Bayi tabung

Raka membawa pulang istri keduanya, tak selayaknya orang yang memperistri untuk kepuasan seksual, Raka melempar raga tinggi Krystal ke atas ranjang berukuran kecil.

Hanya muat satu orang, tak ada kasur empuk, itu hanya dipan yang di alasi tikar saja, maka saat di lempar ke sana bukannya memantul, Krystal justru meringis kesakitan.

"Aakk!" Keluhnya.

Raka menyeringai "Di sini tempat mu tinggal!" Ucapnya bengis.

Krystal mengedarkan pandangan, meskipun tak ber_kasur setidaknya kamar ini lebih luas dari kamar yang Mary berikan padanya.

"Mulai sekarang, kau yang mengurus rumah ini, kau harus membersihkan rumah ini, dari lantai atas sampai lantai bawah!" Titah Raka.

"Lalu bagaimana dengan pekerjaan ku? Aku masih punya tanggung jawab di kantor ku Raka, aku bisa telat sampai kantor kalau kau menyuruhku membersihkan rumah istana mu! Susah payah aku raih pekerjaan ini, tolong jangan hancurkan karier ku!" Bersuara ketus Krystal menghiba.

Raka menyukai raut tersiksa istri keduanya, ini terasa damai dalam sanubari "Baiklah, akan ku berikan dispensasi untuk mu, setelah membersihkan seluruh sudut istana ku, membersihkan Viona ku, menyirami bunga-bunga kesayangan Viona ku, menyiapkan sarapan pagi ku, menyiapkan pakaian ku juga berkas apa saja yang harus ku bawa ke kantor ku, kau boleh berangkat ke kantor mu!" Ujarnya.

"Bagaimana bisa?" Sela Krystal mengerut kening. Dia benar-benar dijadikan budak, bukan istri.

"Itu urusan mu!" Sambung Raka seraya melengos pergi. Cukup sudah dirinya berkonfrontasi dengan wanita cupu yang tak sedap di pandang mata ini.

Krystal menggeleng "Raka!" Dia raih tangan suaminya berusaha membujuk, tapi kemudian di tepis secara tidak hormat oleh sang pemilik "Jangan menyentuh ku kecuali aku suruh!" Pekik nya melotot.

"Tapi."

"Diam! Kau cari tahu agenda ku dari salah satu pelayan ku, besok pagi kau sudah harus melakukan apa yang ku perintah kan padamu!" Raka berucap ketus sebelum kemudian pergi dari tempat itu.

Krystal bergeming menatap berlalunya punggung bidang suaminya, sungguh tak masuk di akal, ini sudah seperti mimpi, dalam waktu sekejap dia di per_istri laki-laki yang sangat dia kagumi, bukan bahagia dia justru merasa tersiksa.

"Hubungan macam apa ini? Toxic!" Umpat nya merutuki nasibnya sendiri.

Krystal duduk di sisi ranjang, mendengus pelan sembari memikirkan perintah Raka barusan. Kalau hanya membersihkan rumah, itu sudah biasa dia lakukan dari masih tinggal di rumah paman dan bibinya, maka tak terlalu berat baginya.

"Ya sudah lah, mungkin ini sudah harus menjadi takdir ku, Mamah bilang tidak ada masalah yang Tuhan timpakan di luar batas kemampuan manusia. Aku tahu aku kuat, aku cerdas, aku pasti mampu menghadapi tantangan ini." Gumamnya lirih yang penuh keyakinan.

...• • • • • • • • • • •...

Embun mulai mengudara, membuat aroma basa di sekitaran taman bunga milik Presdir tampan perusahaan ternama X-meria group.

Raka baru saja membuka netra nya, beranjak dari selimut tebalnya, menggerakkan kepalanya, meregangkan otot-otot kaku di leher nya.

Saat mengusap dahi yang berkerut tak sengaja ekor matanya mengerling pada ujung ranjang, dimana baju kemeja, celana bahan hitam, jas eksekutif, dasi yang cocok dan pas dengan selera nya tertata rapih, bukan hanya itu saja, bahkan underwear pun ada di atasnya.

"Siapa yang menyiapkan ini semua? Apa Viona sudah siuman?" Gumamnya.

Ini hal yang biasanya Viona lakukan, dan pakaian ini adalah pakaian yang biasanya Viona pilihkan.

"Andre!" Teriaknya.

Satu pelayan wanita berlari masuk dengan tundukkan wajahnya "Maaf Tuan muda, Mas Andre sedang tidak di rumah, bukanya malam ini Tuan muda menyuruhnya mengawasi Nyonya Viona di rumah sakit?" Ujarnya.

"Apa?" Kembali Raka mengingat-ingat sesuatu yang terjadi malam tadi, dia hampir saja lupa seluruh kejadian malam tadi "Sejak kapan aku pelupa begini? Aku sampai lupa menemani Viona di rumah sakit." Gumamnya lagi.

"Lalu, siapa yang menyiapkan ini untuk ku?" Raka menunjuk pakaian yang teronggok di atas ujung ranjangnya.

"Baru saja, Nyonya Krystal yang menyiapkannya Tuan muda." Kata pelayan itu.

"Krystal?" Raka terhenyak.

"Iya!" Angguk sang pelayan.

"Jadi dia tahu selera Viona? Dasar tukang plagiat!" Umpat nya sinis.

"Baiklah, kau boleh pergi!" Usir Raka.

Baru saja pelayan itu membalikkan badan Raka sudah lebih dulu berkata "Oya. Suruh Krystal siapkan sarapan untuk ku! Dan ingat, kalau sampai salah, akan aku hukum dia!" Ujarnya.

"Baik Tuan."

"Hmm." Raka mengibas-ngibas kan tangannya pada perempuan itu, setelah memastikan sang pelayan keluar dari kamar, dia beranjak dari tempatnya menuju bilik mandi untuk bergegas membersihkan diri.

Setelah selesai dengan ritual pembersihan diri, Raka memakai satu persatu pakaian yang Krystal siapkan untuknya. Dari sepatu, kemeja juga celananya.

Hanya dasi yang dia sisakan, Raka sengaja membawanya keluar dari kamar, agar istri tak di inginkan nya yang memasangkan.

Saking terbiasanya Viona mengurus segalanya, Raka sampai lupa cara memasang dasi di lehernya sendiri.

Tiba di meja makan matanya di kejutkan dengan masakan-masakan khas yang biasa di buat oleh Viona.

Terlihat di sana Krystal masih membenahi piringnya, persis seperti saat Viona menyiapkan sarapan untuknya "Makan lah. Setelah itu aku harus langsung ke kantor!" Ujarnya.

Raka berkerut kening "Ke kantor? Aku kan sudah bilang, kau tidak boleh ke kantor sebelum, ..."

"Tapi semua yang kau titah kan padaku sudah selesai ku lakukan, lihatlah, istanamu sudah kinclong, bunga-bunga di tamam sudah ku sirami, kau sudah rapih dengan pakaian mu, berkas mu sudah ku urut sesuai agenda mu, aku juga masak untuk mu. Lalu kurang apa lagi? Kau ingin aku temani tidur?" Sela Krystal memangkas ucapan Raka.

Raka dibuat tak bisa menjawab "Aku, ..."

"Sudah-sudah. Aku temani kamu makan dulu baru setelah itu aku berangkat ke kantor!" Potong Krystal lagi.

"Yah. Itu lebih baik." Raka duduk dengan tenang, sejatinya Raka masih bingung, apa yang sedang terjadi pada dirinya, kenapa tak bisa fokus dengan alam kesadarannya.

Krystal duduk menatap Raka yang memulai ritual sarapannya "Apa aku boleh ikut sarapan?" Tanyanya.

"Tidak!" Tolak Raka singkat.

"Syukurlah aku sudah lebih dulu sarapan, aku tahu kau takkan mengizinkan ku ikut makan bersama mu!" Batin Krystal.

Raka memagut satu persatu suapannya sambil memikirkan cara agar Krystal tak lagi bisa bekerja, dia tahu Krystal sangat membanggakan prestasinya dalam karier, dengan hancurnya itu, dia akan lebih bahagia.

"Oya, mulai besok tugas mu bertambah, kau yang harus mencuci dan menyetrika pakaian ku. Kau juga harus segera hamil!" Ujarnya tanpa menoleh.

Krystal mengerut kening "Hamil?" Kejutnya.

"Hmm."

"Kau bilang tidak tertarik membawa ku ke ranjang mu, lalu apa ini? Apa kau ingin mengkhianati istri mu Raka?" Berang Krystal.

Raka menoleh tajam "Jangan berpikir aku akan menyentuh mu Krystal, aku hanya akan membuat mu hamil dengan bayi tabung saja!" Ungkapnya bengis.

Krystal terkesiap "Apa? Bayi tabung?" Celetuk nya.

"Hmm!" Seringai iblis terbit di ujung bibir Raka.

...• • • • • • • • • • •...

Bersambung......

#

#

Terpopuler

Comments

ollyooliver🍌🥒🍆

ollyooliver🍌🥒🍆

nah..ini tau kok pake ada main seronh sama sekertaris.. KATA MAIN SERONG ARTINYA SELINGKUH dan pasti selingkuhnya itu buka dengan cara bayi tabung tapi bersetubuh.

2025-03-31

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Ya Ampun.....ada ya manusia seperti itu... Kristal.... semangat....kuat.... jangan biarkan si cecunguk itu menindasmu ...

2025-02-14

0

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

hebat kristal kamu emang wanita cerdas,gesit dlm bekerja dan mampu melakukan semua yg di perintahkan raka

2024-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback
3 Visual...
4 Syah!
5 Bayi tabung
6 Titik terang
7 Mulai curiga
8 Berlian....
9 Jati diri
10 Drama....
11 Rumus....
12 Mulai resah
13 Sebenarnya
14 Berita pernikahan
15 Kecewa...
16 Kesepakatan
17 Menyerah
18 Laura?
19 Terungkap
20 Tirani.....
21 Orang tua Raka
22 Dilema....
23 Kesepakatan terakhir
24 Sarapan bersama
25 Trend fashion
26 Panggilan....
27 Mengigau...
28 Mendengus...
29 Siuman...
30 Bahagia, datar
31 Dilema²
32 Kado....
33 Dua kamar satu suami
34 Budak cinta
35 Sendu pilu
36 Pergi.....
37 Catatan tempel
38 Gerundel
39 Frustasi....
40 Iri hati.....
41 Semua pedih
42 Keputusan
43 Cari dimana pun!
44 Hyeong!
45 Suapan curhat
46 Doa menakutkan
47 Secercah harapan
48 Di terima!
49 Telat...
50 Penthouse
51 Syok....
52 Dilema Hyun Ki
53 Pasti....
54 Pemilik hati
55 Brother!
56 Tertegun
57 Seleb cilik
58 Gugup....
59 Membatin....
60 Kedatangan.
61 Dosa terindah....
62 Duarr!!
63 Puncak amarah
64 Kita pulang Daddy....
65 Kembali....
66 Ikhlas....
67 Taruhan....
68 Kembali part²
69 Doing well
70 Media perjodohan
71 Daddy cemburu?
72 Produk besutan....
73 Menyatroni
74 Lady's
75 Happy Queen
76 Rujuk....
77 Cuitan
78 Sinting!
79 Raka
80 Raka²
81 Kenangan
82 Epilog
83 BC bagian satu
84 BC Bagian dua
85 BC bagian tiga
86 BC bagian empat
87 BC bagian lima
88 BC promosi
89 Test_S2 Queen.
90 Test S2 Queen 2
91 M o v e o n
92 U m u m
93 Kata PA
94 KATA PASHA
95 KATA PASHA
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Prolog
2
Flashback
3
Visual...
4
Syah!
5
Bayi tabung
6
Titik terang
7
Mulai curiga
8
Berlian....
9
Jati diri
10
Drama....
11
Rumus....
12
Mulai resah
13
Sebenarnya
14
Berita pernikahan
15
Kecewa...
16
Kesepakatan
17
Menyerah
18
Laura?
19
Terungkap
20
Tirani.....
21
Orang tua Raka
22
Dilema....
23
Kesepakatan terakhir
24
Sarapan bersama
25
Trend fashion
26
Panggilan....
27
Mengigau...
28
Mendengus...
29
Siuman...
30
Bahagia, datar
31
Dilema²
32
Kado....
33
Dua kamar satu suami
34
Budak cinta
35
Sendu pilu
36
Pergi.....
37
Catatan tempel
38
Gerundel
39
Frustasi....
40
Iri hati.....
41
Semua pedih
42
Keputusan
43
Cari dimana pun!
44
Hyeong!
45
Suapan curhat
46
Doa menakutkan
47
Secercah harapan
48
Di terima!
49
Telat...
50
Penthouse
51
Syok....
52
Dilema Hyun Ki
53
Pasti....
54
Pemilik hati
55
Brother!
56
Tertegun
57
Seleb cilik
58
Gugup....
59
Membatin....
60
Kedatangan.
61
Dosa terindah....
62
Duarr!!
63
Puncak amarah
64
Kita pulang Daddy....
65
Kembali....
66
Ikhlas....
67
Taruhan....
68
Kembali part²
69
Doing well
70
Media perjodohan
71
Daddy cemburu?
72
Produk besutan....
73
Menyatroni
74
Lady's
75
Happy Queen
76
Rujuk....
77
Cuitan
78
Sinting!
79
Raka
80
Raka²
81
Kenangan
82
Epilog
83
BC bagian satu
84
BC Bagian dua
85
BC bagian tiga
86
BC bagian empat
87
BC bagian lima
88
BC promosi
89
Test_S2 Queen.
90
Test S2 Queen 2
91
M o v e o n
92
U m u m
93
Kata PA
94
KATA PASHA
95
KATA PASHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!