19

Oma Mira menatap persiapan pernikahan Davin dan Bella. Semua orang sibuk menyiapkan pesta, tak terkecuali Ghani.

Oma melihat Ghani yang begitu datar menyiapkan semuanya. Dia menghampiri dan mengajaknya bicara sambil bekerja.

"Aku dengar dari dokter Hasan...."

Ghani melirik ke arah Oma, dia merasa canggung mendengar kata yang akan selanjutnya Oma katakan.

"Amelia..." Oma menghela.

Ghani menoleh dan menunduk di hadapan Oma.

"Dia sudah dewasa, tapi, apa kau baik-baik saja? Aku khawatir, kau yang memintanya pergi tapi kau yang terluka" ucap Oma Mira.

Ghani menghela nafas.

"Akan lebih baik dia mencari sendiri pria yang berbuat kurang ajar itu. Saya tak mau Hani menjadi lebih malu jika tetap membiarkannya mengandung anak itu di rumah" ucap Ghani.

Oma Mira melihat kesedihan mendalam yang tersirat di wajahnya. Dia pernah kehilangan Saga, cucu yang dia sayangi. Dia sangat tahu sangat berat berpisah dari orang sangat disayangi.

Davin melihat mereka dari arah jauh. Dia sedang berpikir tentang pernikahan yang akan terjadi besok. Rasanya sesak, dia masih memikirkan Amelia yang dia dengar dari telpon sudah tak tinggal lagi dengan keluarganya.

Oma Mira yang hanya tahu bahwa Davin sedang mencari wanita tak jelas, memutuskan komunikasi antara Alex dan Davin.

Siena dan Ghina yang dimutasi ke Bali pun hilang kontak dengan Alex maupun keluarga Amelia. Ponsel Amelia dinonaktivkan dan disimpan oleh Ghani agar panggilan atau pesan apapun tak mengganggu mereka lagi.

Davin menatap kosong ke arah barisan meja dan kursi yang ditata rapi. Kursi-kursi yang akan diisi tamu undangan, kerabat dan kolega yang datang.

~Aku akan menikah dengan wanita cantik dan baik, tapi kenapa aku tak bisa melupakan satu malam itu bersamamu Amelia? Apa yang harus aku lakukan?~ ucap hati Davin yang gusar.

Maria datang dan menyentuh bahu anaknya yang sedang melamun.

"Kenapa? Kamu nggak sangka akhirnya akan menikah?" tanya Maria.

Davin menoleh dan berusaha tersenyum.

"Ibu hanya berharap pernikahan ini akan membawa kebahagiaan untuk mu. Terlebih Oma mu, agar dia bisa melupakan luka lamanya" lanjut Maria yang juga menatap barisan meja itu.

Davin menurunkan pandangannya.

"Luka kalian, bukan hanya Oma" ucap Davin.

Maria menatap putranya.

"Oma yang tak bisa melepas Kak Saga dan Ibu yang tak menerima sebagai penyebab kepergian Kak Saga" lanjut Davin.

Maria kembali menatap lurus kedepan.

"Terlebih ayah, dia sangat terluka karena tak mampu menerima kita sebagai pengendali keluarga Narendra sekarang" ucap Davin.

"Fokus pada dirimu sendiri, bahagialah. Jangan khawatir pada yang lainnya" ucap Maria.

Dia menepuk bahu Davin dan berjalan kembali ke arah datangnya tadi. Sementara Davin masih tetap mengingat wajah Amelia dan tak bisa menepisnya.

Keesokan harinya.

Davin memakai tuxedo yang diberikan Oma Mira padanya kemarin malam. Tanpa kata, tanpa nasihat. Dia menatap dirinya di cermin dan membayangkan Amelia muncul di sampingnya memakai kebaya putih yang cantik. Davin tersenyum, namun bayangan Amelia hilang saat Oma Mira datang untuk menjemputnya.

"Cepatlah! Beberapa tamu penting sudah datang" ucap Oma.

"Kenapa harus buru-buru? Pesta pernikahan nya diadakan di rumah pria kan?" sindir Davin.

Keputusan itu menjadi kontroversi diantara semua keluarga, Gala dan Vania juga anaknya Zidan menertawakan keputusan itu. Ini seolah Davin menikahi gadis tuna wisma, atau kalangan rendah.

Namun Oma Mira kekeh meminta pernikahan ini diadakan di rumah mereka, dengan persetujuan keluarga Bella. Mereka jelas menuruti keinginan Oma Mira karena seluruh perjodohan ini, dia yang mengaturnya.

Oma Mira hanya mencubit lengan Davin dan membuatnya meringis. Dia merapikan jas Davin sambil sesekali mengusap dadanya.

