Siang itu terasa terik. Kakinya yang sakit sebelumnya kini telah terbalut oleh sepatu yang ia ambil atau dalam bahasa kasarnya ia curi tadi saat tahu kondisinya tak memungkinkan untuk di bawa menuju pemukiman.
Belum terlalu jauh berjalan, matanya menangkap seekor kuda hitam yang berukuran lebih besar dari pada kuda pada umumnya dan terlihat gagah dengan rambut lebatnya yang panjang berkilau, entah dari mana asalnya. Tapi, yang pasti Ryura yakin itu bukan milik korban rombongan pedagang yang malang itu. Karena, meski dari jauh ia bisa melihat sebagian kuda itu berbulu coklat dan berukuran normal pada umumnya.
Lagipula kuda yang saat ini Ryura lihat tidak sedang berada di jalan sepi di tengah-tengah hutan melainkan agak masuk dari sisi jalan ke hutan di sebelahnya dan sedang memakan rerumputan lebat di bawahnya.
Sebagaimana Ryura di kehidupan sebelumnya, seperti inilah dia di kehidupan sekarang. Dimana kuda itu sampai meringkik terkejut lantaran tak menyadari kehadiran seorang manusia yang tiba-tiba muncul dari arah belakangnya.
Ya, Ryura selalu muncul secara tiba-tiba membuat siapapun tak menyadari kehadirannya. Ini juga alasan ia di juluki 'Hantu Hidup'.
Kuda itupun ingin segera berlari pergi menjauhi Ryura, tapi sepertinya sesuatu yang tak biasa terjadi.
Sentuhan Ryura, menjinakkannya.
Kedua pasang mata itu saling tatap seolah saling menyelami kedalaman masing-masing dengan tangan Ryura yang bergerak mengelus bagian leher tegap kuda yang kini kepalanya perlahan menunduk seperti tengah menunjukkan rasa hormat.
Ryura hanya memiringkan sedikit kepalanya tanda heran saat melihat begitu mudahnya menundukkan seekor kuda di masa ini. Mengingatkan ia saat masih muda di dunia modern dulu, dimana ia dan kedua sahabatnya mengikuti les berkuda. Ia juga memilih kuda berwarna gelap, entah itu hitam atau cokelat tua. Walaupun ia lebih suka hitam.
Dan sama seperti sekarang ini, ia selalu bisa dengan mudahnya menjinakkan hewan yang di sentuhnya. Berbeda dengan kedua temannya yang butuh waktu, terutama Reychu lantaran sering bertingkah laku yang tidak-tidak membuat kuda yang ia tunggangi enggan di tunggangi olehnya.
"Kau kuda liar?" tanya Ryura meski tahu tak akan mendapat Jawaban layaknya manusia, ia tetap mengajaknya berbicara. Seperti di kehidupan sebelumnya, saat ini pun ia seperti bisa memahami apa yang hendak di sampaikan oleh hewan tersebut.
"Fheurrbb..." Kira-kira seperti itulah suara yang ia keluarkan hingga bibirnya ikut bergerak dan terlihat lucu, namun sayang itu pun tak membuat Ryura menarik barang sedikit saja sudut bibirnya.
"Lalu, apa yang kau lakukan di sini?" jedanya sambil terus menatap lamat kuda hitam nan gagah mempesona itu. "Tidak takut di buru?" tanyanya berlanjut.
Seolah mengerti, kuda itu malah mengangkat kepalanya yang sebelumnya menunduk sejajar dengan kepala Ryura dan bersikap hormat, kini kepala kuda itu mendongak angkuh seperti ingin memberitahukan pada Ryura bahwa ia tak bisa dengan mudah di buru.
"Benarkah?" tanya Ryura tak percaya walau masih memasang wajah poker face nya. Niatnya hanya ingin berbincang, entahlah ia sudah di buat jatuh hati pada pandangan pertama pada kuda di depannya.
"Tapi, sekarang kau sudah tertangkap olehku. Bagaimana?" tanyanya lagi dengan bersikap seperti seorang pemburu. Namun, pertanyaan itu justru membuat kuda tersebut kembali menunduk menatap dalam mata indah Ryura seperti pria yang berani memandang wanita langsung kematanya.
Bila berkata demikian, tentu saja jawabannya Ryura adalah ia tahu kuda di depannya adalah kuda jantan. Dan ia suka kuda jantan daripada betina.
"Fheurrbb..."
