Tiga malam Derry sudah tidak pernah mengunjungi apartemen SORAYA lagi. Namun malam ini beda cerita, dia malah datang bersama Soraya langsung.
Senyum Derry terkembang, ketika wajah Soraya tampak kesal karena Derry membuat tingkah yang lebih aneh kali ini. Derry menggendong Soraya menuju lift sampai lantai sepuluh.
Banyak orang yang melihat mereka berdua di dalam lift tersebut. Namun Derry tidak pernah peduli dengan siapapun hari ini. Biasanya Derry yang dingin dan seolah tidak memiliki wanita disampingnya, kini dia berubah total.
Malam itu sampai di apartemen hampir pukul setengah dua belas malam. SORAYA yang awalnya pergi bersama Tio pukul sembilan malam, dan tidak disangka pulang bersama suaminya.
Pintu apartemen terbuka, ketika Derry membuka dengan sandi yang dia buat sendiri. Apartemen ini tidak pernah dikunjungi siapa pun selain Derry.
Bahkan Tii sendiri tidak pernah tahu, Soraya tinggal di lantai berapa, Tio hanya tahu SORAYA menyewa apartemen tersebut, padahal Soraya telah memiliki apartemen itu.
Malam semakin larut, Derry yang tampak menggendong mesra istrinya itu, langsung menuju kamar mereka. Sprei yang terpasang berwarna pink dengan motif bunga-bunga besar tersebut, menambah kesan manis sprei itu.
Bam..
Suara hentakan tubuh Soraya dan Derry bersamaan jatuh di kasur empuk mereka berdua. Soraya memang merindukan saat-saat seperti ini.
Saat-saat hanya mereka berdua yang ada, hanya bola mata mereka berdua yang saling memandang lekat ke wajah satu sama lain. Tangan Derry seperti biasa, menginginkan yang ada di balik baju soraya.
"Eit...pergi mandi sana!!" ucap Soraya tegas.
"Hmm...aku sudah mandi," rengek Derry.
Jika sudah di atas ranjang, kebanyakan SORAYA lah menjadi ratu di atas itu. Jika sudah begini memang Derry harus mengikutinya. Soraya selalu menyuruh Derry mandi sebelum mendapatkan haknya.
"Oke...jangan kemana-mana, sebentar lagi singa akan menerkammu!! hahaha," ucap Derry sambil berlenggang menuju kamar mandi.
Derry yang telah menuju kamar mandi membuka pakaian dan celananya di hadapan SORAYA tanpa ada rasa malu. Ini hal yang biasa dia lakukan jika sudah berada di kamar mereka.
Soraya yang terlihat malu menutup wajahnya, dia tidak ingin melihat Derry tanpa busana di hadapannya tersebut.
"Kenapa tutup muka?? macam tidak biasa aja..." ucap Derry, lalu dia sudah masuk dalam kamar mandi.
Soraya sekarang menyandarkan kepalanya di tepi ranjang, dia melipat kedua lututnya, wajahnya di sandarkan ke lututnya sendiri.
Butiran air mata jatuh kembali di pipi lembut milik istri Derry tersebut. Dia tidak ingin berpisah dari Derry Sanjaya, namun bagaimanapun dia harus menerima kenyataan.
Memang, awalnya tidak cinta, awalnya tidak ada rasa namun dua bulan berjalan beda cerita. Apalagi hari ini, dimana Derry tampak berubah total saat ini, Derry yang sekarang bukan Derry yang dua bulan lalu.
Seperti kutub utara, sekarang kutub utara telah mencair karena sebuah kehangatan yang tulus dari seorang Soraya. Walau pernikahan itu adalah pernikahan kontrak di atas nota. Namun, Soraya tetap melayani suaminya dengan sepenuh hati.
Soraya, memang orang yang tulus, dia tidak pernah memikirkan apa pun selain keluarga dan pekerjaannya. Semenjak dia menikah, pikirannya bertambah menjadi istri yang tulus melayani suami sah nya tersebut.
Lama Soraya merenung, hingga dia mengambil novel yang awalnya tadi telah dia baca. Novel itu berjudul "Suami malaikatku"
Novel yang selalu dia tunggu kedatangannya, namun Tio mengganggu waktunya beberapa jam lalu. Sambil menunggu sang suami selesai mandi dia lanjutkan bab ke-2 yang baru dia baca beberapa jam lalu.
