Ketegangan Calon Istri

Dince melihat celana yang dipakai oleh Adiva adalah celana jeans yang robek pada bagian dengkul, benar-benar tidak sopan dan Adiva terlihat seperti cewek-cewek preman atau cewek brekele yang sering bergentayangan di pinggir jalanan.

"Maaf beribu maaf pak. Pak Alzam ini kan idola saya, pak Alzam apa nggak salah pilih orang yang modelan tikar robek nan lusuh begini buat dijadiin istri? Masa pak Alzam mau sih kawin sama orang-orangan sawah ini?" protes Dince tidak terima jika idola gantengnya menikah dengan cewek yang nggak jelas seperti Adiva.

"Sudahlah, jangan banyak bicara Dince. Adiva, cepat kamu ikut Dince memilih gaun pengantin yang terbaik, pokoknya saya mau lihat kamu tampil sempurna!" titah Alzam seraya bersedekap dada.

"Baik kak." sahut Adiva lesu.

Adiva memutar bola mata malas karena harus satu ruangan dengan si kemayu rese ini, saat fitting gaun pengantin sesaat lagi. Beberapa saat kemudian saat mereka memasuki ruang fitting gaun, Adiva dipilihkan tiga macam gaun terbaik oleh Dince, semuanya adalah gaun pengantin yang mahal dan berkelas. Seperti yang biasa dipakai oleh perempuan-perempuan bangsawan saat momen sakralnya.

"Gimana kil, kamu mau pilih gaun pengantin yang mana?" tanya Dince malas, menatap Adiva saja ogah.

"Kil maksud lo apa?" tanya Adiva dari belakang Dince.

"Dekil dong, hehehe."

"Woy! Satu pukulan mendarat di muka lo yang sok cantik itu, mau!" sahut Adiva kesal.

Dince menggigit syal yang ia kenakan karena kaget dibentak sama Adiva

"Pakaian kamu kan seperti pakaian orang-orangan sawah, udah gitu bau keringet. Eh, yei nggak usah sok berani sama Dince! Jangan ngebentak Dince! Dince biar gini juga pemilik butik ini. Mama dari calon suami yei juga langganan sini. Yei tuh bukan levelnya Dince dan Dince jauh lebih layak bersanding dengan mas Alzam daripada yei! Huuh, baru kali ini ada preman masuk butik akika."

Dince berlagak sok karena merasa jauh lebih kaya daripada Adiva.

"Tapi calon suami gue bisa aja ratakan butik lo kapanpun dia mau! Tinggal gue ngadu pasti dia akan marah besar melihat calon istrinya ini diperlakukan sinis sama lo! Ngerti!"

Dince jadi gemetar ketakutan mendapat ancaman dari Adiva, Dince tidak ingin ladang penghasilan hancur. Kemudian Dince memutuskan akan bersikap berpura-pura manis saja di depan Adiva.

"Eh maafin Dince ya? Ampun, Dince janji ga julit lagi. Silahkan mbak yang cantik mau pilih gaun yang mana, tapi mbak buat ukur-ukur badan dulu yuk?"

"Jangan bilang gue cantik! Gue itu nggak suka dibilang cantik, ngerti lo!"

"Aduh, jadi serba salah deh Dince! Ini salah, itu salah. Capek deh..." keluh Dince seraya menepuk jidatnya.

Adiva melihat-lihat tiga gaun yang terpajang di sebuah manequin, sepertinya diantara ketiga gaun itu, sama sekali tidak ada yang membuat Adiva kepincut untuk memilihnya.

"Nggak mau tiga yang ini, gaunnya lebay semua!" tolak Adiva.

Dince mangap tidak terima karena karya besarnya dibilang lebay oleh Adiva? Karena kesal Dince berani menoyor kepala Adiva sampai Adiva hampir tersungkur ke belakang.

"Berani sekali yei bilang gaun buatan eyke lebay! Baru kali ini ada pengunjung yang bilang begitu! Memangnya yei mau gaun yang seperti apa hah? Gaun yang lebar sampai menutupi semua lantai ruangan kah? Dince carikan sekarang juga! Hellouw, Dince kesel, nggak betah kali lama-lama melayani situ!" sinis Dince.

"Idih, lo pikir gue juga mau kali ya fitting gaun pengantin disini? Masih banyak butik yang lebih berkelas kali! Kalau bukan kak Alzam yang ngajak, gue juga males kali."

Dince menjambak pelan rambut Adiva karena saking geramnya mendapati pengunjung yang rese seperti Adiva.

"Maunya apa sih!"

"Gue mau gaun pengantin yang simple, yang nggak ada rufflenya, bukan selera gue tahu nggak sih! Kalau perlu gue nikahan nanti pakai celana aja ya."

"OMG hello? Mana ada gaun pengantin buatan dince yang nggak ada rufflenya. Itu tuh tujuannya buat mempercantik gaun, gimana sih!"

"Yaudah gue pilih yang itu aja deh, yang bukan opsi dari lo! Yang rufflenya paling simple. Buruan ah jangan lama-lama!"  pinta Adiva memilih gaun yang tidak disodorkan oleh Dince.

"Kenapa bukan pilihan Dince saja? Kan itu tiga gaun yang terbaik? Tapi pilihan yei juga terbaik sih. Semua karya Dince terbaik!"

"Yaudah buruan!"

Perlahan Dince mulai mencopot gaun di manequin itu lalu memberikannya kepada Adiva, namun Dince menyuruh Adiva untuk mengukur badan terlebih dulu apakah gaun itu akan pas, kebesaran, atau kesempitan jika dipakai oleh Adiva.

Adiva tidak mau badannya diukur dulu, ribet! Adiva ingin langsung memakai gaunnya saat ini juga karena Adiva sudah tidak tahan di dalam butik terus satu ruangan dengan Dince. Adiva pergi kedalam ruangan ganti baju, akan segera berganti pakaian, Dince menunggu diluar tampak khawatir terjadi apa-apa dengan gaunnya karena sepertinya gaun itu terlalu mini jika dipasang di badan Adiva. Ukuran gaun itu cocoknya dipakai sama perempuan berbadan mungil.

Tak lama berselang Adiva keluar dari dalam ruangan ganti baju lalu menunjukkan penampilan terbarunya kepada Dince dengan ekspresi wajah yang malas.

"Nih udah gue pake! Ukurannya pas dan gue akan bilang ke kak Alzam kalau gue udah klop sama gaun yang ini, Dince!"

"Yakin ukurannya udah pas mbak?"

"Yakin dong!"

Adiva memutar badannya dengan gaya cantik lalu Adiva melebarkan kedua tangannya seolah membentuk sayap tapi tiba-tiba...

"Prepeeet..."

"Gaun kesayangankuuuuuu!" teriak Dince shock, sangat kencang sampai Alzam yang sedang menunggu diluar masuk kedalam ruangan fitting gaun.

"Ada apa sih? Teriakanmu kaya pakai mikrofon loh Dince!" tanya Alzam dengan nada tinggi.

"Itu sayang, gaun desain akika yang terbaik jadi robek gara-gara calon istri gila itu! Udah aku bilang jangan pakai gaun itu eh dia masih saja ngeyel, gimana dong sayang!!! Dince nggak mau rugi, hiks..." isak Dince manja di bahu Alzam.

Adiva menutup kupingnya karena tidak tahan mendengar bisingnya tangis Dince sementara itu Alzam tengah menatap nyalang kearah Adiva, kemudian Alzam menjanjikan kepada Dince akan segera mengganti biaya kerugian gaun yang robek gara-gara Adiva sebesar tiga kali lipat.

Satu jam kemudian Alzam dan Adiva keluar dari dalam butik Dince, mereka berdua sama-sama cemberut namun Adiva sudah mendapatkan gaun pengantin buat hari pernikahannya seminggu lagi.

Alzam dan Adiva lalu masuk kedalam mobil, ingin rasanya Adiva pulang saja ke rumah sekarang karena banyak pekerjaan rumah yang belum ia kerjakan, tapi Alzam belum mengizinkan Adiva untuk pulang saat ini.

"Jangan sekarang."

"Memangnya kakak mau mengajak gue kemana lagi?"

"Tentu saja saya akan memperkenalkan kamu ke mama dan adik saya Daffa."

"Hah? Tapi bukannya mereka sudah kenal gue ya kak?"

"Memperkenalkan kamu sebagai calon permaisuri, saya penasaran bagaimana tanggapan mereka ketika tahu kalau saya sudah punya pilihan sendiri."

Merasa deg degan? Itulah yang dirasakan oleh Adiva sekarang kala Alzam ingin memperkenalkannya kepada calon mertua dan adik ipar. Alzam bergegas melajukan mobilnya menuju hunian yang menjadi tempat tinggalnya selama ini.

***

Mama Linda sedang sibuk mewarnai kuku-kuku cantiknya di taman depan rumah, sembari duduk di kursi taman yang empuk, ditemani segelas jus alpukat yang menyegarkan dahaga.

Kehidupan mama Linda selalu bergelimang harta dari ia kecil, dirinya tidak pernah merasakan hidup serba kekurangan dan baginya, harta adalah nomor satu di dunia ini. Menjodohkan Alzam dengan wanita kaya adalah tujuan utamanya.

Episodes
1 Malam Tragedi Pembantaian
2 Duka Yang Mendalam
3 Pikiran Kacau
4 Rencana Perjodohan
5 Bertemu Calon Istri
6 Sebuah Tes Penentuan
7 Kemarahan Sang CEO
8 Menolak Perjodohan
9 Dilamar CEO Perfect
10 Menerima Lamaran CEO
11 Fitting Gaun Pengantin
12 Ketegangan Calon Istri
13 Kemarahan Calon Mertua
14 Lamaran Dari Laki-laki Lain
15 Perdebatan manja
16 Jelang Momen Sakral
17 Wanita Ular Mendatangi Pernikahan
18 Bersiap Menghadapi Mertua
19 Mama Mertua Marah
20 Malam Pertama?
21 Membalas Geng Sombong
22 Perkelahian Di Kampus
23 Pingsan karena ulah mertua
24 Kemarahan Suami
25 Makan Malam Bareng Mertua
26 Perang kecil menantu dan mertua
27 Karena istriku
28 Siksaan mama mertua
29 Belajar masak
30 Mama Mertua dan Suami marah besar
31 Getaran Cinta Mulai Datang
32 Rencana apalagi wahai mama mertua
33 Si Tomboy Jadi Putri Kerajaan
34 Pusat Perhatian Malah Mereka
35 Rasa Itu Menjadi Nyata
36 Drama Dua Wanita Ular
37 Pergi dari rumah?
38 Diary itu?
39 Liciknya Mama Mertua
40 Suami Idaman Banget Sih
41 Malam Pertama
42 Menampar Mama Jahat
43 Tantangan Pertandingan Merias Wajah?
44 Melawan Cewek Pembully Sombong
45 Persaingan Yang Sengit
46 Kekalahan Yang Mengejutkan
47 Hari Kebahagiaan Adiva
48 Mama Mertua Kembali Beraksi
49 Niat Mempermalukan Malah Dipermalukan
50 Hukuman Untuk Menantu Malang
51 Cinta Yang Semakin Nyata
52 Liburan Yang Hangat
53 Kemesraan Sepasang Kekasih
54 Rencana Tergelap
55 Hampir Mati Tenggelam
56 Marah Karena?
57 Hari Pernikahan Wanita Ular
58 Malam Pertama, Lagi
59 Si Menantu Pemalas
60 Digunjing Mertua
61 Mencari Diary Itu
62 Keberanian Menantu Tomboy
63 Mama Mertua Yang Tak Peduli
64 Mantan Pacar Wanita Ular
65 Menantu Licik Kepanasan
66 Kakak Beradik Kembali Akur
67 Hamil Diluar Nikah?
68 Dia Ingin Membunuhnya
69 Perdamaian Kedua Geng
70 Dikerjain Dua Wanita Ular
71 Bukan Menantu Menye-Menye
72 Rahasia Manis Menantu Pemberani
73 Bunuh diri?
74 Ketika Mama Mertua Mati Kutu
75 Perdebatan Mertua dan Menantu
76 Kabur Dari Laki-Laki Jahat
77 Dipermalukan Ibu-Ibu Galak
78 Pertikaian Dengan Mertua Lagi
79 Rencana Aborsi
80 Kesedihan Wanita Licik
81 Suami Bersikap Dingin
82 Kekocakan Suami Istri Goals
83 Rasa Perhatian Dibalas Dengan Kebencian
84 Perjuangan Tersembunyi
85 Ternyata Salon Ini Milik Menantu Miskin Itu
86 CEO tampan itu cemburu
87 CEO tampan yang membuat hatinya tersentuh
88 Bodyguard Untuk Istri Tercinta
89 Sekretaris Genit
90 Perasaan Tidak Enak
91 Teriakan Mengerikan
92 Diserang Psikopat Bayaran
93 Berusaha Selamat Dari Serangan Psikopat
94 Kegagalan Rencana Mama Mertua Jahat
95 Adiva Mau Bunuh Diri?
96 Rencana Penyelidikan Kematian
97 Perhatian Seorang Suami
98 Penjagaan Yang Berlebihan
99 Rencana Baru Pembunuh Bayaran Mama Mertua
100 Berhasil Melawan Pembunuh Suruhan
101 CEO Tampan Yang Tertuduh
102 Terbongkar Sudah Kejahatan Mama Mertua
103 Dipenjara Atau Tidak?
104 Memperkeruh Suasana
105 Diary Itu Ketemu
106 Situasi Yang Sulit
107 Polisi Yang Siap Menjemput Mama Mertua
108 Adiva Dipukul Oleh Daffa
109 Napi-Napi Kasar
110 Tahanan Yang Menyebalkan
111 Penderitaan Mama Mertua Di Penjara
112 Sekretaris Genit Berniat Mencelakai Adiva
113 Fitnah Yang Gagal
114 Amel Kesal Dengan Alzam dan Adiva
115 Pengen Rumah Baru Juga
116 Rumah Baru Yang Begitu Memukau
117 Amel Iri Melihat Rumah Adiva
118 Tuduhan Amel
119 Rumah Baru Amel
120 Tuan Rumah Stress
121 Adiva hamil
122 Adiva Menjenguk Mama Mertua Jahat
123 Baby Blues
124 Ayah Kandung Anak Amel Datang
125 Menantang Amel Tes DNA
126 Kecurigaan Alzam
127 Tetangga Baru
128 Rasa Cemburu Adivaa
129 Sosok Pak Nick Yang Mengerikan
130 Mama Mertua Ingin Bundir Dipenjara
131 Permintaan Konyol Mama Mertua
132 Mama Mertua Jahat Ingin Berubah?
133 Istri Orang Menginap?
134 Kekejaman Suami Jenna
135 KDRT
136 Malas Menjenguk Mama Mertua Jahat
137 Cemburu Oh Cemburu
138 Melabrak Suami Tetangga Yang Kejam
139 Diam-Diam Tes DNA
140 Perubahan Penampilan Adiva
141 Daffa Tahu Masa Lalu Amel
142 Hukuman Dari Daffa Untuk Amel
143 Berdebat Dengan Mantan Pacar Jahat
144 Berusaha Meraih Simpati Suami Lagi
145 Adiva dan Jenna Hampir Menabrak Amel
146 Amel Ingin Menyaingi Bisnis Adiva
147 Launching Mel's Beauty
148 Adiva Mau Melahirkan
149 Pak Nick Ingin Membunuh Adiva
150 Perjuangan Adiva Melahirkan Anaknya
151 Pak Nick Tertangkap
152 Orang Suruhan Pak Nick
153 Memberi Nama
154 Perkenalan Mama Linda dan Pak Nick
155 Kabur Dari Penjara
156 Bersembunyi Di Sebuah Tempat
157 Rencana Licik Mama Linda
158 Diserang Pencuri
159 Memburu Mama Linda
160 Usaha Kabur Dari Kejaran Polisi
161 Mama Mertua Yang Masih Berkeliaran
162 Mata Terluka Akibat Mama Mertua
163 Mama Linda Menyerang
164 Amel Diculik Mama Linda
165 Amel Tersiksa
166 Peristiwa Tragis Kematian Amel
167 Kekacauan Saat Pemakaman Amel
168 Mengamankan Diri Di Tempat Terpencil
169 Ternyata Mama Mertua Jahat Ikut
170 Menyusul Seorang Gadis Kedalam Hutan
171 Misteri Hilangnya Stok Makanan
172 Rencana Menghabisi Penghuni Kabin
173 Diserang Mama Linda
174 Nasib Malang Tiga Petugas Keamanan
175 Mama Linda Tertangkap!
176 Ada Pengkhianat!
177 Kebiadaban Penjahat
178 Semakin Menegangkan
179 Menang!
180 Alzam Menyalahkan Dirinya Sendiri
181 Tegang Saat Menyatakan Cinta
182 Kebaikan Hati Alzam dan Adiva
183 Hukuman Mati Untuk Mama Linda
184 Mama Linda Kabur Lagi
185 Ketakutan Alzam Yang Berlebihan
186 Penyesalan Mama Linda
187 Kebaikan Hati Nak Rey
188 Diam-Diam Pergi Dari Rumah
189 Membujuk Mas Alzam
190 Adiva Menghilang
191 Kembali Menerima Ibu
192 Daffa Sulit Untuk Menerima Ibunya Kembali
193 Ending
Episodes

Updated 193 Episodes

1
Malam Tragedi Pembantaian
2
Duka Yang Mendalam
3
Pikiran Kacau
4
Rencana Perjodohan
5
Bertemu Calon Istri
6
Sebuah Tes Penentuan
7
Kemarahan Sang CEO
8
Menolak Perjodohan
9
Dilamar CEO Perfect
10
Menerima Lamaran CEO
11
Fitting Gaun Pengantin
12
Ketegangan Calon Istri
13
Kemarahan Calon Mertua
14
Lamaran Dari Laki-laki Lain
15
Perdebatan manja
16
Jelang Momen Sakral
17
Wanita Ular Mendatangi Pernikahan
18
Bersiap Menghadapi Mertua
19
Mama Mertua Marah
20
Malam Pertama?
21
Membalas Geng Sombong
22
Perkelahian Di Kampus
23
Pingsan karena ulah mertua
24
Kemarahan Suami
25
Makan Malam Bareng Mertua
26
Perang kecil menantu dan mertua
27
Karena istriku
28
Siksaan mama mertua
29
Belajar masak
30
Mama Mertua dan Suami marah besar
31
Getaran Cinta Mulai Datang
32
Rencana apalagi wahai mama mertua
33
Si Tomboy Jadi Putri Kerajaan
34
Pusat Perhatian Malah Mereka
35
Rasa Itu Menjadi Nyata
36
Drama Dua Wanita Ular
37
Pergi dari rumah?
38
Diary itu?
39
Liciknya Mama Mertua
40
Suami Idaman Banget Sih
41
Malam Pertama
42
Menampar Mama Jahat
43
Tantangan Pertandingan Merias Wajah?
44
Melawan Cewek Pembully Sombong
45
Persaingan Yang Sengit
46
Kekalahan Yang Mengejutkan
47
Hari Kebahagiaan Adiva
48
Mama Mertua Kembali Beraksi
49
Niat Mempermalukan Malah Dipermalukan
50
Hukuman Untuk Menantu Malang
51
Cinta Yang Semakin Nyata
52
Liburan Yang Hangat
53
Kemesraan Sepasang Kekasih
54
Rencana Tergelap
55
Hampir Mati Tenggelam
56
Marah Karena?
57
Hari Pernikahan Wanita Ular
58
Malam Pertama, Lagi
59
Si Menantu Pemalas
60
Digunjing Mertua
61
Mencari Diary Itu
62
Keberanian Menantu Tomboy
63
Mama Mertua Yang Tak Peduli
64
Mantan Pacar Wanita Ular
65
Menantu Licik Kepanasan
66
Kakak Beradik Kembali Akur
67
Hamil Diluar Nikah?
68
Dia Ingin Membunuhnya
69
Perdamaian Kedua Geng
70
Dikerjain Dua Wanita Ular
71
Bukan Menantu Menye-Menye
72
Rahasia Manis Menantu Pemberani
73
Bunuh diri?
74
Ketika Mama Mertua Mati Kutu
75
Perdebatan Mertua dan Menantu
76
Kabur Dari Laki-Laki Jahat
77
Dipermalukan Ibu-Ibu Galak
78
Pertikaian Dengan Mertua Lagi
79
Rencana Aborsi
80
Kesedihan Wanita Licik
81
Suami Bersikap Dingin
82
Kekocakan Suami Istri Goals
83
Rasa Perhatian Dibalas Dengan Kebencian
84
Perjuangan Tersembunyi
85
Ternyata Salon Ini Milik Menantu Miskin Itu
86
CEO tampan itu cemburu
87
CEO tampan yang membuat hatinya tersentuh
88
Bodyguard Untuk Istri Tercinta
89
Sekretaris Genit
90
Perasaan Tidak Enak
91
Teriakan Mengerikan
92
Diserang Psikopat Bayaran
93
Berusaha Selamat Dari Serangan Psikopat
94
Kegagalan Rencana Mama Mertua Jahat
95
Adiva Mau Bunuh Diri?
96
Rencana Penyelidikan Kematian
97
Perhatian Seorang Suami
98
Penjagaan Yang Berlebihan
99
Rencana Baru Pembunuh Bayaran Mama Mertua
100
Berhasil Melawan Pembunuh Suruhan
101
CEO Tampan Yang Tertuduh
102
Terbongkar Sudah Kejahatan Mama Mertua
103
Dipenjara Atau Tidak?
104
Memperkeruh Suasana
105
Diary Itu Ketemu
106
Situasi Yang Sulit
107
Polisi Yang Siap Menjemput Mama Mertua
108
Adiva Dipukul Oleh Daffa
109
Napi-Napi Kasar
110
Tahanan Yang Menyebalkan
111
Penderitaan Mama Mertua Di Penjara
112
Sekretaris Genit Berniat Mencelakai Adiva
113
Fitnah Yang Gagal
114
Amel Kesal Dengan Alzam dan Adiva
115
Pengen Rumah Baru Juga
116
Rumah Baru Yang Begitu Memukau
117
Amel Iri Melihat Rumah Adiva
118
Tuduhan Amel
119
Rumah Baru Amel
120
Tuan Rumah Stress
121
Adiva hamil
122
Adiva Menjenguk Mama Mertua Jahat
123
Baby Blues
124
Ayah Kandung Anak Amel Datang
125
Menantang Amel Tes DNA
126
Kecurigaan Alzam
127
Tetangga Baru
128
Rasa Cemburu Adivaa
129
Sosok Pak Nick Yang Mengerikan
130
Mama Mertua Ingin Bundir Dipenjara
131
Permintaan Konyol Mama Mertua
132
Mama Mertua Jahat Ingin Berubah?
133
Istri Orang Menginap?
134
Kekejaman Suami Jenna
135
KDRT
136
Malas Menjenguk Mama Mertua Jahat
137
Cemburu Oh Cemburu
138
Melabrak Suami Tetangga Yang Kejam
139
Diam-Diam Tes DNA
140
Perubahan Penampilan Adiva
141
Daffa Tahu Masa Lalu Amel
142
Hukuman Dari Daffa Untuk Amel
143
Berdebat Dengan Mantan Pacar Jahat
144
Berusaha Meraih Simpati Suami Lagi
145
Adiva dan Jenna Hampir Menabrak Amel
146
Amel Ingin Menyaingi Bisnis Adiva
147
Launching Mel's Beauty
148
Adiva Mau Melahirkan
149
Pak Nick Ingin Membunuh Adiva
150
Perjuangan Adiva Melahirkan Anaknya
151
Pak Nick Tertangkap
152
Orang Suruhan Pak Nick
153
Memberi Nama
154
Perkenalan Mama Linda dan Pak Nick
155
Kabur Dari Penjara
156
Bersembunyi Di Sebuah Tempat
157
Rencana Licik Mama Linda
158
Diserang Pencuri
159
Memburu Mama Linda
160
Usaha Kabur Dari Kejaran Polisi
161
Mama Mertua Yang Masih Berkeliaran
162
Mata Terluka Akibat Mama Mertua
163
Mama Linda Menyerang
164
Amel Diculik Mama Linda
165
Amel Tersiksa
166
Peristiwa Tragis Kematian Amel
167
Kekacauan Saat Pemakaman Amel
168
Mengamankan Diri Di Tempat Terpencil
169
Ternyata Mama Mertua Jahat Ikut
170
Menyusul Seorang Gadis Kedalam Hutan
171
Misteri Hilangnya Stok Makanan
172
Rencana Menghabisi Penghuni Kabin
173
Diserang Mama Linda
174
Nasib Malang Tiga Petugas Keamanan
175
Mama Linda Tertangkap!
176
Ada Pengkhianat!
177
Kebiadaban Penjahat
178
Semakin Menegangkan
179
Menang!
180
Alzam Menyalahkan Dirinya Sendiri
181
Tegang Saat Menyatakan Cinta
182
Kebaikan Hati Alzam dan Adiva
183
Hukuman Mati Untuk Mama Linda
184
Mama Linda Kabur Lagi
185
Ketakutan Alzam Yang Berlebihan
186
Penyesalan Mama Linda
187
Kebaikan Hati Nak Rey
188
Diam-Diam Pergi Dari Rumah
189
Membujuk Mas Alzam
190
Adiva Menghilang
191
Kembali Menerima Ibu
192
Daffa Sulit Untuk Menerima Ibunya Kembali
193
Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!