chapter 2

Diruang makan Hera sudah sejak tadi menunggu kedua putri kembarnya itu

"udah turun sini sarapan dulu abis itu langsung berangkat ke sekolah"kata Hera melihat kedua putrinya sambil tersenyum yang langsung di jawab anggukan oleh Aurel dan Ariel dan keduanya langsung duduk di kursi yang mengelilingi meja makan,ketiganya pun mulai sarapan dengan lahap.

Aurel melihat ke kiri kanan dan sekelilingnya ia tidak melihat keberadaan sang papa,ia langsung bertanya ke mamanya

"Ma,kok papa gak ikut sarapan" tanya nya

'iya ma papa kemana"sambung ariel yang juga menyadari bahwa ia belum melihat sang papa sejak tadi.

"oh,papa kalian tadi udah berangkat pagi pagi soalnya ada meating pagi di kantor katanya" jelas Hera menjawab pertanyaan the twin.

"oh"jawab keduanya bersamaan.

"o..iya kata papa kalian lusa kalian berdua bakal pindah ke indonesia".kata Hera kepada kedua putrinya.Sontak mendengar perkataan sang mama keduanya sangat terkejut dan syok gimana enggak kaget plus syok coba orang mama mereka kasih tau nya tiba tiba dan mendadak lagi gak ada angin gak ada hujan.

"Lah,kok pindah sih?rere gak mau malah mendadak lagi"kata aurel menolak untuk pindah.

"riri juga gak mau"sambung ariel mendukung saudarinya itu.

"Gak boleh nolak,ini udah keputusan mama sama papa dan gak bisa dibantah lagi".Jelas Hera sang mama tegas.

"tapi ma di sinikan asik"kata ariel

"iya teman teman nya rere sama riri juga disini semua"sambung aurel.

"pokok nya kalian pindah ke indo titik! soal teman teman kalian,kalian ajak aja mereka ikut kalau mau ntar mama sama papa yang bilang ke orang tua mereka".jelas sang mama lagi.

"iya ma"jawab aurel dan ariel serentak,akhirnya mereka mengalah dan setuju dipindahkan ke indonesia,orang sedari awal sebenarnya mereka tau sifat dan watak kedua orang tua mereka kalau udah mengambil keputusan,gak mungkin bisa dibantah oleh siapa pun.Ya walaupun seperti itu mereka tetap saja mencoba toh diterima atau enggak nya urusan belakangan,dan mereka juga mengerti dan sangat paham bahwa orang tua mereka juga pasti punya maksud dan tujuan tertentu yang baik serta tidak akan membiarkan mereka berdua menjadi kesulitan ataupun kerepotan karenanya.

"yau dah sana berangkat sekolah ntar telat lagi"kata sang mama."siap"jawab keduanya serentak,mereka langsung berpamitan dan berangkat ke sekolah menggunakan mobil milik ariel.Keduanya memang sepakat untuk menggunakan satu mobil agar lebih mudah dan kali ini giliran ariel yang menyetir.

Mobil keduanya melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi menuju sekolah.Sesampai disekolah mereka memarkirkan mobil mereka diparkiran,disisi lain di daerah parkiran tampak dua murid perempuan yang sedari tadi mengeluh merasa lega akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga.Sikembar langsung turun dari mobil mereka langsung berjalan menuju dua teman mereka yang sedari tadi menunggu mereka.

"Lama amat sih kalian berdua,kaki gue pegel tau ga berdiri mulu dari tadi"gerutu shasa sedikit kesal.

"Bener tuh apa yang di bilang shasa,kalian tumben datang nya lama sih"tambah kayla teman mereka juga.

"Hehe...sorry,soalnya tadi kita bangun nya agak lama,trus pas sarapan harus diskusi keluarga dulu makanya tambah lama"jawab aurel memberikan penjelasan ke kedua temannya itu,"lagian kalian ngapain juga nungguin kita di tengah parkiran gini sambil berdiri pula kayak gak ada kerjaan aja,kalian kan bisa nungguin kita sambil duduk di kursi taman dekat parkiran sekolah"lanjut aurel kepada sahabat 2 nya itu.Sedangkan ariel sedari tadi hanya diam memperhatikan kakak kembarnya dan sahabat 2nya dan sekali kali mengangguk untuk membenarkan perkataan aurel.

"iya juga ya,kok kita bego amat sih sampe gak kepikiran."kata shasa yang memasang tampang

berpikir sambil menggaruk tengkuk nya yang gak gatal sama sekali.

"LO aja kali yang bego gak usah bawa-bawa gue juga"sanggah kayla yang gak terima ikut dibilang bego oleh shasa sahabatnya itu.

"ya udah deh,gak usah diperpanjang lagi mendingan kita ke kelas aja"kata ariel langsung melangkah menuju kelas mereka.Ariel yang sedari tadi diam akhir ikut angkat bicara,karena iya tau kalau dibiarin,keduanya sahabatnya itu gak akan berhenti adu bacot dan bakal susah berhentinya kecuali ada yang ngambek.

Mendengar perkataan ariel ketiganya langsung segera menyusul ariel yang terlebih dahulu menuju kelas.

sesampai dikelas

"sialan lo ri,malah ninggalin kita bertiga gitu aja"kata kayla segera setelah duduk di kursinya.

"tau tu,re liat tu kembaran lo"kata shasa dengan muka cemberut mengadu ke aurel.

"Lah gue aja ikut ditinggal,padahal gue kan kembarannya"saut aurel.

sedangkan ariel hanya mengangkat bahunya serta langsung memasang earphone di kedua telinganya untuk mendengarkan musik tampa ambil pusing dengan perkataan kedua sahabatnya serta kembaran nya itu.

"huh,dasar kutub udah mulai lagi dingin nya kayak kulkas 100 pintu" kata kayla dengan kesal karena tidak digubris oleh ariel.Aurel sendiri yang sudah sangat mengenal sifat kembaran sekaligus adik nya itu hanya memakluminya saja dan memilih duduk dikursinya.Lain hal nya dengan shasa yang lagi lagi memasang ekspresi berpikir sekaligus bingung.

"lo kenapa lagi" tanya kayla melihat ekspresi sahabat sekaligus teman sebangkunya itu

"jadi riri itu kayak kutub atau kulkas 100 pintu si

kay? tanya shasa dengan tampang polos polos bego

"lo dari tadi masang ekspresi gitu,cuma mikirin itu sha? tanya kayla tak habis pikir dengan shasa,iya sedetik kemudian langsung menyesal karena sudah serius mendengar kan sahabat nya itu.

"untung lo sahabat gue dari lahir sha,kalau nggak gue lindes lo atau nggak gue eksport lo ke amazon"kayla berkata dalam hati nya.

"shasa cantik,itu cuma ungkapan dan gak perlu lo pikirin sha"kata kayla sambil tersenyum paksa

"mendingan lo jadi anak baik perhatiin ke depan itu gurunya udah dateng,supaya otak lo tambah pinter ya"tambahnya pada shasa.

"oke kayla,shasa tau kok shasa kan pinter mendingan kayla juga perhatiin bu guru biar pinter kayak aku"jawab shasa lagi lagi dengan tampang polos,ingin rasanya kayla tampol tu muka.

"iya sha iya"jawab kayla dengan senyum pasrah."ingat la bunuh orang dosa,gak boleh lo anak baik"ucap kayla dalam hati.

"sabar ya kay,gitu gitu juga sahabat lo kan"ucap aurel yang sedari tadi memang mendengar percakapan kayla dengan shasa.

"iya re gue ma sabar orang nya,sekarang si gak tau nanti.Tapi btw dia juga sahabat lo ya"ucap kayla.Dan akhirnya mereka fokus dengan guru yang ada di depan mereka.

