10. Undangan Menginap

Keluarga pasien, sangat membenci Raul.

Terutama Nagisa, dia ingin mencincangnya hidup - hidup. Bagaimanapun juga, Mawar adalah keponakannya, tentunya Nagisa akan menjadi yang pertama dalam menegakkan keadilan untuknya.

Wajahnya yang cantik, menatap Raul dengan dingin. Andaikan tatapan bisa membunuh, Raul akan menjadi mayat secara langsung.

"Aku... Aku tidak tahu apapun... Tolong percayalah..." Kata Raul dengan putus asa.

"Dalam mimpimu!..." Nagisa meraung.

Seketika, dia berpindah dengan cepat dan berdiri di depan Raul yang terkejut. Kaki putih salju di balik rok gaunnya terangkat dan menggunakan sepatu hak tinggi untuk menendang bagian bawah Raul.

"Ahhhhhhhh!..."

Teriakan Raul sangat kencang dan kesakitan. Masa depannya benar - benar hancur. Dia tidak mungkin bisa menggunakannya lagi.

Darah segar, merembes keluar dan membasahi celana miliknya. Dia seketika terlempar lebih dari 10 meter jauhnya.

Bagaimanapun, Nagisa yang sekarang adalah seorang Kultivator. Dia memiliki tendangan yang dapat menghancurkan sebuah batu. Sedangkan burung pipit milik Raul, tidak perlu di pertanyakan lagi.

Nagisa merapikan gaun miliknya, kemudian mengeluarkan ponsel dari tas miliknya.

"Aku ingin kerja sama apapun dengan keluarga Raul di batalkan, juga gunakan semua sumberdaya perusahaan untuk menjatuhkan keluarganya. Besok, aku ingin mendapatkan kabarnya..." Nagisa langsung mematikan ponselnya, dan dia berjalan kearah Fatir dengan santai.

Semua pria yang melihat tindakan Nagisa hanya bisa mengecilkan leher karena ketakutan. Wanita cantik ini terlalu kejam, dia bahkan membunuh masa depan seorang pria muda.

Terlalu menakutkan!

Fatir yang memiliki keterampilan bertarung yang tak tertandingi. Dapat melihat semua gerakan Nagisa. Tetap saja dia berada di dalam pemilikiran terkejut.

Baik itu kecepatan ataupun kekuatan tendangan yang dimiliki Nagisa. Membuat Fatir menilai ulang wanita yang satu ini.

Fatir mulai menyadari, jika diluar sana, ada orang yang memiliki kemampuan bertarung yang tidak biasa.

"Siapa kamu sebenarnya?..." Tanya Nagisa setelah menilai ulang pria muda di depannya.

Dia tentunya sangat penasaran dengan identitas Fatir, tidak hanya pengobatan yang luar biasa. Dari awal, Nagisa tidak melihat kegugupan apapun dari Fatir.

Rasanya, sikap Fatir yang dari awal hingga akhir, terlihat begitu tenang dan setiap tindakannya mengalir seperti air.

"Aku Fatir, Pengangguran..." Jawab Fatir dengan jujur. Wanita dewasa di depannya jelas bukan orang biasa. Tidak hanya kaya raya, tetapi memiliki seni bela diri yang begitu kuat.

Jawaban Fatir, tidak memuaskan sama sekali untuk Nagisa. Karena itu dia berniat menyelidiki latar belakang yang dimiliki Fatir

"Fatir, Kamu yakin tidak menginginkan imbalan apapun?..." Nagisa bertanya sekali lagi, itu karena. Tidak banyak orang yang tidak menginginkan imbalan setelah memberikan bantuan. Hal ini mengingatkan Nagisa dengan suaminya.

"Benar, aku tidak menginginkan apapun..." Fatir seperti ingin menangis saja, dia sangat ingin kaya, tetapi ketika kesempatan itu datang. Dia harus menolaknya.

"Bagaimana dengan permintaan, kamu bisa mengatakan permintaan apapun. Selama itu dalam kemampuanku, aku akan menepatinya..." Nagisa tidak menyerah.

"Ini..." Fatir terdiam sejenak, kemudian dia melihat kearah kakak iparnya. Dia ingat, Lestari pernah mengikuti ujian kedokteran tingkat lanjut, tetapi dia harus gagal.

"Jika begitu, bisakah kamu membantu kakak iparku?! Membantunya memasuki rumah sakit kota?!..." Fatir menambahkan setelah memikirkan beberapa waktu.

Kali ini Lestari yang terkejut, dia menatap Fatir dengan ekspresi rumit. Menjadi dokter di rumah sakit kota adalah impiannya sejak lama.

