"Sewajarnya saja Bang.. karena menurut pemikiran Dinar, mahar itu lambang harga diri kedua belah pihak"
"Baiklah dek.. akan Abang sanggupi keinginan mu dan besok kamu akan menerima nya" jawab Bang Ares.
"Tunggu.. lusa sudah mulai puasa. Apa iya mau akad nikah?" tanya Danyon tiba-tiba dan itu membuat Bang Ares cukup ketar-ketir.
...
"Tolong saya ya..!!" pinta Bang Ares langsung memberi perintah dan arahan pada anggota nya untuk membantunya menyiapkan segala sesuatu untuk acara sederhana pernikahan nya dan Dinar.
"Siap Dan..!!"
***
Bang Ares duduk menghela nafas. Tak ada yang mendampingi dirinya karena hal ini terlalu mendadak. Juga karena sang ibu yang sedang sakit maka pernikahan ini hanya di wakili beberapa anggota perwira dan setelahnya di lanjutkan dengan syukuran kecil tanpa di share pada pihak manapun.
"Gugup Res?" tanya Danyon.
"Siap tidak Bang" jawab Bang Ares tegas namun terdengar penuh beban.
"Jangan mikir yang itu dulu. Yang penting sah dulu Res" kata Danyon.
"Siap..!!"
...
"Di bayar.. Tunai..!!!!" ucap lantang Bang Ares khas seorang tentara. Mama sampai menitikan air mata karena kini putrinya ada yang memiliki sedangkan Bang Ares menengadah membendung air matanya.
"Sah..!!"
"Alhamdulillah.." Kawan-kawan Bang Ares ricuh dan mulai memasang tampang usil.
Bang Ares mengusap wajahnya, ada hela kelegaan tanpa rasa takut. Disana Dinar berjalan dengan kebaya cantik menghampiri Bang Ares yang kini sudah menjadi suaminya. Dengan takzim.. Dinar menunduk dan mencium punggung tangan Bang Ares.
"Semoga Allah selalu meridhoi rumah tangga kita dan semoga Allah segera memberikan kita keturunan" ucap Bang Ares kemudian membaca do'a dan mencium kening Dinar.
Masih ada rasa canggung di antara mereka berdua sampai akhirnya Bang Ares memberanikan diri meraih jemari Dinar dan menggandengnya.
"Mohon ijin senior dan rekan semua. Perkenalkan.. di samping saya ini adalah Nyonya Antariksa Baiz. Mohon bimbingannya untuk istri saya" ucap Bang Ares di hadapan semua orang.
:
"Heeh ngawur pot. Ngisin-ngisini ( memalukan )" wajah Bang Ares langsung menyambar u***r w**r wanita yang di gantung pada batang sapu.
Belum selesai dengan itu, kawan-kawan Bang Ares membawakan segelas jamu agar Bang Ares meminumnya.
"Ya ampun pot, besok puasa.. jangan macam-macam" ucap cemas Bang Ares tapi kawan-kawan Bang Ares memaksa agar dirinya meminumnya.
"Nggak ada, kamu harus minum ini. Kudo'a kan bulan depan sudah ada Ares versi hemat." kata Bang Rahmat.
"Aamiin.. tapi yo nggak begini juga to Mat. Nggak pakai beginian juga saya oke kok" Bang Ares merasa kemampuan nya di remehkan.
"Jangan percaya sama Ares dek." kata Bang Rahmat menggoda Dinar yang hanya diam entah memikirkan hal apa.
Dinar hanya tersenyum tak berani menjawab apapun.
...
Hingga malam tiba akhirnya acara pun usai. Bang Ares langsung memboyong Dinar masuk rumah asrama.
Dinar melihat seserahan pernikahan dari Bang Ares. Seserahan yang lebih dari sekedar sempurna menurutnya. Alat sholat, satu set perhiasan emas, seperangkat penegak wanita mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, uang tunai dan dua buah kartu ATM dan sebuah motor. Tak lupa ia mengingat bacaan ayat suci Al-Qur'an dari Bang Ares. Suara sang suami yang begitu menyejukkan hati.
"Kenapa dek? Apa masih ada yang kamu inginkan? Maaf kalau kamu tidak puas, semua terlalu mendadak. Lainnya menyusul ya..!!" Bang Ares mendekat dan mencium kening sang istri. Rasa berbeda begitu ia rasakan. Dulu saat bersama kekasihnya Vani, ia begitu berani dan bebas melakukan apa saja. Tapi dengan Dinar, ia tak berkutik bahkan untuk melakukan hal tidak baik pun ia sangat takut.
"Dinar suka Bang. Terima kasih banyak. Juga untuk warna yang Abang pilih. Dinar juga suka."
