Menyusul ke Jepang

...Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, siapakah wanita yang paling baik? Jawab beliau, 'Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci." (HR. An-Nasai)...

Pagi ini Laras sudah membersihkan diri. Suaminya pun sudah berangkat ke kantor. Laras memandang beberapa baju kotor yang sudah memanggilnya untuk di putar dalam mesin cuci.

Sedikit helaan nafas dia berjalan menuju ruang dimana mesin cuci bertengger di dinding. Dipilihnya beberapa baju yang boleh di putar dengan baju yang tidak bisa bergabung dalam mesin tersebut.

Beberapa dalaman pun di masukkannya ke dalam ember kecil. Lalu sambil menunggu mesin memutar pakaian lain, Laras mengucek pakaian kecil hanya dengan tangan.

Dulu, saat masih kecil, Laras jarang dilibatkan sama ibunya untuk membantunya bekerja. meskipun demikian, dia sering melihat bagaimana ibunya bekerja, bahkan sang kakak pun, mencuci pakaiannya sendiri.

Setelah kakak dan ayahnya meninggal, Laras pun tidak bisa bersantai lagi. Apalagi kalau ibunya disibukkan dengan pekerjaan memasak kue. Ketika banyak pesanan otomatis Laras harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.

Sembari mengenang masa kecilnya. Laras pun duduk menunggu mesin berputar dengan mendengarkan musik dari gawainya.

Tanpa dia sadari handphonenya bergetar. Wajahnya tersenyum melihat siapa yang meneleponnya.

"Hallo, sayang?"

"Assalamualaikum, mas." Jawab Laras.

"Sayang, kamu kok nggak pakai hijab." Rangga melihat rambut istrinya tergurai panjang.

Laras memegang kepalanya, menyadari belum memakai jilbabnya. Dengan cepat dia mengambil penutup kepalanya.

"Maaf, mas. Tadi masih basah."

"Nggak apa-apa, untung aku yang lihat. Aku nggak mau nanti ada staf lain masuk lihat kamu tanpa hijab."

"Iya, mas. Maaf."

"Kamu lagi apa, sayang?"

"Lagi nyuci baju, mas. banyak bener baju kotor kamu. Lebih banyak dari aku."

"Kok nyuci baju, sayang. Lagian kamu bisa laundry, daripada merusak kehalusan tangan kamu. mending laundry saja."

"Jangan, mas. Sayang uangnya, ya kalau bersih nyucinya, kalau nggak gimana. Lebih baik uangnya kita gunakan untuk keperluan lain. Mas lagi apa? Kayaknya mejamu penuh. Banyak kerjaan, ya?"

"Aku lagi banyak kerjaan, nggak kangen aja tiba-tiba kangen sama kamu. Rasanya pengen bawa kamu kesini. Kamu kangen nggak sama aku, sayang?"

"Mas, kita ketemu tiap jam tiap menit masa masih kangen juga. Mas mau aku masakin apa? Biar aku kesana bawa bekal kamu. Sekalian bantuin melepas kangen tadi."

"Kamu bisa masak sop iga? Itu di kulkas aku selalu menyetok daging sapi. Jadi kamu gampang ngolahnya, aku pesan daging dengan penduduk Jepang yang muslim, kenalan waktu di pengajian ustad Ahmed."

"Oke, sayang. nanti aku buatin. Aku selesaikan pekerjaan ini dulu. Mas lanjutin kerjanya, kan sudah ketemu aku. Sudah lepas dong rindunya."

"Belum, soalnya belum ada yang menempel disini" Rangga menunjuk pipi dan bibirnya. Laras hanya tergelak melihat sikap suaminya yang rada otak mesum.

Mereka saling menutup komunikasi. Walaupun Rangga masih menggodanya dengan minta kecupan pipi dan bibir. Itulah resep kebahagiaan mereka, dengan menikah tapi rasa seperti pacaran. Laras menyelesaikan pekerjaannya lalu beralih ke kulkas. Laras mengeluarkan daging yang di bilang Rangga. Membersihkannya, lalu merebusnya dengan presto. Sambil menunggu dagingnya masak, Laras menyiapkan bahan sop yang lain. Meskipun dia belum pernah masak iga. Tapi paling tidak ada google yang bisa membantunya belajar masak.

Lagi-lagi Laras terkenang masa kecilnya, ibunya tidak pernah memasak daging karena ayahnya dan kakaknya tidak suka daging sapi, mereka lebih memilih makan ikan daripada daging. Alasannya ikan banyak gizinya daripada daging. Rupanya mendiang ibunya Fajar juga tak suka daging sejak kecil, dan selera itu menjadi kompak saat sang suami juga tak suka.

