Malam pertama itu menjadi malam yang membuat keduanya membisu. Hingga akhirnya Derry memutuskan untuk meninggalkan Soraya sendirian di apartemen yang telah dia berikan kepada Soraya tersebut.
Tanpa kata pamit, dia berlalu setelah keluar dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi itu. Dia bahkan tidak menatap Soraya kembali yang masih terduduk diam di depan meja rias tersebut.
Tidak ada rasa sakit dihati Soraya, karena memang dia juga tidak mencintai pria itu sama sekali. Dia melakukan ini hanya untuk membantu keluarganya yang sedang banyak tertimpa musibah.
Kedua orang tuanya sudah renta. Bahkan sang ayah telah di rawat di rumah, dan setiap bulan harus cuci darah karena penyakit leukimia yang diidap sejak lama.
Ibunya pula terkena penyakit jantung yang terbilang akut saat ini. Kedua orang tuanya hanya mengharap biaya dari anak sulung mereka yaitu Soraya.
Soraya juga mempunyai tiga orang adik. Dua lelaki dan satu perempuan. Adik nomor dua Soraya saat ini sedang masuk kuliah dan biaya itu pun dari Soraya.
Sedangkan kedua adik lelaki nya lagi, masih bersekolah menengah atas, sekolah menengah pertama, dan ini sangat banyak memakan biaya.
Banyak biaya yang harus Soraya keluarkan saat ini. Namun sekarang bukan halangan lagi, dia sangat mudah mengirim uang kepada orang tuanya di kampung.
Biaya mereka sudah tercukupi semua saat ini. Tepatnya lagi setelah Soraya menikah siri dengan bosnya sendiri yaitu Derry Sanjaya.
Pernikahan hanya karena pelampiasan ini masih terjalin. Detik-detik hampir tiba sekarang, Derry maupun Soraya sudah ada membuat perjanjian kontrak pernikahan mereka.
Hanya Sembilan puluh hari, namun tetap Derry juga penentu segalanya atas perjanjian tersebut. Malam ini, Derry tidak tinggal disana dia dengan cepat melajukan mobil mewahnya itum
Ini akan menjadi hal biasa yang di dapat oleh Soraya. Dia hanyalah penghangat dikala Derry kedinginan dan butuh pelukan, dan itu adalah resiko dirinya.
Ketika diperjalanan tiba-tiba terbesit kembali kekesalan Derry terhadap Fanni, dia teringat saat-saat pertengkaran mereka dan akhirnya Derry memutuskan untuk pulang ke Jakarta.
Kemarahan Derry terluap, ketika Fanni tidak ingin pulang ke negara asal mereka. Padahal saat itu, karir Fanni sudah terbilang naik, namun Fanni meminta waktu lagi kepada Derry .
Umur Derry dan Fanni memang sudah harus untuk menikah. Fanni sendiri tetap saja mengundur dan mengundurkannya terus.
Amarah Derry pun terluap, dimana dia melihat Fanni pergi dengan seorang pria di dubai yang memang tidak disukai oleh Derry.
Cerita sebulan yang lalu sebelum Derry balik ke negara asalnya.
"Sayang....ayo kita pulang, lalu kita menikah," ucap Derry lembut kala itu.
"Tolonglah mengerti aku Der, aku masih ingin berkarir, bukan menikah!" ucap nya sedikit naik suara.
"Apalagi yang mahu di capai?? aku punya segalanya, dan itu untukmu juga," ucap Derry.
"Ini cita-citaku Derry, sebentar lagi ya..." pintanya.
Derry yang sedang menahan geram di giginya, karena mengingat tentang Fanni yang baru saja dia pergoki pergi dengan lelaki yang tidak disukainya itu, sekarang pula ketika Derry mengajak nya untuk menikah, berulang kali lagi Fanni masih menolak.
"Baiklah.. Fanni! Aku akan pulang besok, aku akan tunggu kamu hanya dengan 90 hari setelah besok," ucap nya.
90 hari?" tanya Fanni.
"Ya!! jika kau tidak kembali juga, aku tidak akan pernah menikah denganmu!!" ancam Derry.