"..." tak ada sahutan dari Ryura. Ia diam setelah mendapat jawaban yang ia sendiri tak menyangka akan merasakannya. Dulu ia juga sering merasa seperti itu saat menghadapi apapun jenis hewan tapi tidak sampai semenakjubkan ini.
Perasaan takjub saat benaknya seperti dapat mengartikan suara tak jelas yang kuda itu berikan. Suara itu seolah berkata dengan tegas...
"Kau bukan pemburu dan aku merasakan itu!"
Ryura dan kuda itu di selimuti keheningan dengan pandangan mata yang tak mau lepas satu sama lain untuk beberapa waktu. Sampai suara Ryura mampu membuat kuda jantan hitam nan gagah itu meringkik senang mengangkat kedua kaki depannya hingga berdiri dengan kaki belakang saja.
"Furby! Itu namamu sekarang!" katanya tanpa aba-aba dan terdengar lantang walau di balut oleh suara bernada biasa khas Ryura Jenna. Nama yang muncul begitu saja setelah mendengar bagaimana kuda itu mengeluarkan suaranya.
Dengan raut tetap datar tanpa adanya ekspresi apapun yang tersirat, tapi tetap tak menutup kenyataan bahwa kuda hitam itu menyukai Ryura itu juga alasan mengapa ia teramat senang mendapatkan nama dari gadis manusia yang ia suka.
Kepalanya bergerak dan kaki-kakinya di hentakkan ke tanah dengan riang sebagai bentuk ungkapan ingin segera di tunggangi oleh Ryura. Ia sangat tidak sabar.
Tapi, kesenangan itu sirna saat ia tak kunjung mendapatkan balasan dari gadis manusia yang kini telah ia buat berada di sampingnya bermaksud memudahkannya untuk naik ke punggungnya.
Di tatap sendu wajah Ryura tapi tak juga membuat Ryura bergeming. Itu membuatnya terkesan tak punya perasaan di saat ada makhluk hidup lainnya menunjukkan rasa sukanya pada dirinya.
Lama hening.
"Kau ingin aku tunggangi sebagai apa?" tanya Ryura memecah keheningan mereka. Furby memandang bingung atas pertanyaan aneh gadis itu.
Tahu arti tatapan Furby, Ryura memperjelas walau secara singkat. "Majikan atau teman?" pertanyaan itu seketika memberi binar di mata hitam legam kuda jantan tersebut.
"Fheurrbb..." usai Ryura mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, ia pun segera menaiki punggung Furby dengan gaya kerennya yang jelas bukan di buat-buat hingga ia terduduk sempurna di atasnya dengan tegapnya.
Seraya memegangi rambut Furby karena tak ada tali kekangnya, ia berseru tenang namun pasti. "Ryura! Itu namaku! Kita berangkat sekarang!"
"HIKHIKHIKHIK..." mengangkat kaki depannya semangat lalu di hentak kuat dan langsung melaju cepat dengan gagah nan mempesona nya seolah ingin menunjukkan pada Ryura dia adalah kuda jantan liar yang amat istimewa.
Seandainya Ryura tahu ia adalah spesies kuda yang sangat di incar banyak orang terutama para bangsawan, bukankah seharusnya Ryura bangga dapat memilikinya. Tapi, setelah Furby lihat dan amati sosok Ryura secara singkat. Ia cuma punya satu kesimpulan, bahwa gadis itu tak akan terpengaruh oleh apapun sekalipun itu kuda istimewa sepertinya.
Walau sedikit kecewa, tapi satu hal yang ia suka dari Ryura. Gadis itu bukanlah manusia yang menganggap diri manusianya adalah makhluk berderajat tinggi. Itu terlihat jelas saat Ryura sendiri melontarkan dua pilihan yang tak pernah ia dengar dari manusia yang pernah di temuinya saat hendak menangkapnya. Kebanyakan dari manusia itu lebih sering menganggap hewan adalah makhluk yang amat hina hingga tak pantas di perlakukan terlalu istimewa selain di beri makan dan di mandikan hanya agar terawat, bagaimanapun manusia jaman kuno memanfaatkan kuda sebagai alat transportasi mereka.
Karena itulah Ryura berbeda. Membuat ia berjanji akan menemaninya dalam keadaan apapun selama hidupnya dan Ryura.
*Klotak!
Klotak!
Klotak*!
