Ikan Bakar

Mereka berlima sudah sampai di sebuah Lesehan ikan bakar yang terkenal di kota itu, tampak Jasmine, Luna , Olive, Bara dan juga Abian masuk kedalam lesehan yang bernuansa pemandangan persawahan yang menghijau.

"Came on guys kita masuk" seru Olive yang sudah tak sabar ingin menikmati ikan bakar gurami khas kota Surabaya. Mereka berlima menikmati hidangan yang disajikan sekaligus menikmati keindahan pemandangan persawahan di tempat itu.

Luna tampak diam saja tidak menyentuh hidangan yang sudah disajikan untuknya, padahal perut Luna sudah sangat lapar sejak tadi, dirinya teringat akan sang ayah, keluarga Luna memiliki bisnis kolam pancing dan Lesehan yang cukup terkenal di tempat asal Luna.

Jasmine melihat Luna masih diam saja, padahal yang lainnya sudah makan dengan lahapnya, tampak Luna sedang memikirkan sesuatu.

"Nggak dimakan Lun? Kenapa tidak enak ya?" tanya Jasmine. Dan Luna sontak terkejut.

"Oh...bu_bukan, aku nggak bilang kalau ini nggak enak, aku cuma teringat pada ayah" jawab Luna sedih.

"Loh kenapa emangnya?" tanya Olive.

"Ayah dan mendiang ibu Luna punya sebuah usaha keluarga kolam pancing dan Lesehan ikan bakar seperti ini di tempatnya, ya mungkin Luna ke inget ayahnya gara-gara ikan bakar ini" seru Abian mencoba membantu Luna untuk menjelaskan.

"Oohh...gitu, terus kenapa kamu bisa berada disini Lun?" pertanyaan Olive membuat Abian dan Luna saling menatap.

Tiba-tiba saja Jasmine menyahuti omongan Olive.

"Luna lari dari rumah, karena dia mau dinikahkan sama temannya, yang juga anak dari almarhum ibunya, benar kan Lun?" seru Jasmine sambil tersenyum.

"Hehe ...iya betul" jawab Luna meringis.

Abian tampak garuk-garuk kepala, karena dirinya lah orang yang akan dijodohkan dengan Luna

"Ooo...gitu, ya ampun kok masih ada aja sih acara dijodohin, hello hari gini gitu loh, udah nggak jamannya di jodoh- jodohkan, iya dulu jaman emak-emak kita, masih ada tuh acara perjodohan, hah...untungnya gue nggak lahir pas jaman nyokap, kalau nggak gue bakal dijodohin tuh sama si Raka, sepupunya Bara" ucap Olive mengingat saat mamanya Monic punya rencana untuk menjodohkan dirinya dengan Raka. Namun Olive menolaknya.

"Eh ...jadi Elu yang mau dijodohin sama si Raka, Weh selamat ya Liv, gue turut bahagia" ucap Bara senang.

"Hiii ogah ya, gue nggak cinta sama Raka, dia bukan tipe gue, dia terlalu bule wajahnya, gue nggak suka, mungkin kelamaan tinggal di Jerman kali ya, mending gue milih Elu daripada sama si Raka" celetuk Olive yang membuat Bara memerah wajahnya.

"Yakin Lu milih gue!" canda Bara kepada Olive.

"Iya bener...tapi sayang gue sudah suka sama Abian, jadi Elu cari yang lain ajah" seru Olive.

Jasmine dan Abian saling menatap.

"Kok gue nggak rela sih jika Abi sama Olive, jahat nggak sih kalau gue sumpahin biar mereka putus" gumam Jasmine berharap hubungan Abian dan Olive merenggang.

******

Sementara di kantor PT Elang Perkasa Company, Vano mengajak putranya untuk melihat aktivitas kantor seperti apa, dan suasana kantor seperti apa, agar Ia bisa lebih memahami kondisi dan situasi kantor yang nantinya segera Ia pimpin.

Tampak para karyawan cewek saling berbisik dan mereka terlihat heboh saat Ray memasuki ruang utama kantor besar tersebut.

Vano mengumpulkan seluruh karyawan nya dari jabatan terendah hingga jabatan tertinggi, Vano akan memperkenalkan putra pertamanya yang akan membantunya dalam menyelesaikan urusan perusahaan baik didalam maupun diluar negeri.