"Jangan mengancamku!" ucap Fanny kembali seolah tidak takut.
"Oh..baiklah, aku tidak akan pernah main-main dengan ucapanku!" bentak Derry .
"Kau pergilah Derry dari sini, aku tidak peduli dengan ancamanmu itu!" teriak Fanni geram.
Malam itu Derry pun pergi dari pandangan Fanni. Namun tetap saja seorang Derry tetap mencintai Fanni dengan penuh harapan yang tinggi terhadap fanni.
Shit….
Tiba-tiba dalam lamunan sambil menyetir itu membuat Derry tak konsentrasi saat mengendarai mobilnya. Hampir saja dia menabrak pembatas jalan raya saati ini.
"Sial! Fanni kau membuatku gila!" bentaknya sambil melajukan kembali mobil yang hampir terjadi kecelakaan itu.
Dia memang sulit mengendalikan emosi dan amarahnya. Namun dengan Fanni wanita yang dia cintai sejak lama itu membuatnya benar-benar hampir gila.
Dan akhirnya dia sampai di rumah orangtuanya saat ini. Tak biasanya dia pulang selarut ini, namun malam ini ada sebuah rasa yang bergejolak aneh di hati dan pikirannya.
Sebulan telah berlalu dia meninggalkan Fanni. Itu artinya jika hanya 90 hari dia ucapkan kepada Fanni waktu berjalan terus dan dia telah menikah dengan Soraya hari ini.
Tersisa enam puluh hari lagi, dia yang baru saja menikah dengan Soraya wanita yang hanya menjadi pelampiasan nafsu menjadi hasrat itu, tiba-tiba mengingat kembali pergulatan diatas ranjang apartemen itu.
"Dia luarbiasa, aku tak menyangka dia bisa menjaga dirinya di kota ini," ucapnya lagi sambil berbaring diatas kasur empuknya saat ini.
"Hmm harumnya juga berbeda, dia cukup membuatku melupakan Fanni sejenak tadi," ucapnya lagi.
"Hm..tetap saja dia wanita yang menginginkan uang dan uang!" umpatnya lagi.
Derry tidak tahu tentang diri Soraya yang sebenarnya. Dia melakukan pernikahan itu bukan dasar semata-mata karena cek 500 juta itu.
"Ah..lupakan istri kontrak itu, dia sama saja seperti wanita yang gila uang!" umpatnya kesal.
Dia ingin memejamkan matanya, namun bayang bercak darah dan wajah bersinar Soraya muncul di benaknya saat ini.
"Hus! Apa dia penyihir?"
"Kenapa denganku ini?"
Bertubi-tubi pertanyaan itu keluar dari mulutnya sendiri, bahkan dia sulit untuk memejamkan matanya.
"Aku baru mengenal wanita itu satu bulan, ya dia staff yang berbakat, wajahnya juga lumayan, tapi aku tidak akan mencintainya!"
Malam pun hampir berlalu saat ini, jika Derry tidak bisa tidur malam ini, sama halnya dengan Soraya dia pun masih terjaga dengan buku novel yang saat ini dia baca.
Hanyut bacaan itu di tangannya, matanya hampir mengeluarkan genangan airmata. Dia terus membuka lembar demi lembar cerita novel yang menyentuh hati itu.
"Siapalah aku ini, wanita yang mungkin hanya akan menikah 90 hari, dan setelah itu aku akan menjadi mawar yang layu di atas tangkai berduri," ucapnya dalam hati.
Dia merasa setelah 90 hari berakhir, dirinya akan menjadi janda dan pastinya pria mana yang mau menikah dengan wanita yang status jandanya pun tidak jelas.
Ya! Karena pernikahannya hanya sah dimata agama bukan negara. Hanya biasa membaca dengan hatinya yang penuh lara dan rahasia.
Akankah Derry memberikan cinta untuk istrinya?
Atau dia akan tetap menceraikannya setelah kekasih yang dia cintai nanti datang?
Karena memang Derry masih mencintai wanita yang bernama Fanni itu.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Siti Ashari
dava, nella itu siapa ya kk
2022-08-31
0