Pemuja Nyai Ratu

Tangan wanita itu nampak mengelus dada Aldo dan wanita itu pun mendekatkan bibirnya ke cuping telinga Aldo. 

“Panggil aku, Nyai Ratu. Aku tahu, jika kamu saat ini sedang patah hati. Karena kamu tidak mempunyai harta, sehingga kamu ditolak oleh calon mertua kamu. Kamu di hina, di anggap sampah tak berguna.” Nyai Ratu mengusap dada Aldo sampai turun ke bawah. 

Aldo terkesiap, dia merasa heran. Kenapa wanita yang berada di depannya itu bisa tahu kalau Aldo memang sedang patah hati? 

Dia juga merasa heran, kenapa wanita itu tahu jika Aldo merasa terhina dengan penolakan yang dilakukan oleh pak Didi?

Aldo hanya bisa menatap wanita yang mengaku Nyai Ratu itu, dengan tatapan penuh tanya. 

Dia seperti orang yang ditepuk pundaknya dan terlihat linglung karena ternyata sudah terkena ilmu gendam.

“Jangan heran seperti itu, aku adalah Nyai Ratu. Aku tahu semua tentang dirimu dan aku bisa memecahkan masalahmu. Asal, kamu mau tidur denganku.” Nyai Ratu langsung menggigit cuping telinga Aldo. 

Aldo, langsung bergidik dibuatnya. Antara takut dan juga merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Luar biasa sekali wanita yang ada di hadapannya saat ini, tiba-tiba datang, menebak apa yang terjadi padanya dan bahkan dia datang dengan menawarkan solusi.

“Ma—maksudnya bagaiamana? A—aku tidak mengerti dengan apa yang kamu ka—katakan?” tanya Aldo tergagap, karena Nyai Ratu mulai meremat milik Aldo. 

“Jadilah pengikutku! Setiap bulan datanglah untuk tidur bersama denganku, maka kekayaan akan menjadi milikmu. Jangan lupa, bawakan aku tumbal setiap malam satu suro.” Nyai Ratu menempelkan tubuhnya, membuat Aldo meremang. 

Antara takut dan penasaran itulah yang Aldo rasakan saat ini, dia juga tentu saja merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh Nyai Ratu.

“Tu—tumbal apa?” tanya Aldo tak paham. 

Nyai Ratu pun menyeringai, pria perjaka di hadapannya sangatlah bodoh pikirnya. Tapi, dia suka akan hal itu.

“Bawalah anak perawan setiap tanggal satu suro. Agar aku tetap awet muda dan pastinya, harta yang akan aku berikan padamu akan lebih banyak lagi.” Nyai Ratu mulai membuka kain penutup bagian atasnya. 

Membuat benda padat yang belum pernah Aldo lihat, menyembul dari tempatnya. Mata Aldo langsung melotot seakan hampir keluar dari pelupuknya.

Nyai Ratu pun terlihat menyeringai licik, satu mangsa sudah dia dapatkan lagi, pikirnya.

“Lalu... aku harus apa sekarang?” tanya Aldo polos. 

“Puaskan aku dengan tubuhmu, maka aku akan memuaskanmu dengan harta yang melimpah. Apa lagi kamu masih perjaka, aku akan memberikan banyak uang untuk kamu.” Nyai Ratu kembali membuka penutup bagian bawahnya. 

Hal itu membuat milik Aldo meronta, seakan sudah tak sabar ingin bertamu ke sarang Nyai Ratu. 

“Ta—tapi aku tidak pernah melakukannya, aku tidak tahu bagaimana cara memuaskan Nyai Ratu. Aku juga takut tidak akan bisa membuat kamu senang,” ucap Aldo.

Dahi Aldo terlihat berkeringat, dia terlihat benar-benar gugup dan dia juga tak tahu dengan apa yang harus dia lakukan pada Nyai Ratu yang ada di depan matanya.

Aldo memang berkata tak tahu, namun semua itu tak sesuai dengan yang Nyai Ratu lihat.

