PILIHAN SULIT

Sebelum jam delapan, dia sudah berada di ruangannya sendiri, dia hanya memesan kopi kepada office girl yang bekerja di sana. Sikap ramah Soraya  selalu di sukai pekerja bawahan di sana.

       Kesukaan Soraya  memang meminum kopi hitam dengan sedikit gula, dengan begitu Soraya  tetap bisa menjaga tubuhnya agar tidak terlalu obesitas.

      Wanita berkulit putih bersih ini, selalu menyimpan beberapa keping roti di lemari kecil dalam ruangannya tersebut. Sambil membereskan berkasnya tersebut dia pun mulai sarapan dengan kopi dan dua keping roti.

       Baru ingin melahap rotinya, Soraya  dikejutkan dengan sosok tubuh kekar yang menatapnya tajam dan sambil melipat kedua tangannya tersebut.

            "Derry.. " ucap RAYA pelan. 

        Ternyata Derry  juga sampai tepat di hadapan SORAYA  saat ini dia berdiri.  Tanpa meminta izin apa pun kepada SORAYA, Derry  menutup bahkan mengunci pintu ruangan Soraya tersebut. 

        "Derry!!" ucap Soraya  lagi. 

        "Kenapa?? kau tidak suka??" tanya Derry. 

         "Jangan dikunci, nanti orang lain yang akan datang akan curiga," ucap Soraya  khawatir jika ada orang yang masuk. 

      "Kenapa?? curiga kenapa??"

     "Mereka tidak berhak mencurigai seorang bos!!" bentak Derry. 

    Soraya  terdiam melihat raut wajah Derry  yang bertukar menjadi serius dan sangar tersebut. Baru saja ingin mengisi perutnya, Soraya  terhenti karena kemarahan seorang Derry  kepada dirinya. 

      "Kenapa kau meninggalkanku tadi!!" bentak Derry.

     "Jawab raya!!" ucapnya lagi. 

     "A..aku,  aku hanya ingin agar cepat sampai," ucap Soraya pelan, dia hampir menitiskan air matanya. 

    "Cepat sampai??  atau kau menghindar??"

    "Tidak Der, tidak!!" jawab Soraya. 

    "Lalu, berikan alasan yang jelas!!" tegas Derry lagi. 

     Namun, mulut Soraya  seolah tidak terbuka lagi,  hanya deraian air mata yang keluar saat ini. Melihat Soraya  seperti itu, hati Derry  entah mengapa terasa sakit juga. 

    Mereka seolah ada kontak batin yang terjadi. Derry  terdiam,  wajahnya berubah menjadi iba kepada Soraya  yang sedang terisak-isak menundukkan wajahnya. 

      "Raya... maafkan aku," ucap Derry  lembut kali ini. 

    Namun,  Soraya  masih menunduk saja tanpa ada suara. Soraya  benar-benar wanita berhati lembut, dia memang tidak pandai untuk membalas semua kata-kata kasar Derry  tersebut. 

      Ini lah kelebihan seorang Soraya  yang, selalu disukai oleh Derry Sanjaya . Derry  begitu lemah, jika Soraya  sudah mulai menangis, p bahkan Soraya  tidak pernah meninggikan suaranya, Soraya  memang keras kepala juga, namun untuk membantah dia tidak pandai. 

       "Raya... aku minta maaf," terucap lagi maaf itu di bibir Derry. 

      "Keluar lah Der,  aku akan membersihkan wajahku. Sebentar lagi aku akan meeting, tolong keluar," ucap Soraya  lemah. 

     Derry  yang tak sampai hati melihat istrinya menangis masih saja mencoba menghapus buliran itu yang jatuh di pipi Soraya. Soraya  yang tampak tidak mahu, langsung menepis tangan Derry tersebut. 

      Jam sudah hampir pukul delapan kurang lima belas menit lagi. Derry  yang sepertinya mendapatkan penolakan tersebut, kali ini dia keluar dari ruangan Soraya, dia menuruti apa yang Soraya pinta kepada dirinya tersebut. 

         Pintu terbuka, wajah Derry  keluar dengan datarnya. Tiba-tiba Derry  ber pas-pasan dengan Tio. Tio yang kala itu menuju ruangan Soraya juga. 

          "Pak ceo sudah sampai??" panggil Tio kepada Derry. 

