"Jangan dek. Perasaan Abang sama kamu nggak main-main. Sejak awal Abang memang sudah ada rasa sama kamu." ucap jujur Bang Ares sampai kemudian ia kuat membuka matanya.
"Masih bisa kah Abang di percaya setelah semua ini terjadi? Abang memanfaatkan Dinar" Dinar berontak dalam dekapan Bang Ares.
"Abang harus bagaimana biar kamu bisa maafin Abang" pinta Bang Ares sudah panik melihat kemarahan Dinar.
"Apa gunanya pernikahan tanpa cinta. Di saat Dinar mulai mencintai Abang.. Abang malah mempermainkan arti sebuah pernikahan." Dinar sangat kesal, ia menangis dan menepis kasar dekapan Bang Ares.
Dinar mencoba lari dari rumah tapi Bang Hasdin berdiri dan segera mencegahnya.
"Kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin..!! Jangan emosi Din. Suamimu tidak sepenuhnya salah. Mungkin kita juga yang kurang mengerti Ares. Sabar sebentar..!!" Bang Hasdin mengarahkan Dinar agar kembali pada Bang Ares.
"Aku tidak bermaksud menggurui mu. Peluk istrimu dulu. Dia sangat tertekan karena masalah ini. Lebih baik kita sebagai laki-laki yang selesaikan masalah ini dan jangan libatkan Dinar, dia sedang hamil. Tingkat stress mu nggak baik buat Dinar"
Secepatnya Bang Ares memeluk dan mengusap punggung serta perut Dinar sampai akhirnya Dinar benar-benar tenang.
Sekuatnya Bang Hasdin menepis cemburu dalam dada. Ia harus sadar kalau Dinar tidak akan pernah menjadi miliknya. Sesakit apapun perasaannya saat ini, masih tersimpan rasa tenang karena gadis yang ia cintai berada di tangan yang tepat. Ares adalah pria yang tegas, tangguh, penuh wibawa, bertanggung jawab dan yang pasti.. tidak suka mempermainkan wanita meskipun Ares adalah pria yang kaku dan kadang temperamen jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan hatinya.
"Abang menikahimu tidak untuk berpisah denganmu. Jangan tiba-tiba pergi. Kalau mau marah.. marah saja..!! pukul Abang, tampar Abang.. tapi jangan pernah pergi dari Abang. Kamu dan anak kita.. adalah detak jantung dan nafas Abang" ucap Bang Ares bersungguh-sungguh.
Dinar mulai menatap wajah Bang Ares lagi.
"Tanya Din.. berapa perempuan yang pernah di gombalin begitu?" ledek Bang Hasdin menggoda Bang Ares dan Dinar.
Lirikan mata kesal dari Bang Ares langsung mengarah tepat sasaran untuk Bang Hasdin.
"Kamu niat bantu atau mencelakakan??" tanya tegas Bang Ares.
Bang Hasdin hanya tersenyum geli melihat wajah panik Bang Ares saat Jihan mulai meliriknya kesal.
"Hanya dua perempuan saja" jawab Bang Ares dengan susah payah meneguk salivanya melihat raut wajah Dinar.
"Ehm.. tiga"
"Empat terakhir"
"Sungguh??" lirik Dinar menegaskan.
"Delapan" akhirnya Bang Ares menjawab dengan pasrah.
Bang Hasdin tersenyum geli melihat Bang Ares tunduk dan ketakutan pada istrinya.
"B******n, masa aku harus menonton kemesraan kalian??" gumamnya.
"Sudah lah.. aku mau mandi dulu. Gerak sekali badanku lihat kelakuan kalian berdua" Bang Hasdin berdiri dan memilih meninggalkan Bang Ares dan Dinar di ruang tamu.
Baru beberapa langkah berjalan.. langkah itu pun terhenti.
"Cepat antar aku temui adikmu.. Bang Ares..!!" ucapnya kemudian benar-benar meninggalkan tempat.
//
Bang Hasdin terisak sesak di ranjang baraknya. Di hari kedatangannya, yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan untuk nya.. kini menjadi hari yang paling ia benci seumur hidupnya.
"Weeehh Has, ngopo kowe iki??" tegur Suryadi litting Bang Hasdin.
"Dinar sudah nikah sama Ares" jawab Bang Hasdin masih menahan sesaknya.
"Owalah Has.. Bu Dinar istrinya Pak Antariksa???" tanya Bang Suryadi sempat tak percaya kalau Bang Hasdin mencintai istri atasannya, tapi raut wajahnya sudah jelas menunjukan kalau Bang Hasdin memang memiliki rasa dengan istri komandan.
"Sing legowo. Perempuan nggak cuma Bu Dinar seorang. Bu Dinar sudah bahagia bersama Pak Ares. Pak Ares mencintai istrinya lebih dari apapun dan sangat memanjakan istrinya itu."
"Tapi atiku lara Sur.."
"Sudah Has.. mau bagaimana lagi. Masa kamu mau merebut istri orang?"
"Nggak Sur.. sejujurnya aku yang lambat sampai akhirnya Ares yang menikahi Dinar. Aku yang tidak segera mengungkapkan ku" ucap Bang Hasdin belajar tegar.
"Ya wes.. ayo sholat saja..!! Siapa tau setelah ini kamu dapat pengganti Dinar, pengganti terbaik yang Allah kirim untuk mu" bujuk Bang Suryadi kemudian menarik tangan Bang Hasdin. Badan littingnya itu lemas tak bertenaga.
//
Bang Ares menutup matanya dengan sebelah lengan menghalau air matanya yang ingin tumpah, sebelah tangannya lagi memegang tangan Dinar agar tidak lari darinya. Tak ada kata terucap dan hanya hancur berkeping ia rasakan.
Disana Dinar masih duduk terdiam menemani Bang Ares meskipun hatinya ikut hancur.
"Sungguh Abang tidak berniat membuatmu seperti ini. Abang membiarkanmu menghubungi Hasdin bukan karena ingin memanfaatkanmu, tapi karena Abang percaya kamu tidak akan menjatuhkan harga diri dan kehormatan Abang. Abang juga percaya kamu tau porsi dirimu sebagai istri seorang prajurit" ucap Bang Ares kemudian memberanikan diri menatap mata Dinar.
"Tapi hati Dinar terlanjur sakit Bang, tanpa sadar Abang sudah memanfaatkan Dinar" jawab Dinar masih sulit menerima kenyataan yang ada.
"Iya.. Abang memang salah. Hati Abang terlalu sakit sampai di butakan dendam. Abang satu-satunya laki-laki dalam keluarga, tapi Abang tidak bisa jaga dua wanita Abang.. dan kalau kamu pun ikut pergi dari Abang, untuk kesekian kalinya Abang hancur dan gagal karena tidak bisa menjaga wanita dalam hati Abang" sejujurnya Bang Ares mengungkapkan perasaan.
"Apa boleh Dinar bertemu ibu dan Hana?" tanya Dinar.
"Kamu sedang hamil dek. Lagipula.. apa kamu siap bertemu ibu dan adiknya Abang?" Bang Ares balik bertanya sebab dirinya sangat mencemaskan keadaan Dinar.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Alif Septino
sabar bang Arez, semangat kak Nara 🥰
2022-09-13
1
VLav
kok aq merasa sedih ya baca episod ini ka
2022-06-28
1
😘Mrs. Hen😘
sabar ya bang Ares
2022-05-10
1