...༻✿༺...
Setelah menunggu hampir setengah jam, Bella akhirnya diperbolehkan masuk.
Saat hendak melewati pintu, Bella lagi-lagi harus berpapasan dengan Mr. Mayers. Pria itu memasang raut wajah cemberut. Dia langsung mengalihkan pandangan ketika melihat Bella. Lalu melingus pergi begitu saja.
Bella mengangkat bahu heran. Dia yakin Mr. Mayers pasti memiliki gangguan emosional. Pria tersebut merupakan tipe orang yang mudah marah. Bella mencoba tidak peduli dan melenggang masuk ke kantor Alfred.
"Kau bukan Helena!" seru Alfred yang tampak berdiri di depan meja kerjanya. Ia sempat kaget. Tetapi ketika menilik penampilan Bella dari ujung kaki hingga kepala, Alfred langsung menyunggingkan senyuman. Cantik! Itulah kata yang terlintas dalam benaknya.
"Ya, aku memang bukan Helena." Bella berjalan ke hadapan Alfred. Mengulurkan salah satu tangannya untuk bersalaman. "Kenalkan, namaku Rose!" ungkapnya.
"Rose... nama yang indah. Aku yakin kau sudah tahu namaku. Karena kau yang mendatangiku ke sini." Alfred menyambut tangan Bella. Dia menggenggam cukup erat. Tatapannya yang begitu keranjang tidak berhenti menyorot wajah dan lekuk tubuh Bella.
"Benar, karena kemarin istrimu mendatangiku. Dia mengatakan semua kedokmu. Makanya aku ke sini untuk memastikan. Kita bisa bicara bukan?" ujar Bella serius.
"Istriku? Apa dia mengatakan yang tidak-tidak?" timpal Alfred yang mulai khawatir.
"Tenanglah Alfred. Kumohon... bisakah kita mengobrol sambil duduk?" tawar Bella sembari menunjuk ke arah sofa.
Tanpa sepatah kata pun, Alfred bersedia duduk ke sofa. Dia dan Bella mengobrol serius di sana. Bella memberitahukan apa yang dikatakan Emerald mengenai Alfred.
"Dia berbohong! Apa Emerald memperlihatkanmu buktinya? Tidak bukan? Kenapa kau dengan mudahnya mempercayai wanita murahan itu?! Emerald memang selalu mencoba menarik perhatian!" Alfred membantah tegas. Wajahnya terlihat mulai memerah.
"Kau tidak usah takut. Lagi pula aku bukan polisi. Mengaku saja kepadaku, dan katakan alasan kenapa kau bisa terus-terusan bertindak kasar kepada Emerald," tukas Bella panjang lebar.
"Siapa kau? Berani-beraninya kau datang dan menyalahkanku begini? Aku punya seorang pengacara yang handal. Dalam sekejap kau akan di penjara!" Alfred terus saja berkilah. Dia memang memiliki sifat keras kepala dan sulit diajak bicara baik-baik. Pantas saja Emerald sangat tersiksa dengan sikap Alfred.
"Sejak tadi aku tidak membicarakan perihal hukum. Tetapi mengenai tindakanmu terhadap Emerald." Bella tidak goyah.
"Sudahlah... tidak perlu ikut campur urusan rumah tanggaku." Alfred sengaja merubah topik pembicaraan. "Tetapi jika kau ingin ikut campur, lebih baik lakukan hal lain saja. Bagaimana?" Alfred berjalan mendekati Bella. Tangan nakalnya sudah bertengger di paha Bella. Untung saja gadis itu tidak mengenakan rok mini.
Bella tercengang. Di saat membicarakan perihal istrinya, Alfred masih saja terpikir untuk berselingkuh. Pantas saja selingkuhan pria itu tidak hanya satu wanita.
"Alfred, bekerjasamalah! Aku di sini ingin membantumu dan Emerald." Bella berusaha bersabar lebih dahulu.
"Tentu aku akan bekerjasama. Kau mau melakukannya di sini, atau di hotel yang ada di seberang jalan?" tanggapan Alfred sama sekali tidak menyambung ucapan Bella. Sepertinya dia benar-benar tidak peduli lagi dengan istri dan kedua anaknya.
"Kau sangat cantik, Rose. Kau akan lebih cantik jika membiarkanku untuk menyentuhmu." Alfred kian mendekat. Dia berbisik pelan ke salah satu telinga Bella. Saking dekatnya, Bella dapat merasakan hembusan nafas dari Alfred.
"Jangan macam-macam, Tuan Winston. Kau akan menyesal jika nekat menyentuhku!" ancam Bella yang masih tak bergeming dari tempatnya.
Alfred terkekeh. Dengan cepat dia memegangi tangan Bella, lalu menyandarkan gadis itu ke sofa. Alfred yang telah jatuh dalam kecantikan Bella, ingin segera memuaskan gairahnya. Tidak tanggung-tanggung, Alfred sudah hendak melayangkan sebuah cumbuan.
"Shi*t!" umpat Bella seraya menendang kaki Alfred sekuat tenaga. Dia sekarang tahu kalau Alfred tidak akan bisa di ajak bicara dengan baik-baik.
