Rencana pindahan

"Ras," Sapa Rangga saat berada di dalam kamar mereka.

"Iya, mas." Laras baru saja keluar dari kamar mandi mendekati suaminya. Tangannya masih sibuk menggesek rambutnya dengan handuk.

"Duduk sini, aku mau ngomong."

Laras duduk disebelah Rangga. Wangi tubuh istrinya seakan menggoda hasratnya.

"Mas, katanya mau ngomong?" Laras kembali mengingatkan suaminya.

"Tapi, ras? Aku... rindu.."

"Aku capek, mas. Kamu empat ronde tanpa jeda. Bolehkah aku menolak?"

"Iya, sayang. Maaf." Rangga mengurungkan niatnya untuk menyentuh tubuh istrinya.

"Jadi mau bicara apa?" Tanya Laras.

"Kamu mau ikut terapi kesuburan? Semalam Toni menawarkan program ini padaku. Aku nggak masalah sih, tapi apa salahnya kita mencoba. Soalnya berhasil atau tidaknya itu tidak masalah bagiku, yang penting kita sudah berusaha."

Laras termenung sejenak. Entah kenapa ada rasa trauma membahas soal kehamilan. Bukan dia tidak mau hamil, tapi dia mau proses itu secara alami dan bertahap. Bukan pakai desak-mendesak, bukan menjadi hal sebagai tuntutan. Tapi menjadi sesuatu yang di tunggu.

"Ras,"

Laras terkejut saat lamunannya buyar. Rangga sudah hendak berdiri di depan pintu keluar. Tubuhnya langsung mengikuti kemana suaminya berjalan. Hingga mereka berdiri di depan balkon teras kediaman Pattimura.

"Mas,"

Tangan Rangga menjalar ke pundak Laras. Genggaman erat sangat terasa bagi Laras.

"Mas, marah, ya?"

"Atas dasar apa aku harus marah, ras?"

"Soal terapi tadi? Aku cuma ingin hamil alami, mas. Lagian kita kan masih baru menikah, jadi tidak masalah kalau lambat. Aku masih ingin mengenalmu lebih dalam. Banyak hal yang belum kuketahui tentang kamu, tentang keluarga ini. Mas juga belum tahu siapa keluargaku, kan. Mas hanya tahu aku sebatas orangtuaku dan Ina saja."

"Kalau kamu belum siap, aku tidak akan memaksa. Soal pendalaman tentang aku, yang kamu tahu selama ini itulah adanya. Tidak ada yang aku sembunyikan. Aku juga sudah banyak tahu tentang kamu melalui Ina. Dan aku rasa itu pun sudah cukup modal bagiku."

"Ras, jika kita pindah apa kamu mau?" Tanya Rangga.

"Mas, kemanapun kamu pergi aku akan ikut. Kecuali kalau kamu ngajak aku mati bareng aku nggak mau!" Laras memajukan bibirnya.

Rangga mencubit bibir istrinya dengan gemas. Tawa kecilnya terdengar membuat Laras sedikit memerah.

"Bukankah cinta sejati itu akan selalu bersama-sama. Termasuk kematian sekalipun. Jika aku duluan pergi apakah kamu akan menikah lagi?"

"Hmmm.. tergantung sih?"

Rangga mengernyitkan dahinya

"Jadi kamu ada niat nikah lagi kalau aku meninggal duluan?"

"Kan aku bilang tadi tergantung? Kalau ada yang lebih baik dari kamu, kalau ada yang nggak punya mantan dan gagal move on dari mantan. Ya aku..."

"Apa ...!" Mata Rangga hampir keluar mendengar ucapan Laras.

"Mas, kamu kalau kayak gitu tambah ganteng. Bikin aku pengen ke toilet."

Laras berlari meninggalkan Rangga, namun belum sampai kakinya menginjak tangga tubuhnya sudah berada diatas rentangan kedua tangan suaminya.

"Mas, turunkan aku!" pekik Laras.

"Ini hukuman buat yang suka meledek suaminya." Rangga kembali menurunkan tubuh Laras.

"Mas.." Laras merasa melambung saat bibirnya mendapat hentakan keras dari suaminya. Tangan Rangga memegang erat pinggang Laras, lalu mendudukkan tubuh istrinya diatas meja. Tanpa melepaskan pagutan bibir keduanya semakin intim.

"Kamu itu hanya untukku, tidak ada yang bisa memiliki kamu selain. Kamu itu istri kesayangan Rangga. Jika ada orang lain yang ingin mengambilmu, langkahi dulu mayatku." Rangga kembali menarik dagu Laras menuntaskan yang belum selesai.

Rangga dan Laras turun ke lantai bawah. Mereka duduk berkumpul dengan keluarga lainnya. Rangga ingin mengutarakan niatnya untuk pindah rumah. Dia berniat mandiri bersama Laras, membina keluarga kecilnya dari awal.

Yang dia takutkan saat ini adalah reaksi mamanya. Rangga takut kalau Raya keberatan jika dirinya memisahkan diri dari orangtuanya. Tapi dia adalah kepala keluarga, sudah saatnya dia berdiri sendiri tanpa menumpang dari orang lain, meskipun mereka orangtuanya.

Memulai hidup di atas kaki sendiri memang tidak mudah. Apalagi dirinya yang selama ini terbiasa hidup mudah di rumah. Saat kita mulai mengurus rumah sendiri, banyak hal yang harus di pelajari. Kalau istri harus mulai belajar menyiapkan makanan untuk suami, sang suami sedikit-sedikit juga harus bisa ilmu pertukangan. Jadi kalau ada apa-apa di rumah bisa langsung ditangani sendiri. Perjuangan hidup berdua yang tidak mudah itu akan membuatmu mengerti perjuangan orang tuamu. Kira-kira 20-30 tahun yang lalu, mereka merasakan hal yang sama, untuk membesarkan kamu.

Bagi Rangga ini saat memulai hidup baru bersama istrinya. Tanpa harus memutuskan silaturahmi dengan keluarganya. Toh, mereka masih akan terus mengunjungi mama dan keluarga ayah tirinya.

"Hai, kalian sudah disini. Wajah kalian ceria terus, Semoga kalian selamanya bahagia seperti ini terus,ya. Oma senang melihat kamu seperti ini Rangga, kamu mengingatkan Oma pada kakeknya Lani. Dia selalu membawa kebahagiaan kepada orang-orang disekitarnya. Sayangnya, anak Oma tidak seperti itu."

"Ma, jangan gitulah. Masa mama ngomong tentang anaknya di depan menantunya. Aku kan malu, ma. Aku nggak pernah macam-macam selama menikah dengan Sarah dan dengan Raya. Itu sudah cukup menjadi modal bahwa aku adalah setia."

"Kalau papa setia, papa tidak akan menikah lagi. Papa akan menjaga pernikahan papa dengan almarhum Mama." Sahut Lani.

"Tapi papa lihat kamu menerima mama Raya. Jadi bagi papa tidak masalah kalau kamu punya ibu baru." Sanggah Donal sambil menyantap nasi goreng buatan bibi.

Lani hanya diam saja. Awalnya juga dia memang menerima Raya. Namun sejak papanya lebih sayang dengan kakak tirinya, Rangga. Lani mulai tidak simpati dengan mama barunya. Bagi Lani, Raya sengaja memasukkan Rangga ke keluarganya supaya bisa ikut harta papanya.

Rangga mencoba menghela nafas panjangnya. Bagaimana bisa dia menjelaskan rencana pindahnya kalau sudah memanas seperti ini.

"Oma, papa dan Lani, bisakah Rangga bicara sebentar?" Rangga mencoba mencairkan suasana yang sempat tegang. Walaupun yang dibahasnya akan membuat keadaan semakin tegang.

"Ada apa, nak. Bicara saja."

"Oma, papa dan Lani. Tunggu, mama mana? dari tadi tidak kelihatan?" Rangga tak melihat sosok mamanya sedari tadi.

"Mama kamu kurang enak badan kayaknya. kamu mau bicara apa, ga?" tanya Donal.

"Pa, Oma kalau diizinkan Rangga dan Laras akan menetap di Jepang. Membuka lembaran baru bersama Laras. Jika kalian mengizinkan, minggu depan kami berangkat ke Jepang. Rangga tahu, ini terdengar dadakan. Tapi ini juga termasuk untuk pemulihan Laras."

Laras menyela pembicaraan Rangga. Dia merasa tidak perlu pakai pemulihan karena merasa baik-baik saja.

"Mas, aku baik-baik saja. Kenapa harus jauh pakai pemulihan segala? Asalkan kamu tidak jauh dariku itu sudah cukup, mas."

"Tidak, ras. Ini sudah menjadi kemantapanku. Bukan hanya untuk pemulihanmu saja, tapi paling tidak kamu tidak di rongrong mama terus."

"Jadi kamu nyalahin mama atas yang terjadi pada Laras! emang salah kalau mama mau cucu! salah,ya? Tidak. Mama tidak akan biarkan kamu disetir oleh Laras. Mama tidak setuju kamu pindah ke Jepang!"

Gema takbir telah berkumandang, tanda hari kemenangan telah tiba. Semoga kita dijauhkan dari segala prasangka buruk dan dendam. Taqaballahu mina wa minkum, minal aidin wal faidzin.

minal aidzin wal Faidzin

mohon maaf lahir dan batin

Dari

Melisa ekprisa

Tetap terus pantengin cerita ini.

Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.

Jangan lupa likenya

Jangan lupa komennya juga rate

Kalau berkenan bantu vote dan hadiah

Bersambung

Terpopuler

Comments

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

hemmm,, susah memang selagi masih serumah dgn orang tua jika sudah menikah

2025-01-19

0

Ayuwidia

Ayuwidia

Aku setuju dengan keinginan Rangga pindah ke Jepang. Tapi nggak usah nyebutin karena Laras biar nggak dirongrong mama, Ngga. Kan jadi si Laras yang disalahin 😔

Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin Kak Meel. 😊🙏

Semangat 😘

2022-05-05

0

Yunia Afida

Yunia Afida

minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin, semangat terus💪💪💪💪

2022-05-04

0

lihat semua
Episodes
1 Pernikahan
2 Gara Gara segugut
3 Bandara
4 Malam pertama
5 Pacaran Setelah Menikah.
6 Kilasan masa lalu
7 Kilasan masa lalu 2
8 Mulai cemburu (sebelum menikah)
9 Masih bulan madu
10 Permintaan Raya
11 Rumah ibu
12 Pulang ke rumah mama mertua
13 Dinner keluarga
14 Periksa ke dokter kandungan
15 Aku bukan cucu Oma
16 Rencana pindahan
17 Terapi kesuburan
18 Menyusul ke Jepang
19 Surat itu ...
20 Kedatangan Raya
21 Mimpi didatangi ibu
22 Masih dalam tekanan
23 Quality time
24 Tragedi
25 Kabar itu ...
26 Di rumah sakit
27 Nestapa di hari duka
28 Haruskah aku pergi?
29 Pemakaman Oma
30 Dimana suamiku?
31 Maaf, aku pergi
32 Masih koma
33 Positif
34 Tamu dari jauh
35 Bangun dari Koma
36 Bangun dari Koma 2
37 Bagas Barata Yudha
38 Hasutan
39 Di sita
40 Masih menumpang
41 Tawaran pindah .
42 Menata hidup baru
43 Pulang ke Indonesia
44 Merasa dekat
45 Cerita Bagas
46 Ziarah
47 Jalan-jalan
48 Wejangan dari calon besan
49 Donatur Taman kanak-kanak
50 Suara itu... suamiku
51 Aku Mencintainya..
52 Menjemput Bagas
53 Masa lalu Raya
54 Masa lalu Raya 2
55 Sebuah pertemuan
56 Aku tidak seperti itu
57 Masih di rumah sakit
58 Guncangan hati Bagas
59 Rencana Mila
60 Tetaplah disisiku
61 Bukan update
62 Maafkan aku, Ras.
63 Cerita di dalam taksi
64 Kisah di sekolah
65 Pertemuan di kontrakan
66 Jemput bersama
67 Kunjungan ke rumah Ina
68 Kunjungan ke rumah Ina 2
69 Pesta penyambutan Laras
70 Di pesta itu ...
71 Masih di pesta
72 Kebahagiaan Bagas
73 Jebakan Mila
74 Makan siang bersama
75 Kejujuran Laras
76 Belum percaya
77 Rencana Rangga
78 Berserah kepada-Mu
79 Berserah kepada-Mu (Versi Rangga)
80 Dampak viral
81 Sidang Mila
82 Di ruang ICU
83 Maafkan aku
84 Penyusup perusahaan
85 Pagi ini ...
86 Resign
87 Pamit
88 Mencoba kabur
89 Kejar-kejaran
90 Pemikiran Laras
91 Tidak punya malu
92 Kalah telak
93 Surgaku padamu
94 Cerita Di Rumah Sakit
95 Arti seorang ayah
96 Bertemu mereka
97 Camp rumah pohon
98 Masih di rumah pohon
99 Senandung hati
100 Di kantor polisi
101 Suka dan duka
102 Apesnya Mila
103 Calon settingan
104 Permintaan maaf Raya
105 Musibah
106 Bagas mau adik, bunda.
107 Teror untuk Mila
108 Irama cinta
109 Poor Mila
110 Hiduplah dengan bahagia
111 Siuman
112 Dinner
113 Promo semesta merestui kami
114 Di ruang sidang
115 Penahanan Mila
116 Masih di persidangan
117 Ini salah saya
118 Penahanan Rangga
119 Kapan terakhir kamu bahagia
120 Saya akan mencintai Larasati
121 Melepas rindu
122 Putusan sidang
123 Izinkan saya jadi menantu ibu
124 Kita akan selalu bahagia
125 Menelan ludah sendiri
126 Bagas mau khitan, Ayah
127 Acara sunatan Bagas
128 Jalan ke monas