"Putra pak Vano cakep banget, mirip sekali dengan pak Vano, keren"

"Kamu benar, hm coba lihat badannya yang seksi, huuu pasti anget tuh dipeluk sama dia"

"Sungguh sangat mempesona, kalau kayak gini bakal bikin betah lama-lama di kantor"

"Betul pake banget, kalau ada di ganteng ini di kantor, pasti bawaannya nggak mau pulang"

"Eh ..tapi denger-denger, anak pak Vano ini orangnya dingin banget, super jutek, kayak nggak suka lihat cewek-cewek yang mencoba mendekatinya, menurut berita anak pak Vano ini masih single alias belum punya pacar"

"Waahh, asyik dong, kita punya kesempatan untuk mendekati si tampan ini"

"Eh...jangan salah, dia nggak mudah tergoda, kita bakal dicuekin, malu sendiri kita"

Bisik-bisik sebagian karyawan wanita tentang sosok Ray, putra Vano.

"Baiklah kalian semua, sekarang saya akan memperkenalkan kalian kepada putraku yang akan membantuku untuk menjalankan perusahaan ini, dan dia nantinya yang akan menggantikan posisiku jika saatnya aku harus istirahat" ucap Vano sembari memanggil Ray yang berada di belakangnya.

"Ray!"

Ray segera menghampiri Vano dan berdiri di samping Vano.

"Perkenalkan ini Melviano Ar Rayyan Adiputra Perkasa, putra pertamaku yang juga menjadi pewaris perusahaan besar ini, sekarang dia akan membantuku dalam menyelesaikan urusan perusahaan, dan kalian jangan segan-segan untuk meminta bantuan kepadanya, karena Ray akan berupaya semampu nya untuk membuat perusahaan ini menjadi lebih maju" seru Vano yang diiringi tepuk tangan para karyawan-karyawannya.

Kemudian Ray memperkenalkan dirinya kepada seluruh karyawan yang berada di tempat itu.

"Selamat siang semuanya, perkenalkan saya Ray, kalian bisa panggil dengan Pak Ray, disini saya akan membantu papa dalam menjalankan perusahaan ini, jadi mulai sekarang kalian bisa bertanya kepada saya tentang apa-apa yang berhubungan dengan perusahaan, kalian tidak usah sungkan, saya akan bersikap profesional" ucap Ray penuh wibawa.

"Pak Ray benar-benar seperti pinang dibelah dua ya, mirip banget wajahnya.

"Kamu benar banget, ya ampun sumpah deh bikin klepek-klepek tuh pak Ray"

Para karyawan masih saja membicarakan ketampanan Ray yang benar-benar tidak diragukan lagi.

*****

Sementara itu mereka berlima sudah selesai menikmati makan siang, dan akhirnya Bara mengantarkan pulang mereka.

"Oh ya Bar, gue sama Luna turun di depan Butik nyokap aja, gue ada perlu sebentar" seru Jasmine untuk menurunkannya di depan Butik The Modis milik Shesa.

"Oke"

Kemudian Bara menghentikan mobilnya tepat di depan Butik terkenal itu.

"Ayo Lun kita turun disini" seru Jasmine kepada Luna.

"Disini? Bukankah ini butik milik desainer terkenal itu, Deandra Rashesa?" ucap Luna sangat terkejut.

"Iya betul Lun, dan pemilik Butik ini adalah nyokap nya Jasmine" sahut Olive yang membuat Luna semakin terkejut.

"Apa? Jadi Jasmine adalah putri dari desainer terkenal itu?" tanya Luna dengan membulatkan matanya.

"Yaapp...betul banget" sahut Olive membenarkan.

"Akhirnya aku bisa bertemu dengan Deandra Rashesa, wanita yang dimaksud Almarhum ibu"

gumam Luna senang.

Akhirnya Luna dan Jasmine turun dari mobil Bara.

"Bar, thanks ya udah nganterin kita" seru Jasmine.

"Its ok" jawabnya singkat.

"Abi, Olive gue duluan ya...daaa" pamit Jasmine kepada ketiga temannya.

Dan akhirnya mobil Bara melaju kembali ke Jalan raya.

"Jasmine, apa benar kamu adalah putri dari desainer terkenal Deandra Rashesa?" tanya Luna penasaran.

