Jantung Soraya berdetak dengan kuat saat ini, dia yakin Derry tidak benar-benar ingin bertemu dengan tuan Osman yang disebutkan tadi. Soraya masih tertunduk, dia takut nanti dimarahi oleh Derry setelah mereka keluar dari restoran tersebut.
"Ayo sekarang!!" ucap Derry sudah berdiri.
"Sekarang??" tanya Tio yang mendongakkan kepalanya.
"Iya, ini sudah hampir jam sepuluh, aku takut tuan Osman menungguku dengan lama," ucap Derry.
"Der, tapi Soraya belum meminum minumannya sama sekali!!" protes Tio.
"Di sana nanti biar aku pesankan minuman yang sama, ini perintah!!" ucap Derry tegas dan dingin.
Jika sudah begini, Tio juga tidak bisa membantah. DERRY adalah ceo perusahaan tersebut, sedangkan Tio hanyalah wakilnya saja.
Ceo berhak mengatur semuanya dan hak veto selalu berada di tangan Derry . Tio akhirnya harus mengikhlaskan Soraya dibawa oleh Derry malam ini.
Mereka berdua pergi tanpa berpamitan kepada Fanni yang masih di toilet saat ini. Sekarang, Fanni kembali menghampiri meja nomor sembilan, namun terlihat hanya Tio yang berada disana.
"Tio..yang lain kemana??" tanya Fanni bingung.
"Derry dan Soraya harus bertemu dengan tuan Osman," ucap Tio lemah.
"Soraya?? kenapa bukan kau??" tanya Fanni bingung.
"Ya! karena Soraya juga bagian dari kepala pemasaran, maka dari itu Derry membawa Soraya juga," ucap Tio.
"Bukan hanya bagian audit keuangan??" tanya Fanni lagi.
"Tidak, sepertinya sekarang Derry menambah pekerjaan untuk Soraya . Dari awal Derry menjadi ceo, dia selalu membuat Soraya mendapat pekerjaan yang banyak," ucap Tio.
"Apa Derry membenci Soraya??" tanya Fanni lagi.
"Sepertinya begitu Fan, Derry selalu ingin membuat karir Soraya hancur, dia selalu mencari masalah," ucap Tio.
"Kenapa dengan Derry ??" ucap Fanni lemah.
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi aku juga tidak bisa membantu Soraya, Derry adalah ceo dan aku di bawahnya," jelas Tio.
"Lantas, mengapa Soraya masih bekerja di perusahaan papa Frans?? tanya lagi Fanni .
"Om Frans sangat menyukai kinerja seorang Soraya, dia sudah lama bekerja di perusahaan tersebut," ucap Tio.
"Pantas saja, mama Derry juga mengenal baik seorang Soraya," ucap Fanni .
"Oh iya, aku diperintahkan pak ceo mengantarmu pulang. Apa kau ingin pulang sekarang??" tanya Tio.
"Yasudah Tio, aku juga lelah."
"Kamu sampai kesini kapan??" tanya Tio lagi.
"Sudah tiga hari yang lalu," ucap Fanni .
Tio dan Fanni sudah memasuki parkiran, mereka berdua beranjak ingin pulang. TIO pula harus mengantarkan Fanni pulang malam ini.
Sedangkan Soraya sudah berada dalam mobil suaminya tersebut. Kali ini mobil Derry tampak di buat laju selajunya. Derry begitu marah dengan Soraya.
Soraya sendiri hanya diam membatu saat ini, sambil berpegangan dengan pegangan yang tergantung di kepalanya. Soraya saat ini hanya mengeluarkan buliran air mata.
Derry belum angkat bicara, sejak awal mereka masuk kedalam mobil berwarna hitam pekat itu. Entah apa yang di kesalkan seorang Derry, hingga dia membuat mobilnya begitu laju dan tak terarah.
Padahal, seseorang yang di tunggunya sudah pun datang ke negara ini. Bahkan belum 90 hari, Fanni sudah kembali menemui Derry lagi.
Kehadiran Fanni saja sudah membuat Soraya begitu sakit, apalagi dengan kemarahan suaminya yang seperti ini. Sepertinya Derry begitu terbakar api cemburu saat ini.
Mobil sport hitam itu melaju ke arah pantai yang ada di kota Jakarta. Pantai tersembunyi itu mereka datangi malam-malam begini. Benar kata hati Soraya, Derry tidak benar-benar bertemu dengan tuan Osman seperti yang di bicarakan tadi.
Sampai di pantai, Derry membuka kan pintu untuk istrinya sendiri. Namun Derry masih kaku dan diam tanpa bahasa apapun. Soraya hanya menurut dan turun, Derry duduk di pinggir pantai tersebut.
