Tuan Rendra menjadi investor di sini untuk pembuatan jalan tanah mereka yang akan di sewakan oleh pihak-pihak penyewa dari luar negri.
Empat puluh persen saham yang dimiliki tuan Rendra, bisa meraup keuntungan ganda jika harga sewa tanah mereka naik dan peminatnya bertambah.
Soraya wanita yang cerdas dengan wajah yang cantik. Tuan Rendra bukan hanya sekali bertemu dengan Soraya ini, sudah cukup sering ketika mereka meeting bersama saja.
Tuan Rendra, tampak tersenyum hangat kepada Soraya, namun Soraya mengartikannya sebagai senyum ramah dari seorang tuan Rendra.
"Tuan Frans, apa saya bisa mengajak Soraya dinner malam ini?? ya! anggap saja ini sebagai keberhasilan," ucap tuan Rendra tiba-tiba.
"Oh, kalau itu tanyakan langsung saja kepada Soraya," ucap tuan Frans tertawa kecil.
"Aku takut dia menolakku om," ucap Rendra membuang keformalan mereka.
"Rendra, om pergi dulu. Semoga dia tidak menolakkmu," ucap frans segera beranjak.
Soraya yang setelah selesai persentase berpamitan untuk ke toilet sebentar, tiba-tiba kembali ke meja di mana mereka sempat meeting tadi, hanya melihat tuan Rendra di sana.
Dimana tuan Frans??" tanya Soraya dalam benaknya.
Soraya pun menghampiri meja tersebut, di atas meja itu masih berserak map dan laptopnya yang belum tersusun rapi. Rendra tersenyum hangat ketika melihat Soraya sudah sampai di meja itu kembali.
"Soraya, duduk lah dulu," ucap Rendra.
"Terima kasih tuan Rendra. Tapi dimana tuan Frans??" tanya Soraya sambil melihat arah keliling.
"Oh, tuan Frans ada urusan lain. Katanya dia ingin menjenguk Derry di ruangannya," ucap Rendra.
"Oh.. begitu," ucap Soraya.
"Soraya, ada sesuatu yang ingin kutanyakan," ucap Rendra mencoba membuka mulutnya.
"Iya tuan Rendra , silahkan," ucap Soraya sigap.
"Apa malam ini kita bisa dinner?" tanya Rendra kembali.
Wajah bingung dan heran Soraya saat ini begitu terlihat, tidak mungkin saja Soraya menerima tawaran dinner dari tuan Rendra yaitu yang diketahui juga Rendra adalah teman dari suaminya tersebut.
Rendra Utomo, adalah anak semata wayang dari keturunan keluarga Utomo yang kaya raya juga. Ayah Rendra dulunya bersahabat baik dengan ayah Derry.
Rendra juga mengenal Derry saat mereka di sekolah SMA yang sama. Begitu juga dengan Tio, mereka saling mengenal satu sama lain saat ini.
Sedangkan Soraya, hanya lah wanita perantau yang mencoba mencari keberuntungannya di bandar kota Jakarta ini. Soraya juga tidak menyangka Rendra tiba-tiba mengajaknya untuk dinner malam ini.
Mengingat sikap suaminya yang berubah aneh dan posesif, Soraya tidak berani untuk menerima tawaran dinner dari siapapun, ucap bahkan dari Tio yang sangat di cemburui oleh Derry.
Dibilang cemburu tampak tidak, namun dibilang tidak itu tampak cemburu. Derry sangat sudah untuk mengekspresikan apa yang ada dalam perasaannya saat ini.
Soraya masih diam membisu, ingin di tolak takut tuan Rendra kecewa, ingin di terima dia juga sudah bersuami, bahkan segala ijin haruslah dari suaminya yaitu Derry.
Seorang istri yang baik adalah seorang yang selalu meminta izin kepada suami terlebih dahulu. Jika sudah begitu, maka allah akan meridhoi apapun yang akan dikerjakan oleh seorang istri.
Namun disayangkan juga, Derry bukanlah suami yang baik kepada istrinya. Derry selalu membentak, memaksa bahkan tambah satu lagi sekarang, dia menjadi mengekang dan posesif pula.
"Soraya, apa kau mahu??" tanya kembali Rendra.
"Maaf tuan Rendra, saya sudah ada janji dengan teman kuliah saya dahulu," ucap Soraya berbohong.
