Flashback

Sepuluh hari sebelum Viona Rosma koma.

"Apa Ka!"

Dalam ruangan formal ber_dominasi warna hitam, kaca-kaca transparan mengelilingi seluruh bangunan mewah itu.

Laptop terbuka, telepon kabel, dan beberapa gadget mahal teronggok di atas meja kerja.

Viona meloloskan tatapan tajam ke arah pria dengan pekikan suara yang begitu menyayat hati, baru saja dia mengusir sekertaris suaminya yang di duga selingkuhan dari CEO tampan pemilik ruangan ini.

"Kamu bilang selingkuh mu punya alasan?" Tambah Viona lalu melangkah satu kali ke depan masih dengan tatapan yang menusuk pada pria itu.

"Yah Yank, aku menikahi Agnie hanya untuk mendapatkan keturunan saja, kamu tahu sendiri aku butuh penerus, sedang kamu anovulasi. Hanya dengan cara ini saja aku bisa memiliki keturunan." Raka juga melangkah maju meraih lengan isterinya.

Saat ini laki-laki itu tengah membujuk perempuan tersayangnya agar merestui pernikahan keduanya bersama sang sekertaris.

"Kalau begitu ceraikan aku!" Viona berucap ketus seraya menampik tangan suaminya cepat.

"Viona!" Raka terhenyak mendengar perintah dari bibir isteri tercinta, tiada pernah sekalipun terpikir bercerai dari wanita yang sangat dia cintai.

"Cerai katamu? Gila kamu hah? Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan mu! Kamu tahu aku sangat mencintaimu!"

"Bohong!" Sergah Viona memangkas ucapan suaminya "Buktinya kamu menduakan ku! Kau menyetubuhi wanita lain, kau, ...."

Viona tak mampu melanjutkan kata-katanya, berat sekali mengucapkan satu kata pun saat ini, dia tergagu, sungguh bibir terasa kelu, hanya air mata yang menetes tiada henti mengaliri pipi. Suami yang terus memproklamirkan kata cinta, kenyataannya mampu mengkhianati dirinya.

"Maaf, tapi aku berbuat seperti ini karena, ...."

"Anak?" Viona memangkas ucapan suaminya lagi, masih dengan nada dan tatapan menceku, dia anggukan kepalanya cepat "Yah, maka lakukanlah sesuai dengan mau mu, Raka!" Dia lantas melangkah keluar ruangan dengan masih mengemban tangisan kecewanya.

Di duakan, siapa yang rela meskipun alasannya mungkin masuk akal, lalu kemana janji-janji yang selama ini Raka ucap? Saat dia bilang aku mencintaimu dari cantik mu hingga kurang mu selamanya Viona.

"Bulsyiittt!!" Umpat serapah wanita itu setelah menghentakkan pintu sekeras mungkin dan membuat Raka terkejut.

"Maaf." Lirih Raka.

Lelaki itu kembali duduk di kursi kebesarannya, kursi tinggi turunan dari generasi sebelumnya, keluarga Raka memang sudah tajir melintir dari zaman ke zaman.

Digit angka yang bertengger di rekeningnya bahkan sudah tak terhingga. Sangat kaya.

Bisnis properti dan beberapa perusahaan lainnya yang mereka namai Xmeria group hampir semua orang mengenalnya.

Diantara perusahaan yang sampai membuka pabrik anakan di luar negeri adalah perseroan terbatas yang memproduksi elektronik dan berhasil merajai pasar.

Dreeetttt dreeetttt, setelah cukup lama terdiam, gawai tipis di atas meja meminta perhatian, segera laki-laki itu menggeser tombol hijau, menerima panggilan.

Kebetulan nomor yang memanggilnya adalah salah satu pengawal isteri tercintanya, Raka tak pernah mengacuhkan kabar terkini Viona.

"Halo Mark!" Jawabnya tegas.

📞 "Tuan! Gawat Tuan, Nyonya di culik!"

"Apa!" Raka berdiri dengan seruan suara yang memekik "Gob Lok!" Bentaknya melotot.

📞 "Tapi kami masih mengejar mobilnya Tuan!"

"Pantau mobil itu dan kirim alamatnya!"

Gegas Raka berjalan bahkan setengahnya berlari keluar dari ruangan tersebut kemudian beberapa antek-antek dengan otomatis mengiringi langkahnya.

"Hubungi Andre, suruh dia menyusul ku!" Di sela larinya laki-laki itu berseru dan satu pria di belakang menjalankan perintahnya.

Sebagai penguasa mendengar kata culik menculik sudah tidak asing lagi baginya. Pasti ada beberapa pesaing bisnis yang mengincar jatuh nya laki-laki itu.

Mungkin salah satunya dengan cara menyakiti keluarganya, itulah alasan mengapa Raka selalu menempatkan beberapa antek-antek di sekitar Viona.

