Keesokan harinya Shesa datang ke Butik miliknya. Frisca melihat kedatangan Tantenya dan menyambut Shesa dengan gembira, tampak para pelayan memberi hormat kepada wanita pemilik Butik The Modis yang sudah terkenal di penjuru negeri, hingga mancanegara.
"Selamat siang Bu Shesa" sapa pelayan.
"Selamat siang" jawab Shesa dengan ramah
Tampak pelayan begitu senang dengan kedatangan Shesa di Butik itu, sosok Shesa yang ramah dan baik, menjadi idola tersendiri bagi pegawai-pegawainya. Karena Shesa sering memberikan bingkisan kecil kepada pegawainya, apalagi untuk pegawai yang rajin, tak jarang Shesa juga menghadiahkan baju gratis untuk pegawainya, dan itu memberi dorongan untuk para pegawai lain agar selalu semangat dalam bekerja.
"Bagaimana Frisca? Sudah kamu sebarkan info lowongan pekerjaan itu?" tanya Shesa sembari duduk di sebuah kursi kebesarannya.
"Sudah Tante" jawab Frisca.
"Mudah-mudahan kita segera mendapatkan
orang yang tepat untuk pekerjaan ini" ucap Shesa penuh harap.
"Iya Tante, semoga saja" jawab Frisca.
"Oh ya Frisca, bagaimana keadaan rumah, semua baik-baik saja kan?" tanya Shesa mengenai keluarga Vera.
"Frisca bingung deh Tan" ungkap Frisca sedih.
"Kenapa? kenapa kamu bingung?" tanya Shesa pada keponakannya itu.
"Mama sekarang lebih pendiem dan suka ngelamun gitu, Frisca juga nggak ngerti, akhir-akhir ini Mama berubah, nggak kayak dulu lagi" ucapan Frisca membuat Shesa terkejut.
"Memangnya Mamamu ada masalah sama papa kamu?" tanya Shesa.
"Perasaan nggak ada sih Tan, Mama dan Papa baik-baik saja, cuma sekarang Papa lagi luar kota, ada urusan bisnis di Pekanbaru, jadi tinggal Mama sama Oma aja di rumah, apa menurut Tante Mama rindu kali ya sama Papa? Soalnya nggak biasa banget Mama seperti itu? Kalau Friska tanya, Mama selalu ngeles" ungkap Friska yang membuat Shesa sedikit cemas kepada kakaknya tersebut.
"Ya mungkin saja Mamamu merasa kesepian di rumah, kalau cuma sama Oma kan nggak enak" seru Shesa menenangkan.
"Iya bener juga sih Tan, soalnya akhir-akhir ini Oma sering ngajak Tante Laura pergi belanja, biasanya Mama diajak, tapi sekarang Mama sering ditinggal, ya mungkin itu membuat Mama kesepian" ucapan Frisca membuat Shesa merasa ada yang tidak beres dengan sikap mertua kakaknya.
"Ada masalah apa kak Vera dengan Tante Emily?" gumam Shesa.
*****
Sementara itu di kampus, terlihat Jasmine sedang berada di ruang kelasnya, tampak Olive menghampiri Jasmine yang tengah membaca sebuah buku.
"Hai Jasmine, hari ini kita shopping yuk, ada diskon besar-besaran loh, mumpung promonya belum habis" ajak Olive
"Aduh...kayaknya nggak bisa deh, soalnya aku ada janji sama Bara" ucap Jasmine menolak.
"Ya...nggak seru lah kalau nggak ada kamu" seru Olive.
Tiba-tiba Bara dan Abian datang bersama menghampiri Jasmine dan Olive.
"Jasmine, kita jadi pergi kan hari ini?" tanya Bara.
"Iya...tentu saja" jawab Jasmine setuju.
"Eh...kalian mau kemana?" tanya Olive penasaran.
"Kita mau ke acara bazar, cari buku referensi" jawab Bara.
"Waah...berarti kita searah dong, kita jalan bareng aja, Bara sama Jasmine, aku sama Abian" ucap Olive senang.
"Yah...nggak bisa gitu dong Liv, kita nggak mungkin ganggu mereka berdua" seru Abian.
"Ganggu apaan Bi, kita cuma berteman kok, iya kan Bara?" tanya Jasmine dan itu memaksa Bara untuk menganggukkan kepalanya.
Bara adalah anak kedua dari pasangan Excel dan Vera, Bara diam-diam menyukai sepupunya itu, namun Jasmine hanya menganggap Bara hanya sebagai saudara.
