4. Diskusi buru-buru.

"Kenapa terburu-buru Mas?"

"Ini bukan terburu-buru Pak. Saya hanya tidak ingin membuang kesempatan yang baik. Saya tidak ingin pacaran dan hanya ingin langsung menjalani rumah tangga" jawab Bang Ares.

"Kemarin saya memang punya kekasih tapi sekarang saya sudah mengakhiri semua karena ada sesuatu yang membuat saya tidak bisa melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih tinggi"

"Dia terima.. kamu meninggalkan dia sepihak?" tanya Pak Yasin.

"Tidak Pak."

"Nanti ini semua akan menjadi masalah mu dan Dinar" jawab Pak Yasin.

"Dinar pun memiliki kekasih. Dia Serda Mahmud. Tapi kalau kamu memang punya niat baik ya sudah.. saya setuju saja, asalkan Dinar juga bersedia dan tidak ada paksaan."

-_-_-_-_-

Dinar tersenyum mendengar Bang Hasdin bernyanyi untuknya. Pipinya semerah tomat, suara indah itu terdengar nyaman di telinga.

"Bagaimana.. kamu suka?" tanya Bang Hasdin dalam sambungan video call.

"Suka Bang.. suaranya bagus sekali." jawab Dinar.

"Ini Abang dengarkan kamu sesuatu. Ada yang lebih indah" Bang Hasdin memutar rekaman suara do'a yang sangat merdu.

Seketika itu juga Dinar menitikan air mata. Suara itu sungguh menyentuh batinnya.

"Kamu kenal suara itu?" tanya Bang Hasdin.

"Iya Bang.. itu suara Bang Ares" jawab Dinar mantap.

Bang Hasdin sejenak tertegun, ada senyum tipis yang membuat bibirnya tersenyum kecut.

Suara Ares sudah kamu ingat dengan jelas. Apa tanpa aku sadari.. kalian berdua sudah menjalin hubungan?.

"Abang kenapa?" tanya Dinar.

"Nggak apa-apa. Ya sudah.. Abang nyanyi lagi ya penghantar kamu tidur" bujuk Bang Hasdin.

***

Ditemani Danyon dan beberapa anggota lain, Bang Ares datang menemui orang tua Dinar malam itu.

"Maaf saya mengganggu" kata Bang Ares merasa tak enak karena saat itu Pak Yasin sedang makan malam dan hanya memakai kaos singlet serta sarung.

"Nggak apa-apa Mas"

"Ijin Dan.. sebenarnya ada apa?" tanya Pak Yasin pada Danyon.

"Ya ini.. si Ares pengen ngelamar anaknya Pak Yasin" jawab Danyon sambil mencomot gorengan yang buru-buru di beli adik laki-laki Dinar.

"Oohh iya..iya.. ini Dinar masih magang, belum saya jemput" kata Pak Yasin.

"Biar saya yang jemput Pak" kata Bang Ares kemudian berjalan menuju pintu ruang tamu.

"Assalamu'alaikum.." sapa Dinar cukup kaget melihat Bang Ares ada di hadapannya.

"Wa'alaikumsalam" jawab lirih Bang Ares yang masih terpesona menatap mata Dinar.

"Ada apa ini Bang" tanya Dinar.

"Abang meminta jawaban atas lamaran Abang waktu itu. Apa kamu sudah punya jawabannya?" Bang Ares balik bertanya.

"Masa tanya nya begitu Res. Buru-buru amat, sudah ngebet ya?" ledek Danyon sampai membuat wajah Bang Ares memerah.

~

"Ayo di jawab Din.. Bang Ares sudah nunggu" tegur Pak Yasin.

"Nggak apa-apa.. wanita berhak memilih yang terbaik" Bang Ares mengusap dadanya pelan, sejak tadi berat dan sesak menunggu jawaban Dinar.

"Lalu sebenarnya mau mu bagaimana?" tanya Papa Yasin selanjutnya.