Novel itu awalnya dia baca dari aplikasi novel digital. Namun kini, novel tersebut sudah ada yang dijadikan novel cetak. Soraya pun memesan novel cetak kegemarannya tersebut.
Dia bagai susah move on dari novel tersebut. Novel itu mengisahkan tentang suami yang selalu berlaku lembut kepada istrinya. Andaikan Derry seperti itu," ucap Soraya dalam hati.
Ketika SORAYA membaca novel tersebut, Soraya selalu ingat dengan suaminya sendiri. Sangat berbanding terbalik, suaminya yang dingin, kasar bahkan tidak pernah berkata romantis. Mereka saja memanggil nama satu sama lain.
Terhanyut SORAYA dalam novel tersebut, hingga lima bab sudah dia buka lembaran novel tersebut. Hampir menitiskan air mata lagi, dan tiba-tiba ada air yang di percikan ke wajah Soraya .
"Kamu nangis??" tanya Derry sambil tersenyum dan memercikkan air dari jemarinya.
"Stop Derry !! nanti buku novelku basah!!" ucap Raya sedikit kuat.
"Novel baru kah??" tanya Derry sambil mengeringkan rambutnya.
"Iya, baru sampai tadi sore," jawab Soraya .
"Oh...setelah rambutku sedikit kering, aku tidak ingin melihatmu memegang novel itu!!" perintah Derry .
"Hm.."
Soraya hanya bergumam pelan, malas dia menanggapi ucapan Derry tersebut. Dia tahu, jika sudah Derry berkata begitu, pastilah Derry akan melahapnya tanpa henti sebentar lagi.
Derry yang masih tampak mengeringkan rambutnya itu, tersenyum puas dengan melihat wajah Soraya malam ini. Tiga hari tak bertemu, membuat Derry menahan gejolak rindu.
Tiga hari tersebut, ternyata Derry habiskan dengan kedatangan Fanni kembali ke negara tercinta ini. Dan SORAYA , rasanya tidak perlu bertanya kepada Derry , karena dia pun sudah tahu jawabnya tersebut.
Lagipula, sesuai dengan perjanjian dalam nota yang sudah mereka tandatangani berdua, Soraya tidak berhak untuk bertanya kemanapun Derry pergi.
"Ayo kita mulai!!" ucap Derry dan terus saja mengambil buku yang ada di tangan istrinya tersebut.
"Derry !!" ucap Soraya kesal karena Derry asal mengambil saja.
"Sudahlah membacanya, sekarang baca bibirku saja," ucap Derry memegang bibirnya sendiri.
"Sini bukunya dulu, aku belum memberi tanda buku itu!!" ucap Soraya sedikit membentak Derry.
"Iya, iya baiklah," ucap Derry lalu mengulurkan buku tersebut.
"Hm..jangan sering-sering baca buku itu!! aku bukan suami yang berwujud malaikat," ucap Derry sambil memonyongkan bibirnya.
"Haha, dasar aneh!" jawab Soraya .
Derry yang melihat soraya membaca buku yang berjudul suami malaikat tersebut, langsung menegur istrinya. Derry tidak suka soraya membaca buku tersebut, karena menurut Derry buku itu tidak cocok untuk dirinya yang bukan berwujud malaikat.
Derry tampak tahu apa yang dipikirkan istrinya saat ini, tapi dia belum bisa menjadi suami yang baik untuk istrinya sendiri. Sekarang pula Derry sudah dihadirkan oleh pilihan yang sulit, antara Fanni dan SORAYA .
Fanni yang berstatus tunangan Derry tersebut tidak mengetahui, bahwa Derry suda memiliki istri sah walau hanya di mata agama.
Sedang kan SORAYA pula yang sudah bergelar istri sah Derry tersebut, sangatlah tahu bahwa Derry memiliki seseorang di hatinya, bahkan sejak awal mereka membuat perjanjian tersebut.
Nama Fanni ada dalam perjanjian mereka, bagi Soraya saat itu tidak masalah, karena cinta belum bersemi di hatinya. Sekarang bahkan SORAYA sudah melihat langsung orang yang bernama Fanni tersebut.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Lina aja
kasian banget soraya
2023-05-25
0