14. Pelan-pelan saja.

Bang Ares terus berjaga mengawasi Dinar yang masih menyelesaikan misinya.

"Jangan jauh Bang. Takuut" kata Dinar.

"Ini lho Abang disini" jawab Bang Ares.

"Nggak usah terburu-buru, Abang nggak akan kabur"

Disana pikiran Bang Hasdin sedang teralihkan dengan kehadiran keluarga kecil dalam hidupnya. Ia tersenyum sendiri, kadang sampai menitikan air mata.

~

"Kenapa lu?" tanya Bang Ares saat mulai masuk ke dalam mobil. Ia kembali duduk di bangku sopir.

"Bahagia lah bro.. lu khan tau sendiri gue pengen banget punya anak perempuan. Ternyata Tuhan kabulkan permintaan gue" jawab Bang Hasdin.

"Dinar juga mau anak perempuan Bang" sambar Dinar tiba-tiba.

"Abang mau nya laki-laki. Jagoan nya Papa Antariksa" jawab Bang Ares mantap.

Dinar melipat kedua tangan di depan dada. Tak biasanya Dinar bersikap seperti itu dan bukan seperti Dinar yang biasanya. Kini Dinar terlihat lebih manja dengan Bang Ares apalagi sejak kejadian di rumahnya tadi. Tau sang istri bersikap sedikit berbeda, Bang Ares pun mencoleknya gemas.

"Abang pengennya pendekar, tapi kalau yang datang perempuan juga nggak apa-apa. Abang nanti bisa order lagi yang baru" kata Bang Ares dengan entengnya.

"Lu kira pesan tempe mendoan? Kalau yang datang pendekar lagi.. apa terus mau coba keberuntungan?" ucap Bang Hasdin terdengar seperti pembelaan untuk Dinar.

"Iiisshh kau ini. Punya angan-angan khan tidak salah" jawab Bang Ares sambil melajukan mobilnya kembali.

***

Hari hampir pagi saat mereka tiba di asrama Batalyon. Bang Ares melapor membawa istri dan juga adik serta keponakannya.

"Siap Dan.. silakan..!!" kata seorang anggota piket jaga.

"Terima kasih" jawab Bang Ares kemudian melajukan mobilnya.

:

"Untuk sementara, Hana dan Cherry tinggal disini karena surat pengajuan nikah mu belum jadi. Silakan kamu menemui anak dan istrimu disini, tapi ingat.. batasi diri dan jangan macam-macam, paling tidak.. kamu bisa berhati-hati. Asrama bukan tempat yang biasa untuk Hana dan Cherry. Mereka butuh adaptasi khusus" kata Bang Ares mengingatkan.

"Siap.. saya paham. Saya akan menjaga sikap dan berhati-hati" janji Bang Hasdin secara formal.

"Sekarang kembali lah ke barak.. Hana dan Cherry Abang bersamaku" kata Bang Ares.

Bang Hasdin memandangi wajah Hana yang juga menatapnya. Si kecil Cherry terus menangis seakan tau papanya akan pergi. Tak tega melihat semua itu, Bang Hasdin langsung menghampiri Hana dan menggendong putri kecilnya.

"Papa nggak kemana-mana sayang. Papa nggak akan pernah pergi lagi. Papa hanya mau berangkat kerja, cari uang untuk Cherry." dengan lembut Bang Hasdin menenangkan putrinya.

"Cherry mau apa nak?" tanya Bang Hasdin yang bingung harus bagaimana untuk menyenangkan putrinya itu. Menawari hal apapun juga tak mungkin Cherry bisa mengerti.

"Bobo sama Papa" pinta si kecil Cherry.

Bang Ares pun seketika menjadi tidak tega. Ia pun mengalah.

"Kalian pergi lah ke kamar belakang dan tidur disana. Kalian bisa lebih saling mengenal" saran Bang Ares.