"Oh.. begitu, maaf saya lancang mengatakan ini," ucap tuan Rendra dengan sopannya.
"Tidak mengapa tuan Rendra, saya yang harus minta maaf, karena saya menolak ajakan anda," ucap Soraya.
"Soraya, nanti bisa lain kali saja, sudah jangan pernah merasa bersalah," ucap Rendra tersenyum kepada Soraya.
Dari kejauhan ada sepasang bola mata menyorot dengan tajamnya. Siapa lagi jika bukan seorang Derry Sanjaya. Ternyata dia yang menunggu Soraya kembali ke dalam ruangannya tidak sabaran saat itu.
Derry mencari sosok Soraya di mana pun, hingga kini dia sudah menemukannya sedang berduaan dengan temannya sendiri yaitu Rendra utomo, investor dari perusahaannya tersebut juga.
"Sial!!" ucap Derry .
Derry seperti cacing kepanasan, dia tanpa rasa ragu menghampiri Soraya dan rendra yang berada di ruangan outdoor tersebut. Di cafe yang tidak jauh dari kantornya berada itu.
Derry dengan kaki jenjangnya berjalan menghampiri mereka. Tatapannya tidak sedikitpun berpaling ke wajah istrinya tersebut itu.
"Hei Rendra!!" ucap Derry mengejutkan keduanya.
Suara menuju Rendra, namun mata tetap tertuju kepada istrinya. Derry membuat wajah yang menunjukkan kemarahan lagi kepada Soraya saat ini juga. Derry juga tidak menyapa Soraya yang berada di sebelahnya itu.
"Derry!!" ucap Rendra terkejut.
"Iya, kau apa kabar??" tanya Derry sengaja.
"Aku baik, bukannya tadi om frans ke ruanganmu??" tanya Rendra.
Tuan Frans memang menuju ke ruangan Derry, namun Derry tampak tidak ada di ruangannya. Mungkin saja Derry sudah berkeliling mencari keberadaan istrinya tersebut.
Derry yang terkejut bahwa papanya sedang menuju ke ruangannya itu, namun jika berada dengan Soraya dia harus menyelesaikan ini dulu. Dia tidak ingin SORAYA di goda oleh pria manapun, walau rendra sekalipun itu.
"Oh, mungkin tidak jadi," ucap Derry singkat.
"Apa meeting ini sudah selesai??" tanya Derry kepada Rendra.
"Sudah Derry, memangnya ada apa??" tanya Rendra.
"Kalau begitu, aku dan stafku ini akan segera bertemu klaen yang lain."
"Rendra, aku undur diri dulu," ucap Derry dinging.
"Tuan Rendra, saya pamit dulu," ucap Soraya.
Ya! Soraya memang hanya seorang staf di perusahaan itu. Namun, tidak kah begitu kejam seorang suami menjelaskan siapa istrinya di depan orang lain.
Soraya yang mendengar ucapan Derry tersebut sedikit terasa hati dengan ucapan itu. Pasalnya Derry begitu kejam menyebut dan memerintahkan dirinya sesuka hati.
Rendra yang tidak bisa berkata banyak, ucap hanya tersenyum pasrah ketika Soraya berlalu bersama Derry tersebut. Tidak ada hak Rendra untuk seorang ceo membawa pekerjanya.
Kali ini, Soraya dibawa menuju ke parkiran mobil Derry terparkir di sana. Dan kali ini Derry menyuruh Soraya masuk ke dalam mobilnya itu.
Derry membukakan pintu untuk Soraya, ucap lalu Soraya diperintahkan untuk masuk dengan kasarnya. Soraya hanya menurut saja apa yang dikatakan pak ceo kepadanya tersebut, di sana tidak terlihat sikap ramah sama sekali.
Jika di bilang tertekan, Soraya sangat tertekan saat ini menjadi seorang istri Derry Sanjaya. Soraya hanya menunggu waktu itu akan berakhir saja, pikirnya.
"Raya!! aku tidak ingin melihat kau berduaan dengan lelaki manapun!!" ucap Derry sambil menyetir mobilnya.
"Aku hanya meeting," jawab Soraya.
"Aku tahu, tapi meeting tadi sudah berakhir!!" bentak DERRY kuat di dalam mobil tersebut.
"Aku masih suamimu!!" ucap DERRY menegaskan.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments