12

Oma Mira meminta semua orang berkumpul di ruang keluarga. Gala dan Vania istrinya juga datang, tak lupa Zidan anaknya. Alex dilarang datang karena khawatir akan membuat kekacauan.

Harris dan Maria duduk bersebelahan, Davin duduk di depan mereka. Gala dan Vania juga Zidan duduk berurutan. Mereka menatap Oma Mira yang duduk di kursi utama. Kursi yang akan jadi warisan untuk Harris dan Gala. Kursi Tuan Narendra Coltin yang bijaksana dan berwibawa.

Tiba-tiba, Ghani datang dan menyapa semua orang. Mereka tersenyum dengan kedatangan orang yang paling loyal pada Narendra Coltin diantara para pegawai. Hingga sekarang, dia sangat setia pada Oma Mira.

"Kamu sudah datang, sekarang semua sudah lengkap" ucap Oma Mira.

Gala mendelik pada Ghani, dia tak suka pada orang yang menjadi pusat perhatian. Terlebih pada orang yang mengalahkannya meski hanya tentang satu hal.

"Pertama, aku mau mengumumkan tentang pernikahan Davin dan Bella putri Wahyu. Pernikahan akan dilaksanakan satu bulan lagi. Rencananya sudah sangat matang, kalian akan mendapatkan bagian pekerjaan masing-masing. Ghani yang akan mengaturnya" ucap Oma Mira sambil tersenyum pada Ghani.

Ghani memberikan sebuah berkas dengan masing-masing nama tertulis di halaman paling depannya, kecuali Davin. Semua orang bereaksi dengan berkas yang ada di tangan mereka.

"Aku tidak diberikan berkas?" tanya Davin mengejek Omanya.

Oma Mira menekan tongkat ke kaki Davin, dia pun meringis karena sakit.

"Semua orang sudah dapat, aku mau kalian melakukan semua tugas dengan baik. Ini semua untuk kelancaran acara resepsi nanti" ucap Oma Mira.

"Ini terlalu mewah Bu, Davin bukan satu-satunya pewaris keluarga Coltin" gumam Harris.

"Ya aku tahu, aku sangat tahu putra Harris Coltin bukan hanya Davin. Tapi dia sudah membangkang dan memutuskan untuk pergi dari rumah ini untuk selamanya. Apa yang harus aku perbuat? Membujuknya untuk pulang? Rasanya tidak pantas orang tua memohon pada anak-anaknya" ucap Oma Mira dengan lugas dan tegas.

Davin dan semua orang menunduk mendengar ucapan Oma Mira. Tak ada satupun yang menentangnya, Saga pergi dan membuat Narendra Coltin sekarat. Menunggunya kembali hingga dia menemui ajalnya, membuat Oma Mira merasa sakit dan tak pernah akan memaafkannya.

Harris yang sangat menyayangi putra dari istri pertamanya Sarah, pun tak bisa mengobati sakit hati ibunya.

Ghani mundur perlahan tak nyaman dengan pembicaraan mereka. Dia hendak pamit, namun Oma Mira menegurnya.

"GHANI!" seru Oma Mira.

Semua orang menatap Ghani.

"Aku ingin bicara dengan mu dulu sebelum pergi, jadi masuk ke ruang kerja ku dulu" perintah Oma.

"Iya Nyonya!" jawab Ghani.

Mereka semua bubar setelah Oma Mira berdiri dan berjalan ke ruangan, Davin membantu dan mengantarnya.

Ghani masuk setelah Davin keluar, dia tersenyum pada Ghani dan pergi keluar menelpon sekertarisnya.

"Pernikahan putri bungsu mu Amelia, kapan itu dilaksanakan?" tanya Oma Mira.

"Pernikahannya masih dua atau tiga bulan lagi Nyonya, lusa kami akan melaksanakan pertunangannya dulu. Jika berkenan, saya mengundang anda untuk hadir" ucap Ghani.

"Jika aku datang, keluargaku akan semakin sinis padamu" ucap Oma Mira sambil membubuhkan tanda tangannya di sebuah cek kosong.

"Nyonya terlalu berlebihan menganggap tatapan mereka dengan kata sinis" ucap Ghani.

"Rendah hati, aku ingat saat pertama kali bicara dengan Amelia. Dia punya sifat rendah hati yang sama dengan mu. Kamu menurunkan sifat baik padanya, itu bagus. Dia pasti mendapatkan pria baik pilihan mu. Apa yang membuatnya sekarang dia menerima perjodohan? Bukankah dia juga sangat idealis?" tanya Oma dengan menunggu jawaban Ghani.

