Masih bulan madu

Siang ini Jepang masih dibaluti udara musim dingin. Sedikit cahaya matahari tak mencair gumpalan es yang menutupi negeri sakura tersebut. Tapi ketimbang beberapa hari yang lalu frekuensi salju mulai menurun. Hanya sisa sisa nya saja yang masih bertebaran dari atas langit.

Rangga dan Laras pergi liburan ke sebuah daerah yang katanya ada pemandian air panas.

Mengunjungi Jepang saat  bersalju merupakan salah satu ide liburan yang luar biasa.  Musim dingin dapat memberikan pengalaman tak terlupakan bagi siapapun yang datang. Selain itu banyak spot yang bagus untuk bisa dikunjungi.

Laras merapatkan jaketnya yang tebal, meskipun di pemandian air panas, tetapi cuaca sudah memasuki musim dingin. Salju-salju bertebaran dimana-mana. Bahkan pohon sakura yang katanya ikon Jepang pun tak luput dari selimut salju.

"Ras." Sapa Rangga yang melihat istrinya masih kedinginan.

"ini oksigenmu. Nanti kumat lagi asmanya."

"Setahuku, aku tidak pernah membeli obat ini, mas."

"Kamu tidak lupa kan? waktu Ina kabur dari rumah pas bertengkar dengan Tante Kania. Waktu itu kita ke jebak hujan dan kamu kumat asmanya. Dari situ aku tahu kamu punya riwayat asma.

Makanya saat kita ke Jepang, aku belikan obat ini. Takut kamu nggak kuat dingin, apalagi musim dingin sudah menyapa kota ini." Kenang Rangga.

"Terimakasih, mas." Laras hanya mengelus pipi suaminya.

"Cuma gitu aja terimakasihnya." Sungut Rangga.

Laras masih belum paham maksud Rangga. Wanita itu memilih menyimpan obatnya di dalam tas. Lalu merapikan jilbabnya di kaca bedak yang diambil dari tasnya.

"Kamu itu sudah cantik, sayang." Rangga geli melihat istrinya rajin berkaca.

"Terimakasih lagi." Laras mengulum senyum sambil menunduk.

"Yah, terimakasih lagi. Kirain bakal dapat lebih dari terimakasih." suara Rangga terdengar ngambek.

"Jadi?" Laras menoleh kearah suaminya.

"aku mau lebih dari terimakasih." Tangan Rangga menunjuk pipinya.

Cup!

Laras menjinjit kakinya guna mencapai arah bibirnya ke pipi Rangga. Tangan Rangga langsung mendekap istrinya dengan erat. Laras melabuhkan kepalanya di atas dada suaminya. Tangan Rangga mengelus punggung Laras dengan pelan.

"Kayaknya ada betah,nih." Sahut Rangga.

"Aaauuuww.. muka kamu merah. Bikin aku gemes saja. Rasanya pengen makan bibir kamu."

"Dasar omes!" cubit Laras di pinggang.

Rangga memandu Laras berjalan di sekitar lokasi pemandian air panas. Keduanya saling menggenggam tangan. Sambil menunduk malu-malu, Laras terus berjalan beriringan dengan Rangga.

"Selamat siang tuan Rangga dan nona Laras. Saya Tasuke Yang akan memandu kalian liburan di sekitar pemandian air panas ini. Kami menyediakan penginapan sekaligus lokasi pemandian, serta jalan- jalan ke taman sakura. Disana ada danau yang akan menjadi destinasi wisata sekitar disini."

"Kamu tahu sayang? Pondok itu tempat dimana Alam kecelakaan terkena bongkahan batu es. Sempat menghebohkan sekitar sini. Sampai Ina histeris melihat kondisi Alam. Pasalnya kata Ina, Alam menyelamatkan nyawanya."

kenang Rangga.

"Dari sana bisa dilihat mas. Betapa besar pengorbanan Alam pada Ina. Tapi kenapa Tante Yulia masih keras kepala. Malah mau memisahkan mereka. Gara-gara Tante Yulia, kamu jadi jaminan untuk membebaskan Alam. Padahal sudah jelas Ina pergi dari rumah atas inisiatif sendiri."

"Sudah sayang jangan di ungkit lagi. Jadikan hikmah dalam perjalanan hidup kita nanti. Semoga rumah tangga kita di jauhkan dengan marabahaya yang akan memisahkan kita. semoga aku bisa menjadi suami yang baik buat kamu."

"Terimakasih, mas."

Langit mulai menampakkan jejak hitam di awan. Pertanda akan datang hujan membasahi negara bunga sakura tersebut. Laras di tuntun masuk ke dalam penginapan sewaan Rangga.

