Sore itu,adalah hari dimana Jeni dan Nathan,akan mengikat janji suci.ruangan yang telah didekorasi seindah mungkin,berbagai macam hidangan telah disediakan untuk para tamu.serta ruangan yang dijaga ketat,tidak ada reporter dan tamu yang diijinkan mengambil gambar. mereka dilarang masuk,sambil membawa ponsel mereka,privasi kedua mempelai sungguh dijaga.yang tidak mematuhi aturan dengan segera di eksekusi, atau lebih tepatnya di keluarkan dari ruangan itu.
Terlihat beberapa tamu sedikit kecewa,karena tidak memiliki kesempatan, untuk mengabadikan momen bersejarah itu.acarapun segera dimulai, Tuan Nathan berdiri di atas altar dengan jas putihnya, ia terlihat begitu tampan dan gagah saat ini, semua tamu wanita baik yang muda maupun yang sudah berumur, mengagumi ketampanannya. tak terkecuali Nyonya Sanjaya dan putrinya Lara ,yang begitu terpesona dan merasa marah akan dirinya, kenapa bukan dia yang dipilih melainkan saudari yang begitu dibencinya.
Suara musik mengalun merdu, menandakan sang pengantin wanita memasuki ruangan, Jeni menarik nafasnya berusaha tenang dan tersenyum.ia menjadi pengantin wanita yang cantik dan anggun mempesona,dengan balutan gaun putih yang memperlihatkan sedikit pundak putih mulusnya.ia berjalan dengan senyum menawan,mendekati sang pengantin pria.
Nathan terpaku melihat calon istri,yang semakin mendekatinya, ia begitu terpesona dan hampir tidak mengedipkan matanya saat memandang wajah cantik pengantinnya.dan ia tersadar ketika sang pendeta memintanya menjemput, dan menggenggam tangan pengantin wanita.
Janji suci pernikahan telah di ucapkan oleh ke duanya, dihadapan Tuhan dan para undangan,ke dua pengantin terlihat begitu serasi.tak henti-hentinya mereka mendapatkan pujian, dari para tamu, maupun dari kolega bisnisnya. pukul 9 malam acara pun selesai, dan berjalan dengan sangat baik. Melihat Jeni yang sudah mulai kelelahan , Nathan meminta Elios mengantarnya ke kamar yang telah disediakan.sesampainya dikamar nan mewah itu , Jeni melepas gaun pernikahannya, ia mandi dan membersihkan diri. sejenak ia melihat isi kamarnya yang begitu mewah, dan lengkap dengan berbagai fasilitasnya. karena kelelahan ia membaringkan tubuhnya, di ranjang berukuran king size itu, dalam hitungan menit ia sudah terlelap.
Didalam Ruangan lain kini duduk Nathan,Nonya Rika ibu dari Nathan dan Sang Adik Tania.tak lupa Elios yang selalu berada disamping Nathan, ia berdiri bagai patung yang tidak terlihat, sang ibu hanya mendengus kesal melihatnya.
"Nathan ibu tidak percaya dengan yang kau lakukan, apa kau mencintainya dan apa dia mencintaimu?"
Cerca sang ibu,yang tidak habis pikir dengan keputusan putranya.
" Ibu, cinta akan datang pada waktunya. dan aku sudah memilihnya, yang harus ibu lakukan sekarang adalah mendukungku!"
Dengan rasa kesal, dan masih diliputi rasa tidak percaya, sang ibu menarik tangan putrinya dan meninggalkan Nathan.Elios yang yakin akan keadaan Tuan Mudanya, yang sedang tidak baik-baik saja mulai mendekat.
"Apa Tuan Muda baik-baik saja?"
Tanya Elios ,yang membuat Nathan berbalik dan menatapnya.
" Aku baik-baik saja,tidak perlu mencemaskan ku!"
Nathan bangun dan beranjak pergi meninggalkan Elios.
"Istirahatlah,masih banyak yang harus kau kerjakan besok!"
Nathan menepuk pundak Elios,dan beranjak pergi.
"Selamat malam Tuan Muda!"
Elios menundukkan kepala, dan menatap kepergian sang Tuan Muda.Di dalam kamar dengan sedikit penerangan, Nathan mencari seorang yang kini telah menjadi istrinya,dilihatnya wanita itu telah tertidur pulas. Nathan memandangi wajah polos dan cantik itu,seulas senyum terukir di bibirnya, " Cantik",, setelah puas memandang wajah sang istri, Nathan menuju kamar mandi, setelah selesai dengan kegiatannya ia ikut merebahkan dirinya di samping sang istri.
Pagi menjelang Jeni membuka matanya perlahan-lahan, ia menatap aneh ruangan itu,ia ingat apa yang terjadi kemarin malam. ia kini telah menjadi seorang istri dari Tuan Muda Nathan, mengingat nama Nathan, ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.ada sesuatu yang menimpa perutnya,dan memeluknya, sontak ia membulatkan matanya dia melihat kearah perut,sebuah tangan kekar telah memeluknya.
Jeni memiringkan kepala,dilihatnya seorang pria tampan sedang tertidur pulas .sesaat Jeni menikmati pemandangan indah di pagi hari itu, sungguh siapa sangka, ia akan menikah dengan seorang pria tampan dan kaya raya, sungguh keberuntungan baginya.
"Sudah puas menatapku?"
Jeni yang kaget sontak bangun dan duduk, dengan perasaan gugup ia menatap wajah Nathan,yang masih terlihat mengantuk.
" Anda sudah bangun? ,Maaf saya tidak berani membangunkan anda!"
Nathan hanya menatapnya, kemudian ia turun dari ranjang. dan menuju kamar mandi.
"Siapkan air hangat aku ingin mandi!"
Dengan gelagapan , Jeni bangun dan menuju kamar mandi, menyiapkan apa yang Tuan Nathan perlukan.belum selesai ia menyiapkan air hangat, Nathan sudah masuk dan membuka kancing baju dan celananya. seperti sudah terbiasa dan tanpa tau malunya ia melenggang begitu saja, Jeni yang melihat hal itu untuk pertama kalinya merutuki kelakuan Tuan Nathan.
"Mataku telah ternodai hari ini",, pekiknya dalam hati.dengan pipi yang sedikit merona karena malu ia keluar meninggalkan Nathan yang tersenyum geli, seolah mendapat mainan baru, Nathan sengaja menggodanya agar bisa melihat bagaimana ekspresinya yang di anggap lucu oleh Nathan.
Diluar pintu, Jeni menenangkan dirinya. ia bisa mendengar degup jantungnya yang berbunyi keras,untung saja jantung ini kuat oceh nya,sambil menunggu Tuan Nathan selesai dengan urusan mandinya, Jeni merapikan tempat tidurnya.tidak berselang lama, yang ditunggu keluar dari kamar mandi, Tuan Nathan hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya, ia berjalan dengan santai melewati Jeni.
"Mandilah,bersihkan dirimu kita akan pulang!"
Jeni menganggukkan kepalanya, dengan cepat kilat ia berlari ke kamar mandi, dan membersihkan dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 168 Episodes
Comments
Gusti Kadek Wahyuni
seruuuu
2022-05-20
0
serina
next kak😄
2022-05-09
0