Tiba-tiba lagi, Derry mengangkat tangan Soraya dan mencium tangan istrinya dengan kecupan yang lembut.
Jantung Soraya berdetak kencang, apa itu kecupan keikhlasan dari seorang suami??
Entahlah, Soraya kali ini berpaling ke arah tangannya yang sedang di kecup lembut itu. Butiran air matanya hampir jatuh, dia wanita mandiri yang kuat, sekarang menjadi wanita yang cengeng dan ingin selalu menangis.
Ada apa denganku??
Ada apa juga dengan Derry??
Tanya Soraya dalam hatinya saat ini. Dia merasakan perubahan dirinya, namun dengan Derry dia sama sekali masih menjadi pria egois yang menyimpan perasaannya itu.
"Sudah sampai..." ucap Derry sedikit panjang.
"Raya! Raya.." panggilnya lagi.
Lamanya perjalanan, membuat Soraya tertidur lelapnya. Tanpa pikir panjang, Derry yang melihat Soraya belum bangun tersebut, dia pun membuka pintu mobilnya sendiri.
Lalu, Soraya di gendongnya keluar. Cengkraman tangan Derry begitu kuat menggendong tubuh Soraya tersebut. Tiba-tiba Soraya terkejut.
"Aaaaaaaa!!" teriaknya.
"Hei diam!!" ucap Derry langsung menutup mulut Soraya dengan bibirnya.
"Lepaskan aku!! turunkan sekarang!!" ucap Soraya lagi.
"Iya iya Soraya.." ucapnya sambil terkekeh.
"Ini masih siang hari, kau gila apa??" ucap Soraya.
"Iya gila keranamu," balas Derry.
"Dimana ini??" tanya Soraya.
"Di surga, hahaha!!" jawab Derry.
Mereka berdua sudah memasuki kawasan pantai. Namun pakaian mereka masih begitu formal. Derry memakai jas berwarna silver sedangkan Soraya memakai kemeja dengan setelan rok hingga lutut.
Soraya yang baru sadar, dia diturunkan Derry di pasir kakinya terasa hangat kali ini, jam juga sudah hampir pukul dua belas siang.
"Auh.." ucap Soraya memekik.
"Kenapa?? tanya Derry khawatir.
"Kakiku..." ucap Soraya mengeluh.
"Makanya sini aku gendong," ucap Derry.
"Tidak mau!! sini kunci mobilnya," ucap Soraya.
"Untuk apa??" Derry menyembunyikan tangannya ke belakang.
"Mengambil sepatuku," ucap Soraya.
Soraya ingin mengambil sepatunya, padahal sepatu itu telah Derry pegang sedari tadi. Dia sengaja membuat Soraya seperti itu, entah mengapa kali ini Derry ingin selalu menjahili istrinya tersebut.
"Derry... kakiku!!" ucap Soraya lagi.
"Sini aku gendong," ucapnya.
"Auh... ish Derry!!" ucap Soraya.
Soraya begitu bahagia diperlakukan sedemikian dengan Derry tersebut. Beberapa jam berlalu, Derry telah membuat goresan di hatinya, namun Soraya yang sudah terbiasa dengan perlakuan Derry itu tidak terlalu pusing.
Begitu lah seorang Derry Sanjaya, setelah dia lukai, kembali dia obati kembali. Walaupun obat itu tidak bisa total sembuh namun setidaknya obat tersebut menghilangkan rasa perih goresan tersebut.
Kini mereka berdua memang sedang berada di cafe. Derry membawa tubuh istrinya duduk di salah satu cafe bernuansa Italia di pantai tersebut.
"Ngapain kita kesini??" tanya Soraya.
"Meeting," Derry singkat.
"Sama siapa?? sama ikan??" ucap Soraya.
"Hahaaha, dasar istri aneh," ucap Derry terkekeh mendengar ucapan Soraya tersebut.
Jika Tuan Rendra meeting di bagian outdoor kali ini lain pula dengan Tuan Osman yang ingin meeting di pantai. Soraya pun membuat rasa kesalnya kepada Derry, dengan mengatakan meeting dengan ikan, Derry pun terkekeh mendengar celoteh istrinya tersebut.
Entah sudah berapa lama dia tinggal bersama Dava, namun baru kali ini tertawa Derry tampak begitu ikhlas. Derry pula yang sudah memesan tiga buah kelapa segar ke arah mejanya tersebut.
Tak lama kemudian, Derry melihat sosok tubuh yang tinggi dan kekar. Serta banyak bulu di sekitar wajahnya. Siapa lagi kalau bukan Tuan Osman.
"Hello Derry," sapa Tuan Osman dan bersalaman dengan Derry .