Lampu temaram mulai di pasang di dinding kamar milik Rangga.

"Sayang"

"Iya, mas." Laras sedikit risih saat Rangga kembali melakukan serangan fajar di salah satu titik tubuhnya.

"Kamu makin cantik saja." Puji Rangga masih dengan serangan agresifnya.

"Anu ... mas ...itu ..." Laras gugup saat Rangga membaringkan tubuhnya di atas ranjang lesehan. Tangan Rangga mengggapai sudut rambutnya. Menjelajahi setiap titik tubuhnya yang membuat lelaki itu candu.

"Sayang, kita kasih cucu yuk sama mama." Bisik Rangga.

"Mas...." nafas Laras semakin menderu.

Rangga tidak memperdulikan serak-serak suara Laras. Kesibukannya memberi nafkah batin buat istrinya sudah di sanggupinya.

Tangan Laras semakin kuat mencengkeram dagu Rangga. Keduanya tampak menikmati peraduan tersebut.

"Mas.. aku capek." keluh Laras.

Beberapa jam kemudian Laras terbangun. Udara di sekitar semakin dingin membuat wanita itu memilih tetap di dalam kamar. Terlihat Rangga sepertinya tertidur pulas setelah bergerilya.

Laras mengusap wajah suaminya. Membayangkan begitu rumit status dirinya yang Notabene adalah adik tiri Rangga. Terselip di hatinya jika diminta tes DNA, dia sangat berharap hasilnya negatif. Karena rasanya tidaklah enak kalau ternyata Donal memang ayah kandungnya.

Seperti kisah ina yang jatuh cinta dengan menantu kakak kandungnya. Apa mungkin dia juga akan melabeli suaminya dengan cerita "suamiku kakak tiriku". Membayangkannya saja sudah geli tapi namanya juga jodoh. Mereka sudah diikat tali pernikahan masa iya harus cerai gara-gara status mereka sebagai saudara tiri.

Suara kicauan jangkrik terdengar di bilik teras penginapan mereka. Beberapa saat Laras teringat masa kecilnya.

Flashback on

Sehabis sholat subuh Laras diajak oleh ayahnya jalan-jalan keliling gang. Laras kecil di letakkan diatas pundak ayahnya. Sambil menyanyikan lagu lagu daerah campuran. Kadang rasa Sayange, kadang di nyanyikan lagu Soleram.

"Kamu tahu, nak jika terjaga di waktu subuh banyak malaikat yang sedang menjagamu."

Di antara kalian ada Malaikat yang bergantian di waktu malam dan siang, mereka berkumpul ketika sholat fajar (Subuh) dan sholat Ashar."

"Lantas malaikat yang bermalam naik dan Tuhan mereka menanyai mereka (meskipun Allah paling tahu terhadap mereka), bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?"

Jawab para malaikat, "Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami datangi mereka juga dalam keadaan sholat." (HR Muslim)

"Makanya jangan tinggalkan sholatmu apapun situasinya. Yakinlah jika malaikat selalu memperhatikan segala gerak gerikmu. Semua amal perbuatan akan di kumpulkannya di hari akhir."

"Malaikat akan mendoakan umat manusia agar tidak melupakan Tuhannya. Meskipun 1:1000 manusia yang masih menyempatkan sholat subuh atau sholat malam. Ayah harap kamu menjadi salah satu dari satu banding seribu tadi."

Flashback off

Laras tersentak ketika sebuah tangan menepuk pundaknya. Senyumnya merekah saat mengetahui siapa yang mengagetkannya. Lengan menjalar ke belakang bahu Laras. Tak lama kepala Laras sudah bersandar di bahu Rangga.

"Jika suatu saat terjadi sesuatu padaku. Apakah kamu masih mau berada di sisiku. Jika aku jatuh miskin, jika aku nantinya cacat, apakah kamu akan tetap berada di sampingku." kata Rangga.

"Aku tidak akan meninggalkan kamu, mas. apapun yang terjadi? Jika suatu saat aku melanggarnya, kamu boleh membenciku.

Mas, jika suatu saat nanti aku belum memberikan kamu keturunan, apakah kamu akan meninggalkan aku juga?"

"Apapun yang terjadi. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, ras. susah senang kita jalani bersama. Kamu percaya sama aku, ras."

Laras mendongak ke arah suaminya. Senyum merekah terbit di bibir keduanya. Beberapa saat kemudian Laras kembali melabuhkan kepalanya di bahu Rangga. "Aku percaya sama kamu, mas."

*

*

*

*

Tetap terus pantengin cerita ini.

Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.

