05

Davin pulang dengan wajah yang menyiratkan kesedihan seorang pria yang kalah perang dan tak mampu memperjuangkan cintanya. Alex sama sekali tak bisa menghiburnya. Dia sangat tahu, ini kali pertama bagi Davin menyukai seseorang.

Davin menatap rumah Keluarga Narendra yang sudah terlihat dari jalan besar sebelum masuk lingkungan rumah. Dia mengusap wajahnya dan menghela nafas dalam-dalam.

Alex melihat dia merubah ekspresi wajahnya demi Oma Mira yang sangat dia sayangi. Mereka turun dan masuk ke dalam. Sampai di ruang utama, Alex mendapatkan tamparan keras dari Oma Mira.

"Plaaaakkkkk!" suara tamparan terdengar menggema di ruangan luas itu.

"Omma!" seru Davin merasa terkejut.

Oma membulatkan matanya pada Davin untuk diam.

"Kamu! Berani-beraninya kamu menyembunyikannya" ucap Oma kesal dengan menunjuk Alex.

Alex terkejut dan merasa heran dengan ucapan majikannya itu.

"Tentang apa Oma?" tanya Alex.

"Kamu menyembunyikan kenakalan Davin yang mengatakan akan meeting padahal hanya liburan. Itupun seminggu" Oma Mira marah.

Nafasnya tersengal, akibat marah terlalu berlebihan. Faktor usia mendukung lemahnya Oma jika naik pitam.

Alex meraih lengannya karena Oma hampir jatuh.

"Makanya Oma jangan marah-marah terus, jadi lemes kan!" Alex membantunya untuk duduk.

Davin juga ikut membantu dan duduk di sampingnya.

"Kamu.... mulai sekarang, kamu akan kerja di cabang lama. Di pabrik, bareng Gala di sana" ucap Oma Mira.

Alex menganga mendengar ucapan dan perintah Oma Mira.

"Oma, Om Gala itu kan..."

Belum selesai Alex bicara Oma Mira sudah menahannya dengan melebarkan telapak tangannya di depan wajah Alex dan membuatnya terdiam.

"Baik Oma!" jawab Alex.

Dia paham Oma sangat marah dengan apa yang sudah terjadi. Davin hanya menatap Alex dengan kebingungan. Alex mengangguk pada Davin seolah pamit untuk yang terakhir kalinya.

"Oma, please! Aku butuh Alex" ucap Davin.

"Untuk apa, hah? Untuk bisa bandel dan melenceng dari aturan keluarga Narendra?" ucap Oma.

Davin menundukkan kepalanya mengakui kesalahannya.

"Kamu ini pewaris keluarga Narendra, keluarga dengan perusahaan terbanyak dan kekayaan terbesar di negara ini" ucap Oma Mira tegas.

Davin diam menurut padanya.

"Kembali ke ruangan mu dan perbaiki semua masalah akibat perbuatan mu. Mulailah minta bantuan ayahmu, bicara dengannya" pinta Oma Mira.

Davin masuk ke ruang kerjanya dengan hati yang kesal, namun tetap tak bisa membuat Omanya kecewa lagi.

Sementara Oma Mira masuk ke kamarnya untuk istirahat, dia memanggil Alex ke kamarnya. Alex datang setelah berkemas, dia juga memakai jaket bersiap untuk pergi.

"Oma!" ucap Alex sambil mengetuk pintu kamar Oma yang tak tertutup rapat.

"Masuk!" pinta Oma.

Alex masuk dan berdiri agak jauh darinya.

"Ini, setiap bulannya juga akan dikirim ke rekening mu nanti. Ini hanya sedikit perhatianku untuk mu karena kamu adalah sahabat Davin dari kecil" ucap Oma.

Alex mengambil amplopnya dan hendak pergi, namun dia berhenti dan mengingat sesuatu.

"Ya, kamu belum meluk Oma dan bilang selamat tinggal" ucap Oma seolah paham mengapa Alex berhenti.

Alex berbalik, dia tersenyum dan mendekat kemudian memeluk Oma.

"Selamat tinggal Oma, jika sesuatu terjadi pada Davin, aku mohon, izinkan aku pulang untuk melihatnya" ucap Alex.

"Dia akan baik-baik saja dibawah ketiak ku" ucap Oma yakin.

Alex tersenyum dan perlahan mundur kemudian hilang dari pandangan Oma. Alex pergi ke ruangan Davin hendak pamit padanya.

Davin langsung memeluk Alex saat melihatnya sudah siap untuk pergi.

"Maaf Brother, aku kira Oma nggak akan setegas ini" ucap Davin.

"Nggak lah, toh aku juga yang salah. Tapi aku nggak nyesel, akhirnya kamu menemukan wanita yang bisa membuat junior mu hidup" canda Alex.

Davin memasang wajah sedih lagi.

