Setelah berhasil meyakinkan warga sekitar rumahnya, Aldo langsung memasukkan semua uangnya ke dalam mobil mewah yang baru saja dia beli.
Dia ingin segera menempati rumah barunya, karena kini sudah lengkap dengan perabotan rumah tangganya.
Tentu sebelum itu dia sudah memberitahukan Arumi lewat pesan singkat, bahkan Arumi berjanji akan menemui Aldo jika waktunya sedang luang.
Aldo sudah mempersiapkan semuanya dengan matang, bahkan dia sudah belanja isi dapur untuk satu minggu kedepan, agar dia tidak kerepotan soal kebutuhan pokok yang satu itu.
Setelah semua rapi, Aldo segera melajukan mobil mewahnya menuju kediaman barunya. Sampai di sana Aldo langsung merebahkan tubuhnya, karena memang hari ini merupakan hari yang melelahkan untuknya.
Aldo sempat melirik jam mewah yang baru saja dia beli tadi siang, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore.
Tak apa pikirnya beristirahat sejenak, nanti setelah badannya terasa enakan Aldo ingin bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi baru berukuran jumbo yang belum lama dia beli.
“Ternyata sangat nikmat jika mempunyai uang banyak,” ucap Aldo.
Setelah merasa lelahnya sedikit berkurang, Aldo langsung mandi dan seperti rencananya Aldo langsung menikmati secangkir kopi sambil menonton tv.
Tanpa Aldo duga, ada yang mengetuk pintu rumahnya. Terdengar pelan namun terkesan terburu-buru.
Padahal saat Aldo melihat jam, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dengan langkah ragu Aldo melangkahkan kakinya menuju pintu utama.
"Sipa sih? Ganggu saja!" gerutu Aldo.
Aldo mengintip dari jendela, karena penasaran dengan siapa yang datang. Saat tahu jika Arumi yang datang, senyum Aldo langsung merekah.
Dengan cepat Aldo langsung membuka pintunya, tanpa menunggu persetujuan dari Arumi, Aldo langsung menarik Arumi ke dalam pelukannya.
Lalu Aldo mengangkat tubuh Arumi dengan tergesa menuju kamar mewah miliknya.
“Mas, kok narik-narik aku kaya gitu?” tanya Arumi.
Dia begitu kaget kala Aldo yang tiba-tiba saja menarik dan membawanya ke dalam kamar Aldo, apa lagi saat Aldo mengunci pintunya, membuat Arumi resah.
Arumi kaget, namun dia suka. Dia juga sudah berharap akan melakukan banyak hal dengan lelaki pujaan hatinya tersebut.
“Mas, kangen.” Aldo langsung menuntun Arumi untuk duduk di tepian ranjang.
Arumi tersenyum dia juga rindu, makanya dia rela mengunjungi Aldo malam-malam seperti ini.
“Arumi juga kangen, Arumi dapat jaga malem. Tapi ternyata, ada Dokter magang yang salah masuk jam. Ya udah, Arumi minta pulang.” Arumi langsung memeluk Aldo, dia sangat merindukan lelaki itu.
Aldo langsung tersenyum mendengar ucapan Arumi,” jadi kamu sengaja datang ke sini untuk, Mas, hem?” tanya Aldo.
Arumi langsung menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan, senyum Aldo semakin melebar.
“Mas, Arumi mau tanya. Mas punya uang dari mana bisa membeli rumah semewah ini?” tanya Arumi.
“Warisan,” jawab Aldo singkat.
“Dari siapa?” tanya Arumi lagi.
“Dari Mommynya, Mas.” Aldo mengusap lembut pipi Arumi.
“Memangnya, Mas Aldo sudah ketemu sama Momnya Mas Aldo?” tanya Arumi.
“Sudah,” jawab Aldo.
“La—“
“Mas kangen banget, jangan nanya-nanya terus. Mas mau kiss boleh?” tanya Aldo penuh harap.
Arumi yang juga rindu, langsung menganggukkan kepalanya. Dia juga ingin merasakan manisnya bibir kekasihnya, dia ingin kembali merasakan pelukan hangat lelaki yang dia cinta.
“Boleh,” jawab Arumi.
Tanpa ragu, Aldo pun langsung menautkan bibirnya. Dia begitu bersemangat mencecap manisnya madu, dari bibir Arumi.
Tangan kanan Aldo mengelus lembut punggung Arumi, sedangkan tangan kirinya berada di depan mencari benda yang bisa dia remat.
Arumi begitu menikmati ciuman Aldo, bahkan dia sampai merintih. Aldo suka, Aldo semakin bersemangat.
