"Kamu tahu kan, sampai detik ini aku masih belum bisa menerima kamu sebagai calon istrinya Arden," ucap Silvana, memulai pembicaraannya dengan Dea. Dilihatnya Dea yang mengangguk kecil, wanita itu terus menurunkan pandangannya. Tidak berani bersitatap dengan Silvana.
"Tapi Arden selalu bersikukuh untuk menjadikan kamu sebagai istri dan aku tidak bisa terus berdebat dengan dia ..."
"Jadi sudah aku putuskan untuk merestui kalian ..."
"Tapi ada syaratnya." Silvana mengambil jeda, membuat Dea langsung mengangkat wajah dan memberanikan diri untuk menatap Silvana.
Dia tahu diantara hubungannya dengan Arden tidak akan mudah. Dia tahu akan ada banyak pula yang dikorbankan untuk mereka bisa bersama.
Dan Dea sudah siap dengan itu, asal Arden selalu setia dengannya, Dea akan mampu.
"Pantaskan dirimu untuk menjadi bagian dari keluarga Harwell."
Mendengarkan itu Dea melebarkan matanya, terkejut dan bingung sekaligus. Dia terus mendengar Silvana yang bicara banyak hal.
Tentang Silvana yang akan membuat Dea pantas untuk bersanding dengan Arden. Mulai dari pengetahuan Dea, sikapnya, dan juga gaya berpakaian Dea, Silvana akan mengatur itu semua hingga setara dengan keluarga besar Harwell.
"Aku hanya tidak ingin Arden diolok oleh orang lain jika menikahi wanita yang tidak jelas seperti mu, karena itulah aku akan merubahmu jadi sempurna," terang Silvana sungguh-sungguh. Dia pun sudah tidak punya pilihan lain, karena itulah dia memutuskan untuk mengubah dea sesuai dengan kriteria yang dia inginkan.
"Pertama, sembunyikan identitas mu. Katakan saja jika kamu adalah anak dari panti asuhan, jadi orang-orang tidak akan bertanya tentang keluargamu," terang Silvana. Dia sangat yakin, keluarga Dea pasti hanya akan membuat malu keluarga Harwell.
Dan mendengar itu Dea meremat kedua tangannya dibawah meja, menahan diri agar tidak sampai menumpahkan air mata.
Kedua orang tuanya masih hidup, lengkap tinggal di kampung. Dea sangat menyayangi mereka. Bahkan keputusan Dea dulu untuk menjadi simpanan Arden tak lepas dari kedua orang tua dan saudaranya yang lain.
Ingin memberikan kehidupan yang lebih baik untuk mereka semua, karena itulah Dea menerima tawaran Arden saat itu.
Tapi kini Silvana malah memintanya untuk tidak menganggap keluarganya sendiri tidak ada. Hati Dea sakit, dadanya sesak sekali. Makin terasa sesak ketika dia tidak punya keberanian untuk membela harga diri keluarganya.
Dea hanya diam, memendam sakit hati ini sendiri. Dia bahkan kembali menunduk, menghindari tatapan Silvana.
"Jika ingin menikah dengan Arden maka turuti semua perintah ku. Ini juga demi kebaikanmu dan Arden. Kamu tidak mau kan Arden dicemooh hanya karena menikahi wanita miskin, mantan simpanan. Astaga, hanya membayangkannya saja sudah membuat aku malu ..."
"Jika kamu setuju dengan syarat ku ini, segera atur pernikahan kalian. Tidak perlu pernikahan mewah, cukup daftarkan saja pernikahan kalian ..."
"Dan satu lagi, jangan terlalu lama berpikir, menikah atau tidak putuskan segara. Jangan menggantung anakku di hubungan yang tidak jelas ..."
"Besok aku tunggu jawaban mu. Aku tidak mengatakan ini pada Arden karena aku tahu, dia pasti mengikuti semua keinginan mu. Iya kan?"
Setelah mengatakan semua yang ingin dia katakan, Silvana pergi lebih dulu dari cafe itu meninggalkan Dea sendiri.
Dan setelah Silvana pergi, Dea langsung menjatuhkan air matanya. Air bening itu jatuh dengan deras, bahkan seolah tidak bisa berhenti.
Kini Dea berada di ambang kebingungan, antara melanjutkan hubungannya dengan Arden atau tidak ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
𝗷𝗮𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗮𝘂 𝗦𝗶𝗹𝘃𝗮𝗻𝗮..𝘁𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗱𝗶𝗱𝗶𝗮𝗺𝗶.....𝗷𝗶𝗸𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗱𝗶 𝘁𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗗𝗲𝗮....𝗮𝗽𝗮 𝗽𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗮𝗻 𝗺𝘂 𝗷𝘂𝗴𝗮
2023-10-27
1
Anih Suryani
ko ada sih perempuan kumpul kebo ck ck
2023-06-08
1
aniya_kim
lhoooooooooo
2023-05-15
0