Jangan lupa likenya

Jangan lupa komennya juga rate

Kalau berkenan bantu vote dan hadiah

Bersambung

Terpopuler

Comments

Najwa Aini

Najwa Aini

Romantis...maniss...
tapi kenapa Rangga nanya kayak gitu??

apa dia sakit?

2022-05-20

0

Nofi Kahza

Nofi Kahza

lama2 makin romantis aja pasangan pengantin baru ini🥰

2022-05-18

0

💮Aroe🌸

💮Aroe🌸

yeey, yang udah nyatu.... romantis😋

2022-04-27

0

lihat semua
Episodes
1 Pernikahan
2 Gara Gara segugut
3 Bandara
4 Malam pertama
5 Pacaran Setelah Menikah.
6 Kilasan masa lalu
7 Kilasan masa lalu 2
8 Mulai cemburu (sebelum menikah)
9 Masih bulan madu
10 Permintaan Raya
11 Rumah ibu
12 Pulang ke rumah mama mertua
13 Dinner keluarga
14 Periksa ke dokter kandungan
15 Aku bukan cucu Oma
16 Rencana pindahan
17 Terapi kesuburan
18 Menyusul ke Jepang
19 Surat itu ...
20 Kedatangan Raya
21 Mimpi didatangi ibu
22 Masih dalam tekanan
23 Quality time
24 Tragedi
25 Kabar itu ...
26 Di rumah sakit
27 Nestapa di hari duka
28 Haruskah aku pergi?
29 Pemakaman Oma
30 Dimana suamiku?
31 Maaf, aku pergi
32 Masih koma
33 Positif
34 Tamu dari jauh
35 Bangun dari Koma
36 Bangun dari Koma 2
37 Bagas Barata Yudha
38 Hasutan
39 Di sita
40 Masih menumpang
41 Tawaran pindah .
42 Menata hidup baru
43 Pulang ke Indonesia
44 Merasa dekat
45 Cerita Bagas
46 Ziarah
47 Jalan-jalan
48 Wejangan dari calon besan
49 Donatur Taman kanak-kanak
50 Suara itu... suamiku
51 Aku Mencintainya..
52 Menjemput Bagas
53 Masa lalu Raya
54 Masa lalu Raya 2
55 Sebuah pertemuan
56 Aku tidak seperti itu
57 Masih di rumah sakit
58 Guncangan hati Bagas
59 Rencana Mila
60 Tetaplah disisiku
61 Bukan update
62 Maafkan aku, Ras.
63 Cerita di dalam taksi
64 Kisah di sekolah
65 Pertemuan di kontrakan
66 Jemput bersama
67 Kunjungan ke rumah Ina
68 Kunjungan ke rumah Ina 2
69 Pesta penyambutan Laras
70 Di pesta itu ...
71 Masih di pesta
72 Kebahagiaan Bagas
73 Jebakan Mila
74 Makan siang bersama
75 Kejujuran Laras
76 Belum percaya
77 Rencana Rangga
78 Berserah kepada-Mu
79 Berserah kepada-Mu (Versi Rangga)
80 Dampak viral
81 Sidang Mila
82 Di ruang ICU
83 Maafkan aku
84 Penyusup perusahaan
85 Pagi ini ...
86 Resign
87 Pamit
88 Mencoba kabur
89 Kejar-kejaran
90 Pemikiran Laras
91 Tidak punya malu
92 Kalah telak
93 Surgaku padamu
94 Cerita Di Rumah Sakit
95 Arti seorang ayah
96 Bertemu mereka
97 Camp rumah pohon
98 Masih di rumah pohon
99 Senandung hati
100 Di kantor polisi
101 Suka dan duka
102 Apesnya Mila
103 Calon settingan
104 Permintaan maaf Raya
105 Musibah
106 Bagas mau adik, bunda.
107 Teror untuk Mila
108 Irama cinta
109 Poor Mila
110 Hiduplah dengan bahagia
111 Siuman
112 Dinner
113 Promo semesta merestui kami
114 Di ruang sidang
115 Penahanan Mila
116 Masih di persidangan
117 Ini salah saya
118 Penahanan Rangga
119 Kapan terakhir kamu bahagia
120 Saya akan mencintai Larasati
121 Melepas rindu
122 Putusan sidang
123 Izinkan saya jadi menantu ibu
124 Kita akan selalu bahagia
125 Menelan ludah sendiri
126 Bagas mau khitan, Ayah
127 Acara sunatan Bagas
128 Jalan ke monas
129 Ziarah
130 Cerita di sekolah
131 Cerita di sekolah 2
132 Will you marry me
133 Berkumpul
134 Akhir yang bahagia (Final part)
135 PROMO NOVEL LORONG WAKTU TENTARA
