Derry tampak tahu apa yang dipikirkan istrinya saat ini, tapi dia belum bisa menjadi suami yang baik untuk istrinya sendiri. Sekarang pula Derry sudah dihadirkan oleh pilihan yang sulit, antara Fanni dan SORAYA.
Fanni yang berstatus tunangan Derry tersebut tidak mengetahui, bahwa Derry sudah memiliki istri sah walau hanya di mata agama.
Sedang kan Soraya pula yang sudah bergelar istri sah Derry tersebut, sangatlah tahu bahwa Derry memiliki seseorang di hatinya, bahkan sejak awal mereka membuat perjanjian tersebut.
Nama Fanni ada dalam perjanjian mereka, bagi Soraya saat itu tidak masalah, karena cinta belum bersemai di hatinya. Sekarang bahkan Soraya sudah melihat langsung orang yang bernama Fanni tersebut.
Malam yang panjang mereka habiskan berdua, Derry yang pulang malam ini mengobati rasa gelisahnya yang sudah tiga hari dia rasakan.
Dahulu, awal-awal menikah dengan Soraya, jika dia tidak pulang tidak seperti sekarang perasaannya. Sekarang jika dia tidak pulang, rasa gejolak ingin tahu tentang istrinya itu begitu tinggi.
Orang bilang, seorang lelaki jika dia bersikap cuek berarti tidak ada rasa sayang di hatinya. Namun, jika dia bersikap cerewet, ingin tahu, kemungkinan sayang bahkan cinta sudah bersemi di dalam hatinya.
"Apakah aku mencintai Raya??" tanya Derry dalam benaknya saat ini.
Derry yang sudah beranjak dari ranjangnya, sengaja meninggalkan Soraya yang sudah tertidur pulas. Jam dinding menunjukkan pukul setengah tiga.
Derry sendiri tampak dilema dan gelisah saat ini. Panggilan Fanni yang bertubi-tubi sejak pukul sebelas tadi, tidak ada di respon oleh Derry.
Ruangan ini adalah ruangan favoritnya. Ruangan yang selalu untuk membuang suntuk di kepalanya tersebut. Bermain game playstation membuat dia sedikit melupakan kejanggalan hatinya.
Tempat ini sebulan lalu, menjadi saksi antara Derry dan SORAYA. Mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama. Pernikahan mereka memang baru terjalin dua bulan lalu.
Di awal pernikahan terlihat dingin dari sikap masing-masing. Sebulan berjalan, mereka membuang banyak canggung satu sama lain. Tempat ini adalah tempat favorite keduanya.
Jika Derry suntuk atau bingung dia menghabiskan main game disini, dan SORAYA pula berbaring di paha suaminya tersebut sambil membaca novel-novel favoritnya.
Jam setengah tiga, Derry membuat jus jeruk segar, dan dia mulai memainkan game tersebut. Tampak ruangan itu lampu dihidupkan dengan terang benderangnya.
Tiba-tiba, dalam lelapnya SORAYA mencari sosok Derry. Dia meraba dengan mata terpejam saat ini. Tidak satu jemari pun meraih tubuh Derry di atas ranjang tersebut.
Kali ini, mata SORAYA mulai terbuka sedikit demi sedikit. Dia menghela nafas panjang, rasa dahaga di tenggorokannya saat ini.
Dia pun sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini sebelumnya. Derry selalu meninggalkan dirinya sendiri kembali saat selesai bercinta, itu dulu awal-awal menikah.
Namun sebulan setelah itu Derry tidak langsung meninggalkannya, palingan pagi hari ketika mereka ingin bekerja, Derry lebih awal meninggalkan dirinya.
Namun malam ini, Soraya berpikir Derry sudah mulai mencoba menjauhi dirinya juga, Soraya berpikir Derry sudah pulang dari apartemennya itu. Dengan langkah lemah, Soraya ingin ke dapur membuat minuman untuk rasa dahaganya tersebut.
"Ha!! kok hidup lampu ruangan tv??' tanya Soraya saat ingin keluar kamar.
Soraya pun mencoba berjalan ke ruangan tv, dia mencoba mencari sesuatu yang tiba-tiba menghidupkan lampu ruangan tersebut.
"Derry??" ucap Soraya terdiam sambil berdiri.
"Apa yang membuat Derry gelisah??" tanya Soraya lagi dalam pikirannya.