"Dia kembali dari pemberontakannya dan mengatakan kalau kami benar dan menyayanginya. Kemudian dia mengatakan bahwa dia akan menjadi anak yang baik dan menuruti semua permintaan kami. Saya merasa terkejut mendengarnya, tapi Hani senang. Mau apalagi Nyonya?" ucap Ghani.

Oma Mira tersenyum mendengarnya.

"Lalu, tentang Hana?" Oma Mira mendengar desas desus di kantor.

Ghani menghela nafas dalam.

"Sekarang dia tinggal bersama saya, menjadi putri saya lagi nyonya. Saya mengambil tanggung jawab saya lagi untuk merawat dia dan putrinya" jawab Ghani.

"Iya benar, seorang ayah harus berani mengambil tanggung jawabnya" ucap Oma Mira.

Dia berdiri dan memberikan secarik cek kosong yang dia tandatangani tadi.

"Ini, tulis berapa kebutuhan untuk pernikahan Amelia, kamu bisa mencairkannya kapan saja" ucap Oma Mira.

Ghani terdiam, dia tak berani mengambil cek itu.

"Tapi Nyonya!" ucap Ghani ragu.

"Aku sudah menganggap Amelia seperti cucuku sendiri. Awalnya aku mau memintanya dari mu dan merawatnya sebagai cucu ku, karena dia sangat manis. Tapi, Hani menangis dan aku jadi tak tega. Jadi, ambillah! Bukankah seorang nenek harus memberi hadiah pada cucunya yang akan menikah?" ucap Oma Mira sambil tersenyum.

"Nyonyaaa..." Ghani melemah.

Oma Mira menaruh cek itu di saku jas Ghani.

"Sampaikan salam ku pada Hani, jika aku bisa, aku pasti datang nanti" ucap Oma Mira.

Ghani membungkuk dan pamit pada Nyonya besarnya.

Davin sedang berdiri menatap jendela tinggi kecil yang memperlihatkan taman indah yang sering dirawat Oma Mira dan ibunya dulu. Masa-masa menyenangkan itu berakhir saat Saga pergi meninggalkan mereka karena hasutan ibunya untuk memberikan semuanya pada Davin.

Davin menjadi saingan Saga dalam berbagai hal, mereka menjadi musuh karena alasan sebuah warisan. Hal yang sudah lumrah terjadi ketika nenek buyut mu adalah orang yang sangat kaya dan berpengaruh.

Masa kecil yang diisi oleh rasa kasih sayang persaudaraan menjadi berubah menjadi didikan persaingan ketat. Davin dipaksa melupakan betapa dia sangat menyayangi Saga kakaknya meskipun berbeda ibu.

~Dimana kamu sekarang Kak? Kapan pulang?~ gumam Davin.

Ghani mendengar ucapan Davin, dia datang untuk menyapanya dan pamit.

"Saya pulang dulu tuan muda!" ucap Ghani.

Davin menoleh, dia tersenyum pada Ghani dan mangangguk.

"Iya Pak Ghani, sampai jumpa besok di kantor" ucap Davin.

Ghani berjalan menyusuri tangga, Davin tersenyum sendiri saat mengingat dia begitu baik dan sayang pada semua anggota keluarga Coltin.

Kemudian pikirannya seolah berbisik. Dia mengingat pesan Alex, Amelia adalah putri Ghani Wardhana. Mata Davin membulat, dia menduga bahwa Ghani yang dimaksud adalah Pak Ghani yang baru saja pamit padanya.

Davin mengejar Ghani, namun Ghani sudah pergi memakai mobilnya. Davin melihat ke kanan dan ke kiri mencari supir. Harun terlihat sedang berjalan baru keluar dari pintu samping.

"Pak Harun!" seru Davin.

Pak Harun menoleh, dia berjalan terburu-buru menghampiri Davin.

"Iya tuan muda?" ucap Harun terengah.

"Tahu rumah Pak Ghani?" tanya Davin.

Pak Harun mengerutkan dahinya.

"Tahu!" jawabnya sambil mengangguk.

"Antar aku ke sana, cepat!" pinta Davin sambil melempar kunci mobilnya.

Davin bergegas masuk ke mobil, berharap apa yang dia duga adalah benar. Itu akan memudahkannya untuk menemukan Amelia.

\=\=\=\=\=>

Episodes
1 01
2 02
3 03
4 04
5 05
6 06
7 07
8 08
9 09
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 168
169 169
170 170
171 171
172 172
173 173
174 174
175 175
176 176
177 177
178 178
179 179
180 180
181 181
182 182
183 183
184 184
185 185
186 186
Episodes

Updated 186 Episodes

1
01
2
02
3
03
4
04
5
05
6
06
7
07
8
08
9
09
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
173
174
174
175
175
176
176
177
177
178
178
179
179
180
180
181
181
182
182
183
183
184
184
185
185
186
186

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!