"Kalau saya maunya cepat saja Pak, jangan terlalu lama. Saya tidak mau pacaran, langsung halal saja...nggak resiko salah jalan. Tapi semua tergantung keputusan Adek. Kalau Adek memang siap.. akan saya segerakan pernikahan ini, tapi kalau Adek belum siap.. saya hanya bisa menunggu sampai hati Adek benar-benar siap" jawab Bang Ares.

"Kamu bagaimana ndhuk?" Papa Yasin menanyai kesiapan putrinya.

Dinar mengingat perkataan Bang Ares.. bahwa lamaran dan pernikahan adalah untuk meninggikan derajat wanita. Dinar menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Sekilas terlihat wajah dan senyum Bang Hasdin di pelupuk mata. Entah kenapa rasanya air matanya ingin tumpah, tapi disisi lain.. Wajah Bang Ares juga berkelebat dalam hatinya.

"Sebelum Adek menjawab.. ijinkan Abang sedikit bercerita tentang hidup Abang.. agar Adek bisa mendengar, memikirkan, menimbang dan memutuskan apakah Abang layak mendampingi hidupmu atau tidak." ucap Bang Ares kemudian.

"Abang tiga bersaudara.. Abang punya kakak laki-laki, anggota juga dan sekarang menetap di Jawa tengah. Bapak sudah tidak ada.. tidak ada karena bapak pergi meninggalkan kami. Saat itu kakak berusia tiga tahun dan Abang berusia satu tahun. Kami di asuh dalam kebersamaan keluarga juga eyang Kakung dan eyang putri.. karena sejak ditinggal bapak.. ibu menjadi depresi dan sering mengamuk, ibu sering sakit-sakitan. Dengan kehidupan Abang seperti ini.. terserah maumu. Abang pasrah" Bang Ares menunduk menyimpan air matanya.

Untuk sejenak.. Dinar kembali terdiam dan kemudian ada seulas senyum menghias wajahnya.

"Bismillahirrahmanirrahim.. Insya Allah Dinar siap mendampingi Abang. Tapi jika suatu saat nanti Dinar lalai dalam membantu Abang menjaga ibu.. Dinar harap Abang mampu menegur Dinar dengan cara yang patut." pinta Dinar saat itu.

"Alhamdulillah" ucap pelan Bang Ares diikuti yang lain.

"Abang tidak mengumbar janji manis yang akan menyakiti hatimu karena Abang juga hanya manusia biasa.. sama seperti dirimu. Tapi kamu dan ibu adalah dua wanita yang sama-sama Abang tinggikan derajatnya juga akan Abang sayangi sebanyak-banyaknya hati yang Abang punya. Untuk ibu adalah surganya Abang dan kamu surga bagi anak-anak Abang, tentunya surga itu juga akan Abang jaga sedalamnya hati Abang untukmu" Jawab Bang Ares.

Seisi ruangan menjadi tenang, hanya suara jangkrik pengiring pertemuan malam itu.

"Iya Abang. Dinar mengerti"

"Kiranya kapan Abang boleh menjadikan aku dan kamu menjadi kita? Dan melindungi lambang kecantikan dirimu hanya untuk Abang seorang?" tanya Bang Ares membuat seisi ruangan tersenyum gemas karena jelas sekali Bang Ares sudah tidak sabar lagi memiliki Dinar.

"Jum'at.. jam delapan pagi" pinta Dinar tanpa berunding.

Bang Ares melotot karena Jum'at adalah esok hari dan kini hari sudah pukul tujuh malam.

"Maksudmu.. besok??" tanya Bang Ares tak percaya pendengarannya.

"Abang keberatan?" Dinar balik bertanya.

"Nggak.. nggak sama sekali. Baiklah.. besok pagi" jawab Bang Ares gugup.

"Kamu.. minta mahar apa?"