~

Bang Hasdin merasa canggung berhadapan dengan Hana, begitu pula sebaliknya. Saat ini mereka berdua hanya bisa berinteraksi dengan menenangkan Cherry daripada tidak ada komunikasi sama sekali.

"Hmm.. kenapa kamu nggak coba cari Abang?" tanya Bang Hasdin.

"Terus terang Hana tidak bisa berpikir jelas setelah kejadian itu. Bang Ares lah yang menangani semua. Hana hanya bisa pasrah dengan keputusan Bang Ares. Abang Ares orangnya sangat dingin tak suka bantahan." jawab Hana.

"Egois sekali. Lalu bagaimana juga saat kelahiran Cherry?"

"Abang sendiri yang membantuku dengan di temani beberapa tenaga medis dari puskesmas" kata Hana.

"Abang Ares tidak egois Bang. Hana tau bagaimana perasaan Bang Ares. Mungkin saat itu Bang Ares lah orang yang paling merasa hancur. Ibu sakit, Hana hamil, kakak di Jawa tengah tak bisa banyak membantu karena istrinya tidak cocok dengan ibu. Jadilah Bang Ares saat itu masih bujangan harus mengurusi Hana yang mual karena hamil juga ngidamnya." Hana mulai mengingat masa sulit yang pernah ia lewati.

"Maafin Abang ya dek. Sungguh saat itu Abang tidak sengaja melakukan nya" ucap sesal Bang Hasdin.

"Sekarang Abang sudah punya kamu dan Cherry. Abang akan lakukan apapun demi kalian, juga untuk pengobatan mata Cherry" janji Bang Hasdin saat itu.

Hana mengangguk. Tak lama Cherry tidur dalam dekapan hangat papa yang baru ia rasakan pertama kali.

Bang Hasdin mencium sayang kening dan pipi sang putri.

"Papa sayang sekali sama kamu nak. Andaikan kamu meminta mata papa untuk menebus semua salah Papa.. pasti akan papa lakukan demi kamu"

Hana sangat tersentuh dengan kata-kata Bang Hasdin. Jauh dalam lubuk hati Hana.. Bang Hasdin adalah pria bertanggung jawab yang pernah ia kenal selama ini.

"Abang.. jika suatu saat nanti Abang menemukan wanita yang Abang inginkan selama ini.. sungguh Hana ikhlas Abang menikahinya, Hana hanya ingin pengakuan saja untuk putrimu ini" kata Hana sudah lebih tenang.

Bang Hasdin menatap mata Hana dengan lekat kemudian menidurkan Cherry dengan perlahan si sudut ranjang, ia pun kembali berhadapan dengan Hana.

"Kita sudah di persatukan Allah dengan cara seperti ini. Jika Abang terus menginginkan yang terbaik.. selamanya Abang tidak akan mendapatkan kesempurnaan itu, untuk apa Abang menjadi seorang yang pemilih kalau diri Abang ini juga tidak sempurna" jawab Bang Hasdin tegas. Ia menyentuh kedua bahu Hana.

"Abang akan berusaha menjadi imam terbaik untuk keluarga kecil kita. Kita bangun dari awal rumah tangga kita ini. Abang janji tidak akan pernah menyia-nyiakan kamu dan anak-anak nantinya" Bang Hasdin masih merasa canggung tapi ia mencoba mengecup lembut kening Hana. Kecupan itu pun turun menyusuri bibir Hana.

~

Bang Ares mondar-mandir di dalam kamarnya dengan cemas.

"Menurutmu apa Hasdin sanggup melakukannya sekarang?" tanya Bang Ares pada Dinar.

"Mereka khan suami istri Bang" jawab Dinar.

"Aduuuhh.. pikiran Abang kacau begini dek. Nggak ikhlas banget Hana berduaan sama Hasdin" kata Bang Ares.

"Kalau Abang hanya berdua dengan Dinar dalam kamar ini, situasi aman.. apa kira-kira kita hanya akan saling lempar senyum saja?" tanya Dinar.