Episodes
1 chapter 1
2 chapter 2
3 chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Bab pengumuman
40 Chapter 39
41 Chapter 40
42 Chapter 41
43 Chapter 42
44 Chapter 43
45 Chapter 44
46 Chapter 45
47 Chapter 46
48 Chapter 47
49 Chapter 48
50 Chapter 49
51 Chapter 50
52 Chapter 51
53 Chapter 52
54 Chapter 53
55 Chapter 54
56 Chapter 55
57 Chapter 56
58 Pengumuman
59 Chapter 57
60 Chapter 58
61 Chapter 59
62 Chapter 60
63 Chapter 61
64 Chapter 62
65 Chapter 63
66 Chapter 64
67 Chapter 65
68 Chapter 66
69 Chapter 67
70 Chapter 68
71 Chapter 69
72 Chapter 70
73 Chapter 71
74 Chapter 72
75 Chapter 73
76 Chapter 74
77 Chapter 75
78 Chapter 76
79 Chapter 77
80 Chapter 78
81 Chapter 79
82 Chapter 80
83 Chapter 81
84 Chapter 82
85 Chapter 83
86 Chapter 84
87 Chapter 85
88 Chapter 86
89 Chapter 87
90 Chapter 88
91 Chapter 89
92 Chapter 90
93 Chapter 91
94 Chapter 92
95 Chapter 93
96 Chapter 94
97 Chapter 95
98 Chapter 96
99 Chapter 97
100 Chapter 98
101 Chapter 99
102 Chapter 100
103 Chapter 101
104 Chapter 102
105 Chapter 103
106 Chapter 104
107 Chapter 105
108 Chapter 106
109 Chapter 107
110 Chapter 108
111 Chapter 109
112 Chapter 110
113 Chapter 111
114 Chapter 112
115 Chapter 113
116 Chapter 114
117 Chapter 115
118 Chapter 116
119 Chapter 117
120 Chapter 118
121 Chapter 119
122 Chapter 120
123 Chapter 121
124 Chapter 122
125 Chapter 123
126 Chapter 124
127 Chapter 125
128 Chapter 126
129 Chapter 127
130 Chapter 128
131 Pemberitahuan
132 Chapter 129
133 Chapter 130
134 Chapter 131
135 Chapter 132
136 Chapter 133
137 Chapter 134
138 Chapter 135
139 Chapter 136
140 Chapter 137
141 Chapter 138
142 Chapter 139
143 Chapter 140
144 Chapter 141
145 Chapter 142
146 Chapter 143
147 Chapter 144
148 Chapter 145
149 Chapter 146
150 Chapter 147
151 Chapter 148
152 Chapter 149
153 Cahpter 150
154 Chapter 151
155 Pemberitahuan Updet
156 Chapter 152
157 Chapter 153
158 Chapter 154
159 Chapter 155
160 Chapter 156
161 Chapter 157
162 Chapter 158
163 Chapter 159
164 Chapter 160
165 Chapter 161
166 Chapter 162
167 Chapter 163
168 Chapter 164
169 Chapter 165
170 Chapter 166
171 Chapter 167
172 Chapter 168
173 Chapter 169
174 Chapter 170
175 Chapter 171
176 Chapter 172
177 Chapter 173
178 Chapter 174
179 Chapter 175
180 Chapter 176
181 Chapter 177
182 Chapter 178
183 Chapter 179
184 Chapter 180
185 Chapter 181
186 Chapter 182
187 Chapter 183
188 Chapter 184
189 Chapter 185
190 Chapter 186
191 Chapter 187
192 Chapter 184
193 Chapter 188
194 Chapter 189
195 Chapter 190
196 Chapter 191
197 Chapter 192
198 Chapter 193
199 Chapter 194
200 Chapter 195
201 Chapter 196
202 Chapter 197
203 Chapter 198
204 Chapter 199
205 Chapter 200
206 Penutup dan Cerita lainnya
Episodes

Updated 206 Episodes

1
chapter 1
2
chapter 2
3
chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Bab pengumuman
40
Chapter 39
41
Chapter 40
42
Chapter 41
43
Chapter 42
44
Chapter 43
45
Chapter 44
46
Chapter 45
47
Chapter 46
48
Chapter 47
49
Chapter 48
50
Chapter 49
51
Chapter 50
52
Chapter 51
53
Chapter 52
54
Chapter 53
55
Chapter 54
56
Chapter 55
57
Chapter 56
58
Pengumuman
59
Chapter 57
60
Chapter 58
61
Chapter 59
62
Chapter 60
63
Chapter 61
64
Chapter 62
65
Chapter 63
66
Chapter 64
67
Chapter 65
68
Chapter 66
69
Chapter 67
70
Chapter 68
71
Chapter 69
72
Chapter 70
73
Chapter 71
74
Chapter 72
75
Chapter 73
76
Chapter 74
77
Chapter 75
78
Chapter 76
79
Chapter 77
80
Chapter 78
81
Chapter 79
82
Chapter 80
83
Chapter 81
84
Chapter 82
85
Chapter 83
86
Chapter 84
87
Chapter 85
88
Chapter 86
89
Chapter 87
90
Chapter 88
91
Chapter 89
92
Chapter 90
93
Chapter 91
94
Chapter 92
95
Chapter 93
96
Chapter 94
97
Chapter 95
98
Chapter 96
99
Chapter 97
100
Chapter 98
101
Chapter 99
102
Chapter 100
103
Chapter 101
104
Chapter 102
105
Chapter 103
106
Chapter 104
107
Chapter 105
108
Chapter 106
109
Chapter 107
110
Chapter 108
111
Chapter 109
112
Chapter 110
113
Chapter 111
114
Chapter 112
115
Chapter 113
116
Chapter 114
117
Chapter 115
118
Chapter 116
119
Chapter 117
120
Chapter 118
121
Chapter 119
122
Chapter 120
123
Chapter 121
124
Chapter 122
125
Chapter 123
126
Chapter 124
127
Chapter 125
128
Chapter 126
129
Chapter 127
130
Chapter 128
131
Pemberitahuan
132
Chapter 129
133
Chapter 130
134
Chapter 131
135
Chapter 132
136
Chapter 133
137
Chapter 134
138
Chapter 135
139
Chapter 136
140
Chapter 137
141
Chapter 138
142
Chapter 139
143
Chapter 140
144
Chapter 141
145
Chapter 142
146
Chapter 143
147
Chapter 144
148
Chapter 145
149
Chapter 146
150
Chapter 147
151
Chapter 148
152
Chapter 149
153
Cahpter 150
154
Chapter 151
155
Pemberitahuan Updet
156
Chapter 152
157
Chapter 153
158
Chapter 154
159
Chapter 155
160
Chapter 156
161
Chapter 157
162
Chapter 158
163
Chapter 159
164
Chapter 160
165
Chapter 161
166
Chapter 162
167
Chapter 163
168
Chapter 164
169
Chapter 165
170
Chapter 166
171
Chapter 167
172
Chapter 168
173
Chapter 169
174
Chapter 170
175
Chapter 171
176
Chapter 172
177
Chapter 173
178
Chapter 174
179
Chapter 175
180
Chapter 176
181
Chapter 177
182
Chapter 178
183
Chapter 179
184
Chapter 180
185
Chapter 181
186
Chapter 182
187
Chapter 183
188
Chapter 184
189
Chapter 185
190
Chapter 186
191
Chapter 187
192
Chapter 184
193
Chapter 188
194
Chapter 189
195
Chapter 190
196
Chapter 191
197
Chapter 192
198
Chapter 193
199
Chapter 194
200
Chapter 195
201
Chapter 196
202
Chapter 197
203
Chapter 198
204
Chapter 199
205
Chapter 200
206
Penutup dan Cerita lainnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!