Nyai Ratu langsung tersenyum melihat milik Aldo yang seakan tak sabar, untuk merasakan sesuatu yang sebentar lagi akan membuat Aldo melayang tak menjejak bumi. 

Dibukanya kain yang membalut tubuh Aldo, didorongnya tubuh Aldo, hingga dia pun tertidur di atas dipan yang akan menjadi saksi di mana, Aldo menjual keperjakaannya pada Nyai Ratu. 

Di mana Aldo bersedia menjadi budak dari Nyai Ratu. Di mana Aldo bersedia memberinya tumbal setiap malam satu suro dan di mana Aldo sudah siap memuaskan hasrat Nyai Ratu dalam setiap bulannya. 

Karena dengan Aldo yang mau melakukan tidur bersama dengan Nyai Ratu, itu artinya Aldo sudah Resmi menjadi budak dari Nyai Ratu.

Nyai Ratu langsung naik ke atas tubuh Aldo dan langsung menyatukan tubuh mereka. Aldo tidak tahu lagi apa yang terjadi setelah itu. 

Karena yang dia ingat, hanya suara nyanyian Nyai Ratu yang terdengar sangat merdu di telinganya. Goyangan pinggulnya pun begitu erotis, membuat Aldo serasa di bawa ke alam lain. 

Entah alam mana yang dia pijak malam ini. Aldo hanya ingat, dia suka saat Nyai Ratu membawanya terbang ke puncak Nirwana. 

Dia suka dengan arahan dari Nyai Ratu, karena jujur saja Aldo mang tak mempunyai pengalaman sama sekali untuk hal itu.

*/*

Pagi telah menjelang, langit yang malam terasa begitu pekat dan gelap telah berubah, berganti dengan cahaya matahari yang terasa menyilaukan mata. 

Hutan yang tadi malam terlihat begitu menakutkan dan penuh dengan misteri, kini berubah menjadi terlihat sangat indah.

Terdengar bunyi kicauan burung yang terdengar begitu indah dan memanjakan indera pendengaran. Terdengar pula bunyi air sungai yang letaknya tak jauh dari gubuk tersebut.

Aldo mulai menggeliatkan tubuhnya, dia langsung mengucek matanya agar bisa melihat dengan jelas. 

Tak lama Aldo terbangun, dia masih bingung dia sedang berada di mana. Namun, beberapa detik kemudian matanya terlihat membulat dengan sempurna kala melihat sekelilingnya.

Dia baru sadar jika dirinya berada di bawah tumpukan uang kertas berwarna merah, sangat banyak dan membuat dirinya sesak. Aldo pun jadi bertanya-tanya, dari mana asalnya uang tersebut?

"Uang? Uang apa ini? Kenapa banyak sekali?" tanya Aldo lirih.

Aldo kembali mengingat-ingat kejadian tadi malam, dia akhirnya tersadar jika dia sudah menjual keperjakaannya kepada Nyai Ratu.

Dia juga baru sadar, jika dia sudah menjadi pengabdi siluman. Pengabdi dari Nyai Ratu, Nyai Ratu yang berjanji akan menjamin seluruh kehidupannya, Nyai Ratu yang berjanji akan memberikan kekayaan tanpa batas padanya. 

Asalkan, dia menjadi pengikut setia Nyai Ratu. Yang terpenting, dia mampu menjadi pemuas napsu Nyai ratu dan mampu memberikan tumbal anak perawan setiap satu tahun sekali, di saat malam satu suro. 

“Ya tuhan, ampuni hamba. Akan tetapi, ini sudah terjadi, hamba tidak mungkin bisa mengubah keadaan,” kata Aldo. 

Aldo memegang uang itu, terasa sedikit kasar. Dia juga mencium bau tumpukan uang yang terlihat baru itu. 

Terasa wangi dan tentunya benar-benar memanjakan mata. 

Aldo segera bangun, dia mencari bajunya yang tadi malam dilempar entah kemana oleh Nyai Ratu. 

