Bab 2. Aku harus Kuat

Arumi membantu bibi menyiapkan makan malam, sambil menyeka air matanya Arumi menyajikan makanan ke meja.

Gibran yang telah selesai berpakaian melihat Arumi yang menangis. Ia mendekati istrinya itu dan memeluk pinggangnya dari belakang.

Gibran mengecup pipi Arumi dan menyeka air mata Arumi dengan jari tangannya.

"Kenapa menangis? Apa aku ada salah?" bisik Gibran.

"Aku kangen papa dan mama," gumam Arumi, tapi suaranya masih bisa ditangkap oleh Gibran.

"Lusa kita ke Jogja, aku selesaikan dulu pekerjaan besok. Kita liburan dua hari, ya?"

"Biar aku aja yang pergi sendirian, Mas."

"Nanti papa dan mama akan salah paham. Pasti mereka mengira kita lagi ada masalah."

"Aku akan jelaskan semuanya."

Gibran membalikkan tubuh Arumi menghadap ke dirinya. Ia menghapus sisa air mata di pipi istrinya itu.

Gibran tersenyum dan mengecup bibir istrinya. Tapi pria itu heran karena Arumi tak membalasnya.

Biasanya jika Gibran mengecup bibir Arumi, istrinya itu akan membalas mengecup bibir Gibran berulang kali.

Merasa aneh, Gibran kembali mengecup bibir Arumi, kali ini dilakukan dua kali, tapi Arumi tetap hanya diam tak membalas. Arumi bahkan menundukkan wajahnya.

"Arumi ...." panggil Gibran. Ia memegang dagu Arumi dan mengangkatnya agar wanita itu menatap ke wajah Gibran.

"Apa aku melakukan kesalahan?"

"Mas yang bisa menjawab, apa Mas merasa melakukan suatu kesalahan?"

"Sayang, kamu tadi mengatakan tidak boleh menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, tapi kamu sendiri melakukan itu."

"Maaf, Mas. Aku udah lapar. Kita makan lagi."

Saat makan baik Arumi maupun Gibran tidak ada yang mengeluarkan suara. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Biasanya Arumi paling bawel dan banyak omong.

Gibran memandangi wajah istrinya dalam diam. Masih bertanya, apakah yang terjadi? Kenapa istrinya hari ini sangat pendiam.

Setelah makan malam, Gibran masuk ke ruang kerjanya. Ia pamit dengan Arumi,kembali ia mengecup dahi istrinya itu.

Satu jam Gibran di dalam ruang kerjanya. Arumi yang menghabiskan waktu dengan menonton, merasa bosan. Ia mematikan televisi dan berjalan menuju kamar. Saat akan masuk ke kamar ia mendengar suara Gibran yang sedang menelepon.

Biasanya Arumi tak ambil pusing, kali ini ia ingin tau apa yang diobrolkan suaminya. Arumi mendekat dan merapatkan kupingnya ke pintu.

"Jangan marah Joana. Aku tadi capek banget. Besok sebelum ke kantor, aku mampir ya sayang."

Arumi memegang dadanya yang terasa nyeri mendengar Gibran memanggil sayang pada wanita lain.

"Ingat, Sayang ... hanya kamu yang aku cinta, dulu, sekarang dan selamanya. Tak ada yang bisa menggantikan rasa cintaku pada kamu. Arumi itu hanya wanita manja, mas tak suka wanita manja, boros dan hanya bisa dandan."

".............."

"Bukan gombal, Joana. Kamu tau'kan cuma kamu wanita yang mampu mencuri hatiku."

"............"

"Arumi, aku tak pernah mencintainya. Aku hanya berperan sebagai suami yang baik dan berusaha memenuhi kewajiban saja."

Arumi menarik nafasnya. Mendengar kata-kata Gibran membuat dadanya sesak. Ia melangkah perlahan masuk ke kamar, tak sanggup lagi mendengar kelanjutan dari ucapan Gibran.

"Aku harus kuat, tak boleh memperlihatkan sisi lemahku dengan mas Gibran. Jika saja ia bisa berbohong selama ini denganku, kenapa aku juga tak bisa pura-pura nggak tau kebohongannya?" gumam Arumi.

Jam sepuluh malam Gibran masuk ke kamar. Ia melihat Arumi yang telah tertidur dengan membelakangi pintu.