Setelah ayahnya meninggal, ibunya pun baru memberanikan memasak daging. Hanya saja, karena sudah kebiasaan dengan ikan, meskipun kadang masak ayam juga. Maka Mala pun tidak pernah lagi masak daging. Kalaupun masak hanya untuk Laras saja.

Laras kaget saat presto sudah berasap memgepul, itu tandanya daging sudah lunak. Dengan cepat dia mengambil sarung tangan untuk membuka presto. Tutup presto tiba-tiba jatuh dan mengenal kakinya. Laras menjerit kesakitan karena terasa panas.

Tak lama tutup presto sudah dibenamkan dalam wastafel cuci piring.

...💐💐💐💐...

"Jadi mama mau ke Jepang? buat apa?" Tanya Donal yang kaget lihat pagi-pagi istrinya memasukkan pakaiannya ke dalam koper.

"Buat apa lagi? Aku harus mengingatkan mereka agar cepat memberi keturunan. Jangan sampai mereka asyik pacaran tapi lupa kewajiban. Umur Rangga itu sudah mau kepala empat, mas. Kalau tidak sekarang kapan lagi."

Donal menggeleng kepalanya melihat kelakuan istrinya. Dia saja tidak pernah menuntut Raya hamil lagi. Karena saat mereka menikah pun fokus Raya saat itu hanya pada Lani yang masih kecil. Sementara saat itu, Rangga memilih ikut ayah kandung. Setelah ayah kandung Rangga meninggal dunia, Raya pun memboyong Rangga ke kediaman mereka. Usia Rangga saat itu sudah mau masuk SMA, beda dengan Lani yang saat itu sudah SD akhir.

Donal memegang tangan istri dari pernikahan keduanya. Dia mencoba meyakinkan Raya untuk tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga Rangga.

"Ma, papa minta mama jangan ganggu Rangga dan Laras dulu. Biarkan mereka menikmati indahnya pernikahan. Biarkan mereka hidup tenang. Tugas mama sebagai ibu sudah selesai saat ini, Rangga itu sudah dewasa, sekarang dia adalah kepala rumah tangga, dia yang memimpin istrinya. Bukan kita yang mengatur kehidupan mereka. Istri itu nurutnya sama suami, mungkin Laras belum di suruh Rangga untuk fokus dengan kehamilan. Maka itu, mereka masih santai. Jadi papa mohon sama mama, jangan campuri urusan mereka."

Raya menghempas tangan suaminya. Dia merasa masih punya kewajiban untuk mengatur kehidupan anaknya. Dimana selama dia menikah dengan Aryo dulu, Mama mertuanya pun melakukan hal yang sama. Raya dan Aryo mengikuti semua keinginan orangtua mereka, beda dengan Rangga yang mulai tidak patuh padanya. Raya mau Laras itu menurut sama seperti dirinya dulu.

"Tidak, pa! Aku tahu mana yang terbaik buat anakku. Kamu tidak akan paham karena kamu bukan ayahnya Rangga, kamu itu cuma papa tiri, mas. Jadi biarkan aku yang mengurusi anak kandungku, jangan karena dia sudah menikah, lalu tidak mendengarkan ucapan ibunya. Dia harus ingat, surganya dibawah telapak kaki ibu!"

"Mama kenapa seperti ini? Bukannya dulu mama yang menjodohkan Laras dan Rangga, kenapa sekarang mama bersikap seakan tidak suka dengan Laras? Apa yang sebenarnya mama inginkan dari pernikahan mereka?"

Donal masih tidak habis pikir dengan pemikiran istrinya. Waktu itu, Raya lah yang ngotot menjodohkan Laras dan Rangga. Tapi sekarang, Raya bersikap seakan dia tidak percaya dengan Laras.

"Pa, aku menikahkan mereka supaya Rangga tidak mendekati Ina lagi. Supaya Rangga membina kehidupan rumah tangga seperti teman sepantarannya yang lain. Aku juga berharap Laras itu menantu yang penurut, ini apa? diminta program hamil saja banyak sekali alasannya. Dia lupa kalau aku yang menaikkan derajatnya. Kalau tidak dia masih jadi OB di kantor atau masih jadi pembantu di rumah kita."

"Itu tandanya mama tidak tulus meminta Laras jadi menantumu. Mama berharap pamrih pada Laras. Papa lihat Laras termasuk penurut kok, ma. Seperti papa bilang tadi, Laras mungkin akan mengikuti program hamil kalau Rangga mengizinkan. Karena tindak tanduk istri merupakan tanggung jawab suami.

Sebagai suami papa minta mama urungkan niat pergi ke Jepang. Kalau tidak apalah yang berdosa karena tidak bisa mendidik istrinya. Karena istri papa tidak mendengarkan perintah suaminya."

