Berkilah

Aldo terlihat sedang menikmati makanan yang dia pesan, sungguh dia mengakui jika makanan yang tersaji di Restoran milik Raihan begitu enak dan juga menggugah selera.

Namun, karena rasa benci yang sudah menyelimuti hatinya, dia tetap ingin menghancurkan usaha dari Reihan, karena lelaki yang bernama Raihan itu sudah berani mendekati Arumi, kekasihnya.

Setelah puas dengan hidangan yang dia pesan, Aldo terlihat melangkahkan kakinya menuju kasir. Lalu, dia membayar makanan yang sudah dia santap.

"Tunggu, Kak!" seru wanita yang berada di balik meja kasir saat Aldo mulai melangkah pergi.

Aldo terlihat memberhentikan langkahnya, kemudian dia menatap wanita itu dengan lekat.

"Ada apa, ya? Saya sudah membayarnya kenapa anda memanggil saya lagi?" tanya Aldo.

Perempuan yang berada di balik meja kasir itu terlihat tidak enak hati mendengar pertanyaan dari Aldo, kemudian wanita itu berkata.

"Maaf, Kak. Uangnya lebih," kata wanita itu.

Wanita itu terlihat mengangkat uang yang Aldo berikan untuk membayar pesanannya.

"Oh, tidak apa-apa. Ambilah untuk dirimu," kata Aldo.

Aldo tersenyum miring, dia memang sengaja melakukan hal itu.

"Tapi, Kak. Ini terlalu banyak," kata perempuan itu seraya menunjukkan tiga lembar uang berwarna merah kepada Aldo.

"Ambil saja, anggaplah itu sebagai uang tips dari saya," kata Aldo.

"Ah, kalau begitu terima kasih," jawab perempuan itu.

Setelah mengatakan hal itu, Aldo nampak pergi dari Resto milik Reihan. Dia tersenyum senang sambil melajukan mobilnya menuju kediamannya.

Tiba di depan rumahnya, dia sangat kaget karena melihat Arumi yang sedang duduk dengan wajah ditekuk di depan teras rumahnya. Dia masih memakai setelan kerjanya.

Untuk sesaat Aldo terdiam, dia menyiapkan kata-kata yang harus dia rangkai sebelum turun dari dalam mobilnya.

Arumi terlihat menghentak-hentakkan kakinya, dia sangat kesal karena Aldo tidak kunjung turun dari mobilnya.

Melihat gelagat tidak menyenangkan dari kekasih hatinya, Aldo segera turun dan menampilkan senyum terbaiknya.

"Sudah lama menunggu, Yang?" tanya Aldo.

Arumi terlihat melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya, kemudian dia menatap wajah Aldo dengan tatapan penuh kesal.

"Dua jam, Aldo. Dua jam aku menunggumu!"

Karena kesal, bahkan Arumi tidak menyebut Aldo dengan panggilan kesayangannya. Dia merasa kecewa dan merasa dibohongi karena kemarin Aldo tidak datang untuk menjemput dirinya.

Aldo tidak datang untuk melamar dirinya, Aldo tidak datang untuk meminta dirinya kepada pak Didi.

Padahal Aldo sudah jelas-jelas berjanji akan melamar kembali Arumi, Aldo berkata jika Aldo sudah tidak sabar ingin memperistri Arumi.

Akan tetapi pada kenyataannya, Aldo malah seakan mengabaikan janjinya terhadap Arumi. Arumi merasa terabaikan.

"Maaf, Sayang. Tadi aku ada perlu," kata Aldo lemah.

Mendengar apa yang dikatakan oleh Aldo, Arumi terlihat melangkahkan kakinya. Dia mendekati Aldo, kini tubuh mereka hampir bersentuhan.

Arumi memegang kedua tangan Aldo, lalu dia mendongakkan kepalanya. Dia tatap wajah Aldo dengan lekat.