Abian menatap Jasmine, Abian menaruh hati pada Jasmine saat pertama kali mereka bertemu, begitupun dengan Jasmine, meski ia masih malu untuk mengakuinya, namun sorot mata gadis itu tidak bisa berbohong, bahwa dirinya sebenarnya suka kepada Abian.
"Kenapa ya, kalau aku memandang Abian, seolah ada sesuatu yang ingin ia sampaikan, atau jangan-jangan apa yang dikatakan Luna itu benar...ah sudahlah Jasmine, kamu jangan bermimpi, Abian pacarnya Olive, sahabatmu sendiri, jangan sampai persahabatanmu putus hanya karena masalah cowok" gumam Jasmine.
"Baiklah, ayo kita pergi" seru Bara dengan senang.
Mereka berempat naik mobil Bara, keempatnya menuju sebuah tempat bazar yang sudah ramai oleh pengunjung.
Sesampainya di tempat tujuan, tampak Bara dan Olive yang sibuk memilih barang-barang kesukaan mereka, sedangkan Jasmine tengah memperhatikan sebuah stand seorang peramal, Jasmine tertarik dengan ramalan garis tangan dan hanya sekedar seru-seruan.
"Mari Nona, silahkan duduk" seru peramal wanita paruh baya, yang memakai kain yang dililitkan di kepalanya, penampilan nyentrik peramal itu menjadi daya tarik tersendiri.
Jasmine duduk berhadapan dengan peramal wanita itu. Kemudian peramal itu mencoba melihat garis tangan Jasmine.
"Tunjukkan telapak tangan mu!"
Kemudian Jasmine memberikan telapak tangan nya kepada peramal itu. Sejenak sang peramal tersenyum melihat garis tangan Jasmine, namun setelah itu ekspresi wajah sang peramal berubah serius.
"Bagaimana? Apa yang terjadi?" tanya Jasmine penasaran.
Perlahan peramal itu menjelaskan kepada Jasmine tentang apa yang sudah Ia lihat dengan mata batinnya.
"Kamu gadis yang beruntung, kedua orang tuamu sangat menyayangimu, apalagi saudaramu, ia juga sangat menyayangimu, kalian keluarga yang harmonis dan bahagia, tapi...." ucapan peramal itu terputus.
"Tapi kenapa? Katakan?" Jasmine semakin penasaran.
"Kamu akan menikah dengan orang yang kamu cintai, tapi sebelum itu akan ada badai yang cukup besar menghantam cinta kalian, aku melihat ada gambaran masa lalu yang masih menorehkan luka, dan itu membuat kisah cintamu sedikit mengalami kendala" ungkap sang peramal.
"Apa maksudmu? Aku benar-benar tidak mengerti!" ucap Jasmine sembari mengerutkan keningnya.
"Dengar Nak, sebentar lagi kamu akan bertemu dengan pemuda yang mencintaimu, namun tidak akan semudah itu kalian bisa bersatu, akan ada hal yang cukup besar menghadang cinta kalian, terutama penolakan dari pihak salah satu keluarga mu" ungkap peramal itu serius
"Penolakan? Dari pihak keluarga? Siapa?" tanya Jasmine semakin penasaran.
Tiba-tiba saja Olive memanggil nama Jasmine, dan itu membuat Jasmine terkejut.
"Jasmine, rupanya kamu disini, eh aku cari-cari kamu keliling loh, ternyata kamu disini" seru Olive yang terkejut melihat Jasmine masuk kedalam stand seorang peramal.
"Jasmine, sini deh" seru Olive sembari menarik lengan Jasmine.
"Apa sih?" balas Jasmine terkejut.
"Kamu ngapain datang ke peramal itu?" tanya Olive.
"Emangnya kenapa? Nggak boleh, aku cuma iseng-iseng doang, lagian aku nggak bakal percaya gitu ajah sama ramalan, itukan cuma prediksi manusia, dan hanya Tuhan yang bisa menentukan" ucap Jasmine meyakinkan Olive.
"Iya juga sih" sahut Olive sambil garuk-garuk kepala, sementara Abian dan Bara tengah berada dalam stand buku.
Terlihat Bara dan Abian sibuk mencari buku favorit mereka, begitu pun Jasmine dan Olive yang menyusul keduanya ke dalam stand buku.
Terdapat sebuah buku bagus yang sudah diintai oleh dua orang, dan secara bersamaan keduanya mengambil buku itu.
"Deg"
"Abi...!"
"Jasmine...!"
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Ita rahmawati
makin seru 🥰
2023-08-13
0
Kenyang
lnjut💪💪
2023-06-24
0
Silla
bukan teman lagi tp sepupu lah Jasmin sama bara lah kn Shesa sama Vera kkx adik kadung lagi 😁
2023-06-14
0