"Aku akan cari tahu dia siapa, aku masih pegang nomor Siena kok!" ucap Alex.

"Percuma, dia sudah bilang kalau dia nggak mau nerima aku" ucap Davin pesimis.

"Hei...aktivin e-mailnya ya, kita bicara lewat e-mail. Kalo lewat telpon, nanti Oma bisa tahu dan marah lagi" ucap Alex terburu-buru.

"Kamu pergi sekarang?" tanya Davin sedikit berteriak.

"Ya, mobilnya udah nunggu. Bye!" ucap Alex melambaikan tangannya.

Davin menganga dan sedih. Dia kehilangan cintanya dan sekarang, sahabatnya juga pergi karena ulahnya. Dengan menghela, dia mengusap wajahnya kemudian membuka berkas yang ada di mejanya.

###

Malam tiba, Ayahnya datang dan langsung masuk ke ruangan Davin tanpa mengetuk dan membuat Davin terkejut. Davin berdiri dan menunduk.

"Apa-apaan kamu ini! Sengaja bilang kalau klien ngga bisa datang padahal memang udah batalkan semua kerjasama. Kamu tahu berapa kerugian perusahaan karena persiapan kerjasama ini. Haah!" teriak Harris.

Davin masih menunduk diam tak menjawab.

"Aku yang bodoh, aku yang salah karena sudah mengizinkan ibu merawat kamu dengan didikannya yang terlalu memanjakan kamu itu" ucap Harris menyalahkan diri sendiri.

"Maaf Ayah!" ucap Davin perlahan.

Harris menatap putra dari istri keduanya itu, dia menghela dan pergi dengan marahnya, dengan membanting pintu. Davin terhentak terkejut dengan suara pintu. Dia kembali membaca semua laporan kiriman sekertarisnya dari kantor.

Sementara itu, Harris masuk ke kamar dan mendapati Maria, ibunya Davin sedang duduk di depan ruang rias dan terlihat siap untuk tidur. Mata Harris mendelik melihatnya, dia kesal dan masuk ke kamar mandi setelah mengambil handuknya.

Maria hanya melirik sambil mengusapkan krim malam di wajahnya. Sikap yang biasa dia dapatkan saat Harris kembali dari kantor. Dia acuh dan tak menghiraukan. Dengan pelan dia keluar dari kamar dan menyiapkan makanan di meja makan untuk Harris.

Beberapa pelayan membantunya, dia duduk menunggu Harris keluar dari kamar untuk makan malam. Namun sayang, Harris malah melewatinya dan pergi lagi menggunakan mobilnya tanpa supir. Maria menyuruh pelayan untuk memasukkan kembali makanan ke lemari es.

"Atau, kalian makan saja. Besok suruh Minah belanja dan masak makanan baru" ucap Maria datar.

"Baik Bu, terimakasih" jawab para pelayan.

Maria kembali ke kamar dan mencuci tangannya di wastafel di kamar mandinya sambil melihat pakaian Harris yang menggantung. Dia mengambilnya dan memeriksanya, dia mendapati dua tiket nonton drama musikal di saku jasnya. Maria membuangnya dan memeriksa lagi, seolah memastikan tak ada barang yang mungkin terbawa ke mesin cuci.

Maria bersiap untuk tidur, dia berdoa dan perlahan memejamkan matanya. Bayangan dua tiket nonton itu membuatnya membuka matanya lagi. Meski acuh dan diacuhkan selama bertahun-tahun, dia tetap tak bisa mengabaikan perasaannya sebagai istri sah Harris.

Dia kembali bangun dan keluar menuju kamar Davin putranya. Dia melihat Davin belum tidur dan hanya menatap jendela kamarnya.

"Belum tidur?" tanya Maria.

"Momi! Belum mom!"

Davin mendekat pada ibunya dan duduk di sampingnya.

"Kenapa? Oma marah lagi?" tanya Maria.

"Aku yang salah Mom, Oma pantas marah" jawab Davin.

Maria tersenyum mengusap kepala anaknya.

"Momi bersyukur, kamu sudah paham apa itu artinya pewaris Keluarga Narendra" ucap Maria.

\=\=\=\=\=>

Terpopuler

Comments

Yuni Herwani

Yuni Herwani

bagus ceritanya

2024-01-14

1

lihat semua
Episodes
1 01
2 02
3 03
4 04
5 05
6 06
7 07
8 08
9 09
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 168
169 169
170 170
171 171
172 172
173 173
174 174
175 175
176 176
177 177
178 178
179 179
180 180
181 181
182 182
183 183
184 184
185 185
186 186
Episodes

Updated 186 Episodes

1
01
2
02
3
03
4
04
5
05
6
06
7
07
8
08
9
09
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
173
174
174
175
175
176
176
177
177
178
178
179
179
180
180
181
181
182
182
183
183
184
184
185
185
186
186

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!