02

Davin menjawab telpon dari Oma Mira dan menjelaskan perjalanan bisnisnya kali ini. Dia berbohong.

"Iya Oma, aku belum melihatnya datang. Dia juga belum memberikan kabar lagi. Apa aku harus kembali sekarang?" tanya Davin.

Wajah Alex menertawakannya yang sedang melakukan kebohongan pertama kalinya, di hadapannya. Davin meraup wajah Alex dan berdiri menghindarinya.

"Tidak...tunggu saja di sana, dia akan datang besok. Kau jalan-jalan saja dulu, kau juga butuh liburan" ucap Oma Mira.

"Terimakasih Oma!" ucap Davin.

"Untuk apa?" tanya Oma Mira.

"Karena Oma berusaha mengerti aku" jawab Davin.

Alex kembali meledeknya dengan bertingkah sebagai perayu disisinya. Davin kesal kemudian memukul kepala Alex dengan keras. Dia pun pergi dengan meringis kesakitan.

Davin menyeringai senang Alex kesakitan.

"Ok nikmati liburan mu, sampai ketemu lusa" pamit Oma Mira.

"Sampai jumpa Oma!" jawab Davin.

Davin menutup ponselnya kemudian menatap Alex dengan menertawakannya.

"Kita pergi cari wanita!" Alex memberikan ide sambil menggosok kepalanya.

"Tidak, aku tidak mau!" jawab Davin.

"Kenapa? Kau takut tidak berhasil lagi?" ucap Alex meledeknya.

Davin mengangkat wajahnya menatap Alex dan hendak memukulnya lagi. Alex melindungi kepalanya dengan kedua tangannya. Tapi Davin terdiam mengingat kejadian semalam. Dia menelan ludah dan mencoba tidak mengingatnya lagi. Namun hatinya bertanya, apakah gadis itu masih di hotel yang sama dengannya atau tidak?

"Atau kita cari gadis-gadis matre kemarin dan meminta kembali uang dollar yang mereka ambil kemarin" ucap Alex memberikan ide lagi.

Davin membulatkan matanya merasa Alex bisa membaca pikirannya.

"Mereka pasti masih di hotel yang sama" ucap Alex lagi.

Davin mengalihkan pandangannya, merasa Alex benar-benar bisa membaca pikirannya.

"Diam! Aku mau turun, kita akan pergi keliling kota ini seharian" ucap Davin mengambil keputusan sendiri.

Alex mengangkat kedua alisnya dan menuruti perkataan Davin dan mengikutinya keluar dari kamar.

Davin masuk ke lift, Alex berjalan melewatinya dan berdiri di belakangnya. Dia memencet tombol menutup pintu lift, namun ditahan oleh tangan seorang gadis. Mata Davin menyusuri tangan hingga wajah gadis itu. Matanya membulat saat melihat bibir gadis itu, bibirnya masih bengkak dan sedikit luka.

~Gadis ini!~ ucap hati Davin.

"Kalian!" ucap Amelia.

Alex mengingatnya, dia menunjuk dengan jari telunjuknya ke arah wajah Amelia.

"Kebetulan sekali!" ucap Amelia.

Dia mengambil sesuatu dari tasnya dan menghitung. Kemudian memberikan beberapa lembar uang ratusan dollar ke hadapan Davin.

"Ini! Aku beli salep dengan uangku sendiri, uang mu terlalu banyak. Maaf teman-teman ku memang begitu, mereka terlalu berlebihan menanggapi tabrakan kemarin" jelas Amelia.

Alex hendak mengomelinya namun jadi diam saat melihatnya menyodorkan uang semalam. Sementara Davin menatap bibirnya yang bicara tanpa berkedip.

"Hei! Ini!"

Amelia menarik tangannya dan menyerahkan uangnya. Dia merasakan tangan Davin yang dingin, kemudian menatap matanya.

"Tanganmu dingin, kau harus banyak minum jahe hangat agar tidak sedingin ini" ucap Amelia.

"Haaah?"

Davin malah tak mengerti seolah baru sadar.

Amelia tersenyum dengan menutup bibirnya karena masih terasa sakit.

"Sudah sampai di lobi, bye!" ucap Amelia sambil melambai.

Davin masih diam menatap kepergiannya, Alex melihatnya. Dia menatap ke arah celana Davin dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.

Davin tersenyum dan melihat uang yang diberikan Amelia. Namun senyumnya buyar saat melihat Alex sedang memperhatikan celananya. Dia memukul kepala Alex lagi.

"Aish....sakit Bos!" keluh Alex.

"Kau sedang apa?" tanya Davin kesal.

"Kau jatuh cinta ya Bos?" taya Alex.