"Ya Abang sambar kamu lah. Enak saja di anggurin" kata Bang Ares kemudian memasang senyum nakal.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Alif Septino

Alif Septino

semangat kak Nara 💪🥰🥰

2022-09-13

1

🍀 chichi illa 🍒

🍀 chichi illa 🍒

semangat bang hasdin .... semangat bang Ares ngadepin bumil mu ... klo di liat dr sikap nya Dinar kek nya berbie ini ... pendekar nya belakangan

2022-04-16

1

Yane Kemal

Yane Kemal

Piye bang ARes

2022-04-16

1

lihat semua
Episodes
1 1. Lima menit di angkot.
2 2. Baru dalam hidupku.
3 3. Serius.
4 4. Diskusi buru-buru.
5 5. Cinta karena Allah.
6 6. Kesal.
7 7. Inikah sayang.
8 8. Masih ada rahasia.
9 9. Hancur lebur jadi satu.
10 10. Menyambung hati yang patah.
11 11. ( No caption ).
12 12. Dia milikku.
13 13. Ku perjuangkan kamu.
14 14. Pelan-pelan saja.
15 15. Gangguan.
16 16. Situasi sulit.
17 17. Demi sebuah cinta.
18 18. Perputaran hidup.
19 19. Menguatkan diri.
20 20. Dilema.
21 21. Rahasia.
22 22. Suasana baru.
23 23. Di balik perjuangan.
24 24. Secara jantan.
25 25. Tak bisa mengendalikan emosi.
26 26. Geger.
27 27. Sebuah keputusan.
28 28. Belum selesai perkara.
29 29. Ide brilian.
30 30. Sudah boleh.
31 31. Tekanan balik.
32 32. Memang benar cinta.
33 33. Gelisah.
34 34. Barang celaka.
35 35. Gara-gara istri.
36 36. Awal kekacauan.
37 37. Tragedi berdarah ( 1 ).
38 38. Tragedi berdarah ( 2 ).
39 39. Berdamai dengan keadaan diri.
40 40. Pribadi yang kuat.
41 41. Hidup adalah pilihan.
42 42. Hana ku yang malang.
43 43. Ribut.
44 44. Emosi seorang suami.
45 45. Tentang hari ini.
46 46. Kambuhnya Hana yang berantakan.
47 47. Masih soal bumil.
48 48. Tak sengaja terjadi.
49 49. Kisah hari ini.
50 50. Menata dari awal.
51 51. Celaka ( 1 ).
52 52. Rasa kali ini.
53 53. Pertemuan.
54 54. Kambuh lagi.
55 55. Hananya Abang Ranggi.
56 56. Demi Mama Terong Belanda.
57 57. Berusaha melupakan kepahitan.
58 58. Next generation Black Mamba.
59 59. Sebuah pelajaran.
60 60. Tekanan.
61 61. Kejutan.
62 62. Lemah dalam kepanikan.
63 63. Kalau ada yang ngambek.
64 64. Kesal tertahan.
65 65. Ternyata..
66 66. Hati seorang Papa.
67 67. Efek cemburunya 'Mas Ranggi Tanuja'.
68 68. Uji nyali.
69 69. Ujian keimanan Papa Ranggi.
70 70. Hasil kerja.
71 71. Lemah.
72 72. Salah makan.
73 73. Hasil tutorial sambal belut.
74 74. Dunia baru.
75 75. Ranggi Tanuja.
76 76. Masalah hati.
77 77. Tabah menjalankan peran.
78 78. Kasmaran.
79 79. Rasa yang janggal.
80 80. Namanya cinta.
81 81. Jarak tenang.
82 82. Pertemuan mengejutkan.
83 83. Tugas.
84 84. Pemberani yang penakut.
85 85. Kerja keras.
86 86. Zani dan Tegar.
87 87. Persiapan tugas lagi.
88 88. Efek lelah dan rindu.
89 89. Buah dari emosi.
90 S 2. 1. Awal kehidupan.
91 S 2. 2. Sulit di arahkan.
92 S 2. 3. Satu sama.
93 S 2. 4. Belum sadar.
94 S 2. 5. Perkara dua belas juta.
95 S 2. 6. Menjagamu dari kejauhan.
96 S 2. 7. Tidak sadar semakin dekat.
97 S 2. 8. Garangnya Jaguar.
98 S 2. 9. Tanpa ribut.
99 S 2. 10. Cari mati.
100 S 2. 11. Rasa yang berharga.
101 S 2. 12. Haruskah secepat ini?.
102 S 2. 13. Tugas.
103 S 2. 14. Ujian Bang Khaja.
104 S 2. 15. Serangan panik.
105 S 2. 16. Kisah di medan laga.
106 S 2. 17. Usai tugas.
107 S 2. 18. Penyesalan.
108 S 2. 19. Bujukan.
109 S 2. 20. Suasana hati.
110 S 2. 21. Ulah bojo.
111 22. Bukan perkara mudah.
112 S 2. 23. Syok terapy.
113 S 2. 24. Masih emosi.
114 S 2. 25. Celaka dua belas.
115 S 2. 26. Kuat mental?
116 S 2. 27. Ayu vs Huda.
117 S 2. 28. Ayu vs Huda ( 2 ).
118 S 2. 29. Ayu vs Huda ( 3 ).
119 S.2. 30. Ikhlas.
120 S 2. 31. Akibat emosi lagi.
121 S 2. 32. Misi merayumu.
122 S 2. 33. Hanya karena Andini.
123 S 2. 34. Ruwet.
124 S 2. 35. Marahnya Andin.
125 S 2. 36. Hampir mati.
126 S 2. 37. Berubah tegang.
127 S 2. 38. Cerita yang dulu.
128 S 2. 39. Berakhirnya kisah.
129 S 2. 40. Jadi bapak yang baik.
130 S 2. 41. Gelap.
131 S 2. 42. Tanda???.
132 S 2. 43. Tak ingin kehilangan kasih.
133 S 2. 44. Masa yang hilang.
134 S 2. 45. Bagian dari hidup.
135 S 2. 46. Berangkat.
136 S 2. 47. Karena nyawa separuh jalan.
137 S 2. 48. Tak tau caranya berdamai.
Episodes

Updated 137 Episodes

1
1. Lima menit di angkot.
2
2. Baru dalam hidupku.
3
3. Serius.
4
4. Diskusi buru-buru.
5
5. Cinta karena Allah.
6
6. Kesal.
7
7. Inikah sayang.
8
8. Masih ada rahasia.
9
9. Hancur lebur jadi satu.
10
10. Menyambung hati yang patah.
11
11. ( No caption ).
12
12. Dia milikku.
13
13. Ku perjuangkan kamu.
14
14. Pelan-pelan saja.
15
15. Gangguan.
16
16. Situasi sulit.
17
17. Demi sebuah cinta.
18
18. Perputaran hidup.
19
19. Menguatkan diri.
20
20. Dilema.
21
21. Rahasia.
22
22. Suasana baru.
23
23. Di balik perjuangan.
24
24. Secara jantan.
25
25. Tak bisa mengendalikan emosi.
26
26. Geger.
27
27. Sebuah keputusan.
28
28. Belum selesai perkara.
29
29. Ide brilian.
30
30. Sudah boleh.
31
31. Tekanan balik.
32
32. Memang benar cinta.
33
33. Gelisah.
34
34. Barang celaka.
35
35. Gara-gara istri.
36
36. Awal kekacauan.
37
37. Tragedi berdarah ( 1 ).
38
38. Tragedi berdarah ( 2 ).
39
39. Berdamai dengan keadaan diri.
40
40. Pribadi yang kuat.
41
41. Hidup adalah pilihan.
42
42. Hana ku yang malang.
43
43. Ribut.
44
44. Emosi seorang suami.
45
45. Tentang hari ini.
46
46. Kambuhnya Hana yang berantakan.
47
47. Masih soal bumil.
48
48. Tak sengaja terjadi.
49
49. Kisah hari ini.
50
50. Menata dari awal.
51
51. Celaka ( 1 ).
52
52. Rasa kali ini.
53
53. Pertemuan.
54
54. Kambuh lagi.
55
55. Hananya Abang Ranggi.
56
56. Demi Mama Terong Belanda.
57
57. Berusaha melupakan kepahitan.
58
58. Next generation Black Mamba.
59
59. Sebuah pelajaran.
60
60. Tekanan.
61
61. Kejutan.
62
62. Lemah dalam kepanikan.
63
63. Kalau ada yang ngambek.
64
64. Kesal tertahan.
65
65. Ternyata..
66
66. Hati seorang Papa.
67
67. Efek cemburunya 'Mas Ranggi Tanuja'.
68
68. Uji nyali.
69
69. Ujian keimanan Papa Ranggi.
70
70. Hasil kerja.
71
71. Lemah.
72
72. Salah makan.
73
73. Hasil tutorial sambal belut.
74
74. Dunia baru.
75
75. Ranggi Tanuja.
76
76. Masalah hati.
77
77. Tabah menjalankan peran.
78
78. Kasmaran.
79
79. Rasa yang janggal.
80
80. Namanya cinta.
81
81. Jarak tenang.
82
82. Pertemuan mengejutkan.
83
83. Tugas.
84
84. Pemberani yang penakut.
85
85. Kerja keras.
86
86. Zani dan Tegar.
87
87. Persiapan tugas lagi.
88
88. Efek lelah dan rindu.
89
89. Buah dari emosi.
90
S 2. 1. Awal kehidupan.
91
S 2. 2. Sulit di arahkan.
92
S 2. 3. Satu sama.
93
S 2. 4. Belum sadar.
94
S 2. 5. Perkara dua belas juta.
95
S 2. 6. Menjagamu dari kejauhan.
96
S 2. 7. Tidak sadar semakin dekat.
97
S 2. 8. Garangnya Jaguar.
98
S 2. 9. Tanpa ribut.
99
S 2. 10. Cari mati.
100
S 2. 11. Rasa yang berharga.
101
S 2. 12. Haruskah secepat ini?.
102
S 2. 13. Tugas.
103
S 2. 14. Ujian Bang Khaja.
104
S 2. 15. Serangan panik.
105
S 2. 16. Kisah di medan laga.
106
S 2. 17. Usai tugas.
107
S 2. 18. Penyesalan.
108
S 2. 19. Bujukan.
109
S 2. 20. Suasana hati.
110
S 2. 21. Ulah bojo.
111
22. Bukan perkara mudah.
112
S 2. 23. Syok terapy.
113
S 2. 24. Masih emosi.
114
S 2. 25. Celaka dua belas.
115
S 2. 26. Kuat mental?
116
S 2. 27. Ayu vs Huda.
117
S 2. 28. Ayu vs Huda ( 2 ).
118
S 2. 29. Ayu vs Huda ( 3 ).
119
S.2. 30. Ikhlas.
120
S 2. 31. Akibat emosi lagi.
121
S 2. 32. Misi merayumu.
122
S 2. 33. Hanya karena Andini.
123
S 2. 34. Ruwet.
124
S 2. 35. Marahnya Andin.
125
S 2. 36. Hampir mati.
126
S 2. 37. Berubah tegang.
127
S 2. 38. Cerita yang dulu.
128
S 2. 39. Berakhirnya kisah.
129
S 2. 40. Jadi bapak yang baik.
130
S 2. 41. Gelap.
131
S 2. 42. Tanda???.
132
S 2. 43. Tak ingin kehilangan kasih.
133
S 2. 44. Masa yang hilang.
134
S 2. 45. Bagian dari hidup.
135
S 2. 46. Berangkat.
136
S 2. 47. Karena nyawa separuh jalan.
137
S 2. 48. Tak tau caranya berdamai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!