Setelah berpakaian lengkap, Aldo mulai menghitung jumlah uang tersebut. Akan tetapi, uang tersebut seakan tak terhitung jumlahnya. Karena uang tersebut ternyata begitu banyak. 

“Uangnya banyak banget, bawanya pakai apa?” tanya Aldo bermonolog sendiri, lalu seulas senyum terbit di bibirnya. “Tunggu aku Arumi, kita pasti akan menikah. Apa lagi, uang aku sekarang sudah sangat banyak,” kata Aldo.

*

*

BERSAMBUNG....

Jangan lupa like'nya....

Terpopuler

Comments

Yach Yulianah

Yach Yulianah

daripada sama nyai ratu kenapa GK sama Arumi aja ..begitulah setan

2024-09-13

2

🍭ͪ ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ 𝐙⃝🦜

🍭ͪ ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ印尼🇮🇩小姐ᗯ𝐢DYᗩ 𝐙⃝🦜

sayang sekali, Aldo... sungguh perbuatan yang tak terampuni, kamu mencari pesugihan itu.

2022-08-23

4

🦋⃟ℛ★✞︎🍀ͷ𝜊ᷠͷͭαͭ🍀✞︎ༀ☘ ★ᴬ🎤🎧

🦋⃟ℛ★✞︎🍀ͷ𝜊ᷠͷͭαͭ🍀✞︎ༀ☘ ★ᴬ🎤🎧

sudah terjerumus nggak mungkin kembali lagi 😯apa lagi tumbal gadis perawan

2022-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 Penolakan
2 Berjalan Tanpa Arah
3 Pemuja Nyai Ratu
4 Banyak Uang
5 Rumah Mewah
6 Gunjingan
7 Pindah Ke Rumah Baru
8 Kebersamaan
9 Pertemuan Terencana
10 Kecupan
11 Kedatangan Yuni
12 Cemburunya Arumi
13 Kesal
14 Rencana Jahat Aldo
15 Mendapatkan Apa yang Aldo Mau
16 Menaburnya
17 Berkilah
18 Datang Kembali
19 Mulut Dan Hati Yang Tidak Sama
20 Keanehan
21 Hal Gaib Itu Ada
22 Usaha Reihan
23 Semakin Menjadi
24 Incaran
25 Ketakutan
26 Bergidik
27 Ide Gila
28 Menemukan Mangsa
29 Menyerahkan Tumbal Pertama
30 Hampir Saja
31 Hari Ini
32 Pemakaman Meli
33 Nyai Ratu Dalam Tubuh Arumi
34 Tidak Ingat
35 Perasaan Arumi
36 Bingung
37 Ungkapan Reihan
38 Menjalankan Misi
39 Mimpi
40 Kiriman
41 Aldo Kepansan
42 Diobati
43 Manusia Taat Agama
44 Merasa kesal
45 Gamangnya Hati Seorang Bapak
46 Kecewanya Pak Didi
47 Stoke Ringan
48 Belum Mau Bicara
49 Kekesalan Aldo
50 Bingung
51 Merasa Sedih
52 Permintaan Reihan
53 Kepanasan Lagi
54 Pertimbangan
55 Bahagia Dalam Kesedihan
56 Curiga
57 Berkunjung
58 Madu Atau Ratu?
59 Takut
60 Paman Alan Berkunjung
61 Bingung
62 Kekesalan Aldo
63 Cemburu
64 SAH
65 Resepsi Pernikahan
66 Malam Pengantin 1
67 Malam Pengantin 2
68 Kecurigaan Arumi
69 Kesalnya Arumi
70 Aldo Kebingungan
71 Bahagia Atau Duka
72 Kecemburuan Nyai Ratu
73 Asisten Rumah Tangga
74 Mencoba Menghindar
75 Kedatangan Bi Inah
76 Buah Simalakama
77 Kehilangan
78 Mencari Tahu
79 Siapa Yang Sudah Tega?
80 Terdiam
81 Tinggal Di Rumah Mertua
82 Pengakuan Aldo
83 Kepanasan
84 Bantuan
85 Nasehat Pak Ustadz
