Ketukan pintu itu membuat Soraya panik begitu juga dengan Derry. Mereka sedang berada di ruangan yang sama dan terkunci.
Apa kata orang nanti?? tanya Soraya yang sedang takut saat ini.
"Tenang saja, cepat kita pakai pakaian ini," ucap Derry masih saja bisa tenang.
"Ini karenamu Derry!!" ucap Soraya kesal.
"Hahaha, tapi kau begitu menikmatinya," jawab Derry kembali.
Pintu masih saja terketuk kuat, dan semakin kuat lagi saat ini. Soraya yang sudah memakai pakaiannya tersebut, mencoba bercermin di kamar mandi yang ada dalam ruangan tersebut.
Kini, Derry sudah tampak kembali rapi, Soraya pula sudah membenahi rambut yang panjangnya sebahu tersebut. Soraya duduk di depan meja kerja Derry, seolah mengerjai sesuatu.
Derry pula, dia yang membukakan pintu untuk orang yang baru saja menjadi pengganggu dalam permainan panasnya tersebut.
"Fanni??" ucap Derry terkejut.
"Kenapa lama sekali membuka pintu!!" bentak Fanni.
"Kau ngapaian ke sini??" tanya Derry lagi masih berdiri di ambang pintu.
"Ini kan perusahaan calon suamiku, memangnya tidak boleh?? sayang.. aku ingin masuk," ucap Fanni.
"Ya! masuklah," ucap Derry masih santai padahal dia sudah khawatir karena berhadapan dengan dua orang wanita yang memang sedang dia pikirkan itu.
"Ha.. Soraya??" ucap Fanni terkejut melihat Soraya ada di dalam ruangan yang di kunci barusan.
"Hai.. nona Fanni," ucap Soraya ramah.
"Kau buat apa di sini??" siasat Fanni kepada Soraya saat ini.
Fanni memang sudah bertemu dengan Soraya, saat itu memang Soraya sedang di ajak dinner oleh Tio, tak disangka pula mereka kembali bertemu di ruangan Derry ini.
Jika ikutkan hati, ingin saja Soraya mengatakan dia ingin bersama suaminya, namun ucapan itu masih disimpan begitu rapat. Soraya sedikit bungkam ketika Fanni bertanya seolah nada curiga tersebut, Derry yang mendengar itu langsung mencelah keduanya.
"Fanni!! dia stafku!! kami sedang melakukan pekerjaan penting," ucap Derry sedikit geram dengan pertanyaan Fanni tersebut.
"Bekerja?? bekerja sambil mengunci pintu??" ucap Fanni menyindir ke arah Soraya yang masih tertunduk.
"Sudah lah Fanni, kau datang-datang malah mencari keributan, dia hanya staf!!" ucap Derry lagi keras.
Ucapan tersebut membuat hati Soraya kembali merasakan sayatan keras. Memang, ucapan itu untuk, menutupi apa yang baru saja berlaku kepada mereka berdua, namun rasanya di hina di depan orang yang dicintai Derry ini lebih sakit dibanding di hina di depan pak Rendra beberapa jam lalu, pikir Soraya.
"Oh.. iya kan cuma staf," ucap Fanni sedikit angkuh.
"Pak Derry, saya pamit dulu," ucap Soraya lalu pergi.
Jika sudah memanggil Derry dengan ucapan formal begitu, tentu lah Soraya menyimpan sesuatu yang begitu kesal di hatinya tersebut.
Soraya kini berlalu meninggalkan Derry dan Fanni saat itu juga. Soraya yang merasa dirinya terhina di depan Fanni tersebut, hampir menuju lift dia meneteskan air matanya.
Wanita mana yang tidak sedih, suami sendiri tidak mampu membela dirinya di depan wanita lain. Jika itu sudah takdir Soraya, ingin rasanya Soraya putuskan hubungan ini dengan segera.
Hari ini hari terakhir masuk ke kantor, senin dia sudah akan berangkat ke luar kota bersama Tio, karena tugas ini langsung di perintahkan oleh papanya Derry , yaitu tuan Frans Sanjaya.
Mereka harus mengecek tanah di luar kota Jakarta tersebut, bahkan di sana Tio dan SORAYA akan banyak melakukan pertemuan dengan para pemilik pabrik-pabrik tersebut.
Soraya kini sudah kembali ke ruangannya sendiri. Dia pun meluahkan tangisnya disana, rasa perih itu kembali tergores di hatinya.