Akibat tendangan Bella, pegangan Alfred sontak melemah. Saat itulah Bella mendorong Alfred menjauh. Kemudian pergi keluar ruangan.
"Dasar sialan! Aku tidak akan melupakanmu! Ingat itu!" geram Alfred yang terdengar kesal. Lelaki mana yang tidak marah saat harga dirinya di injak-injak.
Mendengar dirinya di ejek, Bella berbalik badan. Dia heran kenapa wanita selalu saja disebut rendahan, menurutnya itu tidak adil.
"Kau-lah yang sialan!" balas Bella sembari menggertakkan gigi. Dia mendengus kasar dan bergegas pergi dari wilayah kantor Alfred.
Bella kembali ke mobil. Brian dan Cecil dapat melihat semburat kemarahan dari ekspresi Bella. Mereka yang mengerti, tidak perlu banyak bicara. Brian lantas menjalankan mobil.
Hening menyelimuti suasana. Brian dan Cecil sudah sangat mengenal Bella. Keduanya tahu, Bella tidak suka diganggu saat marah. Makanya sedari tadi mereka memilih diam. Membiarkan perasaan amarah Bella perlahan mereda.
Ponsel Bella tiba-tiba berdering. Dia otomatis mengangkat panggilan yang tidak lain dari Naomi. Naomi sendiri adalah teman dekat Bella saat di organisasi kampus dulu. Kebetulan Naomi bekerja di perusahaan yang sama dengan Justin.
"Bella, aku ingin memberitahukan sesuatu. Ini mengenai Justin. Aku melihatnya masuk ke hotel bintang lima bersama Corine! Aku pikir kau harus mengetahui tentang ini." Naomi berucap dari seberang telepon.
"Apa kau yakin itu mereka?" Bella ragu untuk percaya. Sebab dia selalu mempercayai Justin.
"Ya, aku yakin. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya, Bella. Tempo hari aku juga melihat mereka mengobrol di cafe dan parkiran. Apa Justin memberitahumu perihal pertemuannya dengan Corine? Jika iya, mungkin pradugaku yang salah," kata Naomi.
Bella hanya membisu. Perasaan kecewa langsung berlabuh dihatinya. Akhir-akhir ini Justin memang sangat jarang menghubunginya. Baik dalam hal memberi kabar, apalagi menanyakan keadaan Bella.
"Bisakah kau beritahu aku di hotel mana mereka pergi?" tanya Bella.
"Paradise Hotel. Tempatnya persis berada di seberang mall yang aku kunjungi. Apa kau mau kutemani?"
"Tidak perlu. Terima kasih, Naomi." Pembicaraan Bella dan Naomi berakhir. Kini Bella menekan-nekan jidatnya dengan pelan.
"Telepon dari siapa? Kau tidak menerima kabar buruk bukan?" tanya Brian yang pada akhirnya buka suara.
"Bawa aku ke Paradise Hotel. Ada sesuatu yang harus aku urus!" perintah Bella.
"Urusan apa?" Brian penasaran.
"Kau akan tahu saat sudah tiba di sana." Bella menjawab sambil memusatkan perhatian ke kaca jendela mobil. Dia sudah menghela nafas berkali-kali. Mencoba menenangkan diri dan bersabar.
Selang sekian menit, Bella akhirnya tiba di Paradise Hotel. Dia segera keluar dari mobil. Tanpa mengucapkan apapun kepada kedua rekannya.
"Kenapa dia ke sini? Apa kita sebaiknya juga ikut keluar?" imbuh Brian. Atensinya terus tertuju kepada Bella yang berjalan kian menjauh.
"Apa Bella hendak bertemu Justin?" Cecil yang juga penasaran, ikut bertanya-tanya.
"Aku sudah tidak tahan. Kita ikuti saja dia!" Brian keluar lebih dulu dari mobil. Cecil yang tidak ingin ditinggal, lantas mengikuti Brian.
Kala masuk ke area hotel. Pandangan Bella langsung mengedar ke segala penjuru. Dia berupaya mencari sosok Justin. Bella memutuskan menelusuri seluruh tempat di lantai satu.
Setelah lama mencari, Bella akhirnya menyaksikan sosok yang dicarinya. Justin benar-benar tengah menghabiskan waktu bersama Corine. Mereka tampak asyik mengobrol di pinggir kolam renang.
Bella mengepalkan tinju di kedua tangan. Lalu melajukan langkah untuk menghampiri Justin dan Corine.
..._____...
...Bonus Visual Karakter...
Bella berusia 25 tahun. Seorang psikiater muda yang sukses dengan memakai nama Red Rose. Baik hati, ceria, pemberani, dan penuh empati. Tetapi tidak jarang dia bersikap ceroboh.
..._____...
Berusia 27 tahun. Seorang CEO kaya raya yang misterius. Bersifat dingin dan tak bisa ditebak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Sulati Cus
tatapan keranjang mah hrsnya di pk buat nyimpen cucian kotor😂
2022-09-21
0
Aisy Hilyah
hajar Bella... Zena mendukung
2022-04-19
4
Wina Yuliani
gassskeun bella ..tuman😈
2022-04-12
3