86 Kebakaran
87 Rata Dengan Tanah
88 Semakin Lemah
89 Sudah Lebih Baik
90 Pulang Ke Rumah
91 Mencoba Melawan
92 Berserah Diri
93 Bagaimana Jika Aku Tidak Cantik?
94 Rencana Aldo
95 Dari Awal Lagi
96 Kata Yang Mengejutkan
97 Diterima
98 Buka Puasa
99 Merasa Lebih Baik
100 Meminta Maaf
101 Moment Kebersamaan
102 Hari Bahagia Reihan
103 Otewe
104 Melepas Masa Keprjakaan
105 Namanya Juga Hidup
106 Benarkah Itu?
107 Kabar Bahagia
108 Happy Ending
109 Pengumuman
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Penolakan
2
Berjalan Tanpa Arah
3
Pemuja Nyai Ratu
4
Banyak Uang
5
Rumah Mewah
6
Gunjingan
7
Pindah Ke Rumah Baru
8
Kebersamaan
9
Pertemuan Terencana
10
Kecupan
11
Kedatangan Yuni
12
Cemburunya Arumi
13
Kesal
14
Rencana Jahat Aldo
15
Mendapatkan Apa yang Aldo Mau
16
Menaburnya
17
Berkilah
18
Datang Kembali
19
Mulut Dan Hati Yang Tidak Sama
20
Keanehan
21
Hal Gaib Itu Ada
22
Usaha Reihan
23
Semakin Menjadi
24
Incaran
25
Ketakutan
26
Bergidik
27
Ide Gila
28
Menemukan Mangsa
29
Menyerahkan Tumbal Pertama
30
Hampir Saja
31
Hari Ini
32
Pemakaman Meli
33
Nyai Ratu Dalam Tubuh Arumi
34
Tidak Ingat
35
Perasaan Arumi
36
Bingung
37
Ungkapan Reihan
38
Menjalankan Misi
39
Mimpi
40
Kiriman
41
Aldo Kepansan
42
Diobati
43
Manusia Taat Agama
44
Merasa kesal
45
Gamangnya Hati Seorang Bapak
46
Kecewanya Pak Didi
47
Stoke Ringan
48
Belum Mau Bicara
49
Kekesalan Aldo
50
Bingung
51
Merasa Sedih
52
Permintaan Reihan
53
Kepanasan Lagi
54
Pertimbangan
55
Bahagia Dalam Kesedihan
56
Curiga
57
Berkunjung
58
Madu Atau Ratu?
59
Takut
60
Paman Alan Berkunjung
61
Bingung
62
Kekesalan Aldo
63
Cemburu
64
SAH
65
Resepsi Pernikahan
66
Malam Pengantin 1
67
Malam Pengantin 2
68
Kecurigaan Arumi
69
Kesalnya Arumi
70
Aldo Kebingungan
71
Bahagia Atau Duka
72
Kecemburuan Nyai Ratu
73
Asisten Rumah Tangga
74
Mencoba Menghindar
75
Kedatangan Bi Inah
76
Buah Simalakama
77
Kehilangan
78
Mencari Tahu
79
Siapa Yang Sudah Tega?
80
Terdiam
81
Tinggal Di Rumah Mertua
82
Pengakuan Aldo
83
Kepanasan
84
Bantuan
85
Nasehat Pak Ustadz
86
Kebakaran
87
Rata Dengan Tanah
88
Semakin Lemah
89
Sudah Lebih Baik
90
Pulang Ke Rumah
91
Mencoba Melawan
92
Berserah Diri
93
Bagaimana Jika Aku Tidak Cantik?
94
Rencana Aldo
95
Dari Awal Lagi
96
Kata Yang Mengejutkan
97
Diterima
98
Buka Puasa
99
Merasa Lebih Baik
100
Meminta Maaf
101
Moment Kebersamaan
102
Hari Bahagia Reihan
103
Otewe
104
Melepas Masa Keprjakaan
105
Namanya Juga Hidup
106
Benarkah Itu?
107
Kabar Bahagia
108
Happy Ending
109
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!