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Alif Septino

Alif Septino

semangat kak

2022-09-13

1

rifeelya

rifeelya

kasian bang hasdin

2022-07-31

1

Mamaqilla

Mamaqilla

emang lah ya kalo udah srek para anggota tuh lgsg sat set wat wet..ga bertele2 dibalik kerasnya didikan tentara tp hati nya sweet bangettt tentara tuuuh hihihi 💚

2022-06-05

1

lihat semua
Episodes
1 1. Lima menit di angkot.
2 2. Baru dalam hidupku.
3 3. Serius.
4 4. Diskusi buru-buru.
5 5. Cinta karena Allah.
6 6. Kesal.
7 7. Inikah sayang.
8 8. Masih ada rahasia.
9 9. Hancur lebur jadi satu.
10 10. Menyambung hati yang patah.
11 11. ( No caption ).
12 12. Dia milikku.
13 13. Ku perjuangkan kamu.
14 14. Pelan-pelan saja.
15 15. Gangguan.
16 16. Situasi sulit.
17 17. Demi sebuah cinta.
18 18. Perputaran hidup.
19 19. Menguatkan diri.
20 20. Dilema.
21 21. Rahasia.
22 22. Suasana baru.
23 23. Di balik perjuangan.
24 24. Secara jantan.
25 25. Tak bisa mengendalikan emosi.
26 26. Geger.
27 27. Sebuah keputusan.
28 28. Belum selesai perkara.
29 29. Ide brilian.
30 30. Sudah boleh.
31 31. Tekanan balik.
32 32. Memang benar cinta.
33 33. Gelisah.
34 34. Barang celaka.
35 35. Gara-gara istri.
36 36. Awal kekacauan.
37 37. Tragedi berdarah ( 1 ).
38 38. Tragedi berdarah ( 2 ).
39 39. Berdamai dengan keadaan diri.
40 40. Pribadi yang kuat.
41 41. Hidup adalah pilihan.
42 42. Hana ku yang malang.
43 43. Ribut.
44 44. Emosi seorang suami.
45 45. Tentang hari ini.
46 46. Kambuhnya Hana yang berantakan.
47 47. Masih soal bumil.
48 48. Tak sengaja terjadi.
49 49. Kisah hari ini.
50 50. Menata dari awal.
51 51. Celaka ( 1 ).
52 52. Rasa kali ini.
53 53. Pertemuan.
54 54. Kambuh lagi.
55 55. Hananya Abang Ranggi.
56 56. Demi Mama Terong Belanda.
57 57. Berusaha melupakan kepahitan.
58 58. Next generation Black Mamba.
59 59. Sebuah pelajaran.
60 60. Tekanan.
61 61. Kejutan.
62 62. Lemah dalam kepanikan.
63 63. Kalau ada yang ngambek.
64 64. Kesal tertahan.
65 65. Ternyata..