Gibran naik ke ranjang dan memeluk pinggang istrinya. Arumi selalu ingin berpelukan jika tidur. Ia akan menyembunyikan wajahnya di dada Gibran.

"Sayang, udah tidur ya. Kamu nggak pengin nih,"bisik Gibran di telinga Arumi sambil mengecupnya.

Arumi yang hanya berpura-pura tidur mendengar semua ucapan Gibran. Jika dulu ia pasti akan langsung masuk ke dalam pelukan Gibran, tidak untuk saat ini.

Arumi telah bertekad tidak akan manja lagi mulai hari ini. Gibran mengatakan tak suka wanita manja. Jadi Arumi ingin buktikan pada Gibran jika ia juga bisa mandiri.

Gibran membalikkan tubuh Arumi menghadap dirinya. Di kecup bibir Arumi agar istrinya itu bangun.

Arumi mencoba bertahan, ia tak mau luluh dengan sikap Gibran. Cukup sudah selama ini ia tertipu sikap manis suaminya itu.

"Arumi, aku tau kamu hanya berpura-pura tidru. Dari sore aku melihat sikapmu berbeda. Apakah aku ada salah? Jika ada tolong katakan. Jangna hanya diam."

Arumi tak pedulikan ucapan Gibran. Ia tetap menutup matanya. Pria itu menjadi kesal dibuatnya.

Gibran bangun dari tidurnya. Ia berdiri disamping Ranjang.

"Dengar Arumi, aku yakin ada yang kamu sembunyikan dariku. Jika kamu tak mau mengatakan semua itu, lebih baik aku tidur di kamar tamu. Bagaimana mungkin aku seranjang dengan wanita yang tak sudi melihat wajahmu."

Gibran berjalan keluar menuju kamar tamu. Sebelum menutup pintu, ia melihat kebelakang berharap Arumi mengejarnya.

Bila Gibran kesal dan marah dengan Arumi, ia akan tidur di kamar tamu. Biasanya Arumi akan datang membujuk.

Tidak melihat Arumi yang menyusul, Gibran masuk kamar dengan hati yang makin bertanya-tanya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Heny

Heny

Klau km gk kuat lepaskan gibran carilah laki2 yg tulus mencintai mu

2025-03-13

0

Siti Aminah

Siti Aminah

mulai sekarang kamu hrs belajar mandiri dan agak vuekin hibran ..Rumi...