"Maaf, mas. Aku tetap berangkat ke Jepang. Kalau kamu mau talak aku silahkan! Aku bisa tinggal di Jepang bersama Rangga."

"Aku tidak akan menalak kamu, Raya. Aku akan ikut bersamamu ke Jepang."

*

*

*

*

Hmmm, kira-kira mertua seperti Raya diapain, ya?

Terpopuler

Comments

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

heeeh rasanya mau tak apain aja,, Raya ini,, ngeyelan,, SDH di larang suaminya masih aja ngotot

2025-01-19

0

Nofi Kahza

Nofi Kahza

Raya kok gitu sih..? keras kepala..

2022-06-04

0

Sulestari Tari

Sulestari Tari

smng ada hati yg baik buat bu raya

2022-05-11

0

lihat semua
Episodes
1 Pernikahan
2 Gara Gara segugut
3 Bandara
4 Malam pertama
5 Pacaran Setelah Menikah.
6 Kilasan masa lalu
7 Kilasan masa lalu 2
8 Mulai cemburu (sebelum menikah)
9 Masih bulan madu
10 Permintaan Raya
11 Rumah ibu
12 Pulang ke rumah mama mertua
13 Dinner keluarga
14 Periksa ke dokter kandungan
15 Aku bukan cucu Oma
16 Rencana pindahan
17 Terapi kesuburan
18 Menyusul ke Jepang
19 Surat itu ...
20 Kedatangan Raya
21 Mimpi didatangi ibu
22 Masih dalam tekanan
23 Quality time
24 Tragedi
25 Kabar itu ...
26 Di rumah sakit
27 Nestapa di hari duka
28 Haruskah aku pergi?
29 Pemakaman Oma
30 Dimana suamiku?
31 Maaf, aku pergi
32 Masih koma
33 Positif
34 Tamu dari jauh
35 Bangun dari Koma
36 Bangun dari Koma 2
37 Bagas Barata Yudha
38 Hasutan
39 Di sita
40 Masih menumpang
41 Tawaran pindah .
42 Menata hidup baru
43 Pulang ke Indonesia
44 Merasa dekat
45 Cerita Bagas
46 Ziarah
47 Jalan-jalan
48 Wejangan dari calon besan
49 Donatur Taman kanak-kanak
50 Suara itu... suamiku
51 Aku Mencintainya..
52 Menjemput Bagas
53 Masa lalu Raya
54 Masa lalu Raya 2
55 Sebuah pertemuan
56 Aku tidak seperti itu
57 Masih di rumah sakit
58 Guncangan hati Bagas
59 Rencana Mila
60 Tetaplah disisiku
61 Bukan update
62 Maafkan aku, Ras.
63 Cerita di dalam taksi
64 Kisah di sekolah
65 Pertemuan di kontrakan
66 Jemput bersama
67 Kunjungan ke rumah Ina
68 Kunjungan ke rumah Ina 2
69 Pesta penyambutan Laras
70 Di pesta itu ...
71 Masih di pesta
72 Kebahagiaan Bagas
73 Jebakan Mila
74 Makan siang bersama
75 Kejujuran Laras
76 Belum percaya
77 Rencana Rangga
78 Berserah kepada-Mu
79 Berserah kepada-Mu (Versi Rangga)
80 Dampak viral
81 Sidang Mila
82 Di ruang ICU
83 Maafkan aku
84 Penyusup perusahaan
85 Pagi ini ...
86 Resign
87 Pamit
88 Mencoba kabur
89 Kejar-kejaran
90 Pemikiran Laras
91 Tidak punya malu
92 Kalah telak
93 Surgaku padamu
94 Cerita Di Rumah Sakit
95 Arti seorang ayah
96 Bertemu mereka
97 Camp rumah pohon
98 Masih di rumah pohon
99 Senandung hati
100 Di kantor polisi
101 Suka dan duka
102 Apesnya Mila
103 Calon settingan
104 Permintaan maaf Raya
105 Musibah
106 Bagas mau adik, bunda.
107 Teror untuk Mila
108 Irama cinta
109 Poor Mila
110 Hiduplah dengan bahagia
111 Siuman
112 Dinner
113 Promo semesta merestui kami
114 Di ruang sidang
115 Penahanan Mila
116 Masih di persidangan
117 Ini salah saya
118 Penahanan Rangga
119 Kapan terakhir kamu bahagia
120 Saya akan mencintai Larasati
121 Melepas rindu
122 Putusan sidang
123 Izinkan saya jadi menantu ibu
124 Kita akan selalu bahagia
125 Menelan ludah sendiri
126 Bagas mau khitan, Ayah
127 Acara sunatan Bagas
128 Jalan ke monas
129 Ziarah
130 Cerita di sekolah
131 Cerita di sekolah 2
