Kesepakatan dan kontrak

***

Malam di Masion Gery...

Gabvin di panggil ke ruangan Gery, Ia mulai di tugaskan mengantarkan Elizha ke kamar yang telah di siapkan oleh Gery beberapa jam yang lalu. Meski heran pada apa yang mereka bicarakan tadi di dalam. Gabvin sama sekali tak mampu bertanya langsung pada Gery. Sebab melihat raut wajah Elizha saja sudah membuatnya yakin bahwa di dalam tadi, ada sebuah kejadian yang tak biasa atau malah ada sebuah pertengkaran di dalamnya. Begitu pikir Gabvin.

"Sudah sampai... malam ini, kamu tidur di sini dulu" Jelas Gabvin. Elizha tak berkomentar dan ia hanya mengangguk diam tak menatap atau membalas ucapan Gabvin.

"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Gabvin. Lagi-lagi Elizha hanya bisa mengangguk diam. Gabvin yang makin kahawatir pada gadis itu pun mulai membukakan pintu kamar itu , lalu membiarkan wanita malang itu masuk.

"Ya udah. Masuklah... jangan banyak berfikir hal yang bukan-bukan. Nanti bisa mempengaruhi perkembangan janin dalam kandunganmu. Kamu ngerti kan?" Himbau Gabvin Khawatir. Elizha hanya mengabaikan Gabvin dan mulai masuk ke dalam kamar tersebut.

Gabvin pun menutup pintu tersebut dan membiarkan Elizha beristirahat. Namun, malam ini... Tak ada rasa kantuk dalam benaknya. Ia hanya menangis sejadi-jadinya di dalam kamar mewah tersebut. Bahkan Gabvin tak tahu jika hari ini, sahabatnya yang bernama Gery itu telah melakukan sebuah kesepakatan pra nikah pada wanita yang tak berdaya itu.

Gabvin berdiri di depan pintu, ia pun putuskan untuk mencari Gery dan mengajaknya ngobrol sambil berenang.

Kolam renang...

Byuur! Gabvin berenang bersama Gery, mereka tanding renang dan tetap saja Gery yang menang. Mereka pun mulai menepi ke pinggir kolam "Mau minum apa?" tanya Gabvin ke Gery yang belum naik ke permukaan begitupun Gabvin.

"Kopi hitam..." Jawab Gery simpel.

"Kenapa Kopi hitam? wisky lebih mantap di jam segini..." Jelas Gabvin.

"Nggak ah. Mending kopi aja..." Balas Gery.

"Ya udah, aku pesenin..." Gabvin mulai naik ke permukaan dan berjalan ke luar area kolam. Sedangkan Gery, ia masih meneruskan olahraga malamnya. Yakni berenang gaya bebas.

Beberapa saat kemudian, Gabvin datang membawa minuman yang di pesan Gery. Sedangkan minuman yang di pilih Gabvin adalah anggur merah kualitas tinggi.

"Hei brow. Nih pesananmu..." Teriak Gabvin. Gery pun mulai berenang cepat dan menghampiri Gabvin.

"Siapa nih yang bikinin?" tanya Gery.

"Gua lah. Siapa lagi?" Jawab Gabvin.

"Hem... pasti ada maunya..." Gumam Gery terdengar jelas oleh Gabvin.

"Tuh kamu tahu..." Balas Gabvin terkekeh.

"Trus mau loe apa?" Tanya Gery dengan sebuah gurauan.

"Minum dulu deh kopinya" Pinta Gabvin.

"Oke-oke... kalau nggak enak, gua potong gaji loe, paham?" Jelas Gery mempermainkan Gabvin.

"Sial. Sadis amat sih loe bos..." Cetuk Gabvin mendelik dengan wajah pucatnya.

Puuuuuhhh! Gery meniupi kopi yang masih panas itu, bahkan kepulan uap dalam cangkir yang di ganggamnya, mulai menyeruat keluar Sruuuppttt! Seteguk kopi itu masuk ke lidahnya yang tarasa dingin Gluk! hingga di telannya pelan "Kopi nya enak..." Imbuh Gery membuka matanya yang sedari tadi menikmati aroma kopi itu.

"Gue... Dilawan" Komen Gabvin sombong.

"Ia-ia, gue akuin deh, kopi racikan loe emang mantap" Tambah Gery tersenyum menyunginkan bibirnya.

