Pacaran Setelah Menikah.

Pada pukul 04.59, Laras terbangun dari peraduan malamnya. Tangan memegang perutnya yang dirasanya masih nyeri. Setelah malam yang mereka lalui, malam menyerahkan dirinya seutuhnya, Sebagai kewajiban pada suaminya. Wanita itu duduk kursi meja rias.

Senyumnya mengembang ketika memandang suaminya tertidur pulas. Masih tidak percaya kalau lelaki didepannya sudah menjadi suaminya. Rasanya seperti mimpi di siang bolong. Tapi ini memang bukan mimpi.

Namaku Larasati, saat ini usiaku 19 tahun. Kalau kalian pernah baca kisahku di novel sebelah pasti tahu siapa aku. Yup, aku adalah sahabat baiknya Karina. Karina Permata Gunawan, gadis yang baik hati yang mau menerimaku sebagai sahabatnya.

Kami berteman sejak SMP, karena aku bisa masuk ke sana melalui beasiswa. Sejak SMP hingga SMA aku selalu mengandalkan beasiswa untuk menunjang belajarku. Bedanya saat kuliah aku masuk jalur tes umum. Tapi aku bisa mengikuti beasiswa jalur tidak mampu. Ya, karena aku bukan anak orang kaya seperti Ina dan Angel.

Ibuku hanya pembuat kue biasa. Beliau menekuni dunia bakery sejak aku masih kecil. Sayangnya, hal itu tidak bisa kuwarisi. Meskipun ibu tidak berhenti melibatkanku ikut dalam pekerjaannya. Aku lebih memilih jadi kurir daripada menunggu kue masak.

Pertemuanku dengan Mas Rangga terbilang cukup akrab. Aku mengenalnya melalui Karina, sahabatku. Tidak menyangka saat itu hanyalah kekaguman semata kepadanya. Kak Rangga, itulah panggilanku sebelum menjadi istrinya. Sebelum aku bertemu dengan bu Raya, sebenarnya aku pernah bertemu bu Raya saat ina sweet seventeen. Karena mamanya Ina sedang keluar negeri, maka bu Raya lah yang menjadi orangtua pengganti. Kulihat orangnya baik. Meskipun beberapa tahun kemudian sikapnya berubah saat kak Rangga menjadi overcare sama Ina.

Bu Raya yang secara tiba-tiba datang menawarkan padaku untuk menjadi menantunya. Lucu ya, nggak ada angin nggak ada hujan tawaran durian runtuh jatuh kepadaku. Tapi kenyataannya memang begitu. Akupun didapuk sama Bu Raya tinggal dirumahnya setelah ibuku meninggal. Ternyata keluarga Om Donal menerimaku. Setelah mereka tahu bahwa aku anak dari masalalu om Donal.

Sekarang aku bingung. Apakah aku ini anak kandung om Donal atau bukan. Masalahnya om Donal ngotot bilang aku bukan anak kandung. Om Donal juga papa tiri Mas Rangga, lelaki yang sekarang menjadi suamiku.

Laras terus bermonolog mengenang perjalanan hidupnya. Dimana dia bertemu dengan mertuanya di tempat kerjanya. Secara mendadak mama mertuanya memintanya menikah dengan Rangga. Padahal Laras tahu kalau Rangga masih mencintai Ina. Saking cintanya pada Ina, saat dinikahkan dengan Jihan, pilihan keluarga Donal, Rangga memilih kabur dari pernikahan.

Laras sadar kelasnya sangat jauh dengan Ina maupun Jihan. Dia juga sadar diri. Rangga awalnya menolak di jodohkan dengan dirinya. Tapi dia juga tidak paham tiba-tiba lelaki itu menjadi lembut dengan dirinya. Apakah ada maksud tertentu dengan sikap Rangga? Laras tidak mau berpikiran jelek. Dia percaya cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya. Itu yang dia lihat sekarang pada suaminya.

Laras di kejutkan dengan tangan yang membalung di lehernya. Tampak tubuh tinggi itu menutupi punggungnya. Kecupan mendarat di pucuk rambutnya "Mas, ngagetin saja." Jawab Laras.

"Kamunya melamun. Mikirin apa sih, sayang." Tubuh Laras saat ini sudah berubah posisi diatas paha Rangga.

"Nggak ada, mas. Aku capek, badanku sakit semua, tapi sudah tidak bisa tidur lagi."

"Apakah sekarang sudah jam subuh?" Tanya Rangga.