Suara kaki kuda yang melaju cepat berlalu bersama penunggangnya. Sesaat kemudian sesosok pria tampan keluar dari tempat persembunyiannya dengan senyum tak percayanya saat di suguhkan pemandangan yang tak terduga.
"Heh! Menarik! Tak ku sangka, gadis itu begitu mudahnya mendapatkan 'Kuda Bulan' itu." pria itu terkekeh miris untuk dirinya sendiri.
"Aku mengincarnya dari tempat yang jauh selama berhari-hari hingga sampai ke hutan ini dengan hati-hati agar aku tak ketahuan menyusup masuk ke wilayah kerajaan lain. Tapi, sampai di sini yang ku dapat hanya kesia-siaan. Gadis dan kuda itu sungguh membuatku kesal saja!" serunya menggeram menahan marah dengan tangan terkepal.
Seringai muncul setelahnya. "Aku sudah menandaimu gadis berwajah datar! Suatu hari nanti kita akan bertemu lagi. Dan saat itu tiba, aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku!" janjinya mantap.
"Walau akan sulit menghadapi mu. Mengingat kau cukup lihai dalam bertarung tadi. Sepertinya aku juga butuh persiapan untuk dapat mengalahkan mu karena kau bukanlah gadis yang bisa di remehkan, dan setelahnya aku akan merampas kembali 'Kuda Bulan' itu seperti yang kau lakukan pada para perampok tadi!" jelasnya yang ternyata ia adalah sosok misterius yang sempat menyaksikan aksi Ryura menghabisi para perampok saat perampok tersebut menghalangi jalannya.
Pria itu memang sudah lebih lama berada di sana hanya untuk mendapatkan seekor kuda yang di sebut dengan Kuda Bulan.
Kuda Bulan sendiri bukanlah kuda biasa. Itu adalah spesies kuda yang istimewa. Selain tubuhnya yang lebih besar dari kuda umumnya, kuda bulan juga memiliki kepekaan yang cukup kuat pada keseluruh inderanya sehingga ia tahu mana manusia yang baik dan tidak, ia juga bisa di andalkan dalam situasi apapun seperti mengamati keadaan sekitar apakah mengancam atau tidak.
Tapi entah mengapa kepekaannya tak berlaku untuk Ryura?!
Kuda Bulan juga kuda yang dapat memancarkan cahaya yang indah saat malam terlebih bila ia di terpa sinar bulan purnama. Kegagahan dan pesonanya tak dapat di ragukan lagi.
Kuda tersebut juga memiliki keistimewaan lain, seperti darahnya dapat di jadikan ramuan baik racun atau obat. Bahkan organ dalamnya pun dapat di manfaatkan untuk peremajaan kulit, terutama jantungnya dengan cara di makan mentah-mentah. Tak hanya peremajaan kulit, organ lain selain jantung juga dapat di jadikan obat untuk beberapa penyakit langka atau tak terdeteksi oleh ilmu medis jaman kuno ini. Termasuk penyakit yang disebabkan oleh sihir.
Karena konon katanya, Kuda Bulan adalah kuda ajaib. Kuda langka yang sangat sulit di temukan juga sulit di taklukkan. Bila di buru, baik dengan panah atau pedang tak bisa dengan mudahnya melukai kulit kuda tersebut, entah karena tebal atau ada sesuatu yang tak kasat mata melindungi nya.
Atau lebih jelasnya, karena ia bukanlah sembarang kuda.
Dan lagi, Kuda Bulan tidak mudah di kenali saat siang hari kecuali bagi mereka yang mengetahui ciri-ciri kuda tersebut, misalnya tubuhnya yang lebih besar dari kuda umumnya. Tapi, bila malam sangat jelas karena kilauan unik yang di milikinya.
Dan disinilah tanda tanyanya. Bila ia ikut dengan Ryura kemanapun, bukankah itu berarti ia juga akan muncul di manapun Ryura berada termasuk di keramaian saat malam sekalipun?!
Lantas bagaimana?!
***
Visual Cast untuk Furby
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 398 Episodes
Comments
Oi Min
Furby bner2 tampan dan gagah..... Keren
2022-09-04
2
Dewi Ansyari
Wah Ryura kamu hebat bisa mendapatkan kuda Bulan yg sudah banyak di buru oleh manusia👍👍👍👍🥰🥰🥰
2022-04-02
2
Lee Fay
Kek nya tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk suara sepatu kuda
2022-03-19
0