Namun sepertinya kali ini orang-orangnya sudah melakukan kesalahan fatal dan hukumannya sudah pasti tidak main-main.

Tiba di luar, satu buah mobil BMW yang terbuka pintunya menyambut kedatangan, segera Raka masuk dan duduk di kursi kendaraan mewah tersebut.

"Jalan cepat!" Titahnya.

Mobil sport merah itu pun melaju sangat cepat menuju lokasi yang di kirim oleh Mark.

Jika ada kabar yang tak sedap, secepat kilat berita itu menyebar ke seluruh jaringan sistem orang-orang Raka maka dengan cepat pula semua pegawai bisa mengambil langkah tanpa bertanya apa masalah nya.

"Di jembatan penyeberangan Tuan?" Sang sopir memastikan sambil melirik sekilas pada Raka.

"Yah, segera, tambah lagi kecepatan nya!" Pungkas Raka gusar, lihat saja nanti jika sampai batang hidung dari orang yang berusaha menculik isterinya tertangkap, sudah bisa di pastikan selesai di tempat mereka.

Lima belas menit berselang.

Satu buah mobil teronggok di tengah-tengah jembatan penyeberangan yang cukup sepi bahkan tak satu pun kendaraan yang melintas.

Sepertinya itu memang mobil yang Mark sebut-sebut sebagai penculik isterinya, tapi anehnya kenapa harus berhenti di sana? Kenapa tidak bersembunyi lebih jauh lagi saja?

Raka turun dari mobil miliknya, berjalan mendekati mobil berjenis MPV dengan warna putih yang sepertinya tak lagi asing baginya.

"Bukannya ini mobil Krystal?" Gumamnya lalu membuka pintu mobil bagian depan yang tidak terkunci.

"Viona!!!" Pekikan yang sangat keras menggema di udara, mendapati istrinya mengalami beberapa luka tusukan.

Bukan hanya di perut saja, bahkan kepalanya pun bersimbah darah, seperti terkena benturan yang cukup keras.

Lalu apa ini? Seorang gadis berkacamata tebal duduk di jok kemudi memegangi benda tajam itu? Krystal, nama gadis yang memegangi pisau tersebut.

"Kau apakan istri ku?" Lirih Raka lemas. Gegas Raka memeriksa denyut nadi juga napas Viona yang masih berembus kecil. Syukurlah masih hidup.

Krystal gugup "Raka, maaf kan aku, aku, ...."

Raka beralih menatap Krystal "Jadi kau mencoba membunuh istri ku? Kau yang ingin membuat istri ku tewas!" Berang nya melotot.

Raka hentakkan cekikan pada leher jenjang gadis itu tanpa rasa iba. Tatapan matanya sangat tajam hingga mampu menembus jantung Krystal.

"Le-lepas Raka." Krystal kesulitan bernapas, sungguh cekikan Raka tidak main-main hingga melotot iris indah milik Krystal, begitu ketakutan.

Dari belakang seorang pria menarik tubuh Raka hingga Krystal berhasil terlepas dari cekikan mematikan laki-laki itu.

"Aaaaaggh!! Lepas!! Sundal itu mencoba membunuh istri ku! Biar aku membunuh nya!" Raka meracau saat menyadari Krystal berhasil bernapas kembali.

Terbatuk-batuk Krystal turun dari mobil berusaha menghindari kemarahan Raka, laki-laki tampan yang dahulu pernah ia kagumi.

"Apa kamu sudah gila Raka! Kamu bisa masuk penjara! Bagaimana dengan reputasi mu nanti!"

Setelah berhasil menolong Krystal, pria gagah yang menghentikan aksi kejam Raka menasehati. Andre baru saja tiba di lokasi kejadian.

"Lebih baik kita segera urus Nyonya Viona, kasihan dia." Usul Andre dengan wajah kalutnya.

"Huaaaarrggghhh!!" Mengusung semburat kemurkaan, Raka menampik rangkulan tangan Andre.

Dia lantas kembali memasuki mobil milik Krystal, menggendong tubuh Viona dan membawanya ke mobil mewahnya. Air mata penyesalan tiada terhingga menyirami pipi lembut nan jernih laki-laki itu.

"Kita ke rumah sakit sekarang!" Teriak Raka memerintah.

Andre dan antek-antek lainnya siaga.

Sesak yang Raka rasakan melihat istri tercintanya tak berkutik secuil pun. Sepertinya benturan di kepala Viona yang membuat wanita itu pingsan.

Raka menyesal. Pagi tadi Viona sempat memergoki dirinya berciuman panas di dalam ruangannya hingga saat Viona meninggalkan kantor masih dengan wajah kecewa, tiada senyuman manis yang biasa tersungging di bibir sensualnya.

...Bersambung.......