"Kalau iya kenapa? Elu nggak mau berteman sama gue?" jawab Jasmine bercanda.

"Bukan gue yang nggak mau berteman sama Elu, takutnya Elu yang nggak mau berteman sama gue" ucapan Luna membuat Jasmine bertanya-tanya.

"Elu tuh aneh deh ...udah ah ayo kita masuk" ajak Jasmine sembari menggandeng tangan Luna.

BERSAMBUNG

🔥🔥🔥🔥🔥

...WELEH GIMANA REAKSI LUNA SAAT KETEMU DENGAN SHESA YA??? AYOK BEB SAJENNYA JANGAN LUPA KEMBANG SETAMAN, BIAR AUTHOR UPDATE BANYAK 😁😁...

......Untuk visual Ray, maaf ya kalau tidak sesuai keinginan kalian, itu cuma keHALUan Author saja, maafkanlah 🙏🤭......

Terpopuler

Comments

Kenyang

Kenyang

lnjut 💪💪💪

2023-06-24

0

Mizu Ryuu

Mizu Ryuu

penasaran bgt, luna anak siapa sih mitha atau Nabila??

2023-04-07

0

Ikha Ranni

Ikha Ranni

Luna kan dr daerah gitu yah, bukan anak Jakarta knp pake lue gue..jd rancu asalnya Luna.. 🤔😁