Sekarang, melihat adik ipar yang dia benci sejak pertama kali bertemu. Menjadi begitu peduli terhadap dirinya, Hati Lestari tanpa sadar menjadi hangat.

Lestari yang mengingat bagaimana keluarganya memperlakukan adik iparnya saat tinggal di rumahnya, membuatnya sangat malu.

"Jika hanya itu, tidak masalah. Dokter Tari, mulai hari kamu bisa bekerja di rumah sakit keluarga Irawan..." Nagisa tersenyum, kearah Lestari, kemudian melihat lagi Fatir lalu pergi dengan mobilnya.

Begitu juga dengan keluarga irawan lainnya. Mereka sangat berterimakasih kepada Fatir atas kesembuhan Mawar.

Mawar juga tidak jauh berbeda, dirinya tidak dekat dengan siapapun. Dan Fatir menjadi satu - satunya pria yang berani melihat tubuhnya. Entah mengapa dia merasa malu.

Belum lagi, karena pertolongan Fatir, Dia bisa terselamatkan. Selain dia sangat berterimakasih, Mawar juga, memiliki sesuatu yang tidak bisa di jelaskan di hatinya.

Rasanya, setiap kali dia melihat wajah tampan Fatir. Jantungnya akan berdetak dengan kencang.

Mengabaikan perasaan tersebut, dia pergi mengikuti kelurga irawan lainnya.

Keluarga irawan menugaskan beberapa orang untuk mengurus semua pria besar yang terluka. Dan yang paling mengerikan adalah Raul sendiri.

Karena Raul sudah mendapatkan pelajaran yang setimpal. Fatir terlalu malas menambahkan kelumpuhan lainnya terhadapnya.

Sekarang, semua orang kembali dengan kesibukan mereka masing - masing. Sehingga, hanya menyisakan Fatir dengan Lestari di halaman depan rumah sakit umum.

"Kakak ipar, mengapa kamu diam saja..." Tanya Fatir yang melihat Lestari.

"Aku baik - baik saja... Kamu sendiri mengapa masih di sini, kamu tidak pulang dan kamu tidak berniat tidur disini kan?..." Untuk pertama kalinya, Lestari merasa gugup di depan adik iparnya.

"Sial, benar juga..." Fatir dengan gelisa melihat ponsel murahnya dan menemukan jam 11 di layar ponselnya.

"Sepertinya, aku akan terkena omelan..." Kata Fatir dengan tersenyum kecut.

Sekarang ini, tentunya Istrinya yang dingin dan ibu mertuanya yang galak, sudah tertidur. Tidak mungkin Fatir bisa masuk kedalam rumah.

Di masa lalu, Fatir secara tidak sengaja pulang hingga tengah malam. Dan dia hanya bisa tidur di depan emperan rumah, tanpa bisa masuk kedalam.

Benar - benar penderitaan seorang menantu yang lengkap.

"Malam ini, kamu bisa tinggal di tempatku dan aku akan berbicara kepada Maya dan Mama..." Suara Lestari, mengejutkan Fatir. Sejak kapan kakak iparnya, sangat baik.

Bukannya dia meninggalkan rumah, karena tidak ingin tinggal satu atap dengan Fatir!

Mengapa sekarang mengundang Fatir untuk menginap di tempatnya.

"Kakak ipar, kamu yakin?!..." Tanya Fatir dengan tidak percaya.

Apakah matahari terbit dari barat? Ataukah kakak iparnya salah meminum obat?

"Jangan berpikir yang tidak - tidak, aku hanya membalas kebaikanmu..." Lestari langsung membanta.

"Lagi pula, milikmu tidak bisa berdiri, jadi aku bisa tenang jika kamu tinggal di apartemen milikku..." Lestari langsung menambahkan.

Adik iparnya seorang pria impoten, mengapa harus menghawatirkan sesuatu yang tidak penting. Lestari sangat yakin, bahkan jika tidur telanjang dengan Fatir. Dirinya tidak akan ternodai.

Keduanya pergi kearah tempat parkir setelah mengurus semua masalah yang tersisa. Jam kerja Lestari juga berakhir pada jam 11 malam. Fatir hanya bisa ikut dengan kakak iparnya tersebut ke apartemennya.

Satu hal yang sulit Fatir jelaskan, dia kesulitan mengatakan, jika dirinya tidak lagi impoten. Bagaimana jika dirinya menjadi binatang buas dan melanggar kakak iparnya?

"Vroommmm..."