Davin menghela nafas dan memejamkan matanya sebentar. Dia mengakui bahwa Alex menebak dengan benar, pikirannya tentang juniornya merespon saat menatap Amelia.

"Ok, aku akan mendekatinya, kali ini....tolong...... jangan mengatakan apapun, tentang apapun" pinta Davin sambil berisyarat menutup mulutnya seperti resleting.

Alex mengangkat keningnya dan tersenyum kemudian mengikuti Davin menutup mulutnya seperti resleting.

Davin berjalan cepat hendak menyusulnya namun dia kehilangan jejak. Alex menatapnya dengan tersenyum.

"Kemana dia?" tanya Davin.

Alex mengambil ponselnya dan menelpon seseorang dengan wajah tersenyum sambil menatap Davin.

"Hai! Kalian ada acara dimana?" tanya Alex di ponselnya.

Davin menatapnya mendengarkan.

"Ouh....ya....boleh aku dan temanku bergabung?" tanya Alex lagi.

Davin semakin penasaran dengan apa yang dia lakukan.

"Ok...aku akan segera ke sana, see you!"

Alex tersenyum lebar menutup ponselnya.

"Aku tahu dia kemana!" ucap Alex.

Davin mengakui kepintaran Alex dalam mencari tahu tentang gadis-gadis itu. Dia mendapatkan nomor Siena langsung malam kemarin. Dia hendak meminta kembali uangnya namun Siena mengatakan bahwa Amelia marah dan menyimpannya.

Alex merasa bahwa Amelia gadis yang berbeda dengan kedua temannya. Dia juga sudah tahu bahwa Davin menyukainya, maka dari itu dia meminta nomor ponsel Siena dengan imbalan seratus dollar. Siena pun memberikan nomor ponselnya sendiri karena takut Amelia semakin marah jika dia memberikan nomornya tanpa seizinnya.

Davin dan Alex menyusul mereka ke sebuah event bazar untuk pengumpulan donasi di Pasar Seni. Alex mengatakan bahwa ide bazar donasi itu adalah ide Amelia sebagai manager pemasaran sebuah Bank tempat mereka bekerja. Davin tersenyum mendengar pujian Alex untuk Amelia.

Sambil berjalan, Alex juga mengatakan sudah mencari tahu tentang Amelia dari kedua temannya. Amelia seorang gadis pekerja keras, berpendirian dan sangat baik. Davin semakin menyukainya.

Sampai di Pasar Seni, Davin langsung bisa menemukan Amelia di stand Bank sponsor bazar itu. Dia sedang bicara dan mengenalkan produk baru mereka. Dia terlihat sangat profesional meski terlihat sesekali dia memijat daerah bibirnya karena sakit.

Berjalan perlahan sambil tak berhenti menatapnya, Davin terus terpesona dengan wajah Amelia. Dia merasa senang sudah pernah bertabrakan dan tak sengaja mengecup bibirnya. Amelia tak sengaja melihatnya dan mengangkat kedua alisnya sebagai tanda menyapanya. Davin tersenyum dan mengangguk.

Alex memperhatikannya dari kejauhan, dia merasa senang bosnya sudah menemukan cintanya. Dia lega bahwa bosnya masih normal sebagai seorang pria.

Selesai dengan promosinya, Amelia duduk bersama temannya di kursi dekat standnya. Davin masih memperhatikannya dari meja yang tak jauh. Kemudian Alex melambaikan tangannya mengajak mereka untuk bergabung. Siena menarik tangan Amelia untuk menerima ajakan Alex.

Beberapa obrolan dimulai oleh Alex yang menanyakan produk yang sedang dipromosikan Amelia. Dia sangat bersemangat menyampaikan jenis produknya meskipun menjelaskan dengan bibir yang sakit.

Davin benar-benar tak bisa melepas pandangannya dari wajah Amelia yang manis. Senyum hingga cara bicaranya membuat Davin terpesona.

Mereka asik bicara hingga sore, canda dan tawa membuat Davin semakin menyukai karakter Amelia.

Malam tiba, seorang senior meminta Amelia, Siena dan Ghina untuk ikut mereka makan malam bersama staf yang mengikuti promosi di sana. Mereka pun ikut dan meninggalkan Davin juga Alex.

\=\=\=\=\=>

Episodes
1 01
2 02
3 03
4 04
5 05
6 06
7 07
8 08
9 09
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 168
169 169
170 170
171 171
172 172
173 173
174 174
175 175
176 176
177 177
178 178
179 179
180 180
181 181
182 182
183 183
184 184
185 185
186 186
Episodes

Updated 186 Episodes

1
01
2
02
3
03
4
04
5
05
6
06
7
07
8
08
9
09
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
173
174
174
175
175
176
176
177
177
178
178
179
179
180
180
181
181
182
182
183
183
184
184
185
185
186
186

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!