         "Hmm" ucap Derry  malas. 

         "Yasudah pak ceo, apa saya boleh masuk ke ruangan ini??" tanya Tii kepada Derry  yang sedari tadi masih di ambang pintu Soraya  yang sudah tertutup. 

      "Silahkan saja," ucap Derry  lalu dia pergi dengan wajah datar. 

        Tio tidak menaruh curiga sedikitpun kepada Derry ,  namun Tio begitu heran, hari ini begitu awal seorang ceo sudah sampai,  bahkan ini bukan lah kebiasaan seorang Derry  bisa awal sampai,  pikir Tio. 

      Tio pun masuk ke dalam, dia tampak memegang sesuatu di tangannya tersebut. Tampak seperti kotak berisi roti sandwich yang menggugah selera. 

      Tio begitu perhatian kepada Soraya, sejak awal dia menjadi mahasiswa magang di perusahaan ini, Tio lah yang banyak mengajari dan mendukungnya. 

        "Raya...." panggil Tio lembut kepada Soraya. 

       Soraya  masih belum ada sahutan,  dia masih menunduk membersihkan sisa air mata di wajahnya. Dia tidak ingin seorangpun mengetahui, jika pagi ini dia menangis di dalam ruangan tersebut. 

      "Ray.. kamu ngapain??" tanya Tio lagi,  mendekati arah meja kerja Soraya. 

     Soraya  yang begitu mengenali sumber suara tersebut, lalu dia dengan cepatnya membersihkan apa yang tersisa di wajahnya tersebut. 

         "Pak Tio!!" ucap Soraya  dengan senyum palsu yang lebar. 

       "Raya.. kenapa matamu sembab??" tanya Tio menyiasat mata SORAYA. 

     "Oh ini, aku kurang tidur," jawab Soraya. 

     "Apa kamu sakit Ray??" tanya Tio lagi. 

     "Tidak pak Tio," ucap Soraya. 

      "Raya... jangan panggil aku pak, kita kan sedang berdua,  tidak usah seformal di ruangan meeting," ucap Tio. 

    "Iya.. baik lah," balas Soraya. 

    "Ini aku bawakan kamu sandwich," ucap Tio sambil mengulurkan kotak yang berisi sandwich  tersebut.

    "Terima kasih," balas Soraya. 

    "Aku ingin kamu memakannya sekarang," jawab Tio lagi. 

   "Sekarang??" tanya Soraya. 

     Soraya  sudah kehilangan selera makannya, dia bahkan tidak ingin melahap apa pun saat ini. Namun pemberian Tio ini,  tidak mungkin juga ditolaknya. 

      "Baiklah, sekarang aku akan memakan ini ya," ucap Soraya  meyakinkan Tio. 

  "Tapi aku ingin melihat kau makan itu," ucap Tio lagi. 

    "Iya baiklah," ucap Soraya. 

     Ketika SORAYA  ingin membuka kotak makanan berisi sandwich tersebut, tiba-tiba pintunya diketuk dan ponselnya bersamaan berdering kembali. Tertulis nama Derry  di layar tersebut, namun Tio tidak melihat itu, Tio mencoba membuka pintu yang diketuk tersebut. 

      Soraya  yang melihat Derry  menelponya langsung dijawab. Jika tidak dijawab,  maka Derry  pasti akan menelpon berkali-kali, dan itu bisa membuat Tio curiga, pikir Soraya. 

     "Hallo," jawab Soraya. 

    "Makan makanan yang aku kirim itu,  jangan sentuh makanan dari Tio.  Ini perintah!!" ucap Derry  tegas. 

      Soraya  tampak bingung dan tertekan,  sikap Derry  yang akhir-akhir ini membuatnya bingung,  pasalnya Tio yang selalu memberinya sarapan bahkan mengajaknya makan siang tidak mungkin ditolaknya begitu saja. 

    Soraya  bingung sekali saat ini, Tio yang membuka pintu melihat office girl membawakan makanan yang di pesan oleh Derry. Office girl itu mengatakan, Soraya  lah yang memesan makanan tersebut. 

        "Ini pak,  pesanan ibu Soraya ," ucap office girl itu. 

      "Oh,  terima kasih," sambut Tio. 

