Dari restoran, Lara langsung menuju rumah Davina. Dia begitu marah dan kekesalannya sudah sampai di puncaknya. Sesampainya di sana, security mempersilahkan Lara masuk karena mereka telah mengenal Lara.
Kemudian Lara masuk ke dalam rumah tuan Wilson. Dia langsung menuju ke ruang tengah di mana di sana terdengar orang sedang berbincang. Lara melihat Berly dan Davina sedang bercerita sambil tertawa.
"Kalian menertawakanku?" tanya Lara marah.
Davina dan Berly melihat ke arah Lara. Mereka tampak masih menahan tawanya ketika melihat Lara.
"Woooww ... Lihatlah, Mom. Ada pelacur cilik di sini," ucap Davina meledek dan membuat Berly tertawa kembali.
Lara yang marah langsung mengambil vas bunga di sebelahnya dan melemparnya tepat ke arah Davina.
"Aaaawww," Davina berteriak dan Berly tampak panik karena melihat darah keluar dari kepala Davina.
Lara menghampiri Davina dan menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai. Berly menarik tangan Lara agar menghentikan tindakan bar-barnya pada Davina. Berly berteriak memanggil security.
Lara mendorong tubuh Berly dan kemudian memukul wajah Davina bertubi-tubi hingga berdarah. Davina hanya bisa berteriak kesakitan karena Lara menyiksanya tanpa henti.
Tak lama kemudian, 2 petugas security datang dan mengangkat tubuh Lara dari atas tubuh Davina.
"Aku akan menyiksamu, Davina. Kau akan mati di tanganku!!!" teriak Lara.
"Dasar gadis gila!!! Aku akan melaporkanmu pada polisi!!" Berly juga berteriak membalasnya.
"Laporkan saja. Aku tak takut padamu. Tapi sebelum itu aku pastikan kau tak akan lepas dari siksaanku!!" ucap Lara dengan penuh dendam.
Davina masih berteriak kesakitan karena wajahnya babak belur akibat di pukul oleh Lara.
"Ada apa ini?" tanya Harlow terkejut melihat hal ini.
"Gadis gila itu memukul Davina. Lakukan sesuatu, Sayang," ucap Berly yang kini memeluk Davina yang kesakitan.
"Apa yang kau lakukan, Lara?" tanya Harlow sedikit membentak karena melihat Lara yang tampak sangat marah.
"Lepaskan dia," lanjut Harlow pada kedua securitynya.
"Davina sudah membuatku dikeluarkan dari kampus dan juga pekerjaanku, Paman. Dia menjebakku dengan memotretku bersama pria asing dan mengunggahnya ke internet," jawab Lara dengan emosi.
"Apa???" Harlow terkejut mendengar hal itu.
"Apa itu benar, Davina?" tanya Harlow tegas.
"Sayang, seharusnya kau membela anakmu. Bantu dia dan bawa ke rumah sakit. Dia kesakitan," kata Berly yang masih memeluk putri kesayangannya itu.
Harlow merasa bingung dan akhirnya memutuskan membawa Davina ke rumah sakit terlebih dahulu tetapi Lara mencegahnya.
"Selesaikan hal ini terlebih dulu. Aku tak akan membiarkan kalian pergi sebelum memperbaiki apa yang telah dirusak oleh Davina," marah Lara.
"Lara, Davina bercucuran darah. Paman akan membawanya ke rumah sakit terlebih dulu," ucap Harlow yang menggendong Davina.
"Tidak boleh, paman tak boleh membawanya," Lara bersikap kekeh.
"LARA!!!" bentak Harlow akhirnya.
"Paman memiliki anak yang sangat kejam dan kekejamannya itu telah membuatku kehilangan semua impianku," bentak Lara juga.
"Aku akan mengurusnya nanti. Sekarang biarkan aku pergi mengantar Davina," kata Harlow.
"Apa yang akan paman lakukan pada anak kesayangan paman itu? Melindunginya?" tanya Lara dengan tatapan dinginnya.
"Aku akan berlaku adil, Lara," jawab Harlow.
"Meskipun harus melaporkannya ke polisi? Apa paman bisa melakukan hal itu?" tanya Lara lagi.
Harlow terdiam dan langsung membawa Davina keluar dari rumahnya. Kedua security itu memegang tangan Lara karena Lara ingin tetap menghentikan langkah Harlow.
"Aku tahu kau tak akan bisa melakukan hal itu, Paman. Kau selalu melindungi anak manjamu yang jahat itu!!!" teriak Lara dan Harlow mendengar hal itu. Dia merasa dilema atas semua yang terjadi pada Lara.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 138 Episodes
Comments
Warni Arni
Lebih baik kau membunuhnya
2025-01-22
0
Neng Luthfiyah
ikut kesel
2024-11-26
0
Ds Phone
anak kau memang jahat
2024-09-09
1