Pukul sembilan pagi, Aldo sudah tiba di kediamannya. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya dia buka semua pakaian yang melekat di tubuhnya.
Hanya celana boxer saja yang dia sisakan untuk menutupi aset berharga miliknya. Dia hempaskan tubuhnya ke atas ranjang dan dia rebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah.
Ternyata bertempur selama tiga jam bisa memunculkan sensasi kenikmatan yang luar biasa, pikirnya. Namun, badannya juga terasa lelah dan remuk.
"Sepertinya sebelum tidur aku harus makan dan juga meminum obat anti nyeri, Nyai Ratu memang hebat." Aldo mengusap miliknya yang masih terasa berdenyut.
Aldo langsung bangun, dia sandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Dia ambil ponselnya, lalu mulai memesan makanan siap saji.
Tidak lupa Aldo juga memesan obat anti nyeri dan juga vitamin herbal, agar tubuhnya terasa lebih segar dan juga tidak pegal-pegal. Sengaja Aldo memesannya di tempat yang sama.
"Beres, tinggal tunggu pesanan datang," kata Aldo seraya merebahkan tubuhnya.
Setengah jam kemudian, pintu rumah Aldo ada yang mengetuk. Gegas Aldo turun dari tempat tidur, dia ambil dompetnya lalu dia berjalan menuju pintu utama.
Seorang wanita muda tengah berdiri di depan pintu, dia terlihat memalingkan wajahnya saat melihat penampilan Aldo yang hanya memakai celana boxer saja.
"Ini pesanannya, Tuan." Wanita itu terlihat menyerahkan dua buah tote bag kepada Aldo, dia terlihat menunduk malu akan penampilan Aldo.
'Sepertinya dia masih gadis, makanya dia terlihat malu-malu,' batin Aldo.
"Terima kasih," kata Aldo seraya mengambil dua buah tote bage dari tangan wanita itu.
Aldo terlihat mengintip makanan yang berada di dalam tote bag tersebut, Aldo tersenyum karena wanginya terasa enak.
Aldo kemudian mengambil uang yang berada di dalam dompetnya dan menyerahkannya kepada gadis itu.
Setelah itu Aldo terlihat membalikkan tubuhnya, dia hendak masuk kembali ke dalam rumahnya.
"Tunggu, Tuan. Uangnya lebihan dua ratus ribu," kata gadis itu.
"Untuk kamu saja, Mimi." Aldo menatap name tag yang menggantung di leher gadis tersebut.
"Tapi, ini terlalu banyak," kata Mimi.
"Tidak apa, anggap saja rezeky," kata Aldo.
"Terima kasih, Tuan." Mimi terlihat membungkukkan tubuhnya berkali-kali, Aldo nampak tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
Kini Aldo tengah duduk di ruang makan, makanan yang dia pesan sudah dia tuang ke atas piring. Walaupun matanya sangat mengantuk, namun mulutnya tetap mengunyah.
Lima belas kemudian, Aldo yang sudah selesai makan langsung meminum obat anti nyeri dan vitamin yang sudah dia pesan.
Setelah selesai, dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan tubuh lelahnya. Sebenarnya dokter sering berkata, jika lima belas menit setelah makan tidak boleh merebahkan tubuh terlebih dahulu.
Karena itu akan menyebabkan asam lambung naik dan juga akan menyebabkan terganggunya kesehatan, namun Aldo sangat mengantuk.
Dia tidak memedulikan hal itu, yang terpenting untuknya saat ini adalah dia bisa tidur dengan nyenyak setelah melakukan kegiatan panasnya bersama dengan Nyai Ratu.
Tak lama kemudian, Aldo terlihat terlelap dalam tidurnya. Dia teridur seraya memeluk guling dengan posesif.
Aldo terlihat sangat pulas dalam tidurnya, bahkan saat nyamuk menghampiri dan menghisap darahnya pun dia tidak menggerakkan tubuhnya sama sekali.
Pukul tiga sore.
Aldo terlihat menggeliatkan tubuhnya, dia mengucek matanya lalu bangun dan turun dari tempat tidurnya.
Iya segera mandi dan bersiap untuk pergi ke Restoran milik Reihan, tentu saja tujuan utamanya adalah dia ingin menaburkan benda yang sudah diberikan oleh Nyai Ratu kepada dirinya.