"Nanti transper ya ke rek gue. Secara gitu, loekan puuas?" gurau Gabvin memulai percakapan yang entah kemana ujungnya.

"Dasar mata duitan!" Dengus kesal Gery.

"Oh ia brow. Langit malam ini cerah banget ya?" Tanya Gabvin.

" Nggg... ya, tapi... lama-lama dingin juga" Gery lekas meraih handuk kimono dan memakainya lekas, begitupun Gabvin. Mereka mulai duduk santai di kursi kolam renang.

"Nggak biasanya loe ajak gue berendam gini? Mau ngobrolin apa?" Slok Gery menatap Gabvin sayu. Ia bahkan seakan tahu apa yang ingin Gabvin utarakan.

"Nggak, gak ada kok... cuman, tadi... pas gue anterin kecengan loe ke masion ini. Dia semangat banget, tapi... barusan gue liat, ketika keluar dari kantor pribadi loe. Kok dia kayak yang down gitu ya? Apa ada yang tetjadi di dalam sana?" Tanya Gabvin sedikit membuka akses privasi pria agkuh itu.

Gery sedikit tercengang, ia mulai menyungingkan bibirnya "Heh" dengusnya, entah kesal entah heran ketika menyimak ungkapan Gabvin barusan.

"Lho, kenapa malah Heh. Nggak ada jawaban lain ya?" Tanya Gabvin kurang puas.

"Loe pingin tahu ya?" gurau Gery.

"Ya lah. Kan kita Basty..." Imbuh Gabvin menggoda.

"Nggak... tadi, gue udah mutusin buat nikahin dia" Jelas Gery sedikit tersenyum pahit.

"Trus?" Tanya Gabvin kurang puas.

"Trus gue ikat dia dengan sebuah surat perjanjian kontrak pra nikah" Jelas Gery. Gabvin sedikit tercengang "Serius loe?" Tanya Gabvin kaget.

"Ia lah... kapan gue boong sama loe" Imbuh Gery. Gabvin sedikit marah pada kelakuan sohibnya itu "Gila loe ya. Loe beneran lakuin itu ke seorang ibu hamil?" tanya Gabvin lagi sedikit menekan Gery dengan nada tingginya.

"Emang kenapa? ada yang salah?" balik tanya Gery.

"Gila loe. Ya salah lah Brow! Dia kan lagi hamil anak loe, nanti kalau dia sampai depresi dan keguguran gara-gara kelakuan loe, trus nanti gimana?" Jelas Gabvin. Gery malah tertawa "Hahahaha ayolah... Gabvin, loe perhatian amat sama tuh cewe. Padahal belum tentu juga anak di rahim cewe itu adalah anak gue. Aneh banget sih loe" Cetuk Gery merendahkan. Entah kenapa, mendengarkan kalimat itu, Hati Gabvin sedikit sakit.

Pantesan, cewe itu murung parah... alasannya si Gery merendahkannya abis-abisan. bathin Gabvin.

"Woy! Brow! Loe baik-baik aja kan?" Tanya Gery, dia sedikit khawatir. Sebab sesaat Gabvin terdiam seakan memikirkan sesuatu.

"Nggak. Gue mulai ke dinginan nih" Ucap Gabvin mulai berdiri. Sedangkan Gery ia masih terduduk diam, ia sedikit heran pada sahabatnya yang tiba-tiba Batmood ketika mendengar ketidak adilan yang Gery lakukan pada wanita yang kini meminta pertanggung jawabannya.

"Gue akan nikahin dia besok pagi..." Tiba-tiba kalimat itu terlontar dari mulut Gery. Dan membuat Gabvin terdiam sesaat sebelum beranjak meninggalkan Gery.

"Gue akan nikahin dia..." Tambahnya lagi. Gabvin lekas membalas "Syukurlah... bukankah itu yang wanita itu inginkan?" Balas Gabvin di iringi sebuah tawa palan.

"Ya. Meski pernikahan siri" Imbuh Gery. Gabvin hanya bisa menyungingkan bibirnya dan berkata "Selamat ya. Aku ucapkan semoga kalian bahagia..." Balas Gabvin seraya melangkah menjauhi Gery yang masih terduduk di kursi santainya.

"Hhhhhh..." helan napas panjang, Gery seakan terbelenggu oleh ulahnya sendiri. Di sisi lain ia harus mempertanggung jawabkan kelakuannya. Di sisi lain ia juga harus menikahi wanita yang sudah di tadirkan untuknya.

"Angel... jika kau tahu, diriku yang sebenarnya... sudah pasti, kau akan lekas meninggalkanku selamanya..." gumam Gery entah apa makna yang terkandung dalam kalimat tersebut.

Bersambung...

Episodes
1 Flustrasi
2 Sadar dalam penyesalan
3 Konflik
4 Ngidam?
5 Pilihan yang berat
6 Mencoba mandiri
7 Terjadi lagi...
8 Di paksa mememuaskan...
9 Disekap?!
10 Rencana Test?
11 Pertemuan yang tak di sangka
12 Pengakuan, Gery...
13 Kedatangan yang tak di duga
14 Speack with me
15 Kegaduhan
16 Dilema tingking
17 Pilihan yang tak bisa di tunda
18 Harus terima, paksaan?!
19 Inikah takdir?
20 Kesepakatan dan kontrak
21 Bercahaya dan sangat cantik
22 Pernikahan yang tak di inginkan
23 Bulan madu Tuan Gery
24 Berdebaran
25 Perjanjian berlaku
26 Cemburu?
27 Termenung sendirian
28 Berubah sifat
29 Penjelasan apa?
30 Salah paham
31 Bersandiwara
32 Pertemuan yang di rindukan
33 Bertemu Margaret
34 Masih melepas rindu
35 Aksi pembunuhan?!
36 Tak di anggap?
37 Sudah terlanjur
38 Tak berdaya...
39 Hanya Gabvin yang tahu
40 Mungkin hanya setingan
41 Harapan Angel
42 Ingatlah posisimu?!
43 Gelisah
44 Kenapa? Selalu Dia?
45 Empat mata
46 Dua pria ambisius
47 Patah semangat
48 Bukti cinta
49 Sebuah kehidupan
50 Arah yang menyesatkan
51 Bertentangan
52 Akibat Trauma
53 Suatu alasan
54 Hanya butuh sandaran
55 Aksi penculikan?
56 Dasar dari kebencian
57 Putus Asa
58 Suasana yang canggung
59 Antara salah dan benar?
60 Masalah baru
61 Tak ada pilihan lain?
62 Saling menyerang
63 Perasaan yang tabu
64 Permintaan Elizha
65 Permintaan Elizha 2
66 Sangat bersyukur
67 Melepas
68 Gabvin mulai menyerah
69 Kecaman
70 Awal kemenangan
71 Rasa Kecewa mendalam
72 Melangkah ke depan
73 Ungkapan perasaan yang tulus
74 Ungkapan Gabvin
75 Dia dalam bahaya
76 Elizha dalam bahaya?
77 Kegaduhan yang timbul
78 Gadis 1 triliun
79 Perang jas hitam
80 Baku hantam saling tikam
81 Berakhir
82 Berakhir 2
83 Akhir dari penyerangan
84 Rasa malu
85 Hidup yang normal
86 Pagi yang hangat
87 Terasa kaku
88 Menjenguk orang tercinta
89 Melamar Elizha?
90 Meminta restu
91 Calon menantu idaman
92 Keharmonisan
93 Janji Gabvin
94 Rasanya tawar
95 Terasa bahagia
96 Hukum Karma
97 Sambutan yang hangat...
98 Beratnya menahan Rindu
99 Kabar Baik dari Margaret...
100 Ada darah?
101 Kekasih siaga
102 Bayi kembar yang imut
103 Nama yang istimewa
104 kabar untuk Margaret
105 Sambutan meriah
106 Menengok si kembar
107 Pesan singkat
108 Acara lamaran
109 Menjelang hari-H
110 Pernikahan Hangat
111 Pernikahan Hangat 2
112 Beak News
113 Malam pertama Gabvin
114 I Love You
115 Ke kagetan yang luar biasa
116 Patut di curigai
117 Patut di curigai 2
118 Ambisi Rio tentang Dia
119 perhatian Margaret
120 Sisa bulan madu
121 Pertemuan lagi
122 Panik
123 Kesalahan besar
124 Penyesalan yang terlambat
125 Baby twis yang menggemaskan
126 Sangat terkejut
