 Bab 89. Malam Pesta
91 Bab 90. Cucu Kesayangan
92 Bab 91. Hanya Salah Paham
93 Bab 92. Retak
94 Bab 93. Tak Pernah Terencana
95 Bab 94. Luka dan Trauma
96 Bab 95. Kegelisahan Hati Zahra
97 Bab 96. Gelisah
98 Bab 97. Bumil Muda
99 Bab 98. Orang Asing
100 Bab 99. Meluluhkan Hati Mommy Amara
101 Bab 100. Singa yang Posesif
102 Bab 101. Drama di Kantin
103 Bab 102. Ketakutan Zahra
104 Bab 103. Teman Baru
105 Bab 104. Teman Lama
106 Bab 105. Kegigihan Aldebaran
107 Bab 106. Perlengkapan Bayi
108 Bab 107. Musibah
109 Bab 108. Kembali Bermimpi
110 Bab 109. Pengakuan
111 Pengumuman Giveaway dan Promosi Novel
112 Bab 110. Ali dan Tania
113 Bab 111. Penjelasan Zain
114 Bab 112. Baby Rayyanza
115 Bab 113. Kedatangan Keluarga Pesantren
116 Bab 114. Bertemu Iblis Betina
117 Bab 115. Keluarga Mahardika
118 Bab 116. Istana Tersembunyi
119 Bab 117. Apa Wajahku Terlihat Menakutkan?
120 Bab 118. Berbeda dari Lainnya
121 Bab 119. Merajuk
122 Bab 120. Datang untuk Melamar
123 Bab 121. Hadiah Pernikahan
124 Bab 122. Klub Malam
125 Bab 123. Permintaan Zahra
126 Bab 124. Sisi Lain Yitian
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1. Sebuah Kejutan Besar
2
Bab 2. Pengantin Pengganti
3
Bab 3. Mansion Utama
4
Bab 4. Perjanjian
5
Bab 5. Mengantar Makan Siang untuk Zain
6
Bab 6. Kenyataan Menyakitkan
7
Bab 7. Zahwa Sakit
8
Bab 8. Rencana Clarisa
9
Bab 9. Berita Menggemparkan
10
Bab 10. Kehamilan Clarisa
11
Bab 11. Gara-gara Ramyeon
12
Bab 12. Ancaman untuk Zahra
13
Bab 13. Kamar 305
14
Bab 14. Pertolongan
15
Bab 15. Kehancuran Zahra
16
Bab 16. Kepanikan Zain
17
Bab 17. Kemarahan Zain
18
Bab 18. Trauma Zahra
19
Bab 19. Berpisah
20
Bab 20. Masa Lalu Ny. Amara
21
Bab 21. Buket Bunga dari Zain
22
Bab 22. Anindya
23
Bab 23. Kedatangan Anindya
24
Bab 24. Rencana Zain
25
Bab 25. Perubahan Sikap Zain
26
Bab 26. Kedatangan Tuan Harun
27
Bab 27. Keterkejutan Tuan Harun
28
Bab 28. Pertemuan Zahra dengan Tuan Harun
29
Bab 29. Pengakuan Zahra
30
Bab 30. Keluarga Athaillah
31
Bab 31. Karena Takut Kehilangan
32
Bab 32. Masa Lalu Tuan Harun
33
Bab 33. Masa Lalu Tuan Harun 2
34
Bab 34. Merasa Dipermainkan
35
Bab 35. Tidur Seranjang
36
Bab 36. Sisi Lain Ny. Amara
37
Bab 37. Ziya's House
38
Bab 38. Ziya's House 2
39
Bab 39. Manis Bagai Candu
40
Bab 40. Kebiasaan Baru Zain
41
Bab 41. Rencana Ny. Amara
42
Bab 42. Keluar dari Penjara
43
Bab 43. Kejutan untuk Zahra
44
Bab 44. Harapan Ny. Amara
45
Hai, Kenalan dengan Author yuk!
46
Bab 45. Keposesifan Zain
47
Bab 46. Kepulangan Ny. Zain Malik
48
Bab 47. Mencairnya Es Kutub
49
Bab 48. Syukuran
50
Bab 49. Malam Penuh Drama
51
Bab 50. Rencana Berkunjung
52
Bab 51. Godaan
53
Bab 52. Menahan Emosi
54
Bab 53. Terungkap
55
Bab 54. Drama Keluarga
56
Bab 55. Keputusan Akhir
57
Bab 56. Gelisah
58
Bab 57. Kecemasan Semua Orang
59
Bab 58. Hukuman untuk Zahra
60
Bab 59. Tidak Sesuai dengan Rencana
61
Bab 60. Crazy Rich Man
62
Bab 61. Nama Pemberian Kakek
63
Bab 62. Masih Seputar Nama dan Wajah
64
Bab 63. Hu Yitian
65
Bab 64. Karantina
66
Bab 65. Tiga Hari Terlewati
67
Bab 66. Melepas Rindu
68
Bab 67. Pergi
69
Bab 68. Salah Paham
70
Bab 69. Dia Baik-Baik Saja
71
Bab 70. Zhang Yang Zi
72
Bab 71. Keputusan Barra
73
Bab 72. Calon Menantu
74
Bab 73. Nasihat dari Paman
75
Bab 74. Kejutan
76
Bab 75. Mengutarakan Niat Baik
77
Bab 76. Tragedi
78
Bab 77. Kisah Yang Zi
79
Bab 78. Amarah Sang Kakak
80
Bab 79. Disneyland
81
Bab 80. Mengulang Pesta
82
Bab 81. Satu-satunya Istri Zain Malik
83
Bab 82. Berkunjung ke Pesantren
84
Bab 83. Cinta Seorang Ayah
85
Bab 84. Alun-Alun Kota
86
Bab 85. Pengakuan Barra
87
Bab 86. Pesta Pernikahan
88
Bab 87. Kekacauan
89
Bab 88. Kehancuran Keluarga Bramasta
90
Bab 89. Malam Pesta
91
Bab 90. Cucu Kesayangan
92
Bab 91. Hanya Salah Paham
93
Bab 92. Retak
94
Bab 93. Tak Pernah Terencana
95
Bab 94. Luka dan Trauma
96
Bab 95. Kegelisahan Hati Zahra
97
Bab 96. Gelisah
98
Bab 97. Bumil Muda
99
Bab 98. Orang Asing
100
Bab 99. Meluluhkan Hati Mommy Amara
101
Bab 100. Singa yang Posesif
102
Bab 101. Drama di Kantin
103
Bab 102. Ketakutan Zahra
104
Bab 103. Teman Baru
105
Bab 104. Teman Lama
106
Bab 105. Kegigihan Aldebaran
107
Bab 106. Perlengkapan Bayi
108
Bab 107. Musibah
109
Bab 108. Kembali Bermimpi
110
Bab 109. Pengakuan
111
Pengumuman Giveaway dan Promosi Novel
112
Bab 110. Ali dan Tania
113
Bab 111. Penjelasan Zain
114
Bab 112. Baby Rayyanza
115
Bab 113. Kedatangan Keluarga Pesantren
116
Bab 114. Bertemu Iblis Betina
117
Bab 115. Keluarga Mahardika
118
Bab 116. Istana Tersembunyi
119
Bab 117. Apa Wajahku Terlihat Menakutkan?
120
Bab 118. Berbeda dari Lainnya
121
Bab 119. Merajuk
122
Bab 120. Datang untuk Melamar
123
Bab 121. Hadiah Pernikahan
124
Bab 122. Klub Malam
125
Bab 123. Permintaan Zahra
126
Bab 124. Sisi Lain Yitian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!