Bab 9. Berita Menggemparkan

Keesokan paginya, Zahra pergi ke kampus dengan menenteng kotak makan untuk bekalnya siang nanti. Ia berencana untuk makan di taman belakang dari pada harus bolak balik pergi ke kantin, hitung-hitung berhemat.

Zahra berjalan memasuki lobi kampus yang ramai dengan mahasiswa yang sibuk bermain dengan ponsel masing-masing dan saling berbincang dengan teman di sebelahnya.

Namun ketika Zahra tiba di sana, mendadak semua mahasiswa saling berbisik dan menatap ke arahnya dengan tatapan menghina.

“Dasar pelakor!” seru seorang mahasiswa.

“Wanita kotor!”

“Tidak disangka, wajahnya terlihat sangat polos tapi kelakuannya begitu hina.”

“Makanya jangan tertipu dengan penampilan luarnya saja!” timpal mahasiswa lainnya.

“Percuma wajah cantik! Tapi perebut suami orang!”

Begitu banyak cacian dan hinaan yang keluarkan dari mulut mahasiswa di lobi kepada Zahra. Namun, Zahra yang tidak tahu bahwa dirinyalah sasaran mereka hanya cuek dan melanjutkan langkahnya.

Baru beberapa langkah Zahra berjalan, seorang wanita dengan pakaian sexy menarik lengannya dengan kasar membuat Zahra terhuyung ke belakang beberapa langkah.

“Hei cewek pelakor! Masih berani lo tunjukkan wajah lo di tempat ini?” tanya wanita sexy itu dengan suara tinggi.

“Apa maksud kamu?” tanya Zahra bingung.

“Jangan pura-pura bego, lo! Lo suka kan, menggoda cowok orang lain?” tanyanya dengan sinis.

Zahra semakin dibuat bingung, apalagi semua mahasiswa di sana sudah berkerumun melihat keributan itu.

“Lo lihat ini!” ucapnya sambil memberikan ponsel miliknya.

Zahra melebarkan matanya, ia kaget melihat beberapa foto yang memperlihatkan dirinya sedang berduaan dengan seorang pria, bahkan terlihat sangat intim. Setiap gambar foto memperlihatkan dirinya dengan pria yang berbeda-beda, Zahra tidak mengenal satu pun pria di dalam foto tersebut.

Wanita sexy itu kembali merebut ponselnya dengan kasar, dan memberikannya kembali kepada Zahra setelah beberapa saat ia mengetikkan sesuatu di layar ponselnya.

Zahra semakin terkejut melihat berita pagi ini disalah-satu situs web dengan berbagai judul yang menyebutnya sebagai perebut suami seorang model terkenal, ada pula yang mengatakan bahwa Zahra rela menggoda tuan muda kaya demi hartanya.

“Itu tidak benar!” teriak Zahra.

Semua mahasiswa di sana semakin menghina dan memojokkannya, apalagi dengan kehadiran wanita sexy itu yang sengaja membuat suasana di sana menjadi semakin panas. Wanita sexy itu juga yang menghasut para mahasiswa di sana.

Tubuh Zahra terasa lemas, semua suara teriakan di sekitarnya terdengar saling bertabrakan dan kacau di telinganya, membuat kepalanya semakin pusing dengan pandangan yang berkunang-kunang.

Di saat pandangannya mengabur karena matanya yang sudah berkaca-kaca, tiba-tiba seorang wanita masuk ke dalam gerombolan itu.

“STOP! BERHENTI KALIAN SEMUA!” teriaknya lalu menghampiri Zahra dan menghempaskan tubuh wanita berpakaian sexy yang berdiri berkacak pinggang di depan Zahra dengan kencang.

“Apa-apaan kalian semua! Jangan menghakimi seseorang jika belum mengetahui kebenarannya!” teriaknya dengan lantang membuat mereka semua seketika terdiam.

Wanita berpakaian sexy itu terlihat mencebikkan bibirnya tidak suka karena ada yang mengganggu aksinya.

“Siapa lo, berani-beraninya mendorong gue?” tanya wanita sexy itu dengan wajah merah penuh amarah.

“Gue sahabatnya! Mau apa lo? Lo nggak tahu permasalahannya jangan asal menuduh!” seru Rara.

“Buka mata lo! Cewek nggak bener kaya dia lo jadikan sahabat?” Cewek sexy itu tersenyum mengejek ke arah Rara.

Plak!

Rara melayangkan sebuah tamparan  ke pipi wanita itu.