Soraya yang sudah mengenali Derry tersebut sangat tahu, jika sudah di ruangan itu, pastilah ada sesuatu yang membuat suaminya itu gelisah.
"Jangan berdiri di situ," ucap Derry tiba-tiba.
Derry yang fokus bermain, tiba-tiba mengucapkan sesuatu yang seolah dia mengetahui kalau Soraya tengah berdiri di belakang sofa tempat dia bermain game tersebut.
Derry seolah memiliki kekuatan lain, matanya terfokus ke layar game, namun dia tahu Soraya ada di belakangnya tersebut.
Akhirnya sudah ketahuan, Soraya pun berjalan menuju arah Derry. Dia mulai mendekati sofa tersebut. Niat hati tidak ingin berada di tempat ini sama-sama dengan Derry .
Jika itu terus mereka lakukan, maka kemungkinan besar luka yang tergores di hati Soraya akan bertambah banyak. Dan kemungkinan Soraya akan sangat sulit untuk berjauhan apalagi melupakan seorang Derry Sanjaya.
"Raya!!" panggil Derry keras.
"Hm.." ucap Soraya masih berdiri mematung melihat Derry di pinggir sofa.
"Kenapa kamu berdiri di situ terus, ayo kesini," ucap Derry sambil menepuk pahanya sendiri.
Derry selalu menyukai hal manja yang di buat Soraya. Jika dalam keadaan seperti itu, Derry merasa gelisah nya sedikit berkurang. Entah mengapa, Soraya seolah memiliki sihir yang kuat saat ini.
Soraya mulai duduk, dan melihat ada jus jeruk di atas meja tersebut. Karena dahaga, Soraya langsung meminum jus buatan suaminya itu.
"Hey..haus rupanya," ucap Derry tersenyum bahkan tertawa kecil.
Derry lagi-lagi, menyuruh SORAYA untuk berbaring di pahanya tersebut. Soraya pun seolah menurut saja permintaan sang suami.
Seperti biasanya, jika sudah berbaring seperti ini tangan Derry suka merayap kesana-kesini. Derry pula suka memegang bibir mungil SORAYA tersebut.
Soraya masih melihat wajah Derry yang terlihat menyimpan sesuatu tersebut. Soraya berpikir, apa sebaiknya dia mencoba bertanya saja mengapa Derry tidak pulang malam ini ke rumah orang tuanya.
"Derry.." panggil Soraya.
"Iya Raya," ucap Derry.
"Kenapa kamu gak pulang ke rumah??" tanya Soraya.
Mata Derry kali ini memandang ke bawah, ke arah wajah Soraya yang masih berbaring di pahanya tersebut, Derry masih membuat senyum palsu saat ini untuk menyimpan kesedihannya dan kedilemaannya tersebut.
"Inikan rumahku juga," ucap Derry singkat.
"Iya, ini memang rumahmu juga. Namun, apa yang membuatmu gelisah??" tanya Soraya membuka suara lagi.
"Gelisah??" apa kamu melihat ada kegelisahan??" tanya Derry balik.
"Der, walau baru dua bulan kita tinggal sama-sama, namun aku tahu saat ini kamu menyembunyikan kegelisahan," ucap Soraya.
Apa yang dikatakan SORAYA itu sangat benar. Ternyata, Soraya seorang wanita yang benar-benar memperhatikan karakter seorang Derry.
Bahkan rasa gelisah malam ini juga di ketahui oleh SORAYA. Derry tampak kagum dengan kemampuan SORAYA yang satu ini, lagi-lagi soraya mampu membuat Derry bertambah dilema untuk melepaskan dirinya.
Jika diikutkan hati, Derry ingin meneruskan hubungan dengan Soraya, namun tidak mungkin dia menduakan Fanni.
Cinta pertamanya hanya Fanni, namun entah mengapa, cinta itu sudah samar sekarang di pandangan mata Derry sendiri.
Biasanya pun, ketika Fanni menelponnya kapan pun itu, pasti Derry langsung menjawabnya. Ini, melihat saja tidak apalagi ingin dijawab.
Apa Derry sudah terkena sihir seorang Soraya??
Entahlah, kesederhanaan soraya mampu membuat hati seorang Derry Sanjaya terbolak-balik menjadi rasa dilema yang besar.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Nnek Titin
soraya bertahanlah nanti lama lama deribpasti milih soraya
2023-05-11
1