2023-03-31

0

lihat semua
Episodes
1 Lari Dari Pernikahan
2 Anti Perjodohan
3 Potret lawas
4 Video Call
5 Jasmine pulang
6 Genangan air
7 Ray pulang
8 Butuh security
9 Peramal
10 Mencari pekerjaan
11 menantu yang tak di anggap
12 Ikan Bakar
13 Bertemu Shesa
14 Diterima kerja
15 Pesan Terakhir Ibu
16 Mimpi
17 Hari pertama kerja
18 Mengantarkan pesan
19 Rekor
20 Dia Kekasihku
21 Membuktikan kepada Luna
22 Ray membenci mereka
23 Merogoh saku
24 Kisah masa lalu
25 Merayakan pertemuan
26 Mencari Ray
27 Nikahi gadis itu
28 model pengganti
29 Siapa di ruangan itu
30 Security cantik
31 Maafkan Ayah
32 Menggendong Luna
33 Kamu adalah calon istriku
34 Dekapan Ray
35 Aku khilaf
36 Demi kebaikanmu
37 Kesedihan Ray
38 Cinta Luna
39 Aku mencintaimu
40 Sah
41 Melanjutkan sesuatu yang tertunda
42 Ada apa dengannya
43 Anggur merah
44 Pulang ke rumah
45 Permintaan Mama
46 Kenapa Harus Kamu
47 Hipotermia
48 Gengsi yang terlalu besar
49 Dilema
50 Sebatas teman
51 Hubungan tanpa status
52 Abian putra Nabila
53 Aku terlalu mencintaimu
54 Tugas seorang istri
55 Proyek baru
56 Sepucuk surat
57 Luna pingsan
58 Aku hamil
59 Luna pergi
60 Mengcancel proyek
61 Bertemu Ayah
62 Kepulangan Vano dan Shesa
63 Kehadiran Nabila
64 Bawa kembali menantu Mama
65 Karunia terbesar
66 Tiba di Kampung halaman
67 Tidak semudah itu
68 Berselimutkan sarung
69 listrik padam
70 Jaka Tarub
71 Handuk
72 Setengah perjalanan
73 Nasi pecel rempeyek kacang
74 Cemburu
75 Menyelam
76 Aku Memaafkanmu
77 Kedatangan Jasmine dan Abian
78 Olive dan Bara
79 Sahabat jadi cinta
80 Pak Bayu sakit
81 Mantu Idaman
82 Suara aneh
83 Jack Matilda
84 Mirip sekali
85 Cinta buta...bonus visual
86 Belum muhrim
87 Bertrand dan Aura
88 Pengakuan Aura
89 Pusara Mita
90 Pulang ke Surabaya
91 Makan malam
92 Melupakan dendam
93 Cincin putih
94 Cariin mantu
95 Sahabat sejati
96 Uweeenak pol
97 Donor ginjal
98 Berakhir kebahagiaan
99 Pernikahan Abian dan Jasmine
100 Doa Abian
101 Aku takut
102 Kewajiban yang sempurna
103 Canduku
104 Modal tampan doang
105 Ciuman pertama
106 Baju penggoda
107 Pernikahan Bara dan Olive
108 Air mata bahagia
109 Buble gum
110 Bukan mimpi
111 Video Bara dan Olive
112 sakit pinggang
113 Jeweran Luna
114 Dimana Ray dan Luna
115 Ray pingsan
116 Reyna Lavinya Ar Rayyan (Tamat)
117 OFFICE BOY KU CEO KU
118 Bonchap Apa yang kamu pikirkan
119 Bonchap Di atas meja
120 Bonchap Sendal sisihan
121 Launching novel baru
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Lari Dari Pernikahan
2
Anti Perjodohan
3
Potret lawas
4
Video Call
5
Jasmine pulang
6
Genangan air
7
Ray pulang
8
Butuh security
9
Peramal
10
Mencari pekerjaan
11
menantu yang tak di anggap
12
Ikan Bakar
13
Bertemu Shesa
14
Diterima kerja
15
Pesan Terakhir Ibu
16
Mimpi
17
Hari pertama kerja
18
Mengantarkan pesan
19
Rekor
20
Dia Kekasihku
21
Membuktikan kepada Luna
22
Ray membenci mereka
23
Merogoh saku
24
Kisah masa lalu
25
Merayakan pertemuan
26
Mencari Ray
27
Nikahi gadis itu
28
model pengganti
29
Siapa di ruangan itu
30
Security cantik
31
Maafkan Ayah
32
Menggendong Luna
33
Kamu adalah calon istriku
34
Dekapan Ray
35
Aku khilaf
36
Demi kebaikanmu
37
Kesedihan Ray
38
Cinta Luna
39
Aku mencintaimu
40
Sah
41
Melanjutkan sesuatu yang tertunda
42
Ada apa dengannya
43
Anggur merah
44
Pulang ke rumah
45
Permintaan Mama
46
Kenapa Harus Kamu
47
Hipotermia
48
Gengsi yang terlalu besar
49
Dilema
50
Sebatas teman
51
Hubungan tanpa status
52
Abian putra Nabila
53
Aku terlalu mencintaimu
54
Tugas seorang istri
55
Proyek baru
56
Sepucuk surat
57
Luna pingsan
58
Aku hamil
59
Luna pergi
60
Mengcancel proyek
61
Bertemu Ayah
62
Kepulangan Vano dan Shesa
63
Kehadiran Nabila
64
Bawa kembali menantu Mama
65
Karunia terbesar
66
Tiba di Kampung halaman
67
Tidak semudah itu
68
Berselimutkan sarung
69
listrik padam
70
Jaka Tarub
71
Handuk
72
Setengah perjalanan
73
Nasi pecel rempeyek kacang
74
Cemburu
75
Menyelam
76
Aku Memaafkanmu
77
Kedatangan Jasmine dan Abian
78
Olive dan Bara
79
Sahabat jadi cinta
80
Pak Bayu sakit
81
Mantu Idaman
82
Suara aneh
83
Jack Matilda
84
Mirip sekali
85
Cinta buta...bonus visual
86
Belum muhrim
87
Bertrand dan Aura
88
Pengakuan Aura
89
Pusara Mita
90
Pulang ke Surabaya
91
Makan malam
92
Melupakan dendam
93
Cincin putih
94
Cariin mantu
95
Sahabat sejati
96
Uweeenak pol
97
Donor ginjal
98
Berakhir kebahagiaan
99
Pernikahan Abian dan Jasmine
100
Doa Abian
101
Aku takut
102
Kewajiban yang sempurna
103
Canduku
104
Modal tampan doang
105
Ciuman pertama
106
Baju penggoda
107
Pernikahan Bara dan Olive
108
Air mata bahagia
109
Buble gum
110
Bukan mimpi
111
Video Bara dan Olive
112
sakit pinggang
113
Jeweran Luna
114
Dimana Ray dan Luna
115
Ray pingsan
116
Reyna Lavinya Ar Rayyan (Tamat)
117
OFFICE BOY KU CEO KU
118
Bonchap Apa yang kamu pikirkan
119
Bonchap Di atas meja
120
Bonchap Sendal sisihan
121
Launching novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!