      TIO memang lelaki yang peramah dan santun. Jika dibandingkan dengan DERRY memang sikap Tio banyak disenangi orang-orang. Namun,  untuk perasaan cinta Soraya  tetap menaruh hati kepada suami yang kejam dan dingin itu. 

       "Raya.. kamu pesan makanan juga," ucap Tio. 

      "Iya.." jawab Soraya  singkat. 

      "Ya.. jadi kamu tidak akan memakan sandwich ku pagi ini," ucap Tio lemah. 

    "Jujur saja, pagi ini aku tidak berselera makan roti,  makanya aku pesan nasi goreng ini," ucap Soraya  berbohong. 

*****

     

Terpopuler

Comments

Lina aja

Lina aja

dasar swmi egois itu....mau nya menang sendiri

2023-05-26

0

lihat semua
Episodes
1 HANYA ISTRI 90 HARI!
2 MALAM PERTAMA YANG GAGAL
3 LEPASKAN AKU!
4 DUA BULAN BERLALU
5 MULAI CEMBURU
6 ANTARA KEKASIH DAN ISTRI
7 JANGAN TINGGALKAN AKU!
8 MAKIN ROMANTIS
9 SULIT MELEPASKAN
10 KESAL
11 PILIHAN SULIT
12 MEETING BERSAMA PAPA MERTUA
13 AKU MASIH SUAMIMU!
14 AWAL MULA ISI PERJANJIAN
15 ADA APA DENGANKU?
16 TERPAKSA MENGAKU
17 KETAKUTAN SORAYA
18 DIA HAKKU!
19 ADEGAN PANAS
20 MERASA TERHINA
21 DERRY KESAL
22 SIKAP DERRY YANG BERUBAH
23 KESAL
24 TERKEJUT
25 TERBURU-BURU
26 MATI AKU!
27 APA URUSANMU?
28 AKU AKAN MENCERAIKANMU!
29 KELICIKAN FANNI
30 DITINGGAL SORAYA
31 KEMARAHAN DERRY
32 MEMBONGKAR RAHASIA
33 KAU PEMBUNUH!
34 KEHILANGAN DERRY
35 HAMPIR TERTUSUK
36 DERRY DI USIR
37 GEJALA PENYAKIT ALZHEIMER
38 DILEMA BESAR
39 SORAYA DIPERIKSA
40 TIO KEMBALI
41 DIBATALKAN
42 JANJI APA?
43 TIO KE KAMPUNG SORAYA
44 WANITA PENGINCAR TIO
45 TIDAK BISA!
46 MASUK PERANGKAP
47 KETAKUTAN
48 SALAH PUKUL
49 MENINGGAL DUNIA
50 DERRY HILANG
51 TIO BERSAMA SORAYA
52 SAMPAI DI VILLA
53 TERBAWA ARUS
54 INGATAN KEMBALI
55 BERCERAI!
56 PERNIKAHAN YANG INGIN DIPERCEPAT
57 CCTV
58 MAKAN BERSAMA TIO
59 FOTO TANPA BUSANA
60 BERTEMU KEMBALI
61 KAU KELUARLAH!
62 PANIK
63 BUNUH DIRI
64 DERRY DI USIR
65 KECELAKAAN
66 TANDA TANGANI INI!
67 MEMINTA PERSETUJUAN
68 MENJEMPUT
69 MENYIASAT