129 Ziarah
130 Cerita di sekolah
131 Cerita di sekolah 2
132 Will you marry me
133 Berkumpul
134 Akhir yang bahagia (Final part)
135 PROMO NOVEL LORONG WAKTU TENTARA
136 PROMO PEMILIK KEHORMATAN
137 BINGKAI CINTA UNTUK SARMILA
138 AFTER ONE NIGHT IN LONDON
139 Novel baru: FAJAR UNTUK EMBUN
140 Radar cinta Andara
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Pernikahan
2
Gara Gara segugut
3
Bandara
4
Malam pertama
5
Pacaran Setelah Menikah.
6
Kilasan masa lalu
7
Kilasan masa lalu 2
8
Mulai cemburu (sebelum menikah)
9
Masih bulan madu
10
Permintaan Raya
11
Rumah ibu
12
Pulang ke rumah mama mertua
13
Dinner keluarga
14
Periksa ke dokter kandungan
15
Aku bukan cucu Oma
16
Rencana pindahan
17
Terapi kesuburan
18
Menyusul ke Jepang
19
Surat itu ...
20
Kedatangan Raya
21
Mimpi didatangi ibu
22
Masih dalam tekanan
23
Quality time
24
Tragedi
25
Kabar itu ...
26
Di rumah sakit
27
Nestapa di hari duka
28
Haruskah aku pergi?
29
Pemakaman Oma
30
Dimana suamiku?
31
Maaf, aku pergi
32
Masih koma
33
Positif
34
Tamu dari jauh
35
Bangun dari Koma
36
Bangun dari Koma 2
37
Bagas Barata Yudha
38
Hasutan
39
Di sita
40
Masih menumpang
41
Tawaran pindah .
42
Menata hidup baru
43
Pulang ke Indonesia
44
Merasa dekat
45
Cerita Bagas
46
Ziarah
47
Jalan-jalan
48
Wejangan dari calon besan
49
Donatur Taman kanak-kanak
50
Suara itu... suamiku
51
Aku Mencintainya..
52
Menjemput Bagas
53
Masa lalu Raya
54
Masa lalu Raya 2
55
Sebuah pertemuan
56
Aku tidak seperti itu
57
Masih di rumah sakit
58
Guncangan hati Bagas
59
Rencana Mila
60
Tetaplah disisiku
61
Bukan update
62
Maafkan aku, Ras.
63
Cerita di dalam taksi
64
Kisah di sekolah
65
Pertemuan di kontrakan
66
Jemput bersama
67
Kunjungan ke rumah Ina
68
Kunjungan ke rumah Ina 2
69
Pesta penyambutan Laras
70
Di pesta itu ...
71
Masih di pesta
72
Kebahagiaan Bagas
73
Jebakan Mila
74
Makan siang bersama
75
Kejujuran Laras
76
Belum percaya
77
Rencana Rangga
78
Berserah kepada-Mu
79
Berserah kepada-Mu (Versi Rangga)
80
Dampak viral
81
Sidang Mila
82
Di ruang ICU
83
Maafkan aku
84
Penyusup perusahaan
85
Pagi ini ...
86
Resign
87
Pamit
88
Mencoba kabur
89
Kejar-kejaran
90
Pemikiran Laras
91
Tidak punya malu
92
Kalah telak
93
Surgaku padamu
94
Cerita Di Rumah Sakit
95
Arti seorang ayah
96
Bertemu mereka
97
Camp rumah pohon
98
Masih di rumah pohon
99
Senandung hati
100
Di kantor polisi
101
Suka dan duka
102
Apesnya Mila
103
Calon settingan
104
Permintaan maaf Raya
105
Musibah
106
Bagas mau adik, bunda.
107
Teror untuk Mila
108
Irama cinta
109
Poor Mila
110
Hiduplah dengan bahagia
111
Siuman
112
Dinner
113
Promo semesta merestui kami
114
Di ruang sidang
115
Penahanan Mila
116
Masih di persidangan
117
Ini salah saya
118
Penahanan Rangga
119
Kapan terakhir kamu bahagia
120
Saya akan mencintai Larasati
121
Melepas rindu
122
Putusan sidang
123
Izinkan saya jadi menantu ibu
124
Kita akan selalu bahagia
125
Menelan ludah sendiri
126
Bagas mau khitan, Ayah
127
Acara sunatan Bagas
128
Jalan ke monas
129
Ziarah
130
Cerita di sekolah
131
Cerita di sekolah 2
132
Will you marry me
133
Berkumpul
134
Akhir yang bahagia (Final part)
135
PROMO NOVEL LORONG WAKTU TENTARA
136
PROMO PEMILIK KEHORMATAN
137
BINGKAI CINTA UNTUK SARMILA
138
AFTER ONE NIGHT IN LONDON
139
Novel baru: FAJAR UNTUK EMBUN
140
Radar cinta Andara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!