Bab 14. Pertolongan

Zahra memutar tubuhnya, matanya menangkap dua sosok pria asing berdiri di dalam kamar tersebut sambil menyeringai mengerikan menatap ke arahnya.

Tubuh Zahra menegang, ia melangkah mundur namun punggungnya membentur pintu.

Salah satu pria itu melangkah maju mendekat ke arah Zahra.

“Berhenti!” pekik Zahra.

“Jangan takut, cantik.”

“Berhenti! Ja-jangan mendekat!” teriak Zahra dengan panik.

“Tenang, Sayang! Kita tidak akan menyakiti gadis semanis dirimu,” ucap pria lainnya sembari melepas kaos yang melekat di tubuhnya.

“Aku mohon jangan!” pinta Zahra dengan suara parau menahan gejolak aneh yang ia rasakan dari dalam tubuhnya.

Pria di depan Zahra menyentuh pipi lembut Zahra dan membelainya pelan membuat tubuh Zahra tersentak seperti ada aliran listrik yang mengalir di dalam tubuhnya.

Tangan pria itu perlahan turun mengusap leher hingga tulang selangka mulus Zahra lalu tersenyum menggoda.

Zahra tersentak ketika merasakan tangan seseorang menarik pinggangnya. Zahra tidak menyadari keberadaan pria yang sudah bertelanjang dada berdiri di sampingnya. Kapan pria itu mendekat ke arahnya?

Zahra mencoba memberontak dengan sisa kesadarannya, namun tenaganya kalah oleh kedua pria bertubuh kekar yang mengelilinginya.

Pria tanpa baju itu memeluk tubuh Zahra dari belakang dan mengangkat tubuhnya, Zahra tidak tinggal diam begitu saja. Dengan sekuat tenaga, Zahra menendang-nendangkan kakinya ke segala arah berharap bisa terlepas dari pelukan pria hidung belang tersebut.

Melihat targetnya memberontak, pria satunya menangkap kaki Zahra dan memeluknya erat.

Kedua pria itu mengangkat tubuh kecil Zahra ke atas kasur dan menjatuhkannya dengan kasar.

“Akh!”

Zahra bangkit dan hendak berlari, namun kalah cepat dengan pria itu, pria itu mendorong tubuh Zahra ke kasur dengan cukup keras. Pria satunya memegangi kedua kaki Zahra dan mengikatnya dengan sebuah tali, begitu pun dengan kedua tangan Zahra yang dijadikan satu di depan perutnya lalu diikat dengan sebuah tali.

Kedua pria tersebut dengan semangat melepaskan pakaian mereka dan hanya menyisakan celana boxer pendek di tubuh mereka.

Mereka mengambil ponsel dan memulai tugas mereka. Tugas utama mereka adalah mengambil gambar sebanyak-banyaknya namun harus terlihat meyakinkan jika Zahra juga menikmati permainan tersebut.

Salah satu pria itu merobek paksa baju Zahra dan hanya menyisakan tank top hitam yang dipakai Zahra lalu menutupi sebagian tubuh Zahra dengan selimut dan ikut masuk ke dalamnya. Sedangkan pria satunya siap dengan kameranya.

Kedua pria itu dengan gesit melakukan tugas mereka dan bergantian mengambil peran dengan sangat bagus lalu mengirimkan hasil jepretan mereka kepada Clarisa.

Lalu mereka berdua saling pandang dan tertawa kencang, mengagumi kecantikan gadis yang tengah bergerak-gerak gelisah di bawah selimut.

“Aku dulu yang menikmati tubuh gadis ini, kau belakangan saja!” ucap pria dengan kalung rantai yang melingkar di lehernya.

“Tidak! Aku yang pertama ingin melakukannya!” bantah pria satunya.

Mereka pun saling berdebat, dan akhirnya memutuskan melakukan suit tangan untuk memutuskan siapa pemenangnya.

“Aku yang menang!” ucap pria berkalung rantai dengan tertawa lebar.

Pria itu menatap tubuh Zahra yang masih terbungkus selimut dengan pandangan lapar. Dia mulai mendekat dan menelan salivanya melihat tubuh bagian atas Zahra yang terbuka dan terlihat menggoda di matanya. Lalu ia membungkukkan tubuhnya untuk mencium Zahra terlebih dahulu.

Brak!

Terdengar suara pintu yang dibuka paksa, dan muncullah sosok pria tampan berdiri dengan amarah yang membara terlihat jelas di wajahnya.