"Hello Tuan Osman, apa kabar??" ucap Dava dan mempersilahkan Tuan Osman duduk bersama mereka.
"Wah.. ada wanita cantik juga bersamamu," ucap Tuan Osman baru kali ini melihat seorang Soraya.
Soraya yang dikatakan begitu oleh tuan Osman membuat dia tersenyum tipis saja, sedangkan raut wajah Derry seolah berubah seketika kembali.
Hati Derry seolah ingin memberontak bahkan berteriak ingin mengatakan jangan katakan itu kepada istriku!! Namun, mengingat kembali tentang pernikahannya yang hampir sudah dekat dengan Fanni.
"Oh maaf Tuan Osman, apa hari ini yang akan kita bahas??" ucap Derry mengalihkan pandangan Tuan Osman dari wajah istrinya.
"Oh iya, aku ingin bertanya kepadamu Derry, Aku ingin jalan itu diperbesar lagi untuk menuju arah pabrikku nantinya," ucap Tuan Osman.
"Oh itu saja, bisa diatur Tuan Osman," ucap Derry.
"Hei kalian sudah memesan makanan??" tanya kembali Tuan Osman.
"Belum, kami hanya memesan minuman ini," ucap Derry.
"Ini kan sudah siang, Nona apa kau tidak lapar??" kali ini tanya Tuan Osman kepada Soraya.
"Oh tidak Tuan Osman, kami baru saja makan di tempat lain, baru menuju kesini," ucap Derry yang menjawab.
"Derry, beri aku peluang untuk bertanya kepada wanita cantik di sebelahmu ini."
"Memangnya dia siapa??" tanya Tuan Osman lagi.
"Dia istriku!!" ucap Derry dengan wajah lain.
"Istri?? terkejut Tuan Ahmed.
"Iya tuan Osman, dia istriku!" tambahnya lagi.
"Derry..." ucap Soraya dengan hati yang gemetar dan takut.
Soraya masih ingin bekerja lama, tanggungan hidupnya banyak masih yang membebani dirinya tersebut. Dia juga harus menyekolahkan adik-adiknya. Bahkan ada adiknya yang dua bulan lagi harus daftar kuliah.
Jika pernikahan mereka terbongkar ke khalayak ramai, bisa jadi Soraya akan tercampak bahkan di pecat dari kantor tersebut oleh orang tua Derry.
Derry yang tidak bisa menahan amarahnya dan rasa cemburu yang besar tersebut, membuatnya akhirnya membuka mulut dan mengatakan jika Soraya adalah istrinya di depan Tuan Osman.
Baginya tidak mengapa, karena Tuan Osman adalah orang yang jarang bertemu dengannya di kantor apalagi bertemu di area keluarganya.
Memberitahukan kepada Tuan Osman membuatnya tidak menjadi masalah besar, namun bagi Soraya itu akan menjadi masalah yang besar bagi karirnya.
Perempuan mana yang tidak mahu pernikahannya di ketahui orang ramai, namun ini beda cerita, mereka sudah lebih awal menyembunyikan pernikahan itu.
Derry yang membuat isi perjanjian tersebut, agar tidak diketahui atau di beberkan ke khalayak ramai. Namun kali ini, dia pula yang memberitahukan langsung hal pernikahannya kepada Tuan Osman.
Soraya hanya menggigit bibirnya saja, dia takut kedepannya akan hancur bahkan mungkin membahayakan keluarganya. Jika Fanni tahu atau keluarga Derry tahu, mereka pasti akan menyerang Soraya.
Soraya pasti akan dituduh merebut kekasih orang lain. Ini bukan mau dirinya, pernikahan itu tidak direncanakan oleh mereka berdua, mereka hanya menikah di atas perjanjian nota.
Namun, wajah Derry yang memerah di depan Tuan Osman. Tuan Osman pun menjadi mengerti dengan perubahan ekspresi wajah Derry tersebut.
"Derry, saya minta maaf! Saya benar-benar tidak tahu, kalau ini istrimu," ucap Tuan Osman.
"Iya tidak mengapa, kami baru saja menikah dua bulan lalu," ucap Derry kembali dengan santai.
"Oh, selamat pengantin baru," ucap Tuan Osman.
Wajah dan bibir Tuan Osman terlihat berbeda. Bibirnya mengucapkan selamat namun wajahnya menunjukkan kebingungan yang mendalam. Dia bukan sebentar mengenal Derry, sejak di Dubai pun dia sudah mengenal Derry.
Apa yang akan terjadi selanjutnya??
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Lina aja
mungkin sudah takdir klw pernikahan nya harus trbuka
2023-05-28
0