"Kayaknya sudah lewat subuh, mas. Tapi kenapa aku tidak mendengar azan, ya, mas. Biasanya kalau di rumah ada bisa bangun kalau suara azan berkumandang."

Rangga tersenyum mendengar pertanyaan istrinya.

"Sayang, sekarang ini kita di Jepang. Dimana di sekitar kita muslim masih menjadi minoritas. Ada sih muslim, tapi kalau di dekat tempat kita ini hanya ada aku dan Nyonya Alea yang dari malaysia tinggal di apartemen ini. Suami Nyonya Alea sering mengajakku pergi ke acara pengajian di salah satu mesjid di jepang. Dan itu lokasi sangat jauh dari sini." Jelas Rangga.

"Nanti kalau ada waktu aku ajak kamu kesana,ya." Laras mengangguk mengiyakan ucapan suaminya.

"Sekarang aku mandi dulu, ya, mas." Laras mencoba berdiri walaupun jalannya tertatih. Karena bagian sensitifnya masih terasa perih.

"Maaaaaassss..." Laras merasa tubuhnya berada di rentangan tangan suaminya.

"Aku mandiin, ya."

"Aku bisa mandi sendiri, mas." Protes Laras.

Namun, bukan Rangga namanya kalau tidak tetap dalam keinginannya. Dia hanya meletakkan Laras dalam Bathrub yang dihiasinya bunga mawar merah. Setelah itu Rangga meninggalkan istrinya supaya menikmati wewangian dari air sabunnya.

Beberapa saat kemudian Laras selesai membersihkan diri. Dia melihat suaminya pun sudah segar.

"Mas sudah mandi?" Tanya Laras yang mencium harumnya tubuh suaminya.

"Sudah sayang." Rangga memamerkan senyumannya.

"Kapan?"

"Bareng sama kamu. Aku mandi di kamar sebelah." Jelas Rangga.

"Oh, ya sayang. Kamu nggak papa kan aku tinggal sebentar. Nanti aku mau ke kantor dulu ada urusan."

"Nggak apa-apa, mas." Jawab Laras tersenyum pada suaminya.

Rangga menuntun Laras ke dapur. Dengan sigap suaminya meracik beberapa bumbu ke dalam teflon. Dengan Rangga beraksi di depan kompor, terlihat lelaki itu sudah terbiasa masak. Laras ingin membantu tapi dicegah suaminya.

"Kamu duduk saja. Biarkan suamimu yang tampan ini memberikan pelayanan penuh cinta pada istrinya. Kamu akan merasakan masakan yang tidak kalah lezat dari chef-chef ternama."

"Mas, mau buat nasi goreng, kan?" Tebak Laras.

"Pokoknya kamu duduk manis. Biarkan chef tampan ini yang bekerja." Laras mengatup mulutnya mendengar suaminya yang narsis.

"Oke, chef silahkan."

Setelah mereka sarapan bersama. Laras mempersiapkan pakaian suaminya untuk ke kantor. Beberapa outfit Rangga yang masih terlihat kusut di rapikannya kembali memakai seterika uap. Meskipun dia bukan orangkaya, namun dia sudah pernah bekerja di berbagai tempat. Termasuk saat kerja di hotel bagian laundry.

Laras membelitkan dasi di kerah baju Rangga. Pekerjaannya tak luput dari kejahilan suaminya. Membuat Laras sedikit kikuk dengan sikap Rangga.

"Mas, lihatnya jangan seperti itu. Aku jadi nggak fokus." Laras semakin salah tingkah ketika tangan Rangga melilit di pinggangnya.

"I love you, Larasati. Terimakasih mau menikah dengan bujang lapuk seperti aku." Sahut Rangga.

"Mas.."

"Iya .." Rangga menarik dagunya istrinya.

Mereka saling bertatapan lama, Laras kembali menunduk. Degupan jantung yang semakin membuatnya salah tingkah di depan suaminya. Rangga menyandarkan tubuh Laras di dinding. Menautkan kedua bibir mereka sebagai ungkapan rasa cinta yang mereka rasakan.

"Mas .. cepat ke kantor." Bisik Laras. Laras harus mengulang merapikan pakaian suaminya yang kusut. Meskipun Rangga masih mencoba menakali dirinya.

"Aku nggak jadi ke kantor. Disini saja sama kamu. Sejak kita menikah seminggu yang lalu. Aku tidak bisa sebentar saja jauh dari kamu, sayang. Aku menikmati hubungan kita pacaran setelah menikah." Rangga kembali mengunci pintu kamarnya.

