Pagi itu,Nathan sudah mendapatkan semua informasi, yang berkaitan dengan wanita yang ia temui di perjodohan.sungguh tidak disangka, wanita yang ia temui, adalah putri Tuan sanjaya. yang beberapa hari lalu,memohon bantuan padanya.dengan tersenyum, ia meletakkan kembali berkas itu di atas meja.
Jadi dia datang menggantikan sahabatnya,dan dia tidak tau,kalau dirinya juga dimanfaatkan oleh ayahnya.
"Hubungi Tuan sanjaya, katakan padanya aku akan membantunya.tapi sebagai gantinya,ia harus memberikan salah satu putrinya padaku!"
Dengan Ragu, Elios menganggukkan kepalanya, dan hal itu tak luput dari perhatian Nathan.
" Aku tau yang ada di kepalamu Elios, pergi dan lakukan apa yang aku minta!"
"Ini akan menjadi pernikahan, yang hanya sekali seumur hidup. aku tidak akan mempermainkan pernikahan! "
"Baik Tuan Muda! "
Elios pergi meninggalkan Nathan, yang mulai sibuk dengan berkas-berkas di atas mejanya. sementara itu, Elios menghubungi Tuan sanjaya, dan menyampaikan niatnya yang disambut antusias oleh Tuan sanjaya sendiri.
Sementara itu di toko Roti, Jeni sedang melayani beberapa pelanggan, dan dari jauh sang sahabat datang sambil melambaikan tangannya. ia duduk di kursi yang kosong sambil menunggu Jeni.
"Bagaimana kencan mu dengan kekasihmu?"
" ckckck,, seharusnya aku yang bertanya, bagaimana hasil dari perjodohan itu!"
Alis Jeni sedikit mengkerut, diingatnya kembali pertemuan mereka kemarin.
"Dia memang tampan tapi super dingin, dia hanya bicara saat akan meninggalkanku dan mungkin dia merasa jijik dan marah padaku!"
"Intinya aku sudah membuat pria itu,tak menghubungimu lagi aku jamin itu! "
"Uuhhh,,kau memang sahabat terbaikku, tapi aku penasaran apa yang kau lakukan?"
"Aku makan tanpa dipersilahkan, dan makan seperti Orang kelaparan!"
Sambil tertawa lepas,Jeni mengingat kembali ulahnya.Reni hanya bisa geleng-geleng kepala, dan ia menyerahkan amplop berisi uang sisa bayaran kepada Jeni.
"Aku memberimu lebih, karena aku yakin dengan usahamu",,sambil menepuk bokong jeni.
" Singkirkan tangan jahil mu dari bokongku,kau membawa bakteri!"
Jeni mengambil uang, dan tersenyum mengejek, meninggalkan Reni yang kesal karena kata-katanya.
"Kau pikir aku bakteri!"
Sore hari telah menjelang, Jeni bersiap pergi meninggalkan tokonya.setelah menerima panggilan telepon dari sang Ayah, ia hanya bisa menduga-duga,apa yang akan ayahnya bicarakan. mengingat selama ini, ia tak pernah dekat dengan ayahnya.sesampainya di rumah sang ayah, ibu dan juga adiknya sudah menunggu diruang tamu, tentu saja hal itu membuat perasaannya menjadi tak enak.
"Duduklah, ayah ingin membicarakan hal penting denganmu! "
Jeni mulai gelisah, ia yakin akan terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan.
" Menikahlah dengan Tuan Nathan, pemilik kerajaan bisnis Emperor Group!"
Jedar, bagai disambar petir Jeni kaget mendengar permintaan sang ayah.
"Aku tidak mau, kenapa ayah memintaku menikah dengannya, sedangkan ayah tak hanya memiliki seorang putri!"
"Masih ada Lara,yang bisa ayah nikahkan.aku tidak mengenalnya dan aku tidak mau!"
Jeni berteriak dan menentang keinginan sang ayah,permintaan sungguh tidak disangka oleh Jeni.
" Tuan Nathan menginginkan dirimu,bukan Lara!"
Tuan sanjaya, menatap lembut Jeni dan menurunkan intonasi suaranya, yang tadinya sedikit keras.
"ayah mohon, jika kau tidak mau menikah dengannya, kita akan bangkrut. kita tidak akan memiliki apapun lagi,kita akan hidup susah Jeni! "
"Dari dulu aku selalu hidup susah ayah, aku bahkan bekerja untuk biaya sekolahku sendiri! "
" Jeni! "
Sang ibu mulai menyela,ia tak ingin sang suami mengetahui apa yang sebenarnya terjadi selama ini.
"Bantulah ayahmu,anggaplah ini sebagai balasan dari kami,yang telah membesarkan mu!"
"Ayahmu tak pernah meminta apapun darimu,bukankah ini bagus untukmu juga. calon suamimu orang terkaya di kota ini! "
Jeni tersenyum kecut mendengar perkataan sang ibu tiri, bukannya membela sang Ayah hanya terdiam. membuat dada Jeni semakin sesak.
Balasan dari membesarkan dan merawat ku? bukankah itu tugas kalian sebagai orang tua, dan apakah Ayah tau, kalau selama ini aku harus bekerja paruh waktu untuk biaya sekolahku.
Jeni hanya bisa menjerit didalam hati,
Sang Ayah yang melihat putrinya terdiam. mendekat dan menggenggam tangannya, hal inilah yang selalu diharapkan oleh Jeni,perhatian dan kasih sayang ayahnya.yang tak pernah ia dapatkan,semenjak ibu tirinya datang ke rumahnya.
"Ayah mohon padamu, temui Dia dan buatlah dia menikahi mu, ayah mohon!"
Jeni berusaha menahan air matanya,tidak ia sangka ayahnya akan meminta hal yang sungguh sangat sulit diterima olehnya.karena iba kepada sang ayah, meski marah dan kecewa pada sang ayah,Jeni hanya mampu berdiam diri.Jeni membenci sikap hangat sang ayah hari ini,yang bersikap baik saat Dia kesulitan.Jeni pun akhirnya menganggukkan kepalanya, dan bersedia menemui Si Tuan Penolong, dengan senyum bahagia sang Ayah memeluk Jeni putrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 168 Episodes
Comments
Denita Kholifatun nisa
Lv 4💜💜
2023-08-21
0
Gusti Kadek Wahyuni
💕😊
2022-05-20
0
Astriyanti
💜💜
2022-05-13
0