70 LAKI LAKI PENYELAMAT
71 KEMARAHAN OSMAN
72 RENCANA TIO
73 BERPIKIR
74 MENJADI TERTUDUH
75 MEMBUAT RENCANA KEMBALI
76 KEHADIRAN SORAYA DI RUANG RAPAT
77 PULANG DARI RUMAH SAKIT
78 SORAYA DI USIR
79 TERCIDUK
80 PERUSAHAAN YANG DI PECAH
81 KEHILANGAN SORAYA
82 FANNI KELUAR DARI RUMAH
83 PENYELIDIKAN DIMULAI
84 FANNI DI RUANGAN CEO
85 ISTRI TUAN OSMAN
86 BALAS DENDAM ISTRI OSMAN
87 BERTUKAR POSISI
88 OSMAN DI HAJAR
89 BOHONG!
90 SHARING RAHASIA
91 TAK PERCAYA
92 RENCANA JAHAT MAMA DERRY DAN FANNI
93 SORAYA TAKUT
94 RENCANA YANG GAGAL
95 DEAL!
96 NYONYA BESAR DIANCAM TUAN FRANS
97 KEDOK FANNI TERBONGKAR
98 TIO MENEMUI TUAN FRANS
99 OSMAN TERCIDUK
100 LOLOS
101 RAHASIA YG DISIMPAN SORAYA
102 DIPAKSA MENANDATANGANI SURAT CERAI
103 DIPAKSA MENIKAH
104 TANYA BESAR
105 RESIGN
106 KRITIS
107 PENASARAN
108 BERITA DUKA
109 VIDIO YANG TERSEBAR
110 KETAKUTAN SORAYA
111 FANNI MASUK PERANGKAP
112 KETAKUTAN TIO
113 SORAYA MENYIASAT
114 ADA RAHASIA YANG DISEMBUNYIKAN TIO
115 DIA KABUR
116 PERMAINAN BARU
117 KEPANIKAN SORAYA
118 KEPANIKAN DERRY
119 RENCANA BERHASIL
120 KEMARAHAN TUAN FRANS
121 FANNY MEMELUK DERRY DENGAN MESRA
122 SEMAKIN PANAS
123 AKANKAH KEMBALI?
124 TERSANGKA
125 SEDIKIT LEGA
126 TIO DAN YUMITA
127 BAJU PENGANTIN
128 MENYURUH KABUR
129 KESEDIHAN YUMITA
130 TIO KABUR
131 PANIK
132 KEHILANGAN
133 YUMITA MAU MEMBATALKAN PERNIKAHAN
134 RAHASIA TIO
135 HANGAT
136 HAMPIR KECELAKAAN
137 SAH
138 MENYUSAHKAN SAJA
139 MENYUSAHKAN SAJA
140 PENJARA YANG TERBAKAR
141 RENDRA DAN DERRY BERTEMU
142 TENTANG TAMAT
143 YUMITA TERTABRAK
144 BAYAR PAKAI INI SAJA!
145 Tio MARAH
146 SAYA ABANGNYA!
147 SETUJU BERCERAI?
148 SALAH PAHAM
149 PENYAMARAN FANNI
150 Bodyguard Untuk Soraya
151 RENCANA JAHAT
152 PUKULAN GIOVANO
153 MENUDUH FANNI
154 MELAPORKAN KEPADA DEERY
155 DERRY MENOLAK GIOVANO
156 SORAYA PANIK
157 NASI GORENG DERRY
158 HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH
159 TAMAT
160 Lanjutan 90 Days
Episodes