Mobil milik Lestari melaju dengan kencang di jalan raya, dengan tujuan arah utara yang cukup sepi pengendara.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

ini ujian farit

2024-04-19

0

Kenyang

Kenyang

lnjut aja deh😱😂😂🤭

2023-06-15

0

◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉

◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉

Telurnya langsung netes tuh 😂😂

2023-04-28

0

lihat semua
Episodes
1 01. Membeli Cincin
2 02. Derita Seorang Menatu
3 03. Pertapa Agung
4 04. Mendapatkan Warisan
5 05. Masalah Di Rumah Sakit
6 06. Kesembuhan Sementara
7 07. Keputusan Mendesak
8 08. Tidak Menginginkan Imbalan
9 09. Mengungkapkan Kebenaran
10 10. Undangan Menginap
11 11. Penyelidikan Nagisa
12 12. Membangun Tenda Di Pagi Hari
13 13. Meninggalkan Kediaman Mertua
14 14. Bertemu Dengan Teman Lama
15 15. Kencan Buta
16 16. Ciuman Panas
17 17. Perjaka Dan Perawan
18 18. Pengaman
19 19. Melanggar
20 20. Pulang
21 21. Pergi Ke Perusahaan
22 22. Menjadi Ketua Baru
23 23. Membalas
24 24. Kehidupan Di Perusahaan
25 25. Perbincangan
26 26. Tumpahan Kopi
27 27. Penolakan Miranda
28 28. Panggilan Dari Istri
29 29. Datang Bersama
30 30. Menghadiri Pertemuan
31 31. Membayar Tagihan
32 32. Kekhawatiran
33 33. Mencengangkan
34 34. Bertengkar
35 35. Pengejaran
36 36. Penyelamatan
37 37. Berbohong
38 38. Tamparan
39 39. Divisi Baru
40 40. Pemeriksaan Pertama
41 41. Pemeriksaan Lebih Lanjut
42 42. Melanggar Dari Belakang
43 43. Memasuki Sungai
44 44. Menolak Niat Baik
45 45. Undangan Pelayanan Medis
46 46. Lumayan
47 47. Pengobatan Mistis
48 48. Keputusan Karina
49 49. Regenerasi Kulit
50 50. Tidak Sengaja Menjadi Anak Orang Kaya
51 51. Pergi Ke Restoran
52 52. Masalah Di Depan Restoran
53 53. Menyinggung Orang Yang Salah
54 54. Pendengar Yang Baik
55 55. Pelakor Magang
56 56. Mengunjungi Bar
57 57. Istri Yang Merepotkan
58 58. Berakhir Di Hotel
59 59. Suami Dan Istri
60 60. Rasa Bersalah
61 61. Kembali Bekerja
62 62. Internet Terbakar
63 63. Hari Yang Melelahkan
64 64. Mengambil Sikap
65 65. Memilih Target Yang Salah
66 66. Memesan Minuman
67 67. Mulai Menerima
68 68. Bertamu
69 69. Krisis Keluarga Pak Jamono
70 70. Memberikan Pemukulan
71 71. Perlakuan Yang Berbeda
72 72. Tidak Sengaja Melihatnya
73 73. Terjebak Di Dalam Kamar Mandi
74 74. Kamar Mandi Memanas
75 75. Semakin Memanas
76 76. Memberikan Sedikit Uang
77 77. Masalah Lain Datang
78 78. Perselisihan
79 79. Menyelesaikan Dengan Cepat
80 80. Acara Pertemuan Akbar
81 81. Undangan Dari Ningsih
82 82. Terusir
83 83. Nasehat Yang Penuh Arti
84 84. Terjadi Kekacauan
85 85. Bunuh Diri
86 86. Mereka Yang Datang Terlambat
87 87. Bertemu Lagi
88 88. Memberikan Resep Obat
89 89. Godaan Seorang Pria
90 90. Di Dalam Mobil Yang Memanas
91 91. Mobil Bergoyang
92 92. Panggilan Dari Kakak Ipar
93 93. Menyetujui
94 94. Penjelasan Yang Sulit Di Percaya
95 95. Kepanikan
96 96. Perjalanan Ke Kota Malang
97 97. Prantara
98 98. Pembersihan Rumah
99 99. Kejanggalan
100 100. Terbongkar Dengan Sendirinya
101 101. Memberikan Penjelasan
102 102. Terselesaikan
103 103. Permintaan Kakak Ipar
104 104. Hanya Pengawalnya
105 105. Tawaran Untuk Minum
106 106. Ciuman Intens
107 107. Memilih Pergi
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 113. Skema Sugeng
114 114. Memulai Pertarungan
115 Bab 115.
116 116. Kedatangan Yang Tak Terduga
117 117. Fakta Yang Terungkapkan
118 118. Pergi Untuk Penyelamatan
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 125
123 Bab 126
124 Bab 127
125 Bab 128
126 Bab 129
127 Bab 130
128 Bab 131
129 Bab 132
130 Bab 133
131 Bab 134
132 Bab 135
Episodes