Puas dengan bibir Arumi, Aldo langsung melepaskan tautannya. Dia memandang wajah Arumi dengan penuh gairah, dia memandang Arumi dengan hasrat yang seakan susah di tahan lagi.
“Kamu mau nginep?” tanya Aldo.
Tangan kanan Aldo mengusap pipi Arumi dengan lembut, hal itu membuat Arumi terlihat nyaman.
“He’em, boleh kan?” tanya Arumi.
Arumi langsung memeluk erat tubuh kekar Aldo, tak dapat dia pungkiri. Aldo yang mempunyai darah bule itu mempunyai tubuh yang proporsional, tinggi dan bentuk tubuhnya begitu sempurna.
Bahkan tonjolan di perutnya terlihat begitu indah, tentunya bukan tonjolan lemak. Namun maha karya Tuhan yang sangat sempurna.
“Boleh, boleh banget. Sini baring,” Aldo menepuk kasur yang sedari tadi mereka anggurin.
Arumi menururt, merekamerebahkan tubuh mereka. Saling memeluk dan saling menghangatkan.
Semakin lama berduaan dengan Arumi, membuat Aldo tak tahan. Dia langsung bangun dan mengurung pergerakan tubuh Arumi di bawah kuasanya.
“Sayang, Mas boleh ngga?” tanya Aldo dengan tatapan yang sudah dipenuhi kabut gairah.
Aldo yang sudah pernah merasakan nikmatnya memadu kasih terasa menginginkannya kembali.
Dengan Nyai Ratu saja sangat nikmat, pikirnya. Pasti akan lebih nikmat jika melakukannya dengan sang kekasih.
“Jangan, Mas. Mas dateng lagi ke rumah, lamar aku. Kalau sudah dapat restu, kita nikah. Baru, Mas boleh minta itu,” jawab Arumi.
Aldo langsung terlihat kesal, padahal hasratnya sudah sampai di ubun-ubun. Dia sudah tak bisa menahannya lagi,
“Tapi, Sayang. Dia sudah bangun, itu semua gara-gara kamu. Kamu kenapa ngga mau tanggung jawab?” tanya Aldo.
Arumi terlihat menyunggingkan senyuman, dia tak menyangka jika Aldo akan merajuk. Karena biasanya, Aldo'lah yang selalu melarangnya jika dia meminta.
“Aku tanggung jawab, kok. Tapi, pake cara yang lain. Mau?” tanya Arumi.
Aldo terlihat menautkan kedua alisnya, dia tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh kekasihnya.
“Memangnya ada cara yang lain?” tanya Aldo dengan wajah bingungnya.
Arumi langsung terkekeh. ”Ada, mau?”
Aldo langsung menganggukkan kepalanya, Arumi pun langsung mengelus lembut pipi Aldo.
“Kamunya tiduran, biar aku yang kerja.” Aldo menurut, dia langsung bangun dan turun dari tubuh Arumi dan merebahkan tubuhnya.
Arumi langsung bangun dan duduk di paha Aldo, dengan perlahan Arumi membuka kain penutup bagian bawah milik Aldo.
Arumi bisa dengan jelas, melihat milik Aldo yang terlihat sudah berdiri tegak.
Arumi juga bisa melihat dengan jelas, jika milik Aldo begitu besar. Arumi pun jadi bergidig dibuatnya, kala membayangkan milik Aldo yang masuk ke dalam kelembutan miliknya. Pasti akan terasa sesak dan penuh.
Tanpa Aldo duga, Arumi langsung menunduk dan memasukan milik Aldo ke dalam kelembutan bibir Arumi.
Milik Aldo langsung terasa memenuhi rongga mulut Arumi, bahkan Arumi hampir tersedak dibuatnya.
Sedangkan Aldo, langsung mengerang menikmati sensasi suguhan kenikmatan dari kekasihnya itu.
Aldo benar-benar tak menyangka, jika Arumi akan melakukan hal yang gila menurut Aldo.
Padahal Arumi masih perawan, tapi dia begitu lihai memanjakan miliknya. Bahkan, Aldo sampai menarik kain seprei. Karena dia tak mau, jika dia harus menarik rambut Arumi, dia takut menyakiti kekasihnya.
"Aduh, Yang!"
*
*
BERSAMBUNG....
Jangan lupa tinggalkan jejak, yes.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
🦋⃟ℛ★✞︎🍀ͷ𝜊ᷠͷͭαͭ🍀✞︎ༀ☘ ★ᴬ🎤🎧
Bagus kalau ayumi sadar dengan status mereka YG belum sah
2022-08-23
1
Emak Femes
aigoooooo
mas aldoooooh
🙈🙈🙈
2022-08-23
0
Emak Femes
wakwaaaaawwwww🙈🙈🙈
2022-08-23
0