2024-12-09

0

MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal

MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal

😁😁😁

2025-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Arumi Nadya Karima dan Gibran Erlangga.
2 Bab 2. Aku harus Kuat
3 Bab 3. Cinta Tak Pernah Salah
4 Bab 4. Hargai Aku
5 Bab 5. Saatnya Pergi
6 Bab 6. Rencana Tuhan pasti Lebih Indah
7 Bab 7. Reuni (Arshaka Virendra)
8 Bab 8. Mabuk
9 Bab 9. Pahit Manis Kehidupan
10 Bab 10. Kehilangan
11 Bab 11. Alana
12 Bab 12. Arumi dan Alana
13 Bab 13. Siapa yang harus dipercaya?
14 Bab 14. Kita Bicarakan di Rumah.
15 Bab 15. Jangan Berbohong
16 Bab 16. Perpisahan Akan selalu Meninggalkan Luka
17 Bab 17. Pengkhianatan
18 Bab 18. Adakah Kesempatan Kedua?
19 Bab 19. Sekedar menguji Kebenaran?
20 Bab 20. Arumi dan Joana
21 Bab 21. Siapa yang harus aku percaya?
22 Bab 22. Apakah itu Anakku?
23 Bab 23. Pulang Ke Yogyakarta
24 Bab 24. Aku Ingin Mengakhiri Semua
25 Bab 25. Maafkan Aku,Pa!
26 Bab 26. Maafkan, semua harus berakhir!
27 Bab 27. Aku Pergi Bukan Karena Tak Cinta
28 Bab 28. Cinta tak pernah salah.
29 Bab 29. Meninggalkan Kantor.
30 Bab 30. Ayah Masuk Rumah Sakit
31 Bab 31. Si Ular Joana
32 Bab 32. Arumi Dan Alana
33 Bab 33. Kepercayaan Itu Mahal
34 Bab 34. Kepergian Ayah
35 Bab 35. Pemakaman Ayah
36 Bab 36. Pengkhianat dan Pecundang
37 Bab 37. Foto-foto Joana.
38 Bab 38. Aku Memang Selingkuh.
39 Bab 39. Ketemu Shaka Kembali.
40 Bab 40. Pengakuan Joana
41 Bab 41. Semua Akan Berakhir.
42 Promo novel SELEPAS KATA TALAK
43 Bab 42. Berpisah Akhirnya
44 Bab 43. Pelukan Pepisahan
45 Bab 44. Pamit
46 Bab 45. Keberangkatan.
47 Bab 46. Arumi Sakit.
48 Bab 47. Positif
49 Bab 48. Sembunyikan Kebenaran
50 Bab 49. Akan Aku Pertahankan.
51 Bab 50. Perusahaan dan Arumi
52 Bab 51. Bertemu Shaka Kembali.
53 Bab 52. Kamu Begitu Berarti.
54 Bab 53. Kehamilan Yang Makin membesar.
55 Bab 54. Maafkan Aku Papa, Mama
56 Bab 55. Kembali ke Jakarta
57 Bab 56. Perusahaan Bangkrut.
58 Bab 57. Kepergian Papa
59 Bab 58. Wafatnya Papa
60 Bab 59. Pemakaman Papa
61 Bab 60. Kehamilan Arumi.
62 Bab 61. Kedatangan Gibran
63 Bab 62. Aku ingin bersama kembali.
64 Bab 63. Baby Boy
65 Bab 64. Bertemu Joana.
66 Bab 65. Menikah Kembali.
67 Bab 66. Kepergian Gibran
68 Bab 67. Perlengkapan Bayi.
69 Bab 68. Perjodohan Shaka
70 Bab 69. Tujuh Bulanan
71 Bab 70. Shaka dan Alana
72 Bab 71. Berita Baik
73 Bab 72. Alana dan Andre
74 Bab 73. Apakah Kamu Udah Siap?
75 Bab 74. Shaka Menyatakan Cinta.
76 Bab 75. Apakah Ini tanda-tanda akan lahiran?
77 Bab 76. Menjelang Persalinan
78 Promo Novel Hasrat Terlarang Gigolo
79 Bab 77. Persalinan Arumi
80 Bab 78. Proses Lahiran.
81 Bab 79. Arzan Ravindra Malik Narendra
82 Bab 80. Joana dan anaknya.
83 Bab 81. Arumi dan Joana
84 Bab 82. Alana
85 Bab 83. Shaka dan Alana
86 Bab 84. Kepiting Rebus
87 Bab 85. Ada apa Alana?
88 Bab 86. Kawin apa Nikah?
89 Bab 87. Kepergian Gibran.
90 PROMO NOVEL ISTRIKU HARAM DISENTUH.
91 Bab 88. Rendra
92 Bab 89. Joana
93 Bab 90. Surat Pernyataan
94 Bab 91. Aqiqah Arzan Ravindra Malik Narendra
95 Bab 92. Lamaran
96 Bab 93. Masih Lamaran.
97 Bab 94. Arumi dan Gibran
98 Bab 95. Penyesalan Joana
99 Bab 96. Pernikahan Alana
100 Bab 97. Ijab Kabul
101 Bab 98. Shaka yang Mesum.
102 Bab 99. Alana yang Polos
103 Bab 100. Terima kasih
104 Bab 101. Pesta Berakhir.
105 Bab 102. Bonchap 1