Tentunya dia juga datang ke sana untuk mengisi perutnya, karena ternyata setelah lama tertidur dia merasa sangat lapar dan membutuhkan asupan gizi untuk tubuhnya.
"Selesai!" kata Aldo setelah selesai mandi dan memakai baju santainya.
Baju casual ala rumahan yang dia pakai, kaos panjang berwarna coklat dipadupadankan dengan celana jeans berwarna hitam.
Aldo menaiki mobil mewahnya, lalu dia melajukan mobilnya menuju Restoran milik Reihan. Dia sengaja menyiapkan serbuk yang diberikan oleh Nyai ratu di saku celana yang dia pakai.
Tiba di Resto, Aldo langsung memarkirkan mobilnya. Kemudian dia terlihat berjalan menuju Resto tersebut, saat hendak masuk Aldo langsung berjongkok.
Dia berpura-pura mengikat tali sepatunta, padahal tujuan utamanya adalah menaburkan serbuk pemberian dari Nyai Ratu.
Beruntung keadaan Resto sedang begitu ramai, sehingga tidak ada orang yang mencurigai apa yang sedang Aldo lakukan.
Semua orang terlihat sedang sibuk memesan dan menikmati makanan yang menjadi pavorite mereka, Aldo tersenyum lalu mencari meja yang masih kosong.
"Mau pesan apa, Kak?" tanya seorang pelayan wanita kala Aldo duduk.
"Yang menjadi menu pavorite di sini apa, ya?" tanya Aldo.
"Banyak, Kak. Ada makanan khas dari berbagai daerah, ada juga makanan western dan makanan dari berbagai negara lainnya . Kakak maunya yang mana?" tanya pelayan wanita tersebut.
Untuk sesaat Aldo nampak terdiam, dia memikirkan menu makanan apa yang ingin dia pesan. Kemudian Aldo meminta buku menu kepada pelayan tersebut.
Dengan senang hati pelayan wanita tersebut langsung memberikan buku menunya, Aldo terlihat membolak-balik setiap halaman buku menu tersebut.
Matanya langsung terpatri kala melihat dua menu makanan khas tempat asal Mommynya, Lagman dan Shurpa.
Lagman atau lag'mon merupakan hidangan berupa mie dicampur dengan daging dan sayuran. Bahan ini bisa dihidangkan sebagai sup dengan kaldu ringan atau digoreng dengan saus lengket yang disebut dengan qavurma lagman.
Biasanya lagman dibuat dari bahan berupa daging sapi atau domba dan mie yang ditarik dengan tangan. Makanan ini sangat terkenal dia asia tengah.
Shurpa merupakan sup domba yang bisa ditemukan di hampir setiap Restoran di negara asal mommy Aldo, Isinya ada potongan daging domba juga irisan tebal sayuran seperti kentang, wortel, dan bawang bombay. Rempah-rempah seperti peterseli dan adas segar juga ditambahkan untuk memberi rasa pada sup.
"Aku mau yang ini dan yang ini," kata Aldo.
"Iya, Kak. Baik, mohon ditunggu." Pelayan wanita tersebut nampak membungkuk, lalu di berlalu.
Aldo menganggukkan kepalanya, lalu dia terlihat mengedarkan pandangannya. Restoran milik Reihan ternyata begitu megah dan juga mewah.
Desainnya terlihat apik, bahkan pengunjung akan merasa sangat betah berlama-lama di sana karena tempatnya terasa sangat nyaman.
Apa pagi di sana juga ada tempat khusus bermain anak-anak, sehingga para ibu akan merasa tenang saat menikmati acara makannya.
"Ck! Lumayan juga idenya, mungkin aku juga akan membuat Resto yang seperti ini. Aku tunggu kamu gulung tikar, Reihan!" kata Aldo seraya menyeringai, seringai di bibirnya terlihat begitu mengerikan.
*
*
BERSAMBUNG....
Selamat sore kesayangan, jangan lupa tinggalkan jejak yes. Kalean selalu memberiku semangat, kalean luar biasa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Aris Setyawan
karena egonya sdh bicara saat itu pula logika nya sdh mati..
2024-09-22
1
Santi Rizal
Aldo jahat kamu
2024-08-28
0
Emak Femes
haaahh jadi laveeeerrrtr
2022-08-23
0