132 Will you marry me
133 Berkumpul
134 Akhir yang bahagia (Final part)
135 PROMO NOVEL LORONG WAKTU TENTARA
136 PROMO PEMILIK KEHORMATAN
137 BINGKAI CINTA UNTUK SARMILA
138 AFTER ONE NIGHT IN LONDON
139 Novel baru: FAJAR UNTUK EMBUN
140 Radar cinta Andara
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Pernikahan
2
Gara Gara segugut
3
Bandara
4
Malam pertama
5
Pacaran Setelah Menikah.
6
Kilasan masa lalu
7
Kilasan masa lalu 2
8
Mulai cemburu (sebelum menikah)
9
Masih bulan madu
10
Permintaan Raya
11
Rumah ibu
12
Pulang ke rumah mama mertua
13
Dinner keluarga
14
Periksa ke dokter kandungan
15
Aku bukan cucu Oma
16
Rencana pindahan
17
Terapi kesuburan
18
Menyusul ke Jepang
19
Surat itu ...
20
Kedatangan Raya
21
Mimpi didatangi ibu
22
Masih dalam tekanan
23
Quality time
24
Tragedi
25
Kabar itu ...
26
Di rumah sakit
27
Nestapa di hari duka
28
Haruskah aku pergi?
29
Pemakaman Oma
30
Dimana suamiku?
31
Maaf, aku pergi
32
Masih koma
33
Positif
34
Tamu dari jauh
35
Bangun dari Koma
36
Bangun dari Koma 2
37
Bagas Barata Yudha
38
Hasutan
39
Di sita
40
Masih menumpang
41
Tawaran pindah .
42
Menata hidup baru
43
Pulang ke Indonesia
44
Merasa dekat
45
Cerita Bagas
46
Ziarah
47
Jalan-jalan
48
Wejangan dari calon besan
49
Donatur Taman kanak-kanak
50
Suara itu... suamiku
51
Aku Mencintainya..
52
Menjemput Bagas
53
Masa lalu Raya
54
Masa lalu Raya 2
55
Sebuah pertemuan
56
Aku tidak seperti itu
57
Masih di rumah sakit
58
Guncangan hati Bagas
59
Rencana Mila
60
Tetaplah disisiku
61
Bukan update
62
Maafkan aku, Ras.
63
Cerita di dalam taksi
64
Kisah di sekolah
65
Pertemuan di kontrakan
66
Jemput bersama
67
Kunjungan ke rumah Ina
68
Kunjungan ke rumah Ina 2
69
Pesta penyambutan Laras
70
Di pesta itu ...
71
Masih di pesta
72
Kebahagiaan Bagas
73
Jebakan Mila
74
Makan siang bersama
75
Kejujuran Laras
76
Belum percaya
77
Rencana Rangga
78
Berserah kepada-Mu
79
Berserah kepada-Mu (Versi Rangga)
80
Dampak viral
81
Sidang Mila
82
Di ruang ICU
83
Maafkan aku
84
Penyusup perusahaan
85
Pagi ini ...
86
Resign
87
Pamit
88
Mencoba kabur
89
Kejar-kejaran
90
Pemikiran Laras
91
Tidak punya malu
92
Kalah telak
93
Surgaku padamu
94
Cerita Di Rumah Sakit
95
Arti seorang ayah
96
Bertemu mereka
97
Camp rumah pohon
98
Masih di rumah pohon
99
Senandung hati
100
Di kantor polisi
101
Suka dan duka
102
Apesnya Mila
103
Calon settingan
104
Permintaan maaf Raya
105
Musibah
106
Bagas mau adik, bunda.
107
Teror untuk Mila
108
Irama cinta
109
Poor Mila
110
Hiduplah dengan bahagia
111
Siuman
112
Dinner
113
Promo semesta merestui kami
114
Di ruang sidang
115
Penahanan Mila
116
Masih di persidangan
117
Ini salah saya
118
Penahanan Rangga
119
Kapan terakhir kamu bahagia
120
Saya akan mencintai Larasati
121
Melepas rindu
122
Putusan sidang
123
Izinkan saya jadi menantu ibu
124
Kita akan selalu bahagia
125
Menelan ludah sendiri
126
Bagas mau khitan, Ayah
127
Acara sunatan Bagas
128
Jalan ke monas
129
Ziarah
130
Cerita di sekolah
131
Cerita di sekolah 2
132
Will you marry me
133
Berkumpul
134
Akhir yang bahagia (Final part)
135
PROMO NOVEL LORONG WAKTU TENTARA
136
PROMO PEMILIK KEHORMATAN
137
BINGKAI CINTA UNTUK SARMILA
138
AFTER ONE NIGHT IN LONDON
139
Novel baru: FAJAR UNTUK EMBUN
140
Radar cinta Andara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!