Kedua pria itu menoleh ke arah pintu dan menatap lantang ke arah pria yang telah mengganggu kesenangan mereka.

“Siapa kau berani masuk ke dalam kamar ini!” bentak pria berkalung rantai.

Pria yang mendobrak pintu tersebut melangkah masuk ke dalam kamar dengan wajah dingin serta mata yang memerah karena emosinya, seketika membuat nyali kedua pria itu menciut.

“Aku Zain Malik Ibrahim!” ucap Zain dingin dan menghunuskan tatapan tajam membunuhnya ke arah kedua pria di depannya.

Tubuh kedua pria itu menegang, mereka tahu nama itu sangat disegani oleh banyak orang karena terkenal dengan kekuasaan dan kekejamannya.

Pria berkalung rantai itu melayangkan tinjunya hendak menyerang Zain, namun dengan cepat Zain mencengkeram kuat tangan pria itu dan menghajarnya habis-habisan hingga membuat pria itu jatuh terkulai di lantai.

Sedangkan pria satunya mengendap-endap akan keluar dari kamar dengan menenteng pakaiannya untuk menyelamatkan diri. Namun Zain dengan cepat menahan tubuhnya dengan melayangkan tendangan ke arah pria itu. Jangan meremehkan Zain, pria itu sudah terlatih bela diri dan berkelahi sejak kecil.

“Aku tidak akan membiarkan kalian lolos begitu saja! Bersiaplah menerima kehancuran kalian!” ucap Zain dingin.

Kedua pria itu dengan tertatih bangkit dan bersimpuh di kaki Zain.

“Tuan, ampuni kami! Kami hanya melakukan perintah seseorang,” mohon mereka dengan suara bergetar.

“Aku tidak pernah menarik kembali kata-kataku. Enyahlah dari hadapanku sebelum kalian kehilangan nyawa ditanganku!” seru Zain tanpa menatap ke arah mereka.

Kedua pria itu dengan terbirit-birit berlari meninggalkan kamar itu tanpa memedulikan tampilan mereka yang hanya memakai celana boxer. Tanpa mereka sadari ada kejutan yang sudah menanti mereka di luar kamar bernomor 305 itu.

Zain berjalan ke arah tempat tidur, ia pandangi tubuh gadisnya yang bergerak gelisah di bawah selimut dengan wajah memerah dan basah oleh air mata.

“Maaf,” lirih Zain lalu membelai wajah gadisnya. Jika saja ia terlambat datang, ia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.

Setelah mendapat kabar bahwa Zahra dan Clarisa masuk ke dalam hotel dari orang yang diam-diam ditugaskannya untuk mengawasi Zahra yaitu Ali, Zain yang sedang meeting dengan karyawannya langsung meninggalkan ruangan meeting tersebut dan bergegas menuju Hotel di mana dia berada saat ini.

Zain tersadar dari lamunannya ketika mendengar racauan dari mulut gadisnya.

“Panas! Tolong! Panas sekali!” racau Zahra sambil bergerak gelisah di dalam selimut.

Zain menarik selimut yang menutupi tubuh gadisnya karena selalu berteriak kepanasan.

Mata Zain membola dan terkejut melihat kondisi Zahra dengan kaki dan tangan yang terikat yang terus meronta tak karuan.

Zain bersyukur bahwa gadisnya masih mengenakan pakaian lengkap, meskipun tubuh atasnya hanya terbungkus tank top hitam.

Zain membuka ikatan itu dengan pelan lalu mengangkat tubuh Zahra menuju kamar mandi. Zain yakin bahwa gadisnya dalam pengaruh obat.

Dengan pelan Zain meletakkan tubuh Zahra di dalam bathub dan menyalakan air shower untuk menyiram tubuh Zahra.

Sialnya hotel ini tidak menyediakan pengaturan suhu air di dalam kamar mandinya. Zain hanya menyiram tubuh Zahra dengan air biasa.

Zahra masih saja berteriak kepanasan meski tubuhnya sudah basah dan terendam air di dalam bathub. Bahkan Zahra melepas paksa tank topnya karena kini tangannya sudah bebas tanpa terikat tali.

Zain membulatkan matanya, ia tidak menyangka gadis polosnya akan sebrutal ini di depan matanya.

“Tolong! Tubuhku terbakar! Tolong aku!” teriak Zahra yang mulai kehilangan kewarasannya.

“Sial! Seberapa besar dosis yang diberikan kepadanya?” kesal Zain lalu mengangkat tubuh Zahra ke arah tempat tidur dan meletakkannya di atas kasur.

Zain kembali ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan meninggalkan Zahra yang berguling-guling sambil meracau tidak jelas.

Zain keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit tubuh bawahnya. Ia dibuat terkejut melihat kondisi gadis kecilnya dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun.

“Astaga Zahra! Dasar gadis nakal!” seru Zain lalu melangkah mendekat ke arah Zahra.

Zahra yang merasakan sesuatu menyentuh tangannya, langsung saja menarik tangan Zain sehingga membuat Zain jatuh ke atas tubuh Zahra.

“Kau nakal sekali, bocah kecil! Baiklah, aku akan menolongmu.”

Zain melepas handuknya dan membuangnya ke sembarang arah.

Terpopuler

Comments

Senajudifa

Senajudifa

mataku ternoda🤣🤣

2022-07-04

1

Erna Riyanto

Erna Riyanto

OMG.....mereka.....

2022-07-01

1

SimboLon Hayati Nur

SimboLon Hayati Nur

gadis nakal tapi kamu suka kan Zain😂🤣🤣

2022-07-01

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Sebuah Kejutan Besar
2 Bab 2. Pengantin Pengganti
3 Bab 3. Mansion Utama
4 Bab 4. Perjanjian
5 Bab 5. Mengantar Makan Siang untuk Zain
6 Bab 6. Kenyataan Menyakitkan
7 Bab 7. Zahwa Sakit
8 Bab 8. Rencana Clarisa
9 Bab 9. Berita Menggemparkan
10 Bab 10. Kehamilan Clarisa
11 Bab 11. Gara-gara Ramyeon
12 Bab 12. Ancaman untuk Zahra
13 Bab 13. Kamar 305
14 Bab 14. Pertolongan
15 Bab 15. Kehancuran Zahra
16 Bab 16. Kepanikan Zain
17 Bab 17. Kemarahan Zain
18 Bab 18. Trauma Zahra
19 Bab 19. Berpisah
20 Bab 20. Masa Lalu Ny. Amara
21 Bab 21. Buket Bunga dari Zain
22 Bab 22. Anindya
23 Bab 23. Kedatangan Anindya
24 Bab 24. Rencana Zain
25 Bab 25. Perubahan Sikap Zain
26 Bab 26. Kedatangan Tuan Harun
27 Bab 27. Keterkejutan Tuan Harun
28 Bab 28. Pertemuan Zahra dengan Tuan Harun
29 Bab 29. Pengakuan Zahra
30 Bab 30. Keluarga Athaillah
31 Bab 31. Karena Takut Kehilangan
32 Bab 32. Masa Lalu Tuan Harun
33 Bab 33. Masa Lalu Tuan Harun 2
34 Bab 34. Merasa Dipermainkan
35 Bab 35. Tidur Seranjang
36 Bab 36. Sisi Lain Ny. Amara
37 Bab 37. Ziya's House
38 Bab 38. Ziya's House 2
39 Bab 39. Manis Bagai Candu
40 Bab 40. Kebiasaan Baru Zain
41 Bab 41. Rencana Ny. Amara
42 Bab 42. Keluar dari Penjara
43 Bab 43. Kejutan untuk Zahra
44 Bab 44. Harapan Ny. Amara
45 Hai, Kenalan dengan Author yuk!
46 Bab 45. Keposesifan Zain
47 Bab 46. Kepulangan Ny. Zain Malik
48 Bab 47. Mencairnya Es Kutub
49 Bab 48. Syukuran
50 Bab 49. Malam Penuh Drama
51 Bab 50. Rencana Berkunjung
52 Bab 51. Godaan
53 Bab 52. Menahan Emosi
54 Bab 53. Terungkap
55 Bab 54. Drama Keluarga
56 Bab 55. Keputusan Akhir
57 Bab 56. Gelisah
58 Bab 57. Kecemasan Semua Orang
59 Bab 58. Hukuman untuk Zahra
60 Bab 59. Tidak Sesuai dengan Rencana
61 Bab 60. Crazy Rich Man
62 Bab 61. Nama Pemberian Kakek
63 Bab 62. Masih Seputar Nama dan Wajah
64 Bab 63. Hu Yitian
65 Bab 64. Karantina
66 Bab 65. Tiga Hari Terlewati
67 Bab 66. Melepas Rindu
68 Bab 67. Pergi
69 Bab 68. Salah Paham
70 Bab 69. Dia Baik-Baik Saja
71 Bab 70. Zhang Yang Zi
72 Bab 71. Keputusan Barra
73 Bab 72. Calon Menantu
74 Bab 73. Nasihat dari Paman
75 Bab 74. Kejutan
76 Bab 75. Mengutarakan Niat Baik
77 Bab 76. Tragedi
78 Bab 77. Kisah Yang Zi
79 Bab 78. Amarah Sang Kakak
80 Bab 79. Disneyland
81 Bab 80. Mengulang Pesta
82 Bab 81. Satu-satunya Istri Zain Malik
83 Bab 82. Berkunjung ke Pesantren
84 Bab 83. Cinta Seorang Ayah
85 Bab 84. Alun-Alun Kota
86 Bab 85. Pengakuan Barra
87 Bab 86. Pesta Pernikahan
88 Bab 87. Kekacauan
89 Bab 88. Kehancuran Keluarga Bramasta
90 Bab 89. Malam Pesta
91 Bab 90. Cucu Kesayangan
92 Bab 91. Hanya Salah Paham
93 Bab 92. Retak
94 Bab 93. Tak Pernah Terencana
95 Bab 94. Luka dan Trauma
96 Bab 95. Kegelisahan Hati Zahra
97 Bab 96. Gelisah
98 Bab 97. Bumil Muda
99 Bab 98. Orang Asing
100 Bab 99. Meluluhkan Hati Mommy Amara
101 Bab 100. Singa yang Posesif
102 Bab 101. Drama di Kantin
103 Bab 102. Ketakutan Zahra
104 Bab 103. Teman Baru
105 Bab 104. Teman Lama
106 Bab 105. Kegigihan Aldebaran
107 Bab 106. Perlengkapan Bayi
108 Bab 107. Musibah
109 Bab 108. Kembali Bermimpi
110 Bab 109. Pengakuan
111 Pengumuman Giveaway dan Promosi Novel
112 Bab 110. Ali dan Tania
113 Bab 111. Penjelasan Zain
114 Bab 112. Baby Rayyanza
115 Bab 113. Kedatangan Keluarga Pesantren
116 Bab 114. Bertemu Iblis Betina
117 Bab 115. Keluarga Mahardika
118 Bab 116. Istana Tersembunyi
119 Bab 117. Apa Wajahku Terlihat Menakutkan?
120 Bab 118. Berbeda dari Lainnya
121 Bab 119. Merajuk
122 Bab 120. Datang untuk Melamar
123 Bab 121. Hadiah Pernikahan
124 Bab 122. Klub Malam
125 Bab 123. Permintaan Zahra
126 Bab 124. Sisi Lain Yitian
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1. Sebuah Kejutan Besar
2
Bab 2. Pengantin Pengganti
3
Bab 3. Mansion Utama
4
Bab 4. Perjanjian
5
Bab 5. Mengantar Makan Siang untuk Zain
6
Bab 6. Kenyataan Menyakitkan
7
Bab 7. Zahwa Sakit
8
Bab 8. Rencana Clarisa
9
Bab 9. Berita Menggemparkan
10
Bab 10. Kehamilan Clarisa
11
Bab 11. Gara-gara Ramyeon
12
Bab 12. Ancaman untuk Zahra
13
Bab 13. Kamar 305
14
Bab 14. Pertolongan
15
Bab 15. Kehancuran Zahra
16
Bab 16. Kepanikan Zain
17
Bab 17. Kemarahan Zain
18
Bab 18. Trauma Zahra
19
Bab 19. Berpisah
20
Bab 20. Masa Lalu Ny. Amara
21
Bab 21. Buket Bunga dari Zain
22
Bab 22. Anindya
23
Bab 23. Kedatangan Anindya
24
Bab 24. Rencana Zain
25
Bab 25. Perubahan Sikap Zain
26
Bab 26. Kedatangan Tuan Harun
27
Bab 27. Keterkejutan Tuan Harun
28
Bab 28. Pertemuan Zahra dengan Tuan Harun
29
Bab 29. Pengakuan Zahra
30
Bab 30. Keluarga Athaillah
31
Bab 31. Karena Takut Kehilangan
32
Bab 32. Masa Lalu Tuan Harun
33
Bab 33. Masa Lalu Tuan Harun 2
34
Bab 34. Merasa Dipermainkan
35
Bab 35. Tidur Seranjang
36
Bab 36. Sisi Lain Ny. Amara
37
Bab 37. Ziya's House
38
Bab 38. Ziya's House 2
39
Bab 39. Manis Bagai Candu
40
Bab 40. Kebiasaan Baru Zain
41
Bab 41. Rencana Ny. Amara
42
Bab 42. Keluar dari Penjara
43
Bab 43. Kejutan untuk Zahra
44
Bab 44. Harapan Ny. Amara
45
Hai, Kenalan dengan Author yuk!
46
Bab 45. Keposesifan Zain
47
Bab 46. Kepulangan Ny. Zain Malik
48
Bab 47. Mencairnya Es Kutub
49
Bab 48. Syukuran
50
Bab 49. Malam Penuh Drama
51
Bab 50. Rencana Berkunjung
52
Bab 51. Godaan
53
Bab 52. Menahan Emosi
54
Bab 53. Terungkap
55
Bab 54. Drama Keluarga
56
Bab 55. Keputusan Akhir
57
Bab 56. Gelisah
58
Bab 57. Kecemasan Semua Orang
59
Bab 58. Hukuman untuk Zahra
60
Bab 59. Tidak Sesuai dengan Rencana
61
Bab 60. Crazy Rich Man
62
Bab 61. Nama Pemberian Kakek
63
Bab 62. Masih Seputar Nama dan Wajah
64
Bab 63. Hu Yitian
65
Bab 64. Karantina
66
Bab 65. Tiga Hari Terlewati
67
Bab 66. Melepas Rindu
68
Bab 67. Pergi
69
Bab 68. Salah Paham
70
Bab 69. Dia Baik-Baik Saja
71
Bab 70. Zhang Yang Zi
72
Bab 71. Keputusan Barra
73
Bab 72. Calon Menantu
74
Bab 73. Nasihat dari Paman
75
Bab 74. Kejutan
76
Bab 75. Mengutarakan Niat Baik
77
Bab 76. Tragedi
78
Bab 77. Kisah Yang Zi
79
Bab 78. Amarah Sang Kakak
80
Bab 79. Disneyland
81
Bab 80. Mengulang Pesta
82
Bab 81. Satu-satunya Istri Zain Malik
83
Bab 82. Berkunjung ke Pesantren
84
Bab 83. Cinta Seorang Ayah
85
Bab 84. Alun-Alun Kota
86
Bab 85. Pengakuan Barra
87
Bab 86. Pesta Pernikahan
88
Bab 87. Kekacauan
89
Bab 88. Kehancuran Keluarga Bramasta
90
Bab 89. Malam Pesta
91
Bab 90. Cucu Kesayangan
92
Bab 91. Hanya Salah Paham
93
Bab 92. Retak
94
Bab 93. Tak Pernah Terencana
95
Bab 94. Luka dan Trauma
96
Bab 95. Kegelisahan Hati Zahra
97
Bab 96. Gelisah
98
Bab 97. Bumil Muda
99
Bab 98. Orang Asing
100
Bab 99. Meluluhkan Hati Mommy Amara
101
Bab 100. Singa yang Posesif
102
Bab 101. Drama di Kantin
103
Bab 102. Ketakutan Zahra
104
Bab 103. Teman Baru
105
Bab 104. Teman Lama
106
Bab 105. Kegigihan Aldebaran
107
Bab 106. Perlengkapan Bayi
108
Bab 107. Musibah
109
Bab 108. Kembali Bermimpi
110
Bab 109. Pengakuan
111
Pengumuman Giveaway dan Promosi Novel
112
Bab 110. Ali dan Tania
113
Bab 111. Penjelasan Zain
114
Bab 112. Baby Rayyanza
115
Bab 113. Kedatangan Keluarga Pesantren
116
Bab 114. Bertemu Iblis Betina
117
Bab 115. Keluarga Mahardika
118
Bab 116. Istana Tersembunyi
119
Bab 117. Apa Wajahku Terlihat Menakutkan?
120
Bab 118. Berbeda dari Lainnya
121
Bab 119. Merajuk
122
Bab 120. Datang untuk Melamar
123
Bab 121. Hadiah Pernikahan
124
Bab 122. Klub Malam
125
Bab 123. Permintaan Zahra
126
Bab 124. Sisi Lain Yitian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!