Percakapan siswa-siswi terhentikan sewaktu Aarash masuk untuk memulai pelajaran. Semua murid yang tadinya duduk di atas meja, tidur guling-gulingan di lantai, sontak langsung berdiri. Sebuah gerakan refleks terlatih seandainya guru tiba ke kelas. Seketika itu suasana kelas berubah hening.
Pelajaran pun di mulai. Aarash menjelaskan materi lanjutan minggu lalu.
Anna memperhatikan Aarash dengan sungguh-sungguh. Cewek itu tidak menyimak apa yang di bahas oleh gurunya melainkan terus memandangi wajah tampan gurunya.
Anna pun yakin teman-teman nya juga yang sedaritadi duduk seperti memperhatikan, tapi tak menyimak apa yang di dibahas oleh Aarash. Teman-temannya itu pasti malah gagal fokus melihat wajah Aarash yang tak pernah membosankan untuk di pandang.
DUA JAM BERLALU.
Bel istirahat berbunyi. Murid-murid keluar sedangkan Anna memilih tetap di kelas.
Aarash Kioumehr
Anna, kok nggak ke kantin?
Tanya Aarash yang sudah berdiri di depan meja Anna.
Annastasya
Anna bawa bekal sendiri dari rumah, Pak.
Anna mengeluarkan bekalnya dari dalam tas yang ia bawa dari rumah.
Annastasya
Mau makan bareng Anna, Pak?
Aarash Kioumehr
Nggak usah.
Anna mengangguk pelan. Aarash mendekatkan wajahnya pada Anna yang membuat jantung Anna berdebar kencang.
Aarash Kioumehr
Makan yang banyak, biar pipi kamu tambah tembam.
Bisik Aarash dengan mencubit pipi gembul Anna sambil tersenyum kecil.
Aarash Kioumehr
Saya ke ruangan dulu.
Aarash mundur, dia merasa Anna sedang tersipu malu karena terlihat jelas dari raut wajahnya yang memerah menahan malu. Aarash lalu melangkah pergi.
Anna menghembuskan napas panjang, merasa lega lalu memegang dadanya. Merasakan jantungnya yang masih berdebar kencang.
Comments
𝕷𝖎𝖒𝖎𝖓 ♡´・ᴗ・`♡
untung gak pingsan ditempat ya na? 😆😆
2022-06-13
0
𝕷𝖎𝖒𝖎𝖓 ♡´・ᴗ・`♡
huwaa aku malah gak mau punya pipi tembem inih, soalnya kalo pake hijab nanti pipinya gembul gimana gitu😭😭😭😭
2022-06-13
0
Cip_13
dih bapaknya modus😒
2022-06-12
1