“Jaga omongan lo ya!” seru Rara dengan wajah memerah.

“Ra, sudah jangan terbawa emosi,” ucap Zahra dan menahan lengan Rara.

“Dia pantas mendapatkan itu, Za! Lo nggak seperti yang mereka tuduhkan!”

“Sudahlah, Ra. Jangan dipermasalahkan.”

“Wow! Ada tontonan seru nih!” teriak seorang pria keluar dari kerumunan mahasiswa.

“Sayang!” panggil Rara lalu menarik tangan pria itu.

Bastian melirik ke arah Zahra dan Zahra memalingkan wajahnya. Ia masih teringat kejadian malam itu, malam di mana ia hampir dilecehkan oleh pria di depannya, kekasih sahabatnya.

“Ada apa, Sayang?” tanya Bastian kepada Rara pura-pura tidak tahu.

“Mereka semua menuduh yang tidak-tidak kepada Zahwa!” Rara menunjuk semua orang dengan jarinya, ia mencoba mencari pembelaan dari kekasihnya.

“Memang mereka menuduh apa?” Bastian berbicara kepada Rara namun matanya melirik ke arah Zahra.

“Masa Zahwa dibilang pelakor, dan wanita tidak benar.” Rara menjelaskan dan tetap menyebut nama sahabatnya dengan panggilan Zahwa.

“Kenapa kamu marah jika mereka mengatakan yang sebenarnya?” tanya Bastian membuat wanita sexy di sebelahnya mengulas senyum menyeringai.

Rara menautkan alisnya bingung. “Apa maksud kamu?”

“Kamu tanyakan saja kepadanya!” Bastian menunjuk ke arah Zahra.

Semua orang terdiam, merasa tegang dan menanti jawaban yang akan keluar dari mulut Zahra.

Zahra menggelengkan kepalanya, wajahnya semakin pucat. Bastian pasti memiliki dendam kepadanya karena kejadian malam itu.

Rara memutar tubuhnya menghadap Zahra. “Apa semua berita itu benar, Za?”

“Tidak, Ra. Aku berani bersumpah, semua itu bohong. Foto-foto itu bohong, Ra!” Zahra meraih tangan Rara mencoba meyakinkan sahabatnya.

“Dia bohong, Sayang! Kamu harus hati-hati dengannya!” seru Bastian semakin membuat suasana semakin tegang.

Rara menatap ke arah kekasihnya dan sahabatnya secara bergantian. Hatinya bimbang antara memilih siapa yang harus ia percaya.

“Kamu tidak percaya, Sayang? Kamu masih ingat malam pesta ketika kamu menyuruhku untuk mengantarkannya pulang?” tanya Bastian tenang.

Rara menganggukkan kepalanya.

“Aku mengantarkannya ke hotel! Dia ada janji sama om-om langganannya!” Bastian sengaja menaikkan suaranya agar terdengar oleh gerombolan mahasiswa itu.

Rara menutup mulutnya dengan kedua tangannya, begitu pun seluruh mahasiswa di sana yang merasa tidak percaya namun ditepis dengan adanya bukti yang ada serta di tambah dengan pengakuan dari Bastian sebagai penguat.

“Bahkan di dalam mobil wanita itu mencoba merayuku dan mengajak check in hotel,” imbuh Bastian.

“Tidak, Ra! Dia berbohong! Aku tidak pernah melakukan itu!” Zahra menyangkal ucapan Bastian, dia tidak pernah melakukan semua yang dituduhkan Bastian kepadanya.

“Za!” Rara menatap lekat wajah Zahra.

Zahra menggeleng kencang, menarik napas panjang, suaranya tercekat di tenggorokannya. Sebutir air mata jatuh membasahi pipinya.

Plak!

Satu tamparan keras mendarat di pipi Zahra membuatnya tersentak. Zahra menatap nanar ke arah sahabatnya. Zahra memegang pipinya yang terasa perih dan memerah.

“Ra ...,” ucap Zahra parau.

“Gue nggak menyangka kelakuan lo serendah ini, Za!” seru Rara dengan tatapan mata penuh kekecewaan kepada Zahra.

“Ra, kamu salah paham.” Zahra meraih tangan sahabatnya namun dengan cepat di tepis oleh Rara.

“Mulai sekarang, lo bukan lagi sahabat gue! Anggap kita nggak pernah kenal!” tegas Rara lalu membalikkan tubuhnya.

Rara meraih tangan kekasihnya dan berjalan meninggalkan Zahra yang terpaku di tempat.