Soraya pun ikut duduk di sebelahnya, dengan mengangkat kedua kaki, lalu wajah Soraya tertunduk dan keluarlah butiran air jernih yang sejak tadi sudah tertahan.
Suara isak dari tangisan istrinya terdengar di telinga Derry saat ini. Dia yang tadi hanya diam dan melempangkan kakinya menghadap pantai tersebut, seketika menoleh ke arah SORAYA.
"Raya, kau kenapa menangis??" tanya Derry pelan.
"Raya, aku tidak memukulmu, tidak memakimu juga, lalu mengapa kau menangis??" ucapnya lagi.
Soraya hanya menggelengkan kepalanya saat ini. Dia juga tidak tahu ingin memberikan jawaban apa kepada suaminya tersebut, apa yang dikatakan Derry sangat benar, Derry tidak memaki soraya atau pun memukulnya, padahal Soraya sudah pergi dengan yang bukan suaminya tersebut.
"Raya, aku tidak suka melihatmu pergi dengan Tio," ucap Derry terus terang.
Ketika Derry mengatakan itu, Soraya langsung mendongakkan kepalanya, matanya benar-benar terlihat sembab dan masih basah lagi.
"Hei..jangan menangis," ucap Derry sambil mengusap pipi Soraya .
"Der, jangan perlakukan aku sebaik ini Der!!" ucap Soraya sedikit keras dan menepis tangan Derry.
"Kenapa?? kau istriku, ingat itu Raya!!" bentak Derry .
"Ya! sekarang aku masih istrimu, sebentar lagi kau juga akan membuangku!!" ucap Soraya lalu membuang pandangan ke arah kanan.
"Raya!! sini lihat aku!!" ucap Derry lagi.
"Aku sangat dilema dan bingung!!" ucap Derry.
"Dilema?? mengapa?? Fanni sudah hadir di hadapanmu, kau bisa saja langsung membuangku!!" ucap Soraya lagi.
"Tidak, aku tidak akan membuangmu setega itu," ucap Derry.
"Tinggal 30 hari lagi saja Der, jangan pernah perlakukan aku dengan baik lagi, aku sudah tidak sanggup," terhenti disitu suara Soraya .
"Raya, maaf kan aku," ucap Derry.
"Raya, aku ingin berbicara serius kepadamu," ucap Derry .
"Katakan saja," ucap Raya menahan gejolak air mata yang ingin keluar.
Soraya sepertinya sudah bisa menebak apa yang ingin Derry katakan sekarang kepada dirinya. Soraya seolah kuat untuk mendengarkan apa yang sebentar lagi yang akan dikatakan Derry kepadanya.
"Aku..maaf kan aku," ucap Derry terhenti.
"katakanlah Derry , jangan bertele-tele!!" ucap Soraya seolah kuat.
"Baiklah Raya, nanti saja ku katakan setelah 30 hari lagi berakhir," ucap Derry lagi.
Tiba-tiba Derry memaut pinggang Soraya yang terlihat ramping itu. Derry mengangkat tubuh Soraya tanpa izin soraya . Soraya terkejut dan memukul bahu Derry , dia tidak ingin digendong.
"Turunkan aku!!" bentak Soraya .
"Aku akan memasukkanmu ke dalam mobil," ucap Derry sambil tersenyum.
Mengapa Derry masih Dilema??
Mengapa juga Derry sulit melepaskan Soraya ??
Sebuah tanya besar sekarang berada di kepala Soraya. Dia ingin rasanya meluahkan apa yang ada dipikiran saya saat ini, namun sayangnya dia tidak memiliki hak veto yang kuat untuk itu.
"Raya, jangan pernah tinggalkanku," ucap Derry sambil memegangi tangan soraya.
"Maksudmu?? Fanni sudah datang Derry!! apa kau gila??" ucap Soraya seolah ingin lebih tahu tentang ucapan itu.
"Diam lah, kita lihat saja 30 hari kedepan!!" pungkas Derry .
Entah apa yang merasuki Derry malam ini, dia berkata dengan tiba-tiba. Derry yang mengingat kembali perkataannya itu, tampak bingung dan menyesali perkataan tanpa dipikirkan tersebut.
Yang diinginkan sudah pun di depan mata, namun Derry bisa berkata kepada SORAYA agar tidak meninggalkan dirinya, padahal sebentar lagi, Derry lah yang akan meninggalkan SORAYA.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Is Wanthi
ku sangka Soraya mau di apa apain sama Deri
2023-09-19
0
Fitri Rafif
derry tau klu fanny selingkuh dengan osman
2023-05-12
1