"Kau tak terlihat seperti kakek mu, tapi Oma harap kebijaksanaan mu bisa melebihinya" ucap Oma.

Davin menatap wanita tua yang masih cantik itu. Dia memeluknya dan mengusap punggungnya.

"Oma!"

"Hmmm?"

"Apa Oma tidak berpikir untuk menikah lagi?"

Oma Mira melepas pelukan Davin kemudian memukulnya. Dia kesal dengan candaan Davin padanya.

"Jokes mu buruk sekali!" ucap Oma.

Davin tersenyum, dia berhasil mengalihkan kesedihan Oma nya. Tapi masih merasa sedih dengan keadaannya sekarang. Davin mengaitkan tangan Oma di lengannya. Mereka berjalan untuk turun dan menyambut para tamu.

~Ya, aku harus seperti Narendra, bahkan lebih. Perasaanku? itu bukan masalah. Amelia juga bukan masalah, nanti saat semua sudah tenang, aku akan mencarinya tanpa sepengetahuan siapapun~ ucap hati Davin.

Beberapa tamu mendekat dan bicara bersama mereka. Pujian dan sanjungan keluar dari mulut mereka untuk Oma Mira dan Davin.

Sementara itu, Bella yang menempati rumah belakang sedang dirias dan menatap wajahnya di cermin. Ibunya datang menghampiri. Duduk di sebelah Bella membuka ponselnya dan mengirimkan foto putrinya yang sedang dirias ke sosial media.

"Bu! Apaan sih? Ngapain coba foto-foto terus dikirim ke sosmed segala?" keluh Bella.

"Ya biar semua orang tahu hari ini kamu nikah sama pewaris keluarga Narendra" ucap Veni.

Bella menundukkan pandangannya, merasa ibunya terlalu berlebihan. Tapi dia juga tak bisa mengelak dari rasa bahagia akhirnya bisa menikahi pria yang sangat dia sukai sedari kecil.

Wahyu datang dan meminta mereka untuk buru-buru.

"Penghulu sudah datang, ayo cepet!" pinta Wahyu.

Perias menyelesaikan pekerjaannya dan merapikan kebaya Bella. Veni masih memotret setiap gerak Bella. Hingga Wahyu kesal dan mengambil ponselnya. Veni diam tak berkutik, dia mendelik pada Wahyu. Bella tersenyum melihat tingkah ibunya itu.

Bella berjalan bersama Wahyu diiringi suara gamelan dan pengiring pengantin. Oma mencubit tangan Davin yang masih saja bicara pada sekertarisnya. Davin menoleh pada Oma yang menatap Bella.

Davin melihat kearah pengantin wanita, namun yang dia lihat adalah Amelia yang memakai kebaya putih dan tersenyum manis padanya. Kemudian seorang pria berbisik padanya.

"Kau beruntung bisa mendapatkan Bella"

Davin menoleh, kemudian menatap pengantin lagi yang bukan Amelia, dia melihat Bella. Wajahnya kembali datar dan acuh.

Wahyu mendekat dan menyerahkan Bella pada Davin untuk duduk di depan penghulu. Davin duduk terlebih dahulu tanpa meraih tangan Bella. Wahyu sedikit kesal melihatnya, namun saat melihat Oma Mira, dia kembali menatap masa depan Bella yang cerah. Dia kembali tersenyum dan menetapkan hati akan selalu tersenyum untuk pernikahan putrinya.

Davin mengucapkan ijab kabul dengan lancar, seolah membaca sebuah naskah dalam sebuah drama. Tak ada rasa tegang ataupun gugup. Dia hanya melakukan apa yang diminta Oma Mira.

Namun orang-orang melihatnya sebagai keteguhan Davin sebagai pewaris Narendra. Mereka bertepuk tangan dengan meriah mendengar saksi mengatakan sah atas ijab kabul Davin.

~Apa arti syarat nikah jika yang dilihat hanya luarnya saja? Sejatinya pernikahan ini tak sah karena aku hanya boneka dari keinginan Oma. Jika saja diri ini tak begitu menyayanginya, aku mungkin takkan mengorbankan diri dan perasaanku untuk hal ini~ ucap hati Davin.

\=\=\=\=\=\=>

Episodes
1 01
2 02
3 03
4 04
5 05
6 06
7 07
8 08
9 09
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 168
169 169
170 170
171 171
172 172
173 173
174 174
175 175
176 176
177 177
178 178
179 179
180 180
181 181
182 182
183 183
184 184
185 185
186 186
Episodes

Updated 186 Episodes

1
01
2
02
3
03
4
04
5
05
6
06
7
07
8
08
9
09
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
173
174
174
175
175
176
176
177
177
178
178
179
179
180
180
181
181
182
182
183
183
184
184
185
185
186
186

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!