Sedangkan Wanita sexy itu diam-diam melangkah menjauh dari kerumunan mahasiswa dengan senyum puas mengembang di bibirnya.

Tubuh Zahra merosot ke lantai, menjatuhkan kotak makan yang sedari tadi berada ditangannya. tubuhnya bergetar, tangis yang ia tahan seketika pecah begitu saja.

Satu persatu mahasiswa menjauh meninggalkan Zahra dengan berbagai umpatan yang terlontar untuk Zahra.

Di tempat lain, Zain yang baru masuk ke dalam ruangannya melihat ada sebuah amplop coklat tanpa nama pengirimnya tergeletak di atas meja kerjanya. Zain meraih amplop tersebut dan mengamatinya.

Zain duduk di kursi kebesarannya dan perlahan  membuka amplop tersebut.

Mata Zain membola melihat isi amplop itu, rahangnya mengeras dengan wajah yang memerah.

Zain meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Cepat datang ke ruanganku!”

Zain mengakhiri panggilannya tanpa menunggu jawaban dari seseorang di seberang telepon.

Terpopuler

Comments

Rini Musrini

Rini Musrini

idih bastian jd kompor bleduk karena d tolak zahra .

2022-09-29

2

Senajudifa

Senajudifa

bastian lg jd kompornya

2022-06-28

1

Ranran Miura

Ranran Miura

cinta boleh, tapi jangan bego 😤

2022-06-25

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Sebuah Kejutan Besar
2 Bab 2. Pengantin Pengganti
3 Bab 3. Mansion Utama
4 Bab 4. Perjanjian
5 Bab 5. Mengantar Makan Siang untuk Zain
6 Bab 6. Kenyataan Menyakitkan
7 Bab 7. Zahwa Sakit
8 Bab 8. Rencana Clarisa
9 Bab 9. Berita Menggemparkan
10 Bab 10. Kehamilan Clarisa
11 Bab 11. Gara-gara Ramyeon
12 Bab 12. Ancaman untuk Zahra
13 Bab 13. Kamar 305
14 Bab 14. Pertolongan
15 Bab 15. Kehancuran Zahra
16 Bab 16. Kepanikan Zain
17 Bab 17. Kemarahan Zain
18 Bab 18. Trauma Zahra
19 Bab 19. Berpisah
20 Bab 20. Masa Lalu Ny. Amara
21 Bab 21. Buket Bunga dari Zain
22 Bab 22. Anindya
23 Bab 23. Kedatangan Anindya
24 Bab 24. Rencana Zain
25 Bab 25. Perubahan Sikap Zain
26 Bab 26. Kedatangan Tuan Harun
27 Bab 27. Keterkejutan Tuan Harun
28 Bab 28. Pertemuan Zahra dengan Tuan Harun
29 Bab 29. Pengakuan Zahra
30 Bab 30. Keluarga Athaillah
31 Bab 31. Karena Takut Kehilangan
32 Bab 32. Masa Lalu Tuan Harun
33 Bab 33. Masa Lalu Tuan Harun 2
34 Bab 34. Merasa Dipermainkan
35 Bab 35. Tidur Seranjang
36 Bab 36. Sisi Lain Ny. Amara
37 Bab 37. Ziya's House
38 Bab 38. Ziya's House 2
39 Bab 39. Manis Bagai Candu
40 Bab 40. Kebiasaan Baru Zain
41 Bab 41. Rencana Ny. Amara
42 Bab 42. Keluar dari Penjara
43 Bab 43. Kejutan untuk Zahra
44 Bab 44. Harapan Ny. Amara
45 Hai, Kenalan dengan Author yuk!
46 Bab 45. Keposesifan Zain
47 Bab 46. Kepulangan Ny. Zain Malik
48 Bab 47. Mencairnya Es Kutub
49 Bab 48. Syukuran
50 Bab 49. Malam Penuh Drama
51 Bab 50. Rencana Berkunjung
52 Bab 51. Godaan
53 Bab 52. Menahan Emosi
54 Bab 53. Terungkap
55 Bab 54. Drama Keluarga
56 Bab 55. Keputusan Akhir
57 Bab 56. Gelisah