66 66. Hati seorang Papa.
67 67. Efek cemburunya 'Mas Ranggi Tanuja'.
68 68. Uji nyali.
69 69. Ujian keimanan Papa Ranggi.
70 70. Hasil kerja.
71 71. Lemah.
72 72. Salah makan.
73 73. Hasil tutorial sambal belut.
74 74. Dunia baru.
75 75. Ranggi Tanuja.
76 76. Masalah hati.
77 77. Tabah menjalankan peran.
78 78. Kasmaran.
79 79. Rasa yang janggal.
80 80. Namanya cinta.
81 81. Jarak tenang.
82 82. Pertemuan mengejutkan.
83 83. Tugas.
84 84. Pemberani yang penakut.
85 85. Kerja keras.
86 86. Zani dan Tegar.
87 87. Persiapan tugas lagi.
88 88. Efek lelah dan rindu.
89 89. Buah dari emosi.
90 S 2. 1. Awal kehidupan.
91 S 2. 2. Sulit di arahkan.
92 S 2. 3. Satu sama.
93 S 2. 4. Belum sadar.
94 S 2. 5. Perkara dua belas juta.
95 S 2. 6. Menjagamu dari kejauhan.
96 S 2. 7. Tidak sadar semakin dekat.
97 S 2. 8. Garangnya Jaguar.
98 S 2. 9. Tanpa ribut.
99 S 2. 10. Cari mati.
100 S 2. 11. Rasa yang berharga.
101 S 2. 12. Haruskah secepat ini?.
102 S 2. 13. Tugas.
103 S 2. 14. Ujian Bang Khaja.
104 S 2. 15. Serangan panik.
105 S 2. 16. Kisah di medan laga.
106 S 2. 17. Usai tugas.
107 S 2. 18. Penyesalan.
108 S 2. 19. Bujukan.
109 S 2. 20. Suasana hati.
110 S 2. 21. Ulah bojo.
111 22. Bukan perkara mudah.
112 S 2. 23. Syok terapy.
113 S 2. 24. Masih emosi.
114 S 2. 25. Celaka dua belas.
115 S 2. 26. Kuat mental?
116 S 2. 27. Ayu vs Huda.
117 S 2. 28. Ayu vs Huda ( 2 ).
118 S 2. 29. Ayu vs Huda ( 3 ).
119 S.2. 30. Ikhlas.
120 S 2. 31. Akibat emosi lagi.
121 S 2. 32. Misi merayumu.
122 S 2. 33. Hanya karena Andini.
123 S 2. 34. Ruwet.
124 S 2. 35. Marahnya Andin.
125 S 2. 36. Hampir mati.
126 S 2. 37. Berubah tegang.
127 S 2. 38. Cerita yang dulu.
128 S 2. 39. Berakhirnya kisah.
129 S 2. 40. Jadi bapak yang baik.
130 S 2. 41. Gelap.
131 S 2. 42. Tanda???.
132 S 2. 43. Tak ingin kehilangan kasih.
133 S 2. 44. Masa yang hilang.
134 S 2. 45. Bagian dari hidup.
135 S 2. 46. Berangkat.
136 S 2. 47. Karena nyawa separuh jalan.
137 S 2. 48. Tak tau caranya berdamai.
Episodes