Terpopuler

Comments

MAY.s

MAY.s

Cusss ronde kedua😄

2022-06-18

0

Nofi Kahza

Nofi Kahza

lah! pintunya malah ditutup lagi ma rangga..gk jd kerja dia🤣

2022-05-16

1

💮Aroe🌸

💮Aroe🌸

pacar halal😇

2022-04-21

0

lihat semua
Episodes
1 Pernikahan
2 Gara Gara segugut
3 Bandara
4 Malam pertama
5 Pacaran Setelah Menikah.
6 Kilasan masa lalu
7 Kilasan masa lalu 2
8 Mulai cemburu (sebelum menikah)
9 Masih bulan madu
10 Permintaan Raya
11 Rumah ibu
12 Pulang ke rumah mama mertua
13 Dinner keluarga
14 Periksa ke dokter kandungan
15 Aku bukan cucu Oma
16 Rencana pindahan
17 Terapi kesuburan
18 Menyusul ke Jepang
19 Surat itu ...
20 Kedatangan Raya
21 Mimpi didatangi ibu
22 Masih dalam tekanan
23 Quality time
24 Tragedi
25 Kabar itu ...
26 Di rumah sakit
27 Nestapa di hari duka
28 Haruskah aku pergi?
29 Pemakaman Oma
30 Dimana suamiku?
31 Maaf, aku pergi
32 Masih koma
33 Positif
34 Tamu dari jauh
35 Bangun dari Koma
36 Bangun dari Koma 2
37 Bagas Barata Yudha
38 Hasutan
39 Di sita
40 Masih menumpang
41 Tawaran pindah .
42 Menata hidup baru
43 Pulang ke Indonesia
44 Merasa dekat
45 Cerita Bagas
46 Ziarah
47 Jalan-jalan
48 Wejangan dari calon besan
49 Donatur Taman kanak-kanak
50 Suara itu... suamiku
51 Aku Mencintainya..
52 Menjemput Bagas
53 Masa lalu Raya
54 Masa lalu Raya 2
55 Sebuah pertemuan
56 Aku tidak seperti itu
57 Masih di rumah sakit
58 Guncangan hati Bagas
59 Rencana Mila
60 Tetaplah disisiku
61 Bukan update
62 Maafkan aku, Ras.
63 Cerita di dalam taksi
64 Kisah di sekolah
65 Pertemuan di kontrakan
66 Jemput bersama
67 Kunjungan ke rumah Ina
68 Kunjungan ke rumah Ina 2
69 Pesta penyambutan Laras
70 Di pesta itu ...
71 Masih di pesta
72 Kebahagiaan Bagas
73 Jebakan Mila
74 Makan siang bersama
75 Kejujuran Laras
76 Belum percaya
77 Rencana Rangga
78 Berserah kepada-Mu
79 Berserah kepada-Mu (Versi Rangga)
80 Dampak viral
81 Sidang Mila
82 Di ruang ICU
83 Maafkan aku
84 Penyusup perusahaan
85 Pagi ini ...
86 Resign
87 Pamit
88 Mencoba kabur
89 Kejar-kejaran
90 Pemikiran Laras
91 Tidak punya malu
92 Kalah telak
93 Surgaku padamu
94 Cerita Di Rumah Sakit
95 Arti seorang ayah
96 Bertemu mereka
97 Camp rumah pohon
98 Masih di rumah pohon
99 Senandung hati
100 Di kantor polisi
101 Suka dan duka
102 Apesnya Mila
103 Calon settingan
104 Permintaan maaf Raya
105 Musibah
106 Bagas mau adik, bunda.
107 Teror untuk Mila
108 Irama cinta
109 Poor Mila
110 Hiduplah dengan bahagia
111 Siuman
112 Dinner
113 Promo semesta merestui kami
114 Di ruang sidang
115 Penahanan Mila
116 Masih di persidangan
117 Ini salah saya
118 Penahanan Rangga
119 Kapan terakhir kamu bahagia
120 Saya akan mencintai Larasati
121 Melepas rindu
122 Putusan sidang
123 Izinkan saya jadi menantu ibu
124 Kita akan selalu bahagia
125 Menelan ludah sendiri
126 Bagas mau khitan, Ayah
127 Acara sunatan Bagas
128 Jalan ke monas
129 Ziarah
130 Cerita di sekolah
131 Cerita di sekolah 2
132 Will you marry me
133 Berkumpul
134 Akhir yang bahagia (Final part)
135 PROMO NOVEL LORONG WAKTU TENTARA
136 PROMO PEMILIK KEHORMATAN
137 BINGKAI CINTA UNTUK SARMILA
138 AFTER ONE NIGHT IN LONDON