58 Bab 57. Kecemasan Semua Orang
59 Bab 58. Hukuman untuk Zahra
60 Bab 59. Tidak Sesuai dengan Rencana
61 Bab 60. Crazy Rich Man
62 Bab 61. Nama Pemberian Kakek
63 Bab 62. Masih Seputar Nama dan Wajah
64 Bab 63. Hu Yitian
65 Bab 64. Karantina
66 Bab 65. Tiga Hari Terlewati
67 Bab 66. Melepas Rindu
68 Bab 67. Pergi
69 Bab 68. Salah Paham
70 Bab 69. Dia Baik-Baik Saja
71 Bab 70. Zhang Yang Zi
72 Bab 71. Keputusan Barra
73 Bab 72. Calon Menantu
74 Bab 73. Nasihat dari Paman
75 Bab 74. Kejutan
76 Bab 75. Mengutarakan Niat Baik
77 Bab 76. Tragedi
78 Bab 77. Kisah Yang Zi
79 Bab 78. Amarah Sang Kakak
80 Bab 79. Disneyland
81 Bab 80. Mengulang Pesta
82 Bab 81. Satu-satunya Istri Zain Malik
83 Bab 82. Berkunjung ke Pesantren
84 Bab 83. Cinta Seorang Ayah
85 Bab 84. Alun-Alun Kota
86 Bab 85. Pengakuan Barra
87 Bab 86. Pesta Pernikahan
88 Bab 87. Kekacauan
89 Bab 88. Kehancuran Keluarga Bramasta
90 Bab 89. Malam Pesta
91 Bab 90. Cucu Kesayangan
92 Bab 91. Hanya Salah Paham
93 Bab 92. Retak
94 Bab 93. Tak Pernah Terencana
95 Bab 94. Luka dan Trauma
96 Bab 95. Kegelisahan Hati Zahra
97 Bab 96. Gelisah
98 Bab 97. Bumil Muda
99 Bab 98. Orang Asing
100 Bab 99. Meluluhkan Hati Mommy Amara
101 Bab 100. Singa yang Posesif
102 Bab 101. Drama di Kantin
103 Bab 102. Ketakutan Zahra
104 Bab 103. Teman Baru
105 Bab 104. Teman Lama
106 Bab 105. Kegigihan Aldebaran
107 Bab 106. Perlengkapan Bayi
108 Bab 107. Musibah
109 Bab 108. Kembali Bermimpi
110 Bab 109. Pengakuan
111 Pengumuman Giveaway dan Promosi Novel
112 Bab 110. Ali dan Tania
113 Bab 111. Penjelasan Zain
114 Bab 112. Baby Rayyanza
115 Bab 113. Kedatangan Keluarga Pesantren
116 Bab 114. Bertemu Iblis Betina
117 Bab 115. Keluarga Mahardika
118 Bab 116. Istana Tersembunyi
119 Bab 117. Apa Wajahku Terlihat Menakutkan?
120 Bab 118. Berbeda dari Lainnya
121 Bab 119. Merajuk
122 Bab 120. Datang untuk Melamar
123 Bab 121. Hadiah Pernikahan
124 Bab 122. Klub Malam
125 Bab 123. Permintaan Zahra
126 Bab 124. Sisi Lain Yitian
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1. Sebuah Kejutan Besar
2
Bab 2. Pengantin Pengganti
3
Bab 3. Mansion Utama
4
Bab 4. Perjanjian
5
Bab 5. Mengantar Makan Siang untuk Zain
6
Bab 6. Kenyataan Menyakitkan
7
Bab 7. Zahwa Sakit
8
Bab 8. Rencana Clarisa
9
Bab 9. Berita Menggemparkan
10
Bab 10. Kehamilan Clarisa
11
Bab 11. Gara-gara Ramyeon
12
Bab 12. Ancaman untuk Zahra
13
Bab 13. Kamar 305
14
Bab 14. Pertolongan
15
Bab 15. Kehancuran Zahra
16
Bab 16. Kepanikan Zain
17
Bab 17. Kemarahan Zain
18
Bab 18. Trauma Zahra
19
Bab 19. Berpisah
20
Bab 20. Masa Lalu Ny. Amara
21
Bab 21. Buket Bunga dari Zain
22
Bab 22. Anindya
23
Bab 23. Kedatangan Anindya
24
Bab 24. Rencana Zain
25
Bab 25. Perubahan Sikap Zain
26
Bab 26. Kedatangan Tuan Harun
27
Bab 27. Keterkejutan Tuan Harun
28
Bab 28. Pertemuan Zahra dengan Tuan Harun
29
Bab 29. Pengakuan Zahra