Updated 137 Episodes

1
1. Lima menit di angkot.
2
2. Baru dalam hidupku.
3
3. Serius.
4
4. Diskusi buru-buru.
5
5. Cinta karena Allah.
6
6. Kesal.
7
7. Inikah sayang.
8
8. Masih ada rahasia.
9
9. Hancur lebur jadi satu.
10
10. Menyambung hati yang patah.
11
11. ( No caption ).
12
12. Dia milikku.
13
13. Ku perjuangkan kamu.
14
14. Pelan-pelan saja.
15
15. Gangguan.
16
16. Situasi sulit.
17
17. Demi sebuah cinta.
18
18. Perputaran hidup.
19
19. Menguatkan diri.
20
20. Dilema.
21
21. Rahasia.
22
22. Suasana baru.
23
23. Di balik perjuangan.
24
24. Secara jantan.
25
25. Tak bisa mengendalikan emosi.
26
26. Geger.
27
27. Sebuah keputusan.
28
28. Belum selesai perkara.
29
29. Ide brilian.
30
30. Sudah boleh.
31
31. Tekanan balik.
32
32. Memang benar cinta.
33
33. Gelisah.
34
34. Barang celaka.
35
35. Gara-gara istri.
36
36. Awal kekacauan.
37
37. Tragedi berdarah ( 1 ).
38
38. Tragedi berdarah ( 2 ).
39
39. Berdamai dengan keadaan diri.
40
40. Pribadi yang kuat.
41
41. Hidup adalah pilihan.
42
42. Hana ku yang malang.
43
43. Ribut.
44
44. Emosi seorang suami.
45
45. Tentang hari ini.
46
46. Kambuhnya Hana yang berantakan.
47
47. Masih soal bumil.
48
48. Tak sengaja terjadi.
49
49. Kisah hari ini.
50
50. Menata dari awal.
51
51. Celaka ( 1 ).
52
52. Rasa kali ini.
53
53. Pertemuan.
54
54. Kambuh lagi.
55
55. Hananya Abang Ranggi.
56
56. Demi Mama Terong Belanda.
57
57. Berusaha melupakan kepahitan.
58
58. Next generation Black Mamba.
59
59. Sebuah pelajaran.
60
60. Tekanan.
61
61. Kejutan.
62
62. Lemah dalam kepanikan.
63
63. Kalau ada yang ngambek.
64
64. Kesal tertahan.
65
65. Ternyata..
66
66. Hati seorang Papa.
67
67. Efek cemburunya 'Mas Ranggi Tanuja'.
68
68. Uji nyali.
69
69. Ujian keimanan Papa Ranggi.
70
70. Hasil kerja.
71
71. Lemah.
72
72. Salah makan.
73
73. Hasil tutorial sambal belut.
74
74. Dunia baru.
75
75. Ranggi Tanuja.
76
76. Masalah hati.
77
77. Tabah menjalankan peran.
78
78. Kasmaran.
79
79. Rasa yang janggal.
80
80. Namanya cinta.
81
81. Jarak tenang.
82
82. Pertemuan mengejutkan.
83
83. Tugas.
84
84. Pemberani yang penakut.
85
85. Kerja keras.
86
86. Zani dan Tegar.
87
87. Persiapan tugas lagi.
88
88. Efek lelah dan rindu.
89
89. Buah dari emosi.
90
S 2. 1. Awal kehidupan.
91
S 2. 2. Sulit di arahkan.
92
S 2. 3. Satu sama.
93
S 2. 4. Belum sadar.
94
S 2. 5. Perkara dua belas juta.
95
S 2. 6. Menjagamu dari kejauhan.
96
S 2. 7. Tidak sadar semakin dekat.
97
S 2. 8. Garangnya Jaguar.
98
S 2. 9. Tanpa ribut.
99
S 2. 10. Cari mati.
100
S 2. 11. Rasa yang berharga.
101
S 2. 12. Haruskah secepat ini?.
102
S 2. 13. Tugas.
103
S 2. 14. Ujian Bang Khaja.
104
S 2. 15. Serangan panik.
105
S 2. 16. Kisah di medan laga.
106
S 2. 17. Usai tugas.
107
S 2. 18. Penyesalan.
108
S 2. 19. Bujukan.
109
S 2. 20. Suasana hati.
110
S 2. 21. Ulah bojo.
111
22. Bukan perkara mudah.
112
S 2. 23. Syok terapy.
113
S 2. 24. Masih emosi.
114
S 2. 25. Celaka dua belas.
115
S 2. 26. Kuat mental?
116
S 2. 27. Ayu vs Huda.
117
S 2. 28. Ayu vs Huda ( 2 ).
118
S 2. 29. Ayu vs Huda ( 3 ).
119
S.2. 30. Ikhlas.
120
S 2. 31. Akibat emosi lagi.
121
S 2. 32. Misi merayumu.
122
S 2. 33. Hanya karena Andini.
123
S 2. 34. Ruwet.
124
S 2. 35. Marahnya Andin.
125
S 2. 36. Hampir mati.
126
S 2. 37. Berubah tegang.
127
S 2. 38. Cerita yang dulu.
128
S 2. 39. Berakhirnya kisah.
129
S 2. 40. Jadi bapak yang baik.
130
S 2. 41. Gelap.
131
S 2. 42. Tanda???.
132
S 2. 43. Tak ingin kehilangan kasih.
133
S 2. 44. Masa yang hilang.
134
S 2. 45. Bagian dari hidup.
135
S 2. 46. Berangkat.
136
S 2. 47. Karena nyawa separuh jalan.
137
S 2. 48. Tak tau caranya berdamai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!