Dinar semakin lemas saja dalam dekapan Bang Ares. Sebenarnya hati Bang Hasdin terasa sakit.. tapi ia tidak ingin gegabah dalam bertindak.. ia juga belum tau pasti alasan Ares selalu merebut wanita yang ia sayangi terkecuali Vani yang sebenarnya hanya menjadi bahan 'mainan' mereka berdua.
"Cepat sedikit Has.. anakku ngamuk nih" ucap cemas Bang Ares.
"Biar saja.. biar dia balas kelakuan bapaknya" jawab Bang Hasdin santai.
"Berani sekali kamu sama pimpinan mu...!!" tegur Bang Ares.
"Siap salah.." jawab Bang Hasdin memilih mengalah, kali ini dirinya tidak bisa menerka apakah Bang Ares itu kawan atau lawan.
"Sampai terjadi sesuatu dengan anak ku.. selesai kamu Has..!!" ancam Bang Ares.
...
Dokter sudah selesai memeriksa kondisi Dinar. Raut wajahnya terlihat tenang dan biasa saja.
"Kondisi ibu dan calon bayinya baik-baik saja Pak, dari USG sudah sepuluh minggu ya" kata dokter.
Bang Ares mengusap wajahnya dengan perasaan tak karuan.
Ya Allah.. sudah sampai sepuluh minggu saja, tapi aku sama sekali nggak tau kalau Dinar sedang hamil.
"Alhamdulillah.. Terima kasih banyak ya dok" Bang Ares mengusap pipi Dinar, tangan satunya lagi mengusap perut istrinya itu.
:
Bang Hasdin duduk bersandar dengan geisah. Kini pupus sudah impian bersanding dengan Dinar. Rasa sakit menyesakan hati. Air mata ia tahan kuat. Ingin berteriak melegakan perasaan tapi semua tidak lah mungkin.
"Nanti bicara di rumahku..!!" perintah Bang Ares kemudian membantu Dinar berjalan pelan.
Bang Hasdin terus melihat perlakuan sayang dan lembutnya Bang Ares untuk Dinar, di balik sikap kasar, bengal, pemarah, kaku dan dinginnya.. Bang Ares masih punya sisi kalem.
"Pelan-pelan jalannya dek..!!" ucap Bang Ares, ia takut sekali Dinar memakai sepatu high heels.
Tak mau terjadi sesuatu dengan sang istri.. Bang Ares langsung menggendong Dinar sampai ke parkiran dan Bang Hasdin hanya bisa melihat pemandangan menyesakan itu dengan ikhlas meskipun hatinya sama sekali tidak ikhlas.
Dengan hati yang berusaha ia lapangkan.. ia berjalan cepat mendahului Bang Ares, menjalankan tugasnya sebagaimana seorang ajudan. Ia membukakan pintu untuk atasannya itu.
"Terima kasih" ucap Bang Ares.
"Siap..!!" Bang Hasdin beralih ke kursi kemudi dan menjalankan mobilnya.
...
Bang Ares duduk berhadapan dengan Bang Hasdin di temani Dinar di sampingnya. Ia menarik nafas panjang. Wajahnya memerah menahan amarah dan tangis.
"Dua setengah tahun lalu.. kamu pernah bertemu wanita bernama Lily?" tanya Bang Ares.
Kening Bang Hasdin berkerut. Ia seakan tidak mengenali siapa Lily. Bang Ares tersenyum sinis.
"Kalau Retna Hana Auliani Baiz?" tanya Bang Ares lagi.
"Hmm.. aku seperti pernah mendengar kamu menyebut namanya" Bang Hasdin ragu untuk menjawabnya.
"Iya.. dia gadis kesayangan ku.."
Seketika Dinar tersandar lemas tak kuat suaminya memiliki hati untuk wanita lain.
"Bagaimana kalau kusebut.. Hana" Bang Ares menggenggam tangan Dinar dengan erat menunjukan bahwa semua akan baik-baik saja.
Hati Bang Hasdin bagai tersambar petir, ia mengusap wajahnya kasar, bingung berkata-kata.
"Sebenarnya ada apa Res, jelaskan biar aku paham apa salahku"
"Kau tidak ingat apa salahmu?" tanya Bang Ares.
"Iya.. aku mengakui.. pernah melakukan hubungan terlarang dengan Hana, saat itu aku nggak sengaja.. saat pendidikan dan dapat IB. Aku mabuk dan nggak sengaja melakukan hubungan terlarang dengan Hana"
buuugghhh..
Bang Ares seketika kalap dan menghajar Bang Hasdin habis-habisan. Bahkan Dinar yang melerai mereka pun tak sanggup memisahkan.
"Perempuan itu hamil Has..!!!!!" bentak Bang Ares.
"Sudah Bang, Dinar lelah terlalu banyak rahasia di antara kita" teriak Dinar ikut terbawa emosi.
"Kamu diam Dinar.. jangan ikut campur dulu" tak sengaja Bang Ares membentak Dinar.
"Bela saja perempuan itu, lebih baik Dinar pulang..!! Dinar tidak tahan lagi dengan pernikahan kita..!!" marah Dinar semakin memuncak dan membuat dadanya terasa sesak. Ia pun kembali terhuyung lemas.
"Hana itu adik kandung Abang..!!!!!!! Dia sudah menghamili adik ku, dan membuatnya menjadi seorang ibu sendirian..!!!!!!!" bentak Bang Ares membuat bibir Dinar dan Bang Hasdin terkunci.
"Abang mencintaimu melebihi apapun. Nyawa ini taruhannya. Kalau pun kamu minta Abang mati sekarang juga.. pasti Abang lakukan..!!!!" ucapnya lagi.
Bang Hasdin meneteskan air mata hingga sesenggukan merasakan pedih hati untuk kesekian kalinya.
"Adikku gila, ibuku gila, aku tidak punya bapak. Kurang cukup kah penderitaan pada keluargaku???" ucapnya menggelegar memekakkan telinga.
"A_baang..!!" Dinar merosot lemas, tangan Bang Ares sigap menahannya.
Air mata Bang Ares pun ikut tumpah dan akhirnya ia tak sanggup lagi menahan perasaan.. Bang Ares berteriak sekuatnya meluapkan segala beban batinnya yang begitu menyiksa.
Bang Hasdin merangkak memeluk kaki sahabatnya.
"Aku tau, maafku tidak akan mengubah segalanya. Dimana Hana dan anakku? Aku akan menikahinya. Aku akan menebus segala dosaku" pinta Bang Hasdin.
"Jangan pernah mencari mereka lagi. Bagiku.. segala kenangan buruk itu sudah aku anggap sirna setelah melihatmu tersiksa. Bahkan darahmu sekali pun tak bisa menggantinya." ucap Bang Ares.
"Apakah hati Abang juga sudah puas.. Dinar pun Abang korbankan demi balas dendam Abang. Dinar salah apa Bang?" Dinar sesenggukan menatap mata Bang Ares.
Mata Bang Ares terpejam tak sanggup menatap mata Dinar yang sayu menahan sedih. Tentu ada rasa bersalah dan penyesalan yang teramat sangat namun sungguh tak ada niat menyakiti sang istri karena cintanya pada Dinar bukan perasaan semu.
"Cinta Abang hanya untuk dendam. Lepaskan Dinar Bang..!!"
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Alif Septino
semangat kak Nara 💪
2022-09-13
1
VLav
waduhh shock banget 🥺🥺
2022-06-25
2
Uswatun🌹Uc🌱
😰
2022-06-18
1