"Lalu, ke mana janji kamu Aldo? Kemarin kamu bilang akan melamar aku, ke mana kamu pergi sebenarnya, hah?! Aku menunggumu sampai lumutan di Rumah Sakit, bahkan aku sampai kelaparan karena menunggumu terlalu lama." Arumi menatap Aldo dengan tatapan penuh kekesalan.

Mendengar akan hal itu, Aldo terlihat memutar otaknya. Dia harus memberikan jawaban yang tepat agar Arumi tidak marak kepada dirinya.

Tak lama kemudian, dia tersenyum seraya mengelus lembut pipi Arumi. Dia sedang berusaha meluluhkan hati wanita pujaannya tersebut.

"Maaf, Yang. Pamanku sedang sakit, kemarin karena aku panik aku langsung pergi ke rumah paman. Aku sampai lupa tidak mengabarimu, bahkan telepon terus berdering pun aku tidak mampu mengangkatnya. Karena aku sedang mengurusi paman di Rumah Sakit," kata Aldo berkilah.

Arumi terlihat menyipitkan matanya, dia terlihat tidak percaya dengan apa yang Aldo katakan.

"Ke Rumah Sakit? Tapi kita kemarin tidak bertemu di Rumah Sakit, Mas?" kata Arumi sinis.

Ingatan Arumi beralih kepada Yuni yang baru saja keluar dari rumah Aldo, dia mengira jika Aldo pasti berjalan-jalan dengan Yuni.

Arumi menyangka jika Aldo telah selingkuh di belakangnya, sehingga Aldo melupakan janjinya terhadap Arumi.

Aldo yang mendengar dan mendapatkan tatapan tidak mengenakkan dari Arumi, terlihat sangat gugup.

Namun, dia berusaha untuk menetralkan perasaannya. Seharusnya sebelum dia berkata seperti itu, Aldo memikirkannya terlebih dahulu. Karena Arumi memanglah bekerja di Rumah Sakit.

"Ma--maksud, Mas. Mas kemarin membawa paman ke Klinik yang tidak jauh dari pasar," ralat Aldo.

"Benarkah?" tanya Arumi menyudutkan.

Semakin lama melihat tatapan dari Arumi, Aldo semakin merasa tidak nyaman. Aldo memang sudah tidak jujur kepada Arumi, Aldo memang sudah menduakan Arumi dengan Nyai Ratu.

Namun, Aldo tidak suka jika dirinya merasa dipojokkan seperti ini. Aldo langsung menarik Arumi ke dalam pelukannya,kemudian dia berkata.

"Oh! Ayolah, Sayang. Jangan seperti ini! Aku merasa tidak enak hati terhadap dirimu, maafkanlah aku ini. Kalau perlu sekarang juga kita ke rumah bapak kamu, aku akan segera melamarmu," kata Aldo membujuk.

Arumi terlihat mendorong dada Aldo, dia melerai pelukannya. Kemudian dia berkata.

"Kamu saja belum mengajak aku pergi untuk membeli cincin lamaran, Mas. Lalu, kamu mau melamar aku dengan apa?" tanya Arumi.

Aldo tersenyum, kemudian dia berkata.

"Bagaimana kalau aku bawa uang sekoper untuk melamar kamu? Mungkin hati bapak kamu akan luluh," kata Aldo.

Untuk sesaat Arumi terdiam, dia terlihat berpikir. Kemudian dia menganggukkan kepalanya.

"Terserah Mas aja, yang penting usaha kamu, Mas. Bagaimana cara kamu menyakinkan bapak jika aku benar-benar berharga untuk kamu dan kamu benar-benar ingin menikahiku," kata Arumi.

"Baiklah, Sayang. Kita masuk dulu, ini sudah hampir maghrib. Lebih baik kita ke rumah kamunya selepas Isya saja," bujuk Aldo.

"Baiklah!" kata Arumi menurut.

Arumi dan Aldo langsung masuk ke dalam rumah milik Aldo tersebut, kemudian mereka langsung duduk dan berbicara baik-baik di dalam ruang keluarga.