#

#

Terpopuler

Comments

Ida Faridah

Ida Faridah

setuju banget ulah Anggi kayaknya tp bulsyit bgt laki laki ngomong cinta tp hanya karena pengen keturunan selingkuh mending klo nikah ini cuma s**s supaya dpt keturunan apa gak mikir klo punya anak terus anaknya tau hasil dari nafsu s**s diluar nikah

2024-12-22

0

yeni NurFitriah

yeni NurFitriah

Mungkin ulah nya Agnie selingkuhan Raka,karena sakit hati diusir oleh Viona jadi nekat celakai Viona dan Krystal yg tertuduh.

2024-12-08

0

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

siapa sebenarnya yang nyelakain viona kayanya bukan kristal karena dia sayang sama viona/Cry//Cry//Cry/

2024-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback
3 Visual...
4 Syah!
5 Bayi tabung
6 Titik terang
7 Mulai curiga
8 Berlian....
9 Jati diri
10 Drama....
11 Rumus....
12 Mulai resah
13 Sebenarnya
14 Berita pernikahan
15 Kecewa...
16 Kesepakatan
17 Menyerah
18 Laura?
19 Terungkap
20 Tirani.....
21 Orang tua Raka
22 Dilema....
23 Kesepakatan terakhir
24 Sarapan bersama
25 Trend fashion
26 Panggilan....
27 Mengigau...
28 Mendengus...
29 Siuman...
30 Bahagia, datar
31 Dilema²
32 Kado....
33 Dua kamar satu suami
34 Budak cinta
35 Sendu pilu
36 Pergi.....
37 Catatan tempel
38 Gerundel
39 Frustasi....
40 Iri hati.....
41 Semua pedih
42 Keputusan
43 Cari dimana pun!
44 Hyeong!
45 Suapan curhat
46 Doa menakutkan
47 Secercah harapan
48 Di terima!
49 Telat...
50 Penthouse
51 Syok....
52 Dilema Hyun Ki
53 Pasti....
54 Pemilik hati
55 Brother!
56 Tertegun
57 Seleb cilik
58 Gugup....
59 Membatin....
60 Kedatangan.
61 Dosa terindah....
62 Duarr!!
63 Puncak amarah
64 Kita pulang Daddy....
65 Kembali....
66 Ikhlas....
67 Taruhan....
68 Kembali part²
69 Doing well
70 Media perjodohan
71 Daddy cemburu?
72 Produk besutan....
73 Menyatroni
74 Lady's
75 Happy Queen
76 Rujuk....
77 Cuitan
78 Sinting!
79 Raka
80 Raka²
81 Kenangan
82 Epilog
83 BC bagian satu
84 BC Bagian dua
85 BC bagian tiga
86 BC bagian empat
87 BC bagian lima
88 BC promosi
89 Test_S2 Queen.
90 Test S2 Queen 2
91 M o v e o n
92 U m u m
93 Kata PA
94 KATA PASHA
95 KATA PASHA
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Prolog
2
Flashback
3
Visual...
4
Syah!
5
Bayi tabung
6
Titik terang
7
Mulai curiga
8
Berlian....
9
Jati diri
10
Drama....
11
Rumus....
12
Mulai resah
13
Sebenarnya
14
Berita pernikahan
15
Kecewa...
16
Kesepakatan
17
Menyerah
18
Laura?
19
Terungkap
20
Tirani.....
21
Orang tua Raka
22
Dilema....
23
Kesepakatan terakhir
24
Sarapan bersama
25
Trend fashion
26
Panggilan....
27
Mengigau...
28
Mendengus...
29
Siuman...
30
Bahagia, datar
31
Dilema²
32
Kado....
33
Dua kamar satu suami
34
Budak cinta
35
Sendu pilu
36
Pergi.....
37
Catatan tempel
38
Gerundel
39
Frustasi....
40
Iri hati.....
41
Semua pedih
42
Keputusan
43
Cari dimana pun!
44
Hyeong!
45
Suapan curhat
46
Doa menakutkan
47
Secercah harapan
48
Di terima!
49
Telat...
50
Penthouse
51
Syok....
52
Dilema Hyun Ki
53
Pasti....
54
Pemilik hati
55
Brother!
56
Tertegun
57
Seleb cilik
58
Gugup....
59
Membatin....
60
Kedatangan.
61
Dosa terindah....
62
Duarr!!
63
Puncak amarah
64
Kita pulang Daddy....
65
Kembali....
66
Ikhlas....
67
Taruhan....
68
Kembali part²
69
Doing well
70
Media perjodohan
71
Daddy cemburu?
72
Produk besutan....
73
Menyatroni
74
Lady's
75
Happy Queen
76
Rujuk....
77
Cuitan
78
Sinting!
79
Raka
80
Raka²
81
Kenangan
82
Epilog
83
BC bagian satu
84
BC Bagian dua
85
BC bagian tiga
86
BC bagian empat
87
BC bagian lima
88
BC promosi
89
Test_S2 Queen.
90
Test S2 Queen 2
91
M o v e o n
92
U m u m
93
Kata PA
94
KATA PASHA
95
KATA PASHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!