Updated 160 Episodes

1
HANYA ISTRI 90 HARI!
2
MALAM PERTAMA YANG GAGAL
3
LEPASKAN AKU!
4
DUA BULAN BERLALU
5
MULAI CEMBURU
6
ANTARA KEKASIH DAN ISTRI
7
JANGAN TINGGALKAN AKU!
8
MAKIN ROMANTIS
9
SULIT MELEPASKAN
10
KESAL
11
PILIHAN SULIT
12
MEETING BERSAMA PAPA MERTUA
13
AKU MASIH SUAMIMU!
14
AWAL MULA ISI PERJANJIAN
15
ADA APA DENGANKU?
16
TERPAKSA MENGAKU
17
KETAKUTAN SORAYA
18
DIA HAKKU!
19
ADEGAN PANAS
20
MERASA TERHINA
21
DERRY KESAL
22
SIKAP DERRY YANG BERUBAH
23
KESAL
24
TERKEJUT
25
TERBURU-BURU
26
MATI AKU!
27
APA URUSANMU?
28
AKU AKAN MENCERAIKANMU!
29
KELICIKAN FANNI
30
DITINGGAL SORAYA
31
KEMARAHAN DERRY
32
MEMBONGKAR RAHASIA
33
KAU PEMBUNUH!
34
KEHILANGAN DERRY
35
HAMPIR TERTUSUK
36
DERRY DI USIR
37
GEJALA PENYAKIT ALZHEIMER
38
DILEMA BESAR
39
SORAYA DIPERIKSA
40
TIO KEMBALI
41
DIBATALKAN
42
JANJI APA?
43
TIO KE KAMPUNG SORAYA
44
WANITA PENGINCAR TIO
45
TIDAK BISA!
46
MASUK PERANGKAP
47
KETAKUTAN
48
SALAH PUKUL
49
MENINGGAL DUNIA
50
DERRY HILANG
51
TIO BERSAMA SORAYA
52
SAMPAI DI VILLA
53
TERBAWA ARUS
54
INGATAN KEMBALI
55
BERCERAI!
56
PERNIKAHAN YANG INGIN DIPERCEPAT
57
CCTV
58
MAKAN BERSAMA TIO
59
FOTO TANPA BUSANA
60
BERTEMU KEMBALI
61
KAU KELUARLAH!
62
PANIK
63
BUNUH DIRI
64
DERRY DI USIR
65
KECELAKAAN
66
TANDA TANGANI INI!
67
MEMINTA PERSETUJUAN
68
MENJEMPUT
69
MENYIASAT
70
LAKI LAKI PENYELAMAT
71
KEMARAHAN OSMAN
72
RENCANA TIO
73
BERPIKIR
74
MENJADI TERTUDUH
75
MEMBUAT RENCANA KEMBALI
76
KEHADIRAN SORAYA DI RUANG RAPAT
77
PULANG DARI RUMAH SAKIT
78
SORAYA DI USIR
79
TERCIDUK
80
PERUSAHAAN YANG DI PECAH
81
KEHILANGAN SORAYA
82
FANNI KELUAR DARI RUMAH
83
PENYELIDIKAN DIMULAI
84
FANNI DI RUANGAN CEO
85
ISTRI TUAN OSMAN
86
BALAS DENDAM ISTRI OSMAN
87
BERTUKAR POSISI
88
OSMAN DI HAJAR
89
BOHONG!
90
SHARING RAHASIA
91
TAK PERCAYA
92
RENCANA JAHAT MAMA DERRY DAN FANNI
93
SORAYA TAKUT
94
RENCANA YANG GAGAL
95
DEAL!
96
NYONYA BESAR DIANCAM TUAN FRANS
97
KEDOK FANNI TERBONGKAR
98
TIO MENEMUI TUAN FRANS
99
OSMAN TERCIDUK
100
LOLOS
101
RAHASIA YG DISIMPAN SORAYA
102
DIPAKSA MENANDATANGANI SURAT CERAI
103
DIPAKSA MENIKAH
104
TANYA BESAR
105
RESIGN
106
KRITIS
107
PENASARAN
108
BERITA DUKA
109
VIDIO YANG TERSEBAR
110
KETAKUTAN SORAYA
111
FANNI MASUK PERANGKAP
112
KETAKUTAN TIO
113
SORAYA MENYIASAT
114
ADA RAHASIA YANG DISEMBUNYIKAN TIO
115
DIA KABUR
116
PERMAINAN BARU
117
KEPANIKAN SORAYA
118
KEPANIKAN DERRY
119
RENCANA BERHASIL
120
KEMARAHAN TUAN FRANS
121
FANNY MEMELUK DERRY DENGAN MESRA
122
SEMAKIN PANAS
123
AKANKAH KEMBALI?
124
TERSANGKA
125
SEDIKIT LEGA
126
TIO DAN YUMITA
127
BAJU PENGANTIN
128
MENYURUH KABUR
129
KESEDIHAN YUMITA
130
TIO KABUR
131
PANIK
132
KEHILANGAN
133
YUMITA MAU MEMBATALKAN PERNIKAHAN
134
RAHASIA TIO
135
HANGAT
136
HAMPIR KECELAKAAN
137
SAH
138
MENYUSAHKAN SAJA
139
MENYUSAHKAN SAJA
140
PENJARA YANG TERBAKAR
141
RENDRA DAN DERRY BERTEMU
142
TENTANG TAMAT
143
YUMITA TERTABRAK
144
BAYAR PAKAI INI SAJA!
145
Tio MARAH
146
SAYA ABANGNYA!
147
SETUJU BERCERAI?
148
SALAH PAHAM
149
PENYAMARAN FANNI
150
Bodyguard Untuk Soraya
151
RENCANA JAHAT
152
PUKULAN GIOVANO
153
MENUDUH FANNI
154
MELAPORKAN KEPADA DEERY
155
DERRY MENOLAK GIOVANO
156
SORAYA PANIK
157
NASI GORENG DERRY
158
HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH
159
TAMAT
160
Lanjutan 90 Days

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!