Hari ini Oryza telah dipersilahkan untuk pulang ke rumahnya. Rasanya Oryza sudah tak sabar lagi tiba di rumah mereka, untuk apalagi kalau bukan untuk menemui kedua buah hatinya tercinta. Sebenarnya terbesit rasa enggan untuk kembali ke rumah itu sebab rumah itu penuh kenangan indah dirinya dengan calon mantan suaminya.
Ya, Oryza telah bertekad kuat untuk berpisah. Dia takkan sanggup mempertahankan biduk rumah tangga yang telah nyaris karam. Dia bukanlah orang suci yang mampu berbagi. Poligami memang diizinkan tapi bukan seperti ini caranya. Apalagi Hendrik memulainya dengan cara yang menjijikkan, menikah karena terpergok di sebuah kamar hotel. Apalagi yang dilakukan sepasang laki-laki dan perempuan di sebuah kamar hotel kalau bukan untuk melakukan zina sebab saat itu mereka tidak memiliki ikatan resmi sama sekali.
Perempuan baik mana yang dengan senang hati membuka selang kangannya pada lelaki yang berstatus suami perempuan lain? Perempuan baik mana yang tega merebut seorang suami dari perempuan lain? Perempuan baik mana yang tega merebut seorang ayah dari anaknya? Itu bukanlah ciri perempuan baik-baik. Dan perempuan baik mana yang tega merusak rumah tangga wanita lain dengan alih-alih ikhlas jadi yang kedua, sedangkan diam-diam ia telah mengeksploitasi sang laki-laki dari istri dan anak-anaknya.
Oryza menghela nafas panjang. Mertuanya yang duduk di sampingnya hanya bisa terdiam, memberi waktu untuk sang menantu agar lebih tenang. Oma Neni sebenarnya juga bingung bagaimana cara meyakinkan menantunya agar tau kalau hanya ia satu-satunya menantu kesayangannya.
Oma Neni sibuk berpikir bagaimana meyakinkan menantunya kalau hanya ia satu-satunya menantu kesayangannya, tapi ia tidak terpikir kalau menantunya pun menginginkan menjadi wanita satu-satunya di dalam hidup anaknya. Satu-satunya pendamping yang kelak menemani hingga akhir masa.
"Sudah sampai, Bu," ujar sopir Oma Neni saat mobil mereka telah tiba di carport.
Lantas Oryza pun menghela nafas panjang lalu turun dari dalam mobil dengan jantung yang berdebar kencang. Entah perasaan apa ini, mengapa tiba-tiba saja perasaannya merasa tak nyaman.
"Za, ayo masuk! Ngapain kamu bengong di sini," ujar Oma Neni menyadarkan Oryza yang tengah tercenung di samping mobil.
Oryza tersentak lalu mengangguk seraya tersenyum tipis. Lalu tiba-tiba matanya menangkap keberadaan mobil sang suami yang tidak biasanya terparkir di di rumah mereka di siang hari seperti ini. Bahkan setiap akhir pekan pun mobil itu tidak berada di posisinya membuat benak Oryza makin bertanya-tanya.
Dengan perasaan tak menentu, Oryza melangkahkan kakinya naik ke undakan tangga lalu berjalan menuju pintu. Dibukanya pintu itu secara perlahan lalu kembali melangkah dengan perasaan yang makin berdebar kencang.
Hingga tibalah ia di ruang tamu dengan mata yang membeliak sempurna. Nafasnya memburu, tubuhnya bergetar, jantungnya berdetak makin kuat, wajahnya pias. Sekuat tenaga ia mengontrol luka hatinya agar tidak makin menganga, tapi apa yang ia lihat membuat luka itu kian pedih dan perih. Ia hanya bisa mematung dengan mata yang telah memerah menahan murka dan kecewa. Apa yang dilihatnya kini makin menguatkan tekadnya kalau suaminya memang tak layak untuk dipertahankan.
"Apa yang kalian lakukan di rumahku, hah?" teriak wanita paruh baya dengan nafas memburu membuat pasangan yang sedang asik bercumbu tanpa rasa malu itu segera melepaskan tautan bibir dan tangan mereka.
Hendrik menelan ludah kasar melihat sosok Oryza dan sang mama telah berdiri di hadapan mereka. Sedangkan sang perempuan, tampak melipat tangan di depan dada dengan tenang dan kepala bersandar di pundak Hendrik seolah apa yang baru saja mereka lakukan tidaklah salah.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
dasar pelacur murahan
2024-10-17
0
himmy pratama
perempuan jalang urat malunya Uda putus ciiih nggilani
2024-09-15
0
Cecilia Gracemargaretha
kalo diagama ku poligami dilarang keras,sampe ketauan pihak gereja mereka langsung diblacklist digereja manapun dan malah diumumkan/didepan bnyk org dan apalagi nikah beda agama beh sama aja resiko nya,kok malah diperbolehkan bukannya pernikahan itu sakral sekali untuk seumur hidup tapi klo poligami diperbolehkan namanya gak ada sakralnya doang dalam bentuk apapun itu poligami tetep disalahkan,mau kasihan,terpaksa,dll tetep salah
2023-07-24
1