2 hari berlalu dari hari yang telah dijanjikan Tuan Nathan, pagi ini Jeni telah menerima pesan, yang berisi tempat dimana mereka bisa bertemu. dengan perasaan yang tak karuan,Jeni terpaksa datang. jika tidak mengingat sang ayah dan sahabatnya, ia tidak akan datang menemui sang Tuan pemaksa.
Kini Jeni berada di sebuah kafe, ia memainkan ponselnya untuk mengusir kejenuhannya.
"Selamat siang Nona Jenita! "
Jeni mengangkat kepala, dilihatnya Elios pria dingin kedua telah berdiri dihadapannya.
"Selamat siang Tuan Elios! "
" Panggil saja Elios Nona! "
"Iya! "
Pria berwajah Datar tanpa ekspresi itu, kini duduk dihadapannya, mengeluarkan sebuah map coklat yang membuat Jeni mengerutkan alisnya, ada apa lagi batinnya.
" Apakah anda tidak ingin memesan sesuatu?"
Dilihatnya pria didepannya hanya menatapnya sekilas, lalu melanjutkan aktifitasnya. Jeni hanya bisa tersenyum,menghilangkan rasa kesalnya.
"Ini adalah Aturan pernikahan!"
Elios menyodorkan beberapa lembar kertas, yang diterima Jeni,dengan rasa ingin tau yang besar. dikeluarkan dan dibacanya Lembar demi lembar, aturan pra nikah yang diberikan kepadanya.
" Apa ini?"
"Aturan pernikahan yang harus anda ikuti, semua tentang Tuan Muda sudah saya tuliskan di sana. saya berharap anda menghafalnya, dan jangan membuat kesalahan, karena itu akan menyulitkan saya! "
Apa maksud semua ini,dia ingin aku mengikuti aturan-aturan aneh ini.
Jeni memijat keningnya, dan mencerna semua ucapan Elios, serta aturan yang tertulis di kertas yang ia pegang.
" Jadi maksud anda,saya harus mengikuti semua aturan yang telah tertulis disini?"
"Benar Nona!"
apa ini ,aku tidak boleh mencampuri urusan pribadinya, aku harus selalu ada saat dia membutuhkanku, dan dia tidak akan mencampuri urusanku juga, apa hal pribadiku juga termasuk,apa sebaiknya aku bertanya? Rancaunya dalam hati
" Disini tertulis, saya tidak boleh ikut campur urusan pribadinya begitu juga sebaliknya, jadi saya boleh kencan dengan pria lain?"
"Untuk hal itu, sebaiknya anda berfikir 100x sebelum melakukannya Nona!"
" Tuan mu tidak akan mengetahuinya,jika aku berhati-hati,lagipula kami tidak akan mencampuri urusan pribadi masing-masing!"
Pria yang ada dihadapannya kini menatap Jeni, dengan pandangan yang mematikan,seolah mengatakan jangan pernah mencoba melakukan hal,yang akan mendatangkan masalah buatku.
" Bukankah anda baru putus, dari kekasih anda 7 bulan yang lalu,karena anda melihatnya berselingkuh?"
Mata Jeni melotot mendengar perkataan Elios, darimana manusia datar dan minim ekspresi ini tau, dan apalagi yang dia tau.Jeni menelan ludahnya, tidak percaya dengan yang di dengarnya.
"Saya mengetahui semuanya Nona, jadi jangan pernah melakukan hal menyulitkan untuk diri anda, maupun keluarga anda! "
Sebuah peringatan yang mematikan menurut Jeni,
dengan senyuman yang sedikit dipaksa, Jeni menganggukkan kepalanya.
" Akan saya ingat nasehat Tuan!"
Elios mengangkat sebelah alisnya, saat mendengar Jawaban Jeni.
"Sabtu depan acara pernikahan anda, dan saat itu saya harap anda bisa memanggilku Elios! "
Elios berdiri,kemudian meninggalkan Jeni yang tidak percaya sama sekali,dengan hal yang ia dengar.
Sabtu depan katanya, apakah semua orang kaya bisa melakukan hal mustahil seperti ini? orang-orang biasanya menyiapkan pernikahan mereka satu sampai dua bulan lamanya,tapi apa tadi katanya seminggu lagi.
"Aarrrgghhhhh",, Jeni berteriak, hingga membuat beberapa orang di kafe itu terkejut.
Jeni pulang ke rumah dengan langkah gontai, berbagai macam hal berputar-putar dikepanya. dari nasib pernikahannya kelak,calon mertua, bahkan sampai kehidupan mereka nantinya. ia melangkahkan kakinya ke kamar,tempat yang selama ini menjadi kamarnya.kamar yang tepat bersebelahan dengan kamar pelayannya,meskipun ia adalah anak kandung, dan anak pertama di rumah itu. tapi sang ayah tidak pernah perduli padanya, apapun yang dilakukan sang istri,sang ayah seperti menutup mata.yang dia tau, itulah cara sang istri mendidik anak-anaknya.
Kamar yang harusnya ditempati Jeni, kini ditempati saudari tirinya. saat ia mengalah,dan lebih memilih kamar lainnya,sang ibu malah memintanya tidur dikamar belakang. Jeni tidak berani melawan,yang bisa ia lakukan hanya menuruti kemauan sang ibu tiri.
"Darimana?"
Jeni menghentikan langkahnya,ia berbalik dan menatap sang ibu, yang sudah berdiri didepannya.
" Menemui calon suami! "
Sang ibu yang mendengar kata suami,memutar bola matanya.dia meminta Jeni,membantu para pelayanan di dapur untuk menyiapkan makan malam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 168 Episodes
Comments
Ricka Monika
berarti si jeni bodoh ya masa diperlakukan buruk sm mama tirinya diam saja tanpa ayahnya ketahui,walaupun ayahnya tdk mengetahui kelakuan istri nya kasih tau aja kenapa, biar bisa menilai ini ayah berguna tdk
2024-09-28
4