"Oyaa..?? Kalau sama yang ngasih.. suka nggak?" tanya Bang Ares berusaha merayu Dinar sebagaimana layaknya seorang suami terhadap istrinya.
Dinar tidak menjawabnya, tapi air mata Dinar langsung menetes. Bang Ares tau ada yang sedang di sembunyikan sang istri.
"Katakan apa yang masih mengganjal dalam hatimu? Kamu masih mencintai Mahmudi atau....... Hasdin?" tanya Bang Ares langsung pada tepat sasaran menghujam ulu hati Dinar.
"Tidak ada lagi Mas Mahmudi tapi.. masih terlintas bayang Bang Hasdin. Maaf Bang" jawab jujur Dinar sampai terisak.
"Iya.. Abang sudah tau. Terima kasih.. Abang hargai kejujuran mu. Tapi kamu juga harus sadar.. sekarang kamu istri Letda Antariksa, tidak pantas seorang wanita yang sudah menyandang status sebagai seorang istri lalu menyimpan perasaan untuk pria lain. Abang juga tau.. kamu memilih menikah dengan Abang hanya untuk menghindari Mahmudi karena Hasdin tidak kunjung melamarmu" Dengan menahan rasa marah, emosi dan cemburu.. Bang Ares menyelipkan anak rambut Dinar ke belakang telinga.
"Iya Abang. Maaf..!!" Dinar sangat takut melihat wajah tegas Bang Ares. Ia tau pasti suaminya sangat marah tapi masih berusaha menahan diri di hadapannya.
Tiba-tiba Bang Ares menggendong Dinar masuk ke dalam kamar.
"Abaaang.. Dinar takut jatuuh"
"Raja tidak akan menjatuhkan ratunya" jawab Bang Ares.
:
Setengah jam lamanya di dalam kamar.. tidak ada hal apapun yang terjadi di antara mereka. Sebenarnya sebagai pria normal pada umumnya, Bang Ares pastinya sangat menginginkan kebersamaan sebagai suami istri apalagi malam ini adalah malam pertamanya. Kamar yang terhias indah menjadi bukti dan saksi perasaan sayang dan cintanya pada Dinar yang saat ini masih bertepuk sebelah tangan.
Dek.. isi hati manusia memang tidak ada yang tau kecuali dirinya sendiri dan Tuhan. Tapi tidak ada hati yang tidak bisa di perjuangkan.. jika hatimu tidak bisa di sentuh.. maka raga yang menyatu akan menyentuh hatimu.. akan Abang berikan kamu hadiah kecil tanda sayang Abang sama kamu.
Bang Ares mendekat dan mencoba memeluk Dinar, istrinya itu tidak menolak.. ada rasa bahagia saat sang istri sudah memahami sikap yang seharusnya di lakukan seorang istri. Ia pun semakin menarik Dinar ke dalam dekapannya.
Dinar tau Bang Ares pasti sangat menginginkan kebersamaan mereka.. terasa sekali dari bahasa tubuhnya yang menegang dan gelisah mendekapnya, bahkan suara nafas yang berat juga terdengar jelas di telinga.. kira-kira begitulah yang ia baca dari buku.
Bang Ares merasakan tubuh Dinar gemetar tapi memang Dinar cukup pintar menyembunyikan perasaan.
"Jangan pernah bohong lagi. Langgengnya hubungan rumah tangga itu adalah kejujuran, kesetiaan, komunikasi dan saling percaya. Kalau salah satu hilang.. rumah tangga kita bisa goyah" Bang Ares mulai membuka omongan.
"Iya Bang"
"Sedalam apa kamu mencintai Hasdin?" tanya Bang Ares dalam lukanya.
"Jika Abang mengatakan hati Abang masih ada Vani.. tentu hatimu akan sakit, jadi jangan pernah lakukan.. menyimpan nama pria lain di hatimu selain Abang karena Abang juga sudah membuang jauh semua wanita di hati Abang hanya untuk memperjuangkan kamu"
Dinar mengangguk pelan.
"Apa Abang sudah boleh melakukan nya? Abang nggak mau pikiran Abang kotor, nggak fokus dan batal karena terbayang kamu terus" kata Bang Ares.
"Bo_boleh Bang" jawab Dinar.
"Bener nih.. kok masih ragu? Kalau belum ikhlas.. Abang nggak akan maksa dek"
dddrrtttt.. dddrrttt.. dddrrtttt...
Bang Ares melirik ponsel di samping Dinar. Ada panggilan telepon dari Bang Hasdin.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Alif Septino
semangat kak Nara ❤️❤️❤️
2022-09-13
1
VLav
rayuan maut bang ares bikin dinar ketar ketir 😁
2022-05-24
1
😘Mrs. Hen😘
so sweet bang ares...
2022-05-10
1