127 Klarifikasi
128 Break Cinta setelah pernikahan
129 Break Istri peluluh hati
130 Break Mencintai suamimu
131 Break Putri mahkota terkuat sejagad
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Flustrasi
2
Sadar dalam penyesalan
3
Konflik
4
Ngidam?
5
Pilihan yang berat
6
Mencoba mandiri
7
Terjadi lagi...
8
Di paksa mememuaskan...
9
Disekap?!
10
Rencana Test?
11
Pertemuan yang tak di sangka
12
Pengakuan, Gery...
13
Kedatangan yang tak di duga
14
Speack with me
15
Kegaduhan
16
Dilema tingking
17
Pilihan yang tak bisa di tunda
18
Harus terima, paksaan?!
19
Inikah takdir?
20
Kesepakatan dan kontrak
21
Bercahaya dan sangat cantik
22
Pernikahan yang tak di inginkan
23
Bulan madu Tuan Gery
24
Berdebaran
25
Perjanjian berlaku
26
Cemburu?
27
Termenung sendirian
28
Berubah sifat
29
Penjelasan apa?
30
Salah paham
31
Bersandiwara
32
Pertemuan yang di rindukan
33
Bertemu Margaret
34
Masih melepas rindu
35
Aksi pembunuhan?!
36
Tak di anggap?
37
Sudah terlanjur
38
Tak berdaya...
39
Hanya Gabvin yang tahu
40
Mungkin hanya setingan
41
Harapan Angel
42
Ingatlah posisimu?!
43
Gelisah
44
Kenapa? Selalu Dia?
45
Empat mata
46
Dua pria ambisius
47
Patah semangat
48
Bukti cinta
49
Sebuah kehidupan
50
Arah yang menyesatkan
51
Bertentangan
52
Akibat Trauma
53
Suatu alasan
54
Hanya butuh sandaran
55
Aksi penculikan?
56
Dasar dari kebencian
57
Putus Asa
58
Suasana yang canggung
59
Antara salah dan benar?
60
Masalah baru
61
Tak ada pilihan lain?
62
Saling menyerang
63
Perasaan yang tabu
64
Permintaan Elizha
65
Permintaan Elizha 2
66
Sangat bersyukur
67
Melepas
68
Gabvin mulai menyerah
69
Kecaman
70
Awal kemenangan
71
Rasa Kecewa mendalam
72
Melangkah ke depan
73
Ungkapan perasaan yang tulus
74
Ungkapan Gabvin
75
Dia dalam bahaya
76
Elizha dalam bahaya?
77
Kegaduhan yang timbul
78
Gadis 1 triliun
79
Perang jas hitam
80
Baku hantam saling tikam
81
Berakhir
82
Berakhir 2
83
Akhir dari penyerangan
84
Rasa malu
85
Hidup yang normal
86
Pagi yang hangat
87
Terasa kaku
88
Menjenguk orang tercinta
89
Melamar Elizha?
90
Meminta restu
91
Calon menantu idaman
92
Keharmonisan
93
Janji Gabvin
94
Rasanya tawar
95
Terasa bahagia
96
Hukum Karma
97
Sambutan yang hangat...
98
Beratnya menahan Rindu
99
Kabar Baik dari Margaret...
100
Ada darah?
101
Kekasih siaga
102
Bayi kembar yang imut
103
Nama yang istimewa
104
kabar untuk Margaret
105
Sambutan meriah
106
Menengok si kembar
107
Pesan singkat
108
Acara lamaran
109
Menjelang hari-H
110
Pernikahan Hangat
111
Pernikahan Hangat 2
112
Beak News
113
Malam pertama Gabvin
114
I Love You
115
Ke kagetan yang luar biasa
116
Patut di curigai
117
Patut di curigai 2
118
Ambisi Rio tentang Dia
119
perhatian Margaret
120
Sisa bulan madu
121
Pertemuan lagi
122
Panik
123
Kesalahan besar
124
Penyesalan yang terlambat
125
Baby twis yang menggemaskan
126
Sangat terkejut
127
Klarifikasi
128
Break Cinta setelah pernikahan
129
Break Istri peluluh hati
130
Break Mencintai suamimu
131
Break Putri mahkota terkuat sejagad

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!