136 PROMO PEMILIK KEHORMATAN
137 BINGKAI CINTA UNTUK SARMILA
138 AFTER ONE NIGHT IN LONDON
139 Novel baru: FAJAR UNTUK EMBUN
140 Radar cinta Andara
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Pernikahan
2
Gara Gara segugut
3
Bandara
4
Malam pertama
5
Pacaran Setelah Menikah.
6
Kilasan masa lalu
7
Kilasan masa lalu 2
8
Mulai cemburu (sebelum menikah)
9
Masih bulan madu
10
Permintaan Raya
11
Rumah ibu
12
Pulang ke rumah mama mertua
13
Dinner keluarga
14
Periksa ke dokter kandungan
15
Aku bukan cucu Oma
16
Rencana pindahan
17
Terapi kesuburan
18
Menyusul ke Jepang
19
Surat itu ...
20
Kedatangan Raya
21
Mimpi didatangi ibu
22
Masih dalam tekanan
23
Quality time
24
Tragedi
25
Kabar itu ...
26
Di rumah sakit
27
Nestapa di hari duka
28
Haruskah aku pergi?
29
Pemakaman Oma
30
Dimana suamiku?
31
Maaf, aku pergi
32
Masih koma
33
Positif
34
Tamu dari jauh
35
Bangun dari Koma
36
Bangun dari Koma 2
37
Bagas Barata Yudha
38
Hasutan
39
Di sita
40
Masih menumpang
41
Tawaran pindah .
42
Menata hidup baru
43
Pulang ke Indonesia
44
Merasa dekat
45
Cerita Bagas
46
Ziarah
47
Jalan-jalan
48
Wejangan dari calon besan
49
Donatur Taman kanak-kanak
50
Suara itu... suamiku
51
Aku Mencintainya..
52
Menjemput Bagas
53
Masa lalu Raya
54
Masa lalu Raya 2
55
Sebuah pertemuan
56
Aku tidak seperti itu
57
Masih di rumah sakit
58
Guncangan hati Bagas
59
Rencana Mila
60
Tetaplah disisiku
61
Bukan update
62
Maafkan aku, Ras.
63
Cerita di dalam taksi
64
Kisah di sekolah
65
Pertemuan di kontrakan
66
Jemput bersama
67
Kunjungan ke rumah Ina
68
Kunjungan ke rumah Ina 2
69
Pesta penyambutan Laras
70
Di pesta itu ...
71
Masih di pesta
72
Kebahagiaan Bagas
73
Jebakan Mila
74
Makan siang bersama
75
Kejujuran Laras
76
Belum percaya
77
Rencana Rangga
78
Berserah kepada-Mu
79
Berserah kepada-Mu (Versi Rangga)
80
Dampak viral
81
Sidang Mila
82
Di ruang ICU
83
Maafkan aku
84
Penyusup perusahaan
85
Pagi ini ...
86
Resign
87
Pamit
88
Mencoba kabur
89
Kejar-kejaran
90
Pemikiran Laras
91
Tidak punya malu
92
Kalah telak
93
Surgaku padamu
94
Cerita Di Rumah Sakit
95
Arti seorang ayah
96
Bertemu mereka
97
Camp rumah pohon
98
Masih di rumah pohon
99
Senandung hati
100
Di kantor polisi
101
Suka dan duka
102
Apesnya Mila
103
Calon settingan
104
Permintaan maaf Raya
105
Musibah
106
Bagas mau adik, bunda.
107
Teror untuk Mila
108
Irama cinta
109
Poor Mila
110
Hiduplah dengan bahagia
111
Siuman
112
Dinner
113
Promo semesta merestui kami
114
Di ruang sidang
115
Penahanan Mila
116
Masih di persidangan
117
Ini salah saya
118
Penahanan Rangga
119
Kapan terakhir kamu bahagia
120
Saya akan mencintai Larasati
121
Melepas rindu
122
Putusan sidang
123
Izinkan saya jadi menantu ibu
124
Kita akan selalu bahagia
125
Menelan ludah sendiri
126
Bagas mau khitan, Ayah
127
Acara sunatan Bagas
128
Jalan ke monas
129
Ziarah
130
Cerita di sekolah
131
Cerita di sekolah 2
132
Will you marry me
133
Berkumpul
134
Akhir yang bahagia (Final part)
135
PROMO NOVEL LORONG WAKTU TENTARA
136
PROMO PEMILIK KEHORMATAN
137
BINGKAI CINTA UNTUK SARMILA
138
AFTER ONE NIGHT IN LONDON
139
Novel baru: FAJAR UNTUK EMBUN
140
Radar cinta Andara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!