106 Bab 103. Bonchap 2
107 Bab 104. Bonchap 3
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Bab 1. Arumi Nadya Karima dan Gibran Erlangga.
2
Bab 2. Aku harus Kuat
3
Bab 3. Cinta Tak Pernah Salah
4
Bab 4. Hargai Aku
5
Bab 5. Saatnya Pergi
6
Bab 6. Rencana Tuhan pasti Lebih Indah
7
Bab 7. Reuni (Arshaka Virendra)
8
Bab 8. Mabuk
9
Bab 9. Pahit Manis Kehidupan
10
Bab 10. Kehilangan
11
Bab 11. Alana
12
Bab 12. Arumi dan Alana
13
Bab 13. Siapa yang harus dipercaya?
14
Bab 14. Kita Bicarakan di Rumah.
15
Bab 15. Jangan Berbohong
16
Bab 16. Perpisahan Akan selalu Meninggalkan Luka
17
Bab 17. Pengkhianatan
18
Bab 18. Adakah Kesempatan Kedua?
19
Bab 19. Sekedar menguji Kebenaran?
20
Bab 20. Arumi dan Joana
21
Bab 21. Siapa yang harus aku percaya?
22
Bab 22. Apakah itu Anakku?
23
Bab 23. Pulang Ke Yogyakarta
24
Bab 24. Aku Ingin Mengakhiri Semua
25
Bab 25. Maafkan Aku,Pa!
26
Bab 26. Maafkan, semua harus berakhir!
27
Bab 27. Aku Pergi Bukan Karena Tak Cinta
28
Bab 28. Cinta tak pernah salah.
29
Bab 29. Meninggalkan Kantor.
30
Bab 30. Ayah Masuk Rumah Sakit
31
Bab 31. Si Ular Joana
32
Bab 32. Arumi Dan Alana
33
Bab 33. Kepercayaan Itu Mahal
34
Bab 34. Kepergian Ayah
35
Bab 35. Pemakaman Ayah
36
Bab 36. Pengkhianat dan Pecundang
37
Bab 37. Foto-foto Joana.
38
Bab 38. Aku Memang Selingkuh.
39
Bab 39. Ketemu Shaka Kembali.
40
Bab 40. Pengakuan Joana
41
Bab 41. Semua Akan Berakhir.
42
Promo novel SELEPAS KATA TALAK
43
Bab 42. Berpisah Akhirnya
44
Bab 43. Pelukan Pepisahan
45
Bab 44. Pamit
46
Bab 45. Keberangkatan.
47
Bab 46. Arumi Sakit.
48
Bab 47. Positif
49
Bab 48. Sembunyikan Kebenaran
50
Bab 49. Akan Aku Pertahankan.
51
Bab 50. Perusahaan dan Arumi
52
Bab 51. Bertemu Shaka Kembali.
53
Bab 52. Kamu Begitu Berarti.
54
Bab 53. Kehamilan Yang Makin membesar.
55
Bab 54. Maafkan Aku Papa, Mama
56
Bab 55. Kembali ke Jakarta
57
Bab 56. Perusahaan Bangkrut.
58
Bab 57. Kepergian Papa
59
Bab 58. Wafatnya Papa
60
Bab 59. Pemakaman Papa
61
Bab 60. Kehamilan Arumi.
62
Bab 61. Kedatangan Gibran
63
Bab 62. Aku ingin bersama kembali.
64
Bab 63. Baby Boy
65
Bab 64. Bertemu Joana.
66
Bab 65. Menikah Kembali.
67
Bab 66. Kepergian Gibran
68
Bab 67. Perlengkapan Bayi.
69
Bab 68. Perjodohan Shaka
70
Bab 69. Tujuh Bulanan
71
Bab 70. Shaka dan Alana
72
Bab 71. Berita Baik
73
Bab 72. Alana dan Andre
74
Bab 73. Apakah Kamu Udah Siap?
75
Bab 74. Shaka Menyatakan Cinta.
76
Bab 75. Apakah Ini tanda-tanda akan lahiran?
77
Bab 76. Menjelang Persalinan
78
Promo Novel Hasrat Terlarang Gigolo
79
Bab 77. Persalinan Arumi
80
Bab 78. Proses Lahiran.
81
Bab 79. Arzan Ravindra Malik Narendra
82
Bab 80. Joana dan anaknya.
83
Bab 81. Arumi dan Joana
84
Bab 82. Alana
85
Bab 83. Shaka dan Alana
86
Bab 84. Kepiting Rebus
87
Bab 85. Ada apa Alana?
88
Bab 86. Kawin apa Nikah?
89
Bab 87. Kepergian Gibran.
90
PROMO NOVEL ISTRIKU HARAM DISENTUH.
91
Bab 88. Rendra
92
Bab 89. Joana
93
Bab 90. Surat Pernyataan
94
Bab 91. Aqiqah Arzan Ravindra Malik Narendra
95
Bab 92. Lamaran
96
Bab 93. Masih Lamaran.
97
Bab 94. Arumi dan Gibran
98
Bab 95. Penyesalan Joana
99
Bab 96. Pernikahan Alana
100
Bab 97. Ijab Kabul
101
Bab 98. Shaka yang Mesum.
102
Bab 99. Alana yang Polos
103
Bab 100. Terima kasih
104
Bab 101. Pesta Berakhir.
105
Bab 102. Bonchap 1
106
Bab 103. Bonchap 2
107
Bab 104. Bonchap 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!