Hari ini Jeni berada di rumah,menemani sang raja yang akan bersiap-siap pergi, untuk urusan bisnisnya selama 3hari ke depan.
"Selama aku pergi,jangan keluyuran diluar.pulang ke rumah tepat waktu! "
"Jika ada hal yang membuatmu pulang telat infokan ke Elios!"
" Iya Tuan Muda, akan saya ingat pesan anda!"
Di antar oleh semua keluarga, Nathan dan Elios berangkat meninggalkan kediamannya menuju bandara.
"Jangan pikir kau bebas setelah suamimu pergi!"
Jeni berbalik dan menatap sang ibu mertua.
" Ibu, selagi aku mengikuti perintah suamiku,dan tidak melanggar aturannya.suamiku tidak akan marah!"
Jeni melangkah meninggalkan sang ibu mertua, yang selalu kalah jika adu argumen dengannya.Jeni menikmati waktunya di taman belakang,selama kurang lebih dari seminggu ini, ia belum pernah berkeliling rumah yang mewah itu. kini ia duduk di gozebo, menikmati pemandangan taman yang menyejukkan dan memanjakan pikiran dan matanya. Dilihatnya salah seorang pelayanan, sedang menyiram tanaman ,Jeni menghampirinya.
"Hai!",,sapa Jeni dengan ramah, dan yang disapa hanya menundukkan kepalanya.
" Selamat pagi Nona Muda,ada yang bisa saya bantu?"
Jeni hanya tersenyum, dan mereka mulai mengobrol, siapa sangka mereka berdua menjadi teman. Jeni merasa bahagia, karena ada manusia normal yang bisa diajaknya bicara. Karena cuaca mulai panas, Jeni kembali ke dalam rumah, ia pergi ke dapur dan membuat segelas jus untuk dirinya sendiri.
"Nona, biarkan saya yang membuatkan jus untuk anda!"
Seorang pelayan mendekat,ketika melihat Nona Muda mereka berada di dapur.
"Tidak apa,saya bisa membuatnya sendiri, lanjutkan saja pekerjaanmu!"
Perintah Jeni ,kepada pelayan itu. segelas jus yang nikmat dan segar telah ia buat, sambil menikmati jus buatannya, tanpa sengaja ia melihat adik iparnya.Tania duduk dengan buku yang berserakan dimeja, dengan kepala yang ia baringkan dimeja,sepertinya tania putus asa dengan tugas-tugas sekolahnya.
" Ada yang bisa aku,bantu adik ipar?"
Mendengar seseorang memanggilnya, Tania mengangkat kepalanya, dilihatnya kakak iparnya berdiri sambil membawa segelas jus ditangan.Tania menelan ludahnya, jus itu pasti terasa segar ditenggorakannya.melihat Tania yang diam tanpa merespon apapun,Jeni mengambil tempat disebelahnya,ia memperhatikan tugas sekolah adik iparnya itu.
"Jangan berlagak sok tau! ",, Tania mulai merapikan buku-bukunya.
" Bagaimana jika aku, bisa mengerjakannya?"
Tidak ada salahnya melihat kemampuannya.aku bisa menilai kemampuannya.
"Baiklah, jika kau bisa mengerjakannya, aku akan mengabulkan 1 permintaanmu!"
Mendengar ucapan Tania,Jeni hanya tersenyum. ia mengambil kembali Buku-buku ditangan Tania, dibaca dan dicermati nya tugas-tugas Tania. Jeni menjelaskan caranya dengan cara sederhana, yang dapat dimengerti oleh adik iparnya, Tania mengerjakan tugas sekolahnya sesuai petunjuk dan contoh yang diberikan Jeni. siapa sangka ternyata kakak iparnya ternyata jenius.
"Wah ternyata kau pintar juga! "
Yang dipuji tentu semakin membanggakan dirinya, dan mengatakan kepada Tania, jika ada tugas dan hal yang tidak ia mengerti,Jeni siap membantu.
" Baiklah sekarang katakan apa permintaanmu?"
"Panggil aku, kakak ipar mulai sekarang!"
Tania sesaat berfikir, dan mengerutkan dahi, sambil menatap Jeni yang sedang menunggu jawabannya.
" Aku tidak bisa!"
Tania mengambil jus,dan meminum jus yang dibuat Jeni sampai habis.
"Kenapa?"
" Aku akan memanggilmu kakak ipar, jika kak Nathan sudah menerimamu!"
Jeni tentu saja heran dengan pernyataan adik iparnya, bukankah sekarang ia adalah istri dari kakaknya, terus apa bedanya.
"Bukankah aku, sudah menjadi istri dari kakakmu. berarti kakakmu sudah menerimaku kan?"
Tania memandang Jeni prihatin, meski kakaknya memperlakukan dia dengan baik, tapi ia tahu kakaknya belum menerima Jeni di hatinya.
" Kau bodoh dan terlalu polos ,berapa usiamu hingga kau tidak mengerti!"
"Hei... Jangan membawa usia aku tidak bodoh!"
" Yah kau tidak bodoh,aku akui itu.tapi kau sungguh polos!"
Tania merapikan buku-bukunya, dan berdiri hendak meninggalkan Jeni.
"Karena kau sudah membantuku,aku akan memanggilmu kakak dulu tanpa embel-embel ipar! "
"Setelah kak Nathan menerimamu sepenuhnya, maka dengan segala hormatku, aku akan memanggilmu kakak Ipar!"
" Dan terimakasih atas jusnya!"
Tania tersenyum dan meninggalkan Jeni, yang masih bingung,dengan maksud adik iparnya itu.
Kitakan sudah menikah, berarti dia menerimaku kan, terus masalahnya dimana.
Jeni pusing sendiri jika memikirkannya,ia baru sadar akan sesuatu,yaitu jus buatannya yang telah habis diminum Tania.
"Hei kau...!,
Tidak ibunya, kakaknya dan sekarang dia semuanya sama saja, sangat menyebalkan, tapi ia cukup manis.
Jeni kembali ke dapur,membuat Jus untuk kedua kalinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 168 Episodes
Comments