139 Novel baru: FAJAR UNTUK EMBUN
140 Radar cinta Andara
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Pernikahan
2
Gara Gara segugut
3
Bandara
4
Malam pertama
5
Pacaran Setelah Menikah.
6
Kilasan masa lalu
7
Kilasan masa lalu 2
8
Mulai cemburu (sebelum menikah)
9
Masih bulan madu
10
Permintaan Raya
11
Rumah ibu
12
Pulang ke rumah mama mertua
13
Dinner keluarga
14
Periksa ke dokter kandungan
15
Aku bukan cucu Oma
16
Rencana pindahan
17
Terapi kesuburan
18
Menyusul ke Jepang
19
Surat itu ...
20
Kedatangan Raya
21
Mimpi didatangi ibu
22
Masih dalam tekanan
23
Quality time
24
Tragedi
25
Kabar itu ...
26
Di rumah sakit
27
Nestapa di hari duka
28
Haruskah aku pergi?
29
Pemakaman Oma
30
Dimana suamiku?
31
Maaf, aku pergi
32
Masih koma
33
Positif
34
Tamu dari jauh
35
Bangun dari Koma
36
Bangun dari Koma 2
37
Bagas Barata Yudha
38
Hasutan
39
Di sita
40
Masih menumpang
41
Tawaran pindah .
42
Menata hidup baru
43
Pulang ke Indonesia
44
Merasa dekat
45
Cerita Bagas
46
Ziarah
47
Jalan-jalan
48
Wejangan dari calon besan
49
Donatur Taman kanak-kanak
50
Suara itu... suamiku
51
Aku Mencintainya..
52
Menjemput Bagas
53
Masa lalu Raya
54
Masa lalu Raya 2
55
Sebuah pertemuan
56
Aku tidak seperti itu
57
Masih di rumah sakit
58
Guncangan hati Bagas
59
Rencana Mila
60
Tetaplah disisiku
61
Bukan update
62
Maafkan aku, Ras.
63
Cerita di dalam taksi
64
Kisah di sekolah
65
Pertemuan di kontrakan
66
Jemput bersama
67
Kunjungan ke rumah Ina
68
Kunjungan ke rumah Ina 2
69
Pesta penyambutan Laras
70
Di pesta itu ...
71
Masih di pesta
72
Kebahagiaan Bagas
73
Jebakan Mila
74
Makan siang bersama
75
Kejujuran Laras
76
Belum percaya
77
Rencana Rangga
78
Berserah kepada-Mu
79
Berserah kepada-Mu (Versi Rangga)
80
Dampak viral
81
Sidang Mila
82
Di ruang ICU
83
Maafkan aku
84
Penyusup perusahaan
85
Pagi ini ...
86
Resign
87
Pamit
88
Mencoba kabur
89
Kejar-kejaran
90
Pemikiran Laras
91
Tidak punya malu
92
Kalah telak
93
Surgaku padamu
94
Cerita Di Rumah Sakit
95
Arti seorang ayah
96
Bertemu mereka
97
Camp rumah pohon
98
Masih di rumah pohon
99
Senandung hati
100
Di kantor polisi
101
Suka dan duka
102
Apesnya Mila
103
Calon settingan
104
Permintaan maaf Raya
105
Musibah
106
Bagas mau adik, bunda.
107
Teror untuk Mila
108
Irama cinta
109
Poor Mila
110
Hiduplah dengan bahagia
111
Siuman
112
Dinner
113
Promo semesta merestui kami
114
Di ruang sidang
115
Penahanan Mila
116
Masih di persidangan
117
Ini salah saya
118
Penahanan Rangga
119
Kapan terakhir kamu bahagia
120
Saya akan mencintai Larasati
121
Melepas rindu
122
Putusan sidang
123
Izinkan saya jadi menantu ibu
124
Kita akan selalu bahagia
125
Menelan ludah sendiri
126
Bagas mau khitan, Ayah
127
Acara sunatan Bagas
128
Jalan ke monas
129
Ziarah
130
Cerita di sekolah
131
Cerita di sekolah 2
132
Will you marry me
133
Berkumpul
134
Akhir yang bahagia (Final part)
135
PROMO NOVEL LORONG WAKTU TENTARA
136
PROMO PEMILIK KEHORMATAN
137
BINGKAI CINTA UNTUK SARMILA
138
AFTER ONE NIGHT IN LONDON
139
Novel baru: FAJAR UNTUK EMBUN
140
Radar cinta Andara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!