Updated 132 Episodes

1
01. Membeli Cincin
2
02. Derita Seorang Menatu
3
03. Pertapa Agung
4
04. Mendapatkan Warisan
5
05. Masalah Di Rumah Sakit
6
06. Kesembuhan Sementara
7
07. Keputusan Mendesak
8
08. Tidak Menginginkan Imbalan
9
09. Mengungkapkan Kebenaran
10
10. Undangan Menginap
11
11. Penyelidikan Nagisa
12
12. Membangun Tenda Di Pagi Hari
13
13. Meninggalkan Kediaman Mertua
14
14. Bertemu Dengan Teman Lama
15
15. Kencan Buta
16
16. Ciuman Panas
17
17. Perjaka Dan Perawan
18
18. Pengaman
19
19. Melanggar
20
20. Pulang
21
21. Pergi Ke Perusahaan
22
22. Menjadi Ketua Baru
23
23. Membalas
24
24. Kehidupan Di Perusahaan
25
25. Perbincangan
26
26. Tumpahan Kopi
27
27. Penolakan Miranda
28
28. Panggilan Dari Istri
29
29. Datang Bersama
30
30. Menghadiri Pertemuan
31
31. Membayar Tagihan
32
32. Kekhawatiran
33
33. Mencengangkan
34
34. Bertengkar
35
35. Pengejaran
36
36. Penyelamatan
37
37. Berbohong
38
38. Tamparan
39
39. Divisi Baru
40
40. Pemeriksaan Pertama
41
41. Pemeriksaan Lebih Lanjut
42
42. Melanggar Dari Belakang
43
43. Memasuki Sungai
44
44. Menolak Niat Baik
45
45. Undangan Pelayanan Medis
46
46. Lumayan
47
47. Pengobatan Mistis
48
48. Keputusan Karina
49
49. Regenerasi Kulit
50
50. Tidak Sengaja Menjadi Anak Orang Kaya
51
51. Pergi Ke Restoran
52
52. Masalah Di Depan Restoran
53
53. Menyinggung Orang Yang Salah
54
54. Pendengar Yang Baik
55
55. Pelakor Magang
56
56. Mengunjungi Bar
57
57. Istri Yang Merepotkan
58
58. Berakhir Di Hotel
59
59. Suami Dan Istri
60
60. Rasa Bersalah
61
61. Kembali Bekerja
62
62. Internet Terbakar
63
63. Hari Yang Melelahkan
64
64. Mengambil Sikap
65
65. Memilih Target Yang Salah
66
66. Memesan Minuman
67
67. Mulai Menerima
68
68. Bertamu
69
69. Krisis Keluarga Pak Jamono
70
70. Memberikan Pemukulan
71
71. Perlakuan Yang Berbeda
72
72. Tidak Sengaja Melihatnya
73
73. Terjebak Di Dalam Kamar Mandi
74
74. Kamar Mandi Memanas
75
75. Semakin Memanas
76
76. Memberikan Sedikit Uang
77
77. Masalah Lain Datang
78
78. Perselisihan
79
79. Menyelesaikan Dengan Cepat
80
80. Acara Pertemuan Akbar
81
81. Undangan Dari Ningsih
82
82. Terusir
83
83. Nasehat Yang Penuh Arti
84
84. Terjadi Kekacauan
85
85. Bunuh Diri
86
86. Mereka Yang Datang Terlambat
87
87. Bertemu Lagi
88
88. Memberikan Resep Obat
89
89. Godaan Seorang Pria
90
90. Di Dalam Mobil Yang Memanas
91
91. Mobil Bergoyang
92
92. Panggilan Dari Kakak Ipar
93
93. Menyetujui
94
94. Penjelasan Yang Sulit Di Percaya
95
95. Kepanikan
96
96. Perjalanan Ke Kota Malang
97
97. Prantara
98
98. Pembersihan Rumah
99
99. Kejanggalan
100
100. Terbongkar Dengan Sendirinya
101
101. Memberikan Penjelasan
102
102. Terselesaikan
103
103. Permintaan Kakak Ipar
104
104. Hanya Pengawalnya
105
105. Tawaran Untuk Minum
106
106. Ciuman Intens
107
107. Memilih Pergi
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
113. Skema Sugeng
114
114. Memulai Pertarungan
115
Bab 115.
116
116. Kedatangan Yang Tak Terduga
117
117. Fakta Yang Terungkapkan
118
118. Pergi Untuk Penyelamatan
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 125
123
Bab 126
124
Bab 127
125
Bab 128
126
Bab 129
127
Bab 130
128
Bab 131
129
Bab 132
130
Bab 133
131
Bab 134
132
Bab 135

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!