"Aku memang seorang kuli, tidak pantas bagiku menjadi istri seorang Ceo," ucap Soraya dalam batinnya.
Perkataan itu terulang terus menerus di bibir Derry, namun tampak tidak ada rasa penyesalan di sana. Fanni yang datang kembali di kehidupan Derry tersebut, membuat Soraya tersisihkan saat ini.
Derry, memang tidak tahu apa yang sedang dia rasakan kepada seorang stafnya tersebut. Namun mereka sudah menjadi suami istri yang sah, jika tertangkap pun ini bukan perzinahan melainkan ibadah yang halal.
"Derry, apa kau ada hubungan dengan staf itu??" tanya Fanni saat ini.
"Tidak ada!!" ucap Derry berbohong.
Ya! Derry memang masih belum berani mengungkapkan apa yang terjadi antara dirinya dan SORAYA saat ini, rasa dilemanya begitu dalam sekarang. Bahkan di depan Fanni dia tidak berani berkata jujur, jika dia sudah memiliki seorang istri.
Apa Derry takut??
Apa Derry takut Fanni meninggalkannya??
Apa masih ada cinta??
Pertanyaan itu datang dalam dirinya paling dalam, seolah satu persatu di dalam dirinya tersebut menanyakan tentang keberadaan Fanni di hatinya saat ini.
Orang bilang, mencintai dua wanita dengan satu hati yang sama itu sangat mudah, namun bagi Derry itu rasanya tidak mungkin saja. Karena hidup dan cinta itu sama titahnya, sama-sama harus ada yang berkorban dan memilih mana yang ingin dipilih.
Apa aku memilih Fanni??
Ya! aku memilih Fanni, ucap pikirannya saat ini. Dia masih saja menafikan perasaannya kepada Soraya. Dia mencoba membetulkan apa yang hilang terlebih dahulu dari dirinya.
Lalu, mengapa bayangan Soraya selalu muncul?? tanya Derry kembali.
"Derry!!" sentak Fanni.
"Iya sayang," ucap Derry lembut.
Jika seorang Derry sudah mengucap begitu, hatinya masih terlihat menginginkan Fanni saat ini, ini adalah cinta pertama dirinya mungkinkah ini jadi cinta terakhir juga??
Saat yang sama juga, Tio datang memecahkan kesunyian di ruangan Derry tersebut. Tanpa mengetuk pintu Tio masuk dan terkejut, melihat Fanni sudah duduk di kursi Derry itu.
"Fanny... hei kau disini," ucap Tio senang melihat teman masa kecilnya juga.
"Tio, kau apa kabar??" tanya Fanni lagi basa-basi.
"Aku baik saja, aku ingin berbicara sebentar kepada Derry," ucap Tio.
"Ya Sudah silahkan," ucap Fanni begitu akurnya.
"Ada apa Tio??" tanya Derry.
"Derry, tolong tanda tangani ini dulu, besok aku dan SORAYA akan berangkat keluar kota," ucap Tio lagi.
Derry terkejut dengan ucapan Tio tersebut, file kali ini harus ia tandatangani agar bisa dibawa oleh mereka bertemu dengan klien.
Derry seolah tidak rela, istrinya akan pergi bersama Tio sepupunya tersebut. Derry tidak tahu, jika papanya telah memerintahkan Tio dan SORAYA yang harus keluar kota bertemu klaen mereka senin besok.
"Wah.. kalian ingin pergi kemana??" tanya Fanni menyelah, seketika mendengar Tio di tugaskan keluar kota bersama Soraya.
"Iya Fanni, kami ditugaskan Om Frans untuk pergi ke kota Surabaya. Tanah disana sepertinya akan ada kenaikan untuk klien yang menyewa di sana, makanya kami ditugaskan untuk pergi berdua," ucap Tio lagi.
"Baguslah kalau begitu, hati-hati jika kalian berangkat," ucap Fanni ramah.
Ucapan Fanni tersebut membuat Derry begitu tertusuk, pasalnya yang dikatakan Fanni itu adalah istrinya, dia tampak tidak rela jika Soraya harus pergi bersama Tio.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
mahdalena pulungan
🥰🥰🥰😆😆😅🥳🥳🥳🥳
I love you noveltoon
2024-07-03
0
Nila
laki 2 plin plan ntar nyesal
2023-05-28
0
Nnek Titin
jadi laki laki ko ga punya prinsip der
harusnya kamu tegas milih siapa lagian cinta buta sama Vani padahal Vani tuh sisa tmn muu hahaha
2023-05-11
1