Anna masih menatap lekat wajah Aarash di hadapannya. Gadis itu tak mengucapkan sepatah kata pun.
Aarash Kioumehr
Anna... Jangan liatin bapak kayak gitu, nanti jatuh cinta lho.
Aarash tersenyum kecil.
Anna menundukkan kepalanya. Dia terlihat serba salah dan kikuk.
Aarash kembali tersenyum kecil.
Annastasya
Sia-siapa yang li-liatin bapak? (memalingkan pandangannya) Bapak geer banget!
Anna mengerucutkan bibir, tampak jengkel, tapi sebenarnya juga malu karena dirinya ketahuan memperhatikan setiap inci wajah Aarash.
Aarash Kioumehr
Iya, parah banget saya, ya. Udah sok ganteng, geer pula!
Aarash justru merutuki dirinya sendiri.
Aarash Kioumehr
Eh, nanti pulang sama bapak, yuk? Kebetulan mulai hari ini saya bawa motor.
Annastasya
Saya bisa pulang sendiri pak. Lagian ban motor bapak pecah nanti gara-gara bobot saya.
Anna segera berlalu, meninggalkan Aarash yang menatap kepergiannya.
Koridor sekolah SMANSA.
Aarash Kioumehr
Berhenti! Sun Mi, ikut bapak ke ruang Kepala Sekolah.
Misun lalu melepaskan gandengan tangannya. Tatapannya seolah bertanya kepada Sun Mi apa yang terjadi.
Misun
Apa ini karena kejadian di kantin tadi.
Batin Misun mencoba nebak-nebak.
Aarash memerintahkan Sun Mi mengekor. Cewek itu menurut digiring masuk ke ruang kepala sekolah. Saat melewati Anna, Sun Mi sempat melemparkan tatapan tajam ke cewek itu. Tampaknya, dia sangat kesal karena gara-gara dia, ia harus berurusan dengan guru matematika ini.
Sun Mi
Apa hubungan bapak ini dengan si paus bunting. Dibilang bapaknya jatuh nggak mungkin juga.. siapa yang mau juga dengan si paus bunting. Udah gendut, hidup lagi. Sampah masyarakat!
*batin.
Ruangan Kepala Sekolah.
Sun Mi mendapat hukuman. Dia kena skors selama seminggu. Perasaannya sangat senang ketika diskors daripada harus mendapat hukuman panggilan orang tua.
Sun Mi
Bapak suka ya sama Anna?
Sun Mi mengatakannya dengan spontan. Sementara, Bu Kim Nana selaku kepala sekolah di sekolah SMANSA menatap Aarash menanti jawabannya.
Aarash Kioumehr
Bapak bersimpati padanya. Saya kasihan kepada Anna.
Mendengar jawaban dari Aarash, Bu Kim Nana menghela napas lega.
Aarash Kioumehr
Bisa mengolok-golok, mencaci maki tidak selalu simbol kekuasaan. Terkadang boleh jadi simbol kelemahan. Bahkan mungkin ketidakmampuan diri sendiri.
Lanjut Aarash dengan suara yang sedikit dinaikkan.
Sun Mi yang merasa kesal dengan perkataan Aarash langsung melangkahkan kakinya keluar ruangan.
Comments
Cip_13
bapaknya minta di nikahin keknya
2022-06-12
1
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
kan udah jatuh cinta pak
2022-05-15
1
lid
cieeeeeeee ar....berwak dr simpti lma lam uhuk🤣🤣🤣
2022-05-15
1