30
Bab 30. Keluarga Athaillah
31
Bab 31. Karena Takut Kehilangan
32
Bab 32. Masa Lalu Tuan Harun
33
Bab 33. Masa Lalu Tuan Harun 2
34
Bab 34. Merasa Dipermainkan
35
Bab 35. Tidur Seranjang
36
Bab 36. Sisi Lain Ny. Amara
37
Bab 37. Ziya's House
38
Bab 38. Ziya's House 2
39
Bab 39. Manis Bagai Candu
40
Bab 40. Kebiasaan Baru Zain
41
Bab 41. Rencana Ny. Amara
42
Bab 42. Keluar dari Penjara
43
Bab 43. Kejutan untuk Zahra
44
Bab 44. Harapan Ny. Amara
45
Hai, Kenalan dengan Author yuk!
46
Bab 45. Keposesifan Zain
47
Bab 46. Kepulangan Ny. Zain Malik
48
Bab 47. Mencairnya Es Kutub
49
Bab 48. Syukuran
50
Bab 49. Malam Penuh Drama
51
Bab 50. Rencana Berkunjung
52
Bab 51. Godaan
53
Bab 52. Menahan Emosi
54
Bab 53. Terungkap
55
Bab 54. Drama Keluarga
56
Bab 55. Keputusan Akhir
57
Bab 56. Gelisah
58
Bab 57. Kecemasan Semua Orang
59
Bab 58. Hukuman untuk Zahra
60
Bab 59. Tidak Sesuai dengan Rencana
61
Bab 60. Crazy Rich Man
62
Bab 61. Nama Pemberian Kakek
63
Bab 62. Masih Seputar Nama dan Wajah
64
Bab 63. Hu Yitian
65
Bab 64. Karantina
66
Bab 65. Tiga Hari Terlewati
67
Bab 66. Melepas Rindu
68
Bab 67. Pergi
69
Bab 68. Salah Paham
70
Bab 69. Dia Baik-Baik Saja
71
Bab 70. Zhang Yang Zi
72
Bab 71. Keputusan Barra
73
Bab 72. Calon Menantu
74
Bab 73. Nasihat dari Paman
75
Bab 74. Kejutan
76
Bab 75. Mengutarakan Niat Baik
77
Bab 76. Tragedi
78
Bab 77. Kisah Yang Zi
79
Bab 78. Amarah Sang Kakak
80
Bab 79. Disneyland
81
Bab 80. Mengulang Pesta
82
Bab 81. Satu-satunya Istri Zain Malik
83
Bab 82. Berkunjung ke Pesantren
84
Bab 83. Cinta Seorang Ayah
85
Bab 84. Alun-Alun Kota
86
Bab 85. Pengakuan Barra
87
Bab 86. Pesta Pernikahan
88
Bab 87. Kekacauan
89
Bab 88. Kehancuran Keluarga Bramasta
90
Bab 89. Malam Pesta
91
Bab 90. Cucu Kesayangan
92
Bab 91. Hanya Salah Paham
93
Bab 92. Retak
94
Bab 93. Tak Pernah Terencana
95
Bab 94. Luka dan Trauma
96
Bab 95. Kegelisahan Hati Zahra
97
Bab 96. Gelisah
98
Bab 97. Bumil Muda
99
Bab 98. Orang Asing
100
Bab 99. Meluluhkan Hati Mommy Amara
101
Bab 100. Singa yang Posesif
102
Bab 101. Drama di Kantin
103
Bab 102. Ketakutan Zahra
104
Bab 103. Teman Baru
105
Bab 104. Teman Lama
106
Bab 105. Kegigihan Aldebaran
107
Bab 106. Perlengkapan Bayi
108
Bab 107. Musibah
109
Bab 108. Kembali Bermimpi
110
Bab 109. Pengakuan
111
Pengumuman Giveaway dan Promosi Novel
112
Bab 110. Ali dan Tania
113
Bab 111. Penjelasan Zain
114
Bab 112. Baby Rayyanza
115
Bab 113. Kedatangan Keluarga Pesantren
116
Bab 114. Bertemu Iblis Betina
117
Bab 115. Keluarga Mahardika
118
Bab 116. Istana Tersembunyi
119
Bab 117. Apa Wajahku Terlihat Menakutkan?
120
Bab 118. Berbeda dari Lainnya
121
Bab 119. Merajuk
122
Bab 120. Datang untuk Melamar
123
Bab 121. Hadiah Pernikahan
124
Bab 122. Klub Malam
125
Bab 123. Permintaan Zahra
126
Bab 124. Sisi Lain Yitian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!