Arumi memang sangat kesal terhadap Aldo, Arumi kecewa karena kemarin dia menunggu Aldo sampai malam tiba.

Namun, dia juga sangat mencintai Aldo dengan setulus hatinya. Dia merasa tidak tega jika melihat Aldo sudah mengiba terhadap dirinya.

"Sekarang kamu duduk yang anteng di sini, kalau mau magrib di sebelah sana ada mushola. Ada mukenanya juga di sana," kata Aldo seraya menunjuk tempat peribadahan.

"Terus, Mas mau ke mana?" tanya Arumi.

"Mas mau ke kamar, mau nyiapin uangnya dulu. Nanti Mas mau shalat di dalam kamar aja," kila Aldo.

"Iya, Mas. Jangan terlalu lama, nanti aku sedih ditinggal sendirian," kata Arumi.

"Iya," jawab Aldo.

*

*

BERSAMBUNG....

Terimakasih untuk kaleyan yang selalu setia membaca karya Othor ini, kalean selalu luar biasa.

Terpopuler

Comments

Emak Femes

Emak Femes

aih si arumi.masih luluh aja sm cowok siluman
wkwkkw

2022-08-23

0

Emak Femes

Emak Femes

hayooo loh
pasti kamu akan berbohong lagi kann

2022-08-23

0

Emak Femes

Emak Femes

dih bener2 menyebalkan si aldo ini

2022-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 Penolakan
2 Berjalan Tanpa Arah
3 Pemuja Nyai Ratu
4 Banyak Uang
5 Rumah Mewah
6 Gunjingan
7 Pindah Ke Rumah Baru
8 Kebersamaan
9 Pertemuan Terencana
10 Kecupan
11 Kedatangan Yuni
12 Cemburunya Arumi
13 Kesal
14 Rencana Jahat Aldo
15 Mendapatkan Apa yang Aldo Mau
16 Menaburnya
17 Berkilah
18 Datang Kembali
19 Mulut Dan Hati Yang Tidak Sama
20 Keanehan
21 Hal Gaib Itu Ada
22 Usaha Reihan
23 Semakin Menjadi
24 Incaran
25 Ketakutan
26 Bergidik
27 Ide Gila
28 Menemukan Mangsa
29 Menyerahkan Tumbal Pertama
30 Hampir Saja
31 Hari Ini
32 Pemakaman Meli
33 Nyai Ratu Dalam Tubuh Arumi
34 Tidak Ingat
35 Perasaan Arumi
36 Bingung
37 Ungkapan Reihan
38 Menjalankan Misi
39 Mimpi
40 Kiriman
41 Aldo Kepansan
42 Diobati
43 Manusia Taat Agama
44 Merasa kesal
45 Gamangnya Hati Seorang Bapak
46 Kecewanya Pak Didi
47 Stoke Ringan
48 Belum Mau Bicara
49 Kekesalan Aldo
50 Bingung
51 Merasa Sedih
52 Permintaan Reihan
53 Kepanasan Lagi
54 Pertimbangan
55 Bahagia Dalam Kesedihan
56 Curiga
57 Berkunjung
58 Madu Atau Ratu?
59 Takut
60 Paman Alan Berkunjung
61 Bingung
62 Kekesalan Aldo
63 Cemburu
64 SAH
65 Resepsi Pernikahan
66 Malam Pengantin 1
67 Malam Pengantin 2
68 Kecurigaan Arumi
69 Kesalnya Arumi
70 Aldo Kebingungan
71 Bahagia Atau Duka
72 Kecemburuan Nyai Ratu
73 Asisten Rumah Tangga
74 Mencoba Menghindar
75 Kedatangan Bi Inah
76 Buah Simalakama
77 Kehilangan
78 Mencari Tahu
79 Siapa Yang Sudah Tega?
80 Terdiam
81 Tinggal Di Rumah Mertua
82 Pengakuan Aldo
83 Kepanasan
84 Bantuan
85 Nasehat Pak Ustadz
86 Kebakaran
87 Rata Dengan Tanah
88 Semakin Lemah
89 Sudah Lebih Baik
90 Pulang Ke Rumah
91 Mencoba Melawan
92 Berserah Diri
93 Bagaimana Jika Aku Tidak Cantik?
94 Rencana Aldo
95 Dari Awal Lagi
96 Kata Yang Mengejutkan
97 Diterima
98 Buka Puasa
99 Merasa Lebih Baik
100 Meminta Maaf
101 Moment Kebersamaan
102 Hari Bahagia Reihan
103 Otewe
104 Melepas Masa Keprjakaan
105 Namanya Juga Hidup
106 Benarkah Itu?
107 Kabar Bahagia
108 Happy Ending
109 Pengumuman
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Penolakan
2
Berjalan Tanpa Arah
3
Pemuja Nyai Ratu
4
Banyak Uang
5
Rumah Mewah
6
Gunjingan
7
Pindah Ke Rumah Baru
8
Kebersamaan
9
Pertemuan Terencana
10
Kecupan
11
Kedatangan Yuni
12
Cemburunya Arumi
13
Kesal
14
Rencana Jahat Aldo
15
Mendapatkan Apa yang Aldo Mau
16
Menaburnya
17
Berkilah
18
Datang Kembali
19
Mulut Dan Hati Yang Tidak Sama
20
Keanehan
21
Hal Gaib Itu Ada
22
Usaha Reihan
23
Semakin Menjadi
24
Incaran
25
Ketakutan
26
Bergidik
27
Ide Gila
28
Menemukan Mangsa
29
Menyerahkan Tumbal Pertama
30
Hampir Saja
31
Hari Ini
32
Pemakaman Meli
33
Nyai Ratu Dalam Tubuh Arumi
34
Tidak Ingat
35
Perasaan Arumi
36
Bingung
37
Ungkapan Reihan
38
Menjalankan Misi
39
Mimpi
40
Kiriman
41
Aldo Kepansan
42
Diobati
43
Manusia Taat Agama
44
Merasa kesal
45
Gamangnya Hati Seorang Bapak
46
Kecewanya Pak Didi
47
Stoke Ringan
48
Belum Mau Bicara
49
Kekesalan Aldo
50
Bingung
51
Merasa Sedih
52
Permintaan Reihan
53
Kepanasan Lagi
54
Pertimbangan
55
Bahagia Dalam Kesedihan
56
Curiga
57
Berkunjung
58
Madu Atau Ratu?
59
Takut
60
Paman Alan Berkunjung
61
Bingung
62
Kekesalan Aldo
63
Cemburu
64
SAH
65
Resepsi Pernikahan
66
Malam Pengantin 1
67
Malam Pengantin 2
68
Kecurigaan Arumi
69
Kesalnya Arumi
70
Aldo Kebingungan
71
Bahagia Atau Duka
72
Kecemburuan Nyai Ratu
73
Asisten Rumah Tangga
74
Mencoba Menghindar
75
Kedatangan Bi Inah
76
Buah Simalakama
77
Kehilangan
78
Mencari Tahu
79
Siapa Yang Sudah Tega?
80
Terdiam
81
Tinggal Di Rumah Mertua
82
Pengakuan Aldo
83
Kepanasan
84
Bantuan
85
Nasehat Pak Ustadz
86
Kebakaran
87
Rata Dengan Tanah
88
Semakin Lemah
89
Sudah Lebih Baik
90
Pulang Ke Rumah
91
Mencoba Melawan
92
Berserah Diri
93
Bagaimana Jika Aku Tidak Cantik?
94
Rencana Aldo
95
Dari Awal Lagi
96
Kata Yang Mengejutkan
97
Diterima
98
Buka Puasa
99
Merasa Lebih Baik
100
Meminta Maaf
101
Moment Kebersamaan
102
Hari Bahagia Reihan
103
Otewe
104
Melepas Masa Keprjakaan
105
Namanya Juga Hidup
106
Benarkah